ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP) PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DAN BUDI PEKERTI 1. IDENTITAS| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 4 |
|---|
| Semester | Semester 1 |
|---|
| Total JP | 52 JP |
|---|
| Jumlah Bab | 6 bab |
|---|
| Total Pertemuan | 26 pertemuan |
|---|
| Total Tujuan Pembelajaran | 53 TP |
|---|
2. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)Murid memahami Allah sebagai Pencipta laki-laki dan perempuan yang sama istimewa, memahami nilai setiap manusia di mata Allah, meyakini pemeliharaan Allah atas dirinya dan sesama, mengenal Allah sebagai Gembala yang baik, mempraktikkan kasih kepada sesama, serta menerapkan hidup rukun di rumah dan di sekolah. 3. ALUR TUJUAN PEMBELAJARANKode TP: Bab.Pertemuan.Urutan TP Bab 1 — Allah Menciptakan Laki-laki dan Perempuan Sama Istimewa (10 JP)| Pert. | Topik | Kode TP | Tujuan Pembelajaran | JP |
|---|
| 1 | Allah Menciptakan Laki-laki dan Perempuan Menurut Gambar dan Rupa-Nya (Kejadian 1:26–28) | TP 1.1.1 TP 1.1.2 | Murid dapat menjelaskan bahwa Allah menciptakan laki-laki dan perempuan menurut gambar dan rupa-Nya berdasarkan Kejadian 1:26–28 sebagai bukti keistimewaan keduanya di mata Allah. (Allah Berkarya — Subelemen Allah Pencipta) Murid dapat menyebutkan minimal tiga bukti dari teks Kejadian 1:26–28 yang menunjukkan bahwa laki-laki dan perempuan diciptakan sama istimewa oleh Allah. (Allah Berkarya — Subelemen Allah Pencipta) | 2 | | 2 | Martabat dan Derajat Laki-laki dan Perempuan Sama di Hadapan Allah | TP 1.2.1 TP 1.2.2 | Murid dapat menjelaskan arti martabat dan derajat manusia sebagai ciptaan Allah, serta menegaskan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki kedudukan yang sama tinggi di hadapan Allah. (Manusia dan Nilai-nilai Kristiani — Subelemen Hakikat Manusia) Murid dapat mendaftarkan contoh sikap yang menghargai martabat laki-laki dan perempuan secara setara dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan di sekolah. (Manusia dan Nilai-nilai Kristiani — Subelemen Nilai-nilai Kristiani) | 2 | | 3 | Hal-hal yang Dapat Dilakukan Laki-laki dan Perempuan sebagai Ciptaan Allah yang Sama Istimewa | TP 1.3.1 TP 1.3.2 | Murid dapat mendaftarkan berbagai kegiatan dan peran yang dapat dilakukan oleh laki-laki maupun perempuan sebagai wujud kesetaraan ciptaan Allah, serta menghindari sikap bias gender. (Manusia dan Nilai-nilai Kristiani — Subelemen Hakikat Manusia) Murid dapat menunjukkan tindakan nyata kerja sama antara laki-laki dan perempuan dalam peran di kelas atau sekolah sebagai cerminan kesetaraan di mata Allah. (Manusia dan Nilai-nilai Kristiani — Subelemen Nilai-nilai Kristiani) | 2 | | 4 | Bersyukur Diciptakan sebagai Laki-laki atau Perempuan yang Sama Istimewa oleh Allah | TP 1.4.1 TP 1.4.2 | Murid dapat mengungkapkan rasa syukur kepada Allah atas dirinya yang diciptakan sebagai laki-laki atau perempuan melalui karya berupa doa syukur tertulis. (Allah Berkarya — Subelemen Allah Pencipta) Murid dapat merefleksikan pengalaman pribadinya sebagai laki-laki atau perempuan dan menghubungkannya dengan keyakinan bahwa Allah memelihara dan memberkati setiap manusia tanpa membedakan jenis kelamin. (Allah Berkarya — Subelemen Allah Pemelihara) | 2 | | 5 | Asesmen Sumatif: Allah Menciptakan Laki-laki dan Perempuan Sama Istimewa | TP 1.5.1 TP 1.5.2 | Murid dapat menjelaskan secara tertulis bukti-bukti dari Kejadian 1:26–28 bahwa Allah menciptakan laki-laki dan perempuan sama istimewa, sama martabat, dan sama derajatnya di hadapan Allah. (Allah Berkarya — Subelemen Allah Pencipta) Murid dapat menunjukkan melalui tes tertulis pemahaman tentang sikap saling menghargai antara laki-laki dan perempuan sebagai ciptaan Allah yang sama istimewa dalam kehidupan sehari-hari. (Manusia dan Nilai-nilai Kristiani — Subelemen Hakikat Manusia) | 2 |
Bab 2 — Setiap Manusia Berharga di Mata Allah (8 JP)| Pert. | Topik | Kode TP | Tujuan Pembelajaran | JP |
|---|
| 1 | Manusia Diciptakan Berharga di Mata Allah (Kejadian 1:26a, 31a) | TP 2.1.1 TP 2.1.2 | Murid dapat menjelaskan alasan manusia berharga di mata Allah berdasarkan Kejadian 1:26a dan 31a, bahwa manusia diciptakan segambar dan serupa dengan Allah dan Allah melihat ciptaan-Nya sungguh amat baik. (Allah Berkarya — Subelemen Allah Pencipta (2.1.1)) Murid dapat mendaftarkan minimal tiga hal yang menunjukkan bahwa setiap pribadi manusia — tanpa memandang kondisi fisik, jenis kelamin, atau latar belakang — adalah berharga di mata Allah. (Manusia dan Nilai-nilai Kristiani — Subelemen Hakikat Manusia (2.2.1)) | 2 | | 2 | Allah Memelihara dan Merancang Masa Depan Manusia yang Berharga (Mazmur 139:13–16 dan Yeremia 29:11) | TP 2.2.1 TP 2.2.2 | Murid dapat menjelaskan cara Allah memelihara kehidupan manusia sejak dalam kandungan hingga saat ini berdasarkan Mazmur 139:13–16, sebagai bukti bahwa manusia berharga di mata Allah. (Allah Berkarya — Subelemen Allah Pemelihara (2.1.2)) Murid dapat menjelaskan bahwa Allah merancang masa depan yang penuh damai sejahtera bagi setiap manusia berdasarkan Yeremia 29:11, termasuk bagi mereka yang berkebutuhan khusus. (Allah Berkarya — Subelemen Allah Pembaru (2.1.4)) | 2 | | 3 | Kasih Allah sebagai Bukti Tertinggi Nilai Manusia dan Cara Bersyukur atas Diri yang Berharga (Yohanes 3:16) | TP 2.3.1 TP 2.3.2 | Murid dapat menjelaskan bahwa pengorbanan Yesus Kristus dalam Yohanes 3:16 merupakan bukti tertinggi bahwa Allah mengasihi dan menganggap setiap manusia sangat berharga di mata-Nya. (Allah Berkarya — Subelemen Allah Penyelamat (2.1.3)) Murid dapat menuliskan minimal dua cara bersyukur atas dirinya yang berharga di mata Allah, termasuk saat memperingati hari ulang tahun dan mensyukuri pertumbuhan yang Allah berikan, lalu menuangkannya dalam bentuk puisi. (Manusia dan Nilai-nilai Kristiani — Subelemen Nilai-nilai Kristiani (2.2.2)) | 2 | | 4 | Asesmen Sumatif: Setiap Manusia Berharga di Mata Allah | TP 2.4.1 TP 2.4.2 | Murid dapat menunjukkan pemahaman menyeluruh tentang alasan dan bukti-bukti bahwa setiap manusia berharga di mata Allah (berdasarkan Kejadian 1:26a, 31a; Mazmur 139:13–16; Yeremia 29:11; dan Yohanes 3:16) melalui asesmen tertulis. (Allah Berkarya — Subelemen Allah Pencipta, Pemelihara, Penyelamat, dan Pembaru (2.1.1–2.1.4)) Murid dapat mempresentasikan karya puisi syukur atas pribadinya yang berharga di mata Allah sebagai bukti sikap menghargai diri sendiri dan orang lain sebagai sesama ciptaan Allah. (Manusia dan Nilai-nilai Kristiani — Subelemen Hakikat Manusia (2.2.1)) | 2 |
