| 1 | — | Murid dapat menjelaskan minimal dua alasan mengapa keluarga merupakan pemberian Allah Pencipta sebagai tempat pertama dan utama untuk belajar, berdasarkan Ulangan 6:4-9. | 3 |
| 2 | — | Murid dapat mendaftarkan minimal lima hal yang dapat dipelajari dari keluarga dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud karya Allah Pencipta dalam keluarga. | 3 |
| 3 | — | Murid dapat menjelaskan tiga cara memperoleh pendidikan dalam keluarga (mendengarkan, mematuhi, dan mengajar) berdasarkan Ulangan 6:4-9 dan Amsal 1:8. | 3 |
| 4 | — | Murid dapat mengidentifikasi minimal tiga nilai Kristiani (seperti jujur, disiplin, tanggung jawab, toleran) yang dipelajari melalui didikan orang tua dalam keluarga. | 3 |
| 5 | — | Murid dapat menunjukkan sikap syukur atas keluarga sebagai pemberian Allah dengan membuat karya kreatif (kartu komitmen) yang berisi tekad untuk taat dan meneladani orang tua. | 3 |
| 6 | — | Murid dapat mendiskusikan minimal dua teladan konkret dari orang tua yang dapat ditiru dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk belajar dalam keluarga. | 3 |
| 7 | — | Murid dapat menjelaskan secara tertulis peran keluarga sebagai tempat pertama dan utama belajar berdasarkan Ulangan 6:4-9 dan Amsal 1:8, serta mengaitkannya dengan karya Allah Pencipta dalam kehidupan keluarga. | 3 |
| 8 | — | Murid dapat menyebutkan nilai-nilai Kristiani yang dipelajari dalam keluarga dan mengungkapkan rasa syukur atas keluarga pemberian Allah melalui refleksi tertulis atau lisan. | 3 |
| 9 | — | Murid dapat menjelaskan alasan bersyukur atas sekolah sebagai pemberian Allah Pencipta berdasarkan Amsal 1:1-7 dengan menggunakan kalimat sendiri. | 3 |
| 10 | — | Murid dapat mengidentifikasi cara Allah Pencipta hadir dan berkarya dalam kehidupan sekolah sehari-hari melalui kegiatan tanya jawab. | 3 |
| 11 | — | Murid dapat mendaftarkan minimal lima hal menyenangkan yang dapat dipelajari di sekolah, termasuk nilai-nilai Kristiani seperti kejujuran, disiplin, dan toleransi, melalui kegiatan diskusi kelompok. | 3 |
| 12 | — | Murid dapat menghubungkan pengalaman belajar menyenangkan di sekolah dengan kehadiran Allah Pencipta yang berkarya dalam kehidupan sekolah berdasarkan Amsal 1:5. | 3 |
| 13 | — | Murid dapat membuat karya kreatif berupa doa tertulis yang memuat ungkapan syukur dan terima kasih atas kehadiran Allah Pencipta dalam kehidupan sekolah dengan isi yang jelas dan sesuai tema. | 3 |
| 14 | — | Murid dapat menunjukkan sikap syukur atas sekolah sebagai tempat belajar nilai-nilai Kristiani melalui refleksi dan presentasi hasil karya doa di depan kelas. | 3 |
| 15 | — | Murid dapat menjelaskan secara tertulis mengapa sekolah adalah pemberian Allah Pencipta yang patut disyukuri berdasarkan pemahaman Amsal 1:1-7 sebagai bukti pencapaian kompetensi bab. | 3 |
| 16 | — | Murid dapat menyebutkan nilai-nilai Kristiani yang dipelajari di sekolah dan mengaitkannya dengan wujud syukur kepada Allah melalui tes tertulis dan penilaian produk. | 3 |
| 17 | — | Melalui lagu dan tanya jawab, murid dapat menjelaskan pengertian pemeliharaan Allah dalam kondisi sakit maupun sehat berdasarkan kisah Naaman (2 Raja-raja 5:1-19) dengan tepat. | 3 |
| 18 | — | Melalui diskusi kelompok, murid dapat mendaftarkan minimal tiga contoh nyata pemeliharaan Allah dalam kehidupan sehari-hari saat sakit maupun sehat. | 3 |
| 19 | — | Melalui penelaahan teks 2 Raja-raja 5:1-19, murid dapat menganalisis karakter tokoh Naaman sebagai contoh manusia terbatas yang bergantung pada pemeliharaan Allah dalam keadaan susah maupun senang. | 3 |
| 20 | — | Melalui diskusi kelompok, murid dapat menghubungkan bentuk-bentuk pemeliharaan Allah dalam situasi susah maupun senang dengan pengalaman hidup sehari-hari mereka secara konkret. | 3 |
| 21 | — | Melalui refleksi pribadi, murid dapat menjelaskan sikap syukur sebagai respons iman atas pemeliharaan Allah dalam hidupnya sesuai nilai-nilai Kristiani. | 3 |
| 22 | — | Melalui kegiatan berkarya, murid dapat membuat satu karya kreatif (puisi, doa, atau karangan) bertema 'Aku Bersyukur atas Pemeliharaan Allah' sebagai wujud syukur yang nyata. | 3 |
| 23 | — | Melalui tes tertulis, murid dapat menunjukkan pemahaman tentang bentuk-bentuk pemeliharaan Allah dalam berbagai situasi kehidupan berdasarkan kisah Naaman dan pengalaman pribadi. | 3 |
| 24 | — | Melalui presentasi karya, murid dapat mengomunikasikan wujud syukur atas pemeliharaan Allah dalam hidupnya secara lisan di depan kelas. | 3 |
| 25 | — | Murid dapat menjelaskan alasan Yesus lahir ke dunia berdasarkan teks Injil Lukas 2:1-20 sebagai wujud rencana penyelamatan Allah bagi umat manusia. | 3 |
| 26 | — | Murid dapat mengidentifikasi bahwa kelahiran Yesus merupakan bukti kasih Allah kepada seluruh manusia yang berdosa dan terbatas. | 3 |
| 27 | — | Murid dapat menceritakan kembali kisah kelahiran Yesus berdasarkan Matius 1:18-25 dan Matius 2:1-11 sebagai bukti Allah hadir dan berkarya bagi manusia. | 3 |
| 28 | — | Murid dapat menunjukkan bahwa kelahiran Yesus membarui kehidupan manusia dan mendorong sikap syukur atas kehadiran Juruselamat. | 3 |
| 29 | — | Murid dapat mendaftarkan minimal tiga tindakan konkret yang dapat dilakukan untuk meneguhkan iman percaya kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat yang lahir bagi manusia. | 3 |
| 30 | — | Murid dapat mendemonstrasikan nilai-nilai Kristiani seperti kasih dan sukacita dalam interaksi antarsesama sebagai respons atas kelahiran Yesus Kristus. | 3 |
| 31 | — | Murid dapat membuat karya kreatif berupa puisi sebagai ungkapan terima kasih dan syukur karena Yesus lahir bagi manusia, yang mencerminkan pemahaman tentang makna kelahiran Yesus sebagai Juruselamat. | 3 |
| 32 | — | Murid dapat menjelaskan secara lisan atau tertulis alasan Yesus lahir ke dunia dan cara meneguhkan iman kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat pribadi. | 3 |
| 33 | — | Melalui membaca teks Markus 14:43–15:47, murid dapat menceritakan kembali urutan peristiwa penangkapan, pengadilan, dan penyaliban Yesus dengan benar. | 3 |
| 34 | — | Murid dapat menjelaskan bahwa penderitaan dan kematian Yesus di salib merupakan wujud kasih Allah untuk menebus dosa manusia. | 3 |
| 35 | — | Melalui membaca teks Markus 16:1–8, murid dapat menjelaskan peristiwa kebangkitan Yesus sebagai puncak karya keselamatan Allah bagi manusia. | 3 |
| 36 | — | Murid dapat menjelaskan makna kebangkitan Yesus bagi kehidupan mereka sebagai orang yang sudah diselamatkan, dengan menyebutkan minimal dua alasan mengapa kebangkitan Yesus penting bagi iman Kristen. | 3 |
| 37 | — | Melalui diskusi kelompok, murid dapat mendaftarkan minimal tiga tindakan nyata yang harus dilakukan sebagai respons atas keselamatan yang diterima dari Yesus Kristus dalam kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 38 | — | Murid dapat membuat karya kreatif berupa doa tertulis yang berisi ungkapan syukur kepada Allah atas keselamatan yang diterima melalui pengorbanan Yesus Kristus. | 3 |
| 39 | — | Melalui tes tertulis, murid dapat menjelaskan alasan Yesus menderita, mati, dan bangkit serta makna peristiwa tersebut bagi keselamatan manusia secara tepat. | 3 |
| 40 | — | Melalui penilaian unjuk kerja dan produk, murid dapat menunjukkan pemahaman tentang respons hidup sebagai orang yang diselamatkan oleh Yesus Kristus melalui presentasi gambar atau doa syukur yang telah dibuat. | 3 |
| 41 | — | Murid dapat menuliskan pengertian manusia baru berdasarkan kisah pertobatan Saulus dalam Kisah Para Rasul 9:1-19 | 3 |
| 42 | — | Murid dapat menjelaskan bahwa Allah berkuasa membarui hidup manusia seperti yang dialami Saulus | 3 |
| 43 | — | Murid dapat mendaftarkan minimal empat perbedaan ciri manusia lama dan manusia baru berdasarkan teladan Saulus yang berubah menjadi Paulus | 3 |
| 44 | — | Murid dapat mengidentifikasi contoh sikap manusia baru (jujur, disiplin, rendah hati, hidup damai) dalam interaksi dengan sesama di lingkungan sekolah dan keluarga | 3 |
| 45 | — | Murid dapat menunjukkan komitmen menjadi manusia baru dengan membuat karya bertema 'Aku Mau Berubah' yang memuat rencana perubahan nyata dalam sikap sehari-hari | 3 |
| 46 | — | Murid dapat menjelaskan bahwa perubahan menjadi manusia baru adalah karya Allah, bukan semata usaha manusia, dengan merujuk pada Roma 12:2 | 3 |
| 47 | — | Murid dapat mendemonstrasikan pemahaman tentang arti manusia baru, perbedaan manusia lama dan manusia baru, serta kuasa Allah yang membarui hidup manusia melalui asesmen tertulis dan/atau unjuk karya | 3 |
| 48 | — | Murid dapat merefleksikan secara lisan atau tulisan satu perubahan konkret dalam dirinya sebagai wujud hidup sebagai manusia baru dalam interaksi dengan sesama | 3 |