ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP) PRAKARYA PENGOLAHAN 1. IDENTITAS| Mata Pelajaran | Prakarya Pengolahan |
|---|
| Fase / Kelas | Fase E / Kelas 10 |
|---|
| Semester | Semester 1 |
|---|
| Total JP | 52 JP |
|---|
| Jumlah Bab | 3 bab |
|---|
| Total Pertemuan | 26 pertemuan |
|---|
| Total Tujuan Pembelajaran | 52 TP |
|---|
2. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)Murid mampu memahami proses bisnis industri pengolahan hasil pertanian, perkembangan teknologi dan isu global, serta peluang agripreneur dan lapangan kerja di bidang agriteknologi pengolahan hasil pertanian 3. ALUR TUJUAN PEMBELAJARANKode TP: Bab.Pertemuan.Urutan TP Bab 1 — Proses Bisnis di Bidang Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian (24 JP)| Pert. | Topik | Kode TP | Tujuan Pembelajaran | JP |
|---|
| 1 | Pengantar Proses Bisnis Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian: Pengertian dan Ruang Lingkup | TP 1.1.1 TP 1.1.2 | Murid dapat menjelaskan pengertian industri dan proses bisnis di bidang agriteknologi pengolahan hasil pertanian beserta komponen-komponen utamanya. (Observasi dan Eksplorasi) Murid dapat mengidentifikasi ruang lingkup usaha agriteknologi pengolahan hasil pertanian mulai dari skala rumah tangga hingga industri besar. (Observasi dan Eksplorasi) | 2 | | 2 | Klasifikasi dan Karakterisasi Industri Hulu dan Hilir Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian | TP 1.2.1 TP 1.2.2 | Murid dapat mengklasifikasikan industri bidang agriteknologi pengolahan hasil pertanian berdasarkan skala usaha (kecil, menengah, besar) dan posisinya dalam rantai nilai (hulu dan hilir). (Observasi dan Eksplorasi) Murid dapat membedakan karakteristik bisnis/industri hulu dan bisnis/industri hilir agriteknologi pengolahan hasil pertanian beserta contoh produk yang dihasilkan. (Observasi dan Eksplorasi) | 2 | | 3 | Bahan Baku, Bahan Pembantu, dan Sumber Daya dalam Proses Bisnis Pengolahan Hasil Pertanian | TP 1.3.1 TP 1.3.2 | Murid dapat menganalisis jenis-jenis bahan baku (nabati, hewani, ikan) dan bahan pembantu yang digunakan dalam proses bisnis industri pengolahan hasil pertanian. (Observasi dan Eksplorasi) Murid dapat mengidentifikasi sumber daya manusia, sarana, dan prasarana yang dibutuhkan untuk menjalankan proses bisnis agriteknologi pengolahan hasil pertanian. (Observasi dan Eksplorasi) | 2 | | 4 | Rantai Pasok dan Logistik Produk Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian | TP 1.4.1 TP 1.4.2 | Murid dapat menjelaskan konsep rantai pasok (supply chain) dan alur logistik dari bahan baku pertanian hingga produk olahan sampai ke konsumen akhir. (Observasi dan Eksplorasi) Murid dapat menganalisis peran setiap mata rantai pasok dalam menjaga kualitas dan nilai tambah produk olahan hasil pertanian. (Observasi dan Eksplorasi) | 2 | | 5 | Proses Bisnis Sektor Jasa dan Manufaktur dalam Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian | TP 1.5.1 TP 1.5.2 | Murid dapat membedakan karakteristik proses bisnis sektor manufaktur (produksi barang olahan) dan sektor jasa dalam lingkup agriteknologi pengolahan hasil pertanian. (Observasi dan Eksplorasi) Murid dapat menginformasikan tahapan proses bisnis pada salah satu contoh industri pengolahan hasil pertanian (nabati, hewani, atau ikan) dari penerimaan bahan baku hingga distribusi produk. (Observasi dan Eksplorasi) | 2 | | 6 | Pengelolaan Sarana, Prasarana, dan Lingkungan Industri Pengolahan Hasil Pertanian | TP 1.6.1 TP 1.6.2 | Murid dapat mengidentifikasi sarana dan prasarana produksi (alat, mesin, gudang, utilitas) yang diperlukan dalam proses bisnis industri pengolahan hasil pertanian. (Observasi dan Eksplorasi) Murid dapat menjelaskan pentingnya pengelolaan lingkungan industri (penanganan limbah, tata ruang, keselamatan dan kesehatan kerja) sebagai bagian dari proses bisnis agriteknologi pengolahan hasil pertanian. (Observasi dan Eksplorasi) | 2 | | 7 | Kelembagaan dan Sistem Produksi dalam Proses Bisnis Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian | TP 1.7.1 TP 1.7.2 | Murid dapat menjelaskan struktur kelembagaan yang berperan dalam sistem produksi dan pasar produk agriteknologi pengolahan hasil pertanian (koperasi, asosiasi, BUMN, swasta). (Observasi dan Eksplorasi) Murid dapat menganalisis hubungan antara kelembagaan industri dengan keberlangsungan proses bisnis agriteknologi pengolahan hasil pertanian secara sistematis. (Perencanaan) | 2 | | 8 | Perencanaan Bisnis (Business Plan) Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian | TP 1.8.1 TP 1.8.2 | Murid dapat mengidentifikasi komponen-komponen rencana bisnis (business plan) yang diperlukan untuk memulai usaha di bidang agriteknologi pengolahan hasil pertanian. (Perencanaan) Murid dapat merancang kerangka rencana bisnis sederhana untuk salah satu jenis usaha agriteknologi pengolahan hasil pertanian secara sistematis dan kreatif. (Perencanaan) | 2 | | 9 | Studi Kasus dan Eksplorasi Proses Bisnis Industri Pengolahan Hasil Pertanian Nyata | TP 1.9.1 TP 1.9.2 | Murid dapat mengeksplorasi dan mendeskripsikan proses bisnis dari contoh industri pengolahan hasil pertanian nyata melalui studi pustaka, kunjungan virtual, atau observasi lapangan. (Observasi dan Eksplorasi) Murid dapat menganalisis kelebihan dan kekurangan pengelolaan proses bisnis pada industri pengolahan hasil pertanian yang dikaji sebagai bahan refleksi. (Refleksi dan Evaluasi) | 2 | | 10 | Peluang Usaha, Profesi, dan Tantangan dalam Bisnis Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian | TP 1.10.1 TP 1.10.2 | Murid dapat mengidentifikasi berbagai peluang usaha dan profesi (teknisi, manajer produksi, analis mutu) yang tersedia dalam ekosistem bisnis agriteknologi pengolahan hasil pertanian. (Perencanaan) Murid dapat menjelaskan tantangan yang dihadapi pelaku bisnis agriteknologi pengolahan hasil pertanian akibat perkembangan teknologi, persaingan pasar, dan tuntutan pertanian berkelanjutan. (Refleksi dan Evaluasi) | 2 | | 11 | Refleksi dan Evaluasi Proses Bisnis Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian | TP 1.11.1 TP 1.11.2 | Murid dapat mengevaluasi kesesuaian antara rencana bisnis yang telah dirancang dengan prinsip-prinsip proses bisnis agriteknologi pengolahan hasil pertanian yang efektif dan efisien. (Refleksi dan Evaluasi) Murid dapat merefleksikan pemahaman dan pengalaman belajarnya tentang proses bisnis agriteknologi pengolahan hasil pertanian sebagai bekal untuk pembelajaran selanjutnya. (Refleksi dan Evaluasi) | 2 | | 12 | Asesmen Sumatif Bab 1: Proses Bisnis di Bidang Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian | TP 1.12.1 TP 1.12.2 | Murid dapat menunjukkan pemahaman menyeluruh tentang konsep, komponen, dan alur proses bisnis di bidang agriteknologi pengolahan hasil pertanian melalui asesmen sumatif tertulis dan/atau unjuk kerja. (Observasi dan Eksplorasi) Murid dapat mempresentasikan rancangan kerangka proses bisnis agriteknologi pengolahan hasil pertanian sederhana sebagai bukti capaian belajar pada Bab 1. (Perencanaan) | 2 |
Bab 2 — Perkembangan Agriteknologi dan Isu-Isu Global (16 JP)| Pert. | Topik | Kode TP | Tujuan Pembelajaran | JP |
|---|
| 1 | Perkembangan Teknologi dalam Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian | TP 2.1.1 TP 2.1.2 | Murid dapat menganalisis perkembangan teknologi (bioteknologi, otomatisasi, robotisasi, dan nanoteknologi) yang diterapkan dalam industri pengolahan hasil pertanian beserta tujuan penciptaan nilai tambahnya. (Observasi dan Eksplorasi) Murid dapat menginformasikan perbandingan teknologi lama hingga teknologi digital dalam proses pengolahan hasil pertanian melalui studi pustaka mandiri berbasis website dan sumber digital. (Observasi dan Eksplorasi) | 2 | | 2 | Produk Transgenik dan Perkembangan Bioteknologi Pangan | TP 2.2.1 TP 2.2.2 | Murid dapat menganalisis jenis-jenis produk transgenik dalam industri pengolahan hasil pertanian (seperti tahu, tempe, kecap berbahan GMO) serta implikasinya terhadap keamanan pangan dan penggunaan pestisida. (Observasi dan Eksplorasi) Murid dapat mengevaluasi informasi ilmiah tentang manfaat dan risiko produk transgenik bagi kesehatan manusia, lingkungan, dan kehidupan petani secara kritis dan berdasar fakta. (Refleksi dan Evaluasi) | 2 | | 3 | Pemanasan Global dan Perubahan Iklim: Dampak terhadap Sektor Pertanian dan Pangan | TP 2.3.1 TP 2.3.2 | Murid dapat menganalisis penyebab pemanasan global (peningkatan emisi gas rumah kaca sejak revolusi industri) dan dampak perubahan iklim global seperti hujan asam, kekeringan, banjir, serta pengaruhnya terhadap ketahanan pangan. (Observasi dan Eksplorasi) Murid dapat mengevaluasi hubungan antara aktivitas industri pengolahan hasil pertanian dengan peningkatan emisi gas buang menggunakan data grafik konsentrasi gas rumah kaca dari sumber terpercaya. (Refleksi dan Evaluasi) | 2 | | 4 | Ketersediaan Pangan Global, Regional, dan Lokal: Tantangan dan Realita | TP 2.4.1 TP 2.4.2 | Murid dapat menganalisis data produksi, pemanfaatan, dan stok pangan serealia dunia (data FAO) untuk menjelaskan kondisi ketersediaan pangan global, regional, dan lokal serta korelasinya dengan pertumbuhan penduduk dunia. (Observasi dan Eksplorasi) Murid dapat menginformasikan tantangan pemenuhan kebutuhan pangan akibat ketimpangan antara produksi dan kebutuhan pangan pada skala global, regional, dan lokal. (Observasi dan Eksplorasi) | 2 | | 5 | Rantai Pasok, Logistik Pangan, dan Kelembagaan Sistem Produksi Agriteknologi | TP 2.5.1 TP 2.5.2 | Murid dapat menganalisis sistem rantai pasok dan logistik pangan dalam industri agriteknologi pengolahan hasil pertanian serta peran kelembagaan dalam mendukung sistem produksi dan pasar produk agriteknologi. (Observasi dan Eksplorasi) Murid dapat mengevaluasi peran teknologi informasi dan komunikasi (berdasarkan data IP-TIK BPS) dalam meningkatkan efisiensi rantai pasok dan akses pasar produk olahan hasil pertanian. (Refleksi dan Evaluasi) | 2 | | 6 | Pertanian Berkelanjutan sebagai Jawaban atas Tantangan Global | TP 2.6.1 TP 2.6.2 | Murid dapat menganalisis konsep pertanian berkelanjutan yang berorientasi pada kelestarian sumber daya dan lingkungan sebagai respons terhadap perubahan iklim dan tantangan ketersediaan pangan masa depan. (Observasi dan Eksplorasi) Murid dapat merancang secara sederhana desain proses pengolahan produk pangan yang mempertimbangkan prinsip berkelanjutan (efisiensi sumber daya, minimalisasi dampak lingkungan) sebagai respons atas isu-isu global. (Perencanaan) | 2 | | 7 | Peluang Usaha dan Karier di Era Agriteknologi Global: Perencanaan Proyek Sederhana | TP 2.7.1 TP 2.7.2 | Murid dapat merancang proposal/rencana sederhana desain proses, produk, dan kemasan produk olahan pangan yang merespons perkembangan agriteknologi dan isu global, dengan mempertimbangkan peluang wirausaha maupun karier profesional di bidang agriteknologi pengolahan hasil pertanian. (Perencanaan) Murid dapat merefleksi dampak perkembangan teknologi dan informasi terhadap peluang usaha dan profesi di bidang agriteknologi pengolahan hasil pertanian pada masa kini dan perkiraan ke depannya. (Refleksi dan Evaluasi) | 2 | | 8 | Asesmen Sumatif Bab 2: Perkembangan Agriteknologi dan Isu-Isu Global | TP 2.8.1 TP 2.8.2 | Murid dapat menunjukkan pemahaman menyeluruh tentang perkembangan agriteknologi (bioteknologi, otomatisasi, nanoteknologi, produk transgenik), pemanasan global, perubahan iklim, ketersediaan pangan global, rantai pasok, dan pertanian berkelanjutan melalui asesmen sumatif tertulis. (Observasi dan Eksplorasi) Murid dapat mengevaluasi dan merefleksi keterkaitan antara perkembangan agriteknologi pengolahan hasil pertanian dengan isu-isu global serta implikasinya bagi perencanaan produk olahan pangan yang berkelanjutan. (Refleksi dan Evaluasi) | 2 |
Bab 3 — Agripreneur dan Lapangan Kerja di Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian (12 JP)| Pert. | Topik | Kode TP | Tujuan Pembelajaran | JP |
|---|
| 1 | Profil dan Karakter Agripreneur di Bidang Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian | TP 3.1.1 TP 3.1.2 | Murid dapat menganalisis profil agripreneur beserta karakter unggul yang dibutuhkan (kreativitas, inovasi, etos kerja, jiwa kepemimpinan, dan keberanian mengambil risiko) dalam bidang agriteknologi pengolahan hasil pertanian berdasarkan studi pustaka dan informasi faktual. (Observasi dan Eksplorasi) Murid dapat menginformasikan perbedaan antara peran agripreneur (wirausaha) dan peran profesional/karyawan di industri agriteknologi pengolahan hasil pertanian melalui kegiatan eksplorasi dan diskusi kelompok. (Observasi dan Eksplorasi) | 2 | | 2 | Peluang Usaha dan Lapangan Kerja di Industri Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian | TP 3.2.1 TP 3.2.2 | Murid dapat menganalisis berbagai peluang usaha (skala rumah tangga hingga industri besar) dan jenis lapangan kerja profesional yang tersedia di sektor agriteknologi pengolahan hasil pertanian, termasuk pengaruh perkembangan teknologi dan informasi terhadap peluang tersebut. (Observasi dan Eksplorasi) Murid dapat menginformasikan kompetensi dan legalitas (lokal, nasional, internasional) yang dibutuhkan untuk berkarier atau berwirausaha di bidang agriteknologi pengolahan hasil pertanian berdasarkan hasil studi pustaka mandiri. (Observasi dan Eksplorasi) | 2 | | 3 | Perencanaan Diri sebagai Calon Agripreneur atau Profesional Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian | TP 3.3.1 TP 3.3.2 | Murid dapat merancang proyeksi diri secara sistematis sebagai calon agripreneur atau tenaga profesional di bidang agriteknologi pengolahan hasil pertanian, mencakup identifikasi karakter yang dimiliki, karakter yang perlu dikembangkan, dan langkah tindak lanjutnya. (Perencanaan) Murid dapat merancang dokumen tertulis rencana usaha sederhana atau rencana karier di bidang agriteknologi pengolahan hasil pertanian secara kreatif, memuat jenis usaha atau profesi yang dipilih beserta alasan dan target capaiannya. (Perencanaan) | 2 | | 4 | Penyusunan Desain Produk dan Strategi Agripreneur di Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian | TP 3.4.1 TP 3.4.2 | Murid dapat merancang desain pengembangan produk olahan hasil pertanian yang akan dijadikan dasar usaha agripreneur, memuat informasi narasi, spesifikasi teknis (numerik), dan sketsa/gambaran produk serta kemasan secara sistematis. (Perencanaan) Murid dapat merancang strategi pemasaran dan pengelolaan produksi (kualitas, kuantitas, dan kontinuitas) yang sesuai dengan prinsip agripreneur pada skala usaha yang dipilih. (Perencanaan) | 2 | | 5 | Presentasi dan Diskusi Rancangan Agripreneur Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian | TP 3.5.1 TP 3.5.2 | Murid dapat mempresentasikan dokumen rancangan diri sebagai agripreneur atau profesional di bidang agriteknologi pengolahan hasil pertanian di hadapan kelompok lain secara komunikatif dan percaya diri. (Refleksi dan Evaluasi) Murid dapat mengevaluasi dan memberikan umpan balik terhadap rancangan agripreneur milik kelompok lain berdasarkan kriteria kelayakan usaha, kesesuaian karakter agripreneur, dan potensi peluang di industri agriteknologi pengolahan hasil pertanian. (Refleksi dan Evaluasi) | 2 | | 6 | Asesmen Sumatif Bab 3: Agripreneur dan Lapangan Kerja di Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian | TP 3.6.1 TP 3.6.2 | Murid dapat mengevaluasi seluruh proses pembelajaran bab ini melalui refleksi tertulis, mencakup pemahaman tentang profil agripreneur, peluang usaha dan lapangan kerja, serta rencana pengembangan diri di bidang agriteknologi pengolahan hasil pertanian. (Refleksi dan Evaluasi) Murid dapat menunjukkan pemahaman komprehensif tentang konsep agripreneur, karakteristik wirausaha unggul, dan peluang karier profesional di industri agriteknologi pengolahan hasil pertanian melalui asesmen sumatif tertulis. (Refleksi dan Evaluasi) | 2 |
|