Bab 3 — Allah Memeliharaku dan Semua Anak (8 JP)| Pert. | Topik | Kode TP | Tujuan Pembelajaran | JP |
|---|
| 1 | Allah Memelihara Semua Anak (Matius 6:25–34) | TP 3.1.1 TP 3.1.2 | Murid dapat mendaftarkan minimal tiga bukti pemeliharaan Allah dalam kehidupan anak-anak sehari-hari berdasarkan Matius 6:25–34. (Allah Berkarya — Subelemen Allah Pemelihara) Murid dapat menjelaskan alasan Allah memelihara hidup semua anak dengan menggunakan kata-kata sendiri. (Allah Berkarya — Subelemen Allah Pemelihara) | 2 | | 2 | Allah Memeliharaku Melalui Kehadiran Orang-orang di Sekitarku | TP 3.2.1 TP 3.2.2 | Murid dapat menuliskan pengalaman pribadi yang membuktikan pemeliharaan Allah melalui kehadiran orang tua, keluarga, dan guru dalam hidupnya. (Allah Berkarya — Subelemen Allah Pemelihara) Murid dapat mengidentifikasi bentuk-bentuk ketaatan kepada Allah sebagai respons syukur atas pemeliharaan-Nya, seperti rajin berdoa, membaca Alkitab, dan menaati nasihat orang tua. (Manusia dan Nilai-nilai Kristiani — Subelemen Nilai-nilai Kristiani) | 2 | | 3 | Allah adalah Gembalaku yang Baik (Mazmur 23) | TP 3.3.1 TP 3.3.2 TP 3.3.3 | Murid dapat menuliskan pengalaman pemeliharaan Allah dalam hidup pribadinya yang dikaitkan dengan gambaran Allah sebagai Gembala yang baik berdasarkan Mazmur 23. (Allah Berkarya — Subelemen Allah Pemelihara) Murid dapat mendaftarkan minimal dua contoh sikap setia mengikuti Allah Gembala yang baik dalam kehidupan sehari-hari. (Allah Berkarya — Subelemen Allah Pemelihara) Murid dapat membuat satu karya kreatif (puisi, gambar, atau cerita) sebagai ungkapan syukur atas pemeliharaan Allah Gembala yang baik. (Allah Berkarya — Subelemen Allah Pemelihara) | 2 | | 4 | Asesmen Sumatif: Allah Memeliharaku dan Semua Anak | TP 3.4.1 TP 3.4.2 | Murid dapat menunjukkan pemahaman bahwa Allah memelihara semua anak tanpa terkecuali dengan menuliskan refleksi pribadi secara tertulis. (Allah Berkarya — Subelemen Allah Pemelihara) Murid dapat mempresentasikan karya kreatif (puisi, gambar, atau cerita) yang menggambarkan pemeliharaan Allah dalam hidupnya sebagai wujud syukur. (Allah Berkarya — Subelemen Allah Pemelihara) | 2 |
Bab 4 — Allah adalah Gembalaku yang Baik (8 JP)| Pert. | Topik | Kode TP | Tujuan Pembelajaran | JP |
|---|
| 1 | Allah Gembala yang Baik: Mengenal Pemeliharaan Allah melalui Mazmur 23 | TP 4.1.1 TP 4.1.2 | Melalui kegiatan membaca dan menyimak Mazmur 23, murid dapat menjelaskan gambaran Allah sebagai Gembala yang baik beserta empat hal yang diberikan-Nya (kecukupan, kesegaran, pimpinan, dan keselamatan) dengan benar. (Allah Berkarya — Subelemen Allah Pemelihara) Melalui kegiatan tanya jawab, murid dapat menghubungkan pengalaman pemeliharaan Allah dalam hidup Raja Daud (Mazmur 23) dengan pengalaman pemeliharaan Allah dalam hidupnya sendiri secara lisan atau tertulis. (Allah Berkarya — Subelemen Allah Pemelihara) | 2 | | 2 | Bukti Pemeliharaan Allah Sang Gembala dalam Kehidupan Sehari-hari | TP 4.2.1 TP 4.2.2 | Melalui kegiatan diskusi dan refleksi, murid dapat menuliskan minimal tiga pengalaman nyata dalam hidupnya yang membuktikan pemeliharaan Allah sebagai Gembala yang baik, dihubungkan dengan ayat-ayat Mazmur 23. (Allah Berkarya — Subelemen Allah Pemelihara) Melalui pengamatan cerita Alkitab (Yohanes 10:11–15), murid dapat mendaftarkan minimal tiga contoh sikap setia mengikuti Allah Gembala yang baik dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan di sekolah. (Manusia dan Nilai-nilai Kristiani — Subelemen Nilai-nilai Kristiani) | 2 | | 3 | Karya Kreatif: Ungkapan Syukur atas Allah Gembalaku yang Baik | TP 4.3.1 TP 4.3.2 | Melalui kegiatan berkarya, murid dapat membuat satu karya kreatif (puisi, gambar, atau cerita pendek) yang mengungkapkan rasa syukur atas pemeliharaan Allah sebagai Gembala yang baik, sesuai dengan pesan Mazmur 23. (Allah Berkarya — Subelemen Allah Pemelihara) Melalui presentasi karya, murid dapat menyampaikan pesan syukur dan keyakinan teguh akan pemeliharaan Allah Gembala yang baik kepada teman-temannya dengan percaya diri. (Manusia dan Nilai-nilai Kristiani — Subelemen Hakikat Manusia) | 2 | | 4 | Asesmen Sumatif: Allah adalah Gembalaku yang Baik | TP 4.4.1 TP 4.4.2 | Melalui asesmen tertulis, murid dapat menunjukkan pemahamannya tentang peran Allah sebagai Gembala yang baik berdasarkan Mazmur 23, mencakup makna pemeliharaan Allah dan sikap setia mengikuti tuntunan-Nya. (Allah Berkarya — Subelemen Allah Pemelihara) Melalui refleksi akhir bab, murid dapat menyatakan keyakinannya bahwa Allah memelihara hidupnya secara jasmani dan rohani sepanjang hidup, dan merumuskan satu komitmen sikap setia mengikuti Allah Gembala yang baik. (Allah Berkarya — Subelemen Allah Pemelihara) | 2 |
Bab 5 — Aku Mengasihi Sesamaku Seperti Diriku Sendiri (10 JP)| Pert. | Topik | Kode TP | Tujuan Pembelajaran | JP |
|---|
| 1 | Makna Mengasihi Sesama Seperti Diri Sendiri | TP 5.1.1 TP 5.1.2 | Melalui lagu 'Kasih Pasti Lemah Lembut' dan tanya jawab, murid dapat menjelaskan arti mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri berdasarkan perintah Yesus dalam Matius 22:39 dengan kalimat sendiri. (Manusia dan Nilai-nilai Kristiani — Subelemen Nilai-nilai Kristiani) Melalui diskusi kelas, murid dapat membedakan tindakan kasih yang tulus dengan tindakan kasih yang pura-pura dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan di sekolah. (Manusia dan Nilai-nilai Kristiani — Subelemen Nilai-nilai Kristiani) | 2 | | 2 | Hukum Kasih dalam Alkitab: Matius 22:34–40 dan Matius 7:12 | TP 5.2.1 TP 5.2.2 | Melalui pembacaan dan pencermatan teks Matius 22:34–40, murid dapat menjelaskan bahwa hukum yang terutama menurut Yesus adalah mengasihi Allah dan mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri. (Allah Berkarya — Subelemen Allah Penyelamat) Melalui telaah Matius 7:12 (golden rule), murid dapat menjelaskan bahwa memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan adalah wujud nyata mengasihi sesama. (Manusia dan Nilai-nilai Kristiani — Subelemen Hakikat Manusia) | 2 | | 3 | Kasih yang Universal: Mengasihi Semua Orang Tanpa Terkecuali | TP 5.3.1 TP 5.3.2 | Melalui diskusi kelompok, murid dapat menjelaskan bahwa kasih yang sejati bersifat universal yaitu berlaku untuk semua orang tanpa membedakan suku, budaya, agama, status sosial, kondisi fisik, dan jenis kelamin. (Gereja dan Masyarakat Majemuk — Subelemen Masyarakat Majemuk) Melalui tanya jawab dan contoh konkret, murid dapat menyebutkan minimal tiga kendala yang dihadapi dalam mempraktikkan kasih kepada sesama serta solusi untuk mengatasinya berdasarkan nilai-nilai Kristiani. (Manusia dan Nilai-nilai Kristiani — Subelemen Nilai-nilai Kristiani) | 2 | | 4 | Mempraktikkan Kasih kepada Sesama dalam Kehidupan Sehari-hari | TP 5.4.1 TP 5.4.2 | Melalui kegiatan kreatif, murid dapat membuat karya (poster, puisi, atau surat tekad) yang mengungkapkan komitmen untuk mengasihi sesama seperti diri sendiri dengan perbuatan nyata di rumah, di sekolah, dan di lingkungan sekitar. (Manusia dan Nilai-nilai Kristiani — Subelemen Nilai-nilai Kristiani) Melalui refleksi dan presentasi, murid dapat mencontohkan tindakan mengampuni, memaafkan, dan tidak menaruh dendam kepada sesama sebagai bentuk mengasihi sesama seperti diri sendiri sesuai 1 Yohanes 3:18. (Gereja dan Masyarakat Majemuk — Subelemen Tugas Panggilan Gereja) | 2 | | 5 | Asesmen Sumatif: Aku Mengasihi Sesamaku Seperti Diriku Sendiri | TP 5.5.1 TP 5.5.2 | Melalui tes tertulis, murid dapat menuliskan arti mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri beserta contoh-contoh tindakan kasih yang tulus dalam kehidupan sehari-hari. (Manusia dan Nilai-nilai Kristiani — Subelemen Nilai-nilai Kristiani) Melalui unjuk karya kreatif yang telah dibuat, murid dapat mempresentasikan tekad pribadi untuk mempraktikkan kasih kepada semua orang tanpa terkecuali sebagai respons terhadap perintah kasih Yesus dalam Matius 22:39. (Manusia dan Nilai-nilai Kristiani — Subelemen Hakikat Manusia) | 2 |
Bab 6 — Aku Mau Hidup Rukun (8 JP)| Pert. | Topik | Kode TP | Tujuan Pembelajaran | JP |
|---|
| 1 | Makna dan Manfaat Hidup Rukun | TP 6.1.1 TP 6.1.2 | Murid dapat menjelaskan arti hidup rukun berdasarkan Mazmur 133 dengan menggunakan kata-kata sendiri. (Manusia dan Nilai-nilai Kristiani — Subelemen Nilai-nilai Kristiani) Murid dapat menuliskan minimal tiga manfaat hidup rukun bagi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar. (Manusia dan Nilai-nilai Kristiani — Subelemen Nilai-nilai Kristiani) | 2 | | 2 | Hidup Rukun di Rumah dan di Sekolah | TP 6.2.1 TP 6.2.2 | Murid dapat mendaftarkan contoh-contoh perilaku hidup rukun di rumah bersama keluarga dan di sekolah bersama teman. (Manusia dan Nilai-nilai Kristiani — Subelemen Hakikat Manusia) Murid dapat menunjukkan sikap yang mencerminkan hidup rukun dalam hubungannya dengan teman, saudara, dan orang tua melalui contoh nyata sehari-hari. (Manusia dan Nilai-nilai Kristiani — Subelemen Hakikat Manusia) | 2 | | 3 | Hidup Rukun dalam Keberagaman dan Masyarakat | TP 6.3.1 TP 6.3.2 | Murid dapat menjelaskan pentingnya menjaga kerukunan dengan teman yang berbeda suku, budaya, dan agama sebagai wujud syukur atas anugerah Allah. (Gereja dan Masyarakat Majemuk — Subelemen Masyarakat Majemuk) Murid dapat membuat karya kreatif sederhana (poster, puisi, atau slogan) yang berisi tekad untuk memelihara hidup rukun di lingkungan masyarakat. (Manusia dan Nilai-nilai Kristiani — Subelemen Nilai-nilai Kristiani) | 2 | | 4 | Asesmen Sumatif: Aku Mau Hidup Rukun | TP 6.4.1 TP 6.4.2 | Murid dapat menunjukkan pemahaman tentang makna, manfaat, dan contoh hidup rukun di rumah, sekolah, dan masyarakat melalui asesmen tertulis. (Manusia dan Nilai-nilai Kristiani — Subelemen Nilai-nilai Kristiani) Murid dapat merefleksