| 1 | — | Murid dapat menjelaskan pengertian kitab Mahabharata sebagai bagian dari kitab Itihasa dalam Hindu dengan kata-kata sendiri. | 3 |
| 2 | — | Murid dapat menyebutkan kedudukan kitab Mahabharata dalam kelompok kitab suci Hindu (Weda, Itihasa, Purana) secara lisan. | 3 |
| 3 | — | Murid dapat menyebutkan minimal lima nama tokoh utama dalam cerita Mahabharata beserta perannya secara singkat. | 3 |
| 4 | — | Murid dapat mengenali tokoh-tokoh baik (dharma) dalam cerita Mahabharata melalui pengamatan gambar atau tayangan video. | 3 |
| 5 | — | Murid dapat menyebutkan minimal tiga nama tokoh yang berperilaku tidak baik (adharma) dalam cerita Mahabharata. | 3 |
| 6 | — | Murid dapat membedakan tokoh yang berperilaku baik (dharma) dan tidak baik (adharma) dalam cerita Mahabharata dengan contoh konkret. | 3 |
| 7 | — | Murid dapat menyebutkan nama kelima Pandawa (Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula, Sahadewa) beserta karakter unggul masing-masing. | 3 |
| 8 | — | Murid dapat menjelaskan mengapa karakter Pandawa patut diteladani dalam kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 9 | — | Murid dapat menjelaskan sikap jujur Yudhistira dalam cerita Mahabharata sebagai wujud perilaku dharma. | 3 |
| 10 | — | Murid dapat menunjukkan contoh perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari yang terinspirasi dari karakter Yudhistira. | 3 |
| 11 | — | Murid dapat menyebutkan minimal tiga contoh perilaku baik Pandawa yang dapat diterapkan dalam kehidupan di rumah dan sekolah. | 3 |
| 12 | — | Murid dapat mengaitkan perilaku baik tokoh Pandawa dengan nilai Subha Karma (perbuatan baik) dalam ajaran Hindu. | 3 |
| 13 | — | Murid dapat menjelaskan makna dharma yang terdapat dalam cerita Mahabharata dengan kalimat sederhana. | 3 |
| 14 | — | Murid dapat menghubungkan nilai dharma tokoh Mahabharata dengan konsep Tri Kaya Parisudha (berpikir, berkata, dan berbuat baik). | 3 |
| 15 | — | Murid dapat menceritakan kembali secara sederhana bagaimana Pandawa berjuang menegakkan dharma dalam cerita Mahabharata. | 3 |
| 16 | — | Murid dapat menyebutkan nilai-nilai kebenaran yang diperjuangkan oleh tokoh Pandawa dalam cerita Mahabharata. | 3 |
| 17 | — | Murid dapat menjelaskan bagaimana tokoh Pandawa menunjukkan bhakti kepada Hyang Widhi Wasa melalui perilaku dharma dalam cerita Mahabharata. | 3 |
| 18 | — | Murid dapat mengungkapkan rasa syukur kepada Hyang Widhi Wasa dengan mencontoh kebaikan tokoh Pandawa dalam kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 19 | — | Murid dapat merangkum kembali tokoh-tokoh dharma utama dalam Mahabharata beserta karakter dan teladan yang dapat diambil. | 3 |
| 20 | — | Murid dapat merefleksikan satu perilaku baik dari tokoh Mahabharata yang ingin diterapkan dalam kehidupan sehari-hari secara lisan maupun tulisan sederhana. | 3 |
| 21 | — | Murid dapat menunjukkan pemahaman tentang pengertian Mahabharata, nama tokoh-tokoh utama, karakter Pandawa, dan nilai dharma melalui asesmen sumatif. | 3 |
| 22 | — | Murid dapat mendemonstrasikan kemampuan menerapkan nilai perilaku baik tokoh Pandawa (Subha Karma dan Tri Kaya Parisudha) melalui asesmen sumatif. | 3 |
| 23 | — | Murid dapat menjelaskan pengertian Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup bagi seluruh makhluk di alam semesta dengan kata-kata sendiri. | 3 |
| 24 | — | Murid dapat menyebutkan minimal dua alasan mengapa Hyang Widhi Wasa disebut sebagai sumber hidup. | 3 |
| 25 | — | Murid dapat menjelaskan bahwa Hyang Widhi Wasa adalah pencipta alam semesta beserta isinya melalui pengamatan gambar. | 3 |
| 26 | — | Murid dapat menyebutkan contoh ciptaan Hyang Widhi Wasa yang ada di lingkungan sekitar dengan benar. | 3 |
| 27 | — | Murid dapat menyebutkan jenis-jenis makhluk hidup ciptaan Hyang Widhi Wasa (manusia, hewan, tumbuhan) melalui kegiatan diskusi kelompok. | 3 |
| 28 | — | Murid dapat membedakan ciri-ciri makhluk hidup dan benda tidak hidup sebagai ciptaan Hyang Widhi Wasa dengan tepat. | 3 |
| 29 | — | Murid dapat menjelaskan alasan manusia disebut sebagai ciptaan Hyang Widhi Wasa yang paling sempurna dibandingkan makhluk hidup lainnya. | 3 |
| 30 | — | Murid dapat menyebutkan kelebihan manusia sebagai ciptaan Hyang Widhi Wasa, yaitu memiliki Tri Pramana (bayu, sabda, idep). | 3 |
| 31 | — | Murid dapat menjelaskan bahwa setiap makhluk hidup memiliki jiwa (Atman/Jiwatman) yang bersumber dari Hyang Widhi Wasa. | 3 |
| 32 | — | Murid dapat menyebutkan nama-nama jiwa yang menghidupi setiap makhluk hidup (Jiwatman pada manusia, Janggama pada hewan, Atman sebagai sumber) dengan benar. | 3 |
| 33 | — | Murid dapat menyebutkan tiga unsur Tri Pramana (bayu, sabda, idep) yang diberikan Hyang Widhi Wasa kepada makhluk hidup. | 3 |
| 34 | — | Murid dapat menjelaskan perbedaan Tri Pramana yang dimiliki manusia, hewan, dan tumbuhan sebagai bukti kasih Hyang Widhi Wasa kepada ciptaan-Nya. | 3 |
| 35 | — | Murid dapat menunjukkan contoh sikap peduli terhadap sesama manusia sebagai ciptaan Hyang Widhi Wasa dalam kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 36 | — | Murid dapat menunjukkan contoh sikap peduli terhadap hewan dan tumbuhan sebagai ciptaan Hyang Widhi Wasa melalui kegiatan pengamatan dan diskusi. | 3 |
| 37 | — | Murid dapat menjelaskan cara bersyukur kepada Hyang Widhi Wasa atas karunia kehidupan yang diberikan kepada semua makhluk hidup. | 3 |
| 38 | — | Murid dapat mempraktikkan perilaku bersyukur kepada Hyang Widhi Wasa melalui sikap menjaga dan merawat ciptaan-Nya di lingkungan sekitar. | 3 |
| 39 | — | Murid dapat menunjukkan pemahaman tentang Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup dan pencipta makhluk hidup melalui tes tertulis (pilihan ganda dan isian singkat). | 3 |
| 40 | — | Murid dapat mendemonstrasikan sikap peduli terhadap ciptaan Hyang Widhi Wasa melalui penilaian keterampilan berupa cerita gambar atau karya sederhana. | 3 |