Dokumenchevron_rightATPchevron_rightPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekertichevron_rightKelas 5

ATP Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5 — Semester 1

ATPSDKelas 5CSemester 1

Dokumen ATP ini membantu guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 5 menyiapkan pembelajaran secara sistematis dan selaras dengan Capaian Pembelajaran resmi.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN ATP

ATP Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5 — Semester 1

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti · Kelas 5

Semester 1

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DAN BUDI PEKERTI

1. IDENTITAS

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
SemesterSemester 1
Total JP48 JP
Jumlah Bab6 bab
Total Pertemuan24 pertemuan
Total Tujuan Pembelajaran48 TP

2. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Murid memahami Allah Pencipta berkarya melalui keluarga dan sekolah; memahami Allah memelihara seluruh umat manusia; memahami Allah menyelamatkan manusia melalui Yesus Kristus; serta memahami Allah membarui hidup manusia.

3. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

Kode TP: Bab.Pertemuan.Urutan TP

Bab 1 — Keluarga adalah Tempat Pertama dan Utama Aku Belajar (8 JP)

Pert.TopikKode TPTujuan PembelajaranJP
1Keluarga sebagai Pemberian Allah dan Tempat Pertama BelajarTP 1.1.1
TP 1.1.2
Murid dapat menjelaskan minimal dua alasan mengapa keluarga merupakan pemberian Allah Pencipta sebagai tempat pertama dan utama untuk belajar, berdasarkan Ulangan 6:4-9. (Allah Berkarya — Subelemen Allah Pencipta)
Murid dapat mendaftarkan minimal lima hal yang dapat dipelajari dari keluarga dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud karya Allah Pencipta dalam keluarga. (Allah Berkarya — Subelemen Allah Pencipta)
2
2Didikan Orang Tua dan Nilai-nilai Kristiani dalam KeluargaTP 1.2.1
TP 1.2.2
Murid dapat menjelaskan tiga cara memperoleh pendidikan dalam keluarga (mendengarkan, mematuhi, dan mengajar) berdasarkan Ulangan 6:4-9 dan Amsal 1:8. (Allah Berkarya — Subelemen Allah Pencipta)
Murid dapat mengidentifikasi minimal tiga nilai Kristiani (seperti jujur, disiplin, tanggung jawab, toleran) yang dipelajari melalui didikan orang tua dalam keluarga. (Manusia dan Nilai-nilai Kristiani — Subelemen Nilai-nilai Kristiani)
2
3Bersyukur atas Keluarga dan Meneladani Orang TuaTP 1.3.1
TP 1.3.2
Murid dapat menunjukkan sikap syukur atas keluarga sebagai pemberian Allah dengan membuat karya kreatif (kartu komitmen) yang berisi tekad untuk taat dan meneladani orang tua. (Allah Berkarya — Subelemen Allah Pencipta)
Murid dapat mendiskusikan minimal dua teladan konkret dari orang tua yang dapat ditiru dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk belajar dalam keluarga. (Manusia dan Nilai-nilai Kristiani — Subelemen Nilai-nilai Kristiani)
2
4Asesmen Sumatif: Keluarga adalah Tempat Pertama dan Utama Aku BelajarTP 1.4.1
TP 1.4.2
Murid dapat menjelaskan secara tertulis peran keluarga sebagai tempat pertama dan utama belajar berdasarkan Ulangan 6:4-9 dan Amsal 1:8, serta mengaitkannya dengan karya Allah Pencipta dalam kehidupan keluarga. (Allah Berkarya — Subelemen Allah Pencipta)
Murid dapat menyebutkan nilai-nilai Kristiani yang dipelajari dalam keluarga dan mengungkapkan rasa syukur atas keluarga pemberian Allah melalui refleksi tertulis atau lisan. (Manusia dan Nilai-nilai Kristiani — Subelemen Nilai-nilai Kristiani)
2

Bab 2 — Bersyukur untuk Sekolah Tempatku Belajar (8 JP)

Pert.TopikKode TPTujuan PembelajaranJP
1Sekolah sebagai Pemberian Allah yang Patut DisyukuriTP 2.1.1
TP 2.1.2
Murid dapat menjelaskan alasan bersyukur atas sekolah sebagai pemberian Allah Pencipta berdasarkan Amsal 1:1-7 dengan menggunakan kalimat sendiri. (Allah Berkarya — Subelemen Allah Pencipta)
Murid dapat mengidentifikasi cara Allah Pencipta hadir dan berkarya dalam kehidupan sekolah sehari-hari melalui kegiatan tanya jawab. (Allah Berkarya — Subelemen Allah Pencipta)
2
2Hal-hal Menyenangkan yang Dapat Dipelajari di SekolahTP 2.2.1
TP 2.2.2
Murid dapat mendaftarkan minimal lima hal menyenangkan yang dapat dipelajari di sekolah, termasuk nilai-nilai Kristiani seperti kejujuran, disiplin, dan toleransi, melalui kegiatan diskusi kelompok. (Manusia dan Nilai-nilai Kristiani — Subelemen Nilai-nilai Kristiani)
Murid dapat menghubungkan pengalaman belajar menyenangkan di sekolah dengan kehadiran Allah Pencipta yang berkarya dalam kehidupan sekolah berdasarkan Amsal 1:5. (Allah Berkarya — Subelemen Allah Pencipta)
2
3Mengungkapkan Syukur atas Kehadiran Allah dalam Kehidupan SekolahTP 2.3.1
TP 2.3.2
Murid dapat membuat karya kreatif berupa doa tertulis yang memuat ungkapan syukur dan terima kasih atas kehadiran Allah Pencipta dalam kehidupan sekolah dengan isi yang jelas dan sesuai tema. (Allah Berkarya — Subelemen Allah Pencipta)
Murid dapat menunjukkan sikap syukur atas sekolah sebagai tempat belajar nilai-nilai Kristiani melalui refleksi dan presentasi hasil karya doa di depan kelas. (Manusia dan Nilai-nilai Kristiani — Subelemen Nilai-nilai Kristiani)
2
4Asesmen Sumatif: Bersyukur untuk Sekolah Tempatku BelajarTP 2.4.1
TP 2.4.2
Murid dapat menjelaskan secara tertulis mengapa sekolah adalah pemberian Allah Pencipta yang patut disyukuri berdasarkan pemahaman Amsal 1:1-7 sebagai bukti pencapaian kompetensi bab. (Allah Berkarya — Subelemen Allah Pencipta)
Murid dapat menyebutkan nilai-nilai Kristiani yang dipelajari di sekolah dan mengaitkannya dengan wujud syukur kepada Allah melalui tes tertulis dan penilaian produk. (Manusia dan Nilai-nilai Kristiani — Subelemen Nilai-nilai Kristiani)
2

Bab 3 — Allah Memelihara Hidupku (8 JP)

Pert.TopikKode TPTujuan PembelajaranJP
1Allah Memeliharaku Saat Sakit dan SehatTP 3.1.1
TP 3.1.2
Melalui lagu dan tanya jawab, murid dapat menjelaskan pengertian pemeliharaan Allah dalam kondisi sakit maupun sehat berdasarkan kisah Naaman (2 Raja-raja 5:1-19) dengan tepat. (Allah Berkarya — Subelemen Allah Pemelihara)
Melalui diskusi kelompok, murid dapat mendaftarkan minimal tiga contoh nyata pemeliharaan Allah dalam kehidupan sehari-hari saat sakit maupun sehat. (Allah Berkarya — Subelemen Allah Pemelihara)
2
2Allah Memeliharaku Saat Susah dan SenangTP 3.2.1
TP 3.2.2
Melalui penelaahan teks 2 Raja-raja 5:1-19, murid dapat menganalisis karakter tokoh Naaman sebagai contoh manusia terbatas yang bergantung pada pemeliharaan Allah dalam keadaan susah maupun senang. (Manusia dan Nilai-nilai Kristiani — Subelemen Hakikat Manusia)
Melalui diskusi kelompok, murid dapat menghubungkan bentuk-bentuk pemeliharaan Allah dalam situasi susah maupun senang dengan pengalaman hidup sehari-hari mereka secara konkret. (Allah Berkarya — Subelemen Allah Pemelihara)
2
3Aku Bersyukur atas Pemeliharaan AllahTP 3.3.1
TP 3.3.2
Melalui refleksi pribadi, murid dapat menjelaskan sikap syukur sebagai respons iman atas pemeliharaan Allah dalam hidupnya sesuai nilai-nilai Kristiani. (Manusia dan Nilai-nilai Kristiani — Subelemen Nilai-nilai Kristiani)
Melalui kegiatan berkarya, murid dapat membuat satu karya kreatif (puisi, doa, atau karangan) bertema 'Aku Bersyukur atas Pemeliharaan Allah' sebagai wujud syukur yang nyata. (Allah Berkarya — Subelemen Allah Pemelihara)
2
4Asesmen Sumatif: Allah Memelihara HidupkuTP 3.4.1
TP 3.4.2
Melalui tes tertulis, murid dapat menunjukkan pemahaman tentang bentuk-bentuk pemeliharaan Allah dalam berbagai situasi kehidupan berdasarkan kisah Naaman dan pengalaman pribadi. (Allah Berkarya — Subelemen Allah Pemelihara)
Melalui presentasi karya, murid dapat mengomunikasikan wujud syukur atas pemeliharaan Allah dalam hidupnya secara lisan di depan kelas. (Allah Berkarya — Subelemen Allah Pemelihara)
2

Bab 4 — Yesus Lahir Bagiku (8 JP)

Pert.TopikKode TPTujuan PembelajaranJP
1Alasan Yesus Lahir ke Dunia (Lukas 2:1-20)TP 4.1.1
TP 4.1.2
Murid dapat menjelaskan alasan Yesus lahir ke dunia berdasarkan teks Injil Lukas 2:1-20 sebagai wujud rencana penyelamatan Allah bagi umat manusia. (Allah Berkarya — Subelemen Allah Penyelamat (3.1.3))
Murid dapat mengidentifikasi bahwa kelahiran Yesus merupakan bukti kasih Allah kepada seluruh manusia yang berdosa dan terbatas. (Manusia dan Nilai-nilai Kristiani — Subelemen Hakikat Manusia (3.2.1))
2
2Kelahiran Yesus sebagai Bukti Kasih Allah (Matius 1:18-25 dan Matius 2:1-11)TP 4.2.1
TP 4.2.2
Murid dapat menceritakan kembali kisah kelahiran Yesus berdasarkan Matius 1:18-25 dan Matius 2:1-11 sebagai bukti Allah hadir dan berkarya bagi manusia. (Allah Berkarya — Subelemen Allah Penyelamat (3.1.3))
Murid dapat menunjukkan bahwa kelahiran Yesus membarui kehidupan manusia dan mendorong sikap syukur atas kehadiran Juruselamat. (Allah Berkarya — Subelemen Allah Pembaru (3.1.4))
2
3Meneguhkan Iman dan Merespons Kelahiran Yesus dalam Kehidupan Sehari-hariTP 4.3.1
TP 4.3.2
Murid dapat mendaftarkan minimal tiga tindakan konkret yang dapat dilakukan untuk meneguhkan iman percaya kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat yang lahir bagi manusia. (Allah Berkarya — Subelemen Allah Penyelamat (3.1.3))
Murid dapat mendemonstrasikan nilai-nilai Kristiani seperti kasih dan sukacita dalam interaksi antarsesama sebagai respons atas kelahiran Yesus Kristus. (Manusia dan Nilai-nilai Kristiani — Subelemen Nilai-nilai Kristiani (3.2.2))
2
4Asesmen Sumatif: Ungkapan Syukur atas Kelahiran Yesus BagikuTP 4.4.1
TP 4.4.2
Murid dapat membuat karya kreatif berupa puisi sebagai ungkapan terima kasih dan syukur karena Yesus lahir bagi manusia, yang mencerminkan pemahaman tentang makna kelahiran Yesus sebagai Juruselamat. (Allah Berkarya — Subelemen Allah Penyelamat (3.1.3))
Murid dapat menjelaskan secara lisan atau tertulis alasan Yesus lahir ke dunia dan cara meneguhkan iman kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat pribadi. (Allah Berkarya — Subelemen Allah Penyelamat (3.1.3))
2

Bab 5 — Yesus Disalib, Mati, dan Bangkit Bagiku (8 JP)

Pert.TopikKode TPTujuan PembelajaranJP
1Yesus Ditangkap, Diadili, dan Disalibkan (Markus 14:43–15:47)TP 5.1.1
TP 5.1.2
Melalui membaca teks Markus 14:43–15:47, murid dapat menceritakan kembali urutan peristiwa penangkapan, pengadilan, dan penyaliban Yesus dengan benar. (Allah Berkarya – Subelemen Allah Penyelamat)
Murid dapat menjelaskan bahwa penderitaan dan kematian Yesus di salib merupakan wujud kasih Allah untuk menebus dosa manusia. (Allah Berkarya – Subelemen Allah Penyelamat)
2
2Yesus Bangkit dari Kematian dan Maknanya Bagiku (Markus 16:1–8)TP 5.2.1
TP 5.2.2
Melalui membaca teks Markus 16:1–8, murid dapat menjelaskan peristiwa kebangkitan Yesus sebagai puncak karya keselamatan Allah bagi manusia. (Allah Berkarya – Subelemen Allah Penyelamat)
Murid dapat menjelaskan makna kebangkitan Yesus bagi kehidupan mereka sebagai orang yang sudah diselamatkan, dengan menyebutkan minimal dua alasan mengapa kebangkitan Yesus penting bagi iman Kristen. (Allah Berkarya – Subelemen Allah Pembaru)
2
3Meneladani Yesus: Hidup sebagai Orang yang Sudah DiselamatkanTP 5.3.1
TP 5.3.2
Melalui diskusi kelompok, murid dapat mendaftarkan minimal tiga tindakan nyata yang harus dilakukan sebagai respons atas keselamatan yang diterima dari Yesus Kristus dalam kehidupan sehari-hari. (Manusia dan Nilai-nilai Kristiani – Subelemen Nilai-nilai Kristiani)
Murid dapat membuat karya kreatif berupa doa tertulis yang berisi ungkapan syukur kepada Allah atas keselamatan yang diterima melalui pengorbanan Yesus Kristus. (Allah Berkarya – Subelemen Allah Penyelamat)
2
4Asesmen Sumatif: Yesus Disalib, Mati, dan Bangkit BagikuTP 5.4.1
TP 5.4.2
Melalui tes tertulis, murid dapat menjelaskan alasan Yesus menderita, mati, dan bangkit serta makna peristiwa tersebut bagi keselamatan manusia secara tepat. (Allah Berkarya – Subelemen Allah Penyelamat)
Melalui penilaian unjuk kerja dan produk, murid dapat menunjukkan pemahaman tentang respons hidup sebagai orang yang diselamatkan oleh Yesus Kristus melalui presentasi gambar atau doa syukur yang telah dibuat. (Allah Berkarya – Subelemen Allah Pembaru)
2

Bab 6 — Menjadi Manusia Baru (8 JP)

Pert.TopikKode TPTujuan PembelajaranJP
1Arti Manusia Baru: Kisah Pertobatan Saulus (Kisah Para Rasul 9:1-19)TP 6.1.1
TP 6.1.2
Murid dapat menuliskan pengertian manusia baru berdasarkan kisah pertobatan Saulus dalam Kisah Para Rasul 9:1-19 (Allah Berkarya — Subelemen Allah Pembaru)
Murid dapat menjelaskan bahwa Allah berkuasa membarui hidup manusia seperti yang dialami Saulus (Allah Berkarya — Subelemen Allah Pembaru)
2
2Perbedaan Manusia Lama dan Manusia Baru dalam Kehidupan Sehari-hariTP 6.2.1
TP 6.2.2
Murid dapat mendaftarkan minimal empat perbedaan ciri manusia lama dan manusia baru berdasarkan teladan Saulus yang berubah menjadi Paulus (Allah Berkarya — Subelemen Allah Pembaru)
Murid dapat mengidentifikasi contoh sikap manusia baru (jujur, disiplin, rendah hati, hidup damai) dalam interaksi dengan sesama di lingkungan sekolah dan keluarga (Manusia dan Nilai-nilai Kristiani — Subelemen Nilai-nilai Kristiani)
2
3Mempraktikkan Sikap Hidup Manusia Baru sebagai Karya Allah dalam Diri MuridTP 6.3.1
TP 6.3.2
Murid dapat menunjukkan komitmen menjadi manusia baru dengan membuat karya bertema 'Aku Mau Berubah' yang memuat rencana perubahan nyata dalam sikap sehari-hari (Allah Berkarya — Subelemen Allah Pembaru)
Murid dapat menjelaskan bahwa perubahan menjadi manusia baru adalah karya Allah, bukan semata usaha manusia, dengan merujuk pada Roma 12:2 (Manusia dan Nilai-nilai Kristiani — Subelemen Hakikat Manusia)
2
4Asesmen Sumatif Bab 6: Menjadi Manusia BaruTP 6.4.1
TP 6.4.2
Murid dapat mendemonstrasikan pemahaman tentang arti manusia baru, perbedaan manusia lama dan manusia baru, serta kuasa Allah yang membarui hidup manusia melalui asesmen tertulis dan/atau unjuk karya (Allah Berkarya — Subelemen Allah Pembaru)
Murid dapat merefleksikan secara lisan atau tulisan satu perubahan konkret dalam dirinya sebagai wujud hidup sebagai manusia baru dalam interaksi dengan sesama (Manusia dan Nilai-nilai Kristiani — Subelemen Nilai-nilai Kristiani)
2

Apa isi dokumen ini?

Dokumen ini merangkum komponen utama ATP yang dapat digunakan sebagai acuan perencanaan, pelaksanaan, dan administrasi pembelajaran.

Cara pakai dokumen ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan identitas sekolah, nama guru, dan kebutuhan kelas. Tinjau kembali isi dokumen agar selaras dengan kalender dan kondisi belajar setempat.

verified_user

Sesuai regulasi terbaru

Dokumen ini telah diverifikasi berdasarkan Capaian Pembelajaran (CP) sesuai Keputusan Kepala BSKAP terbaru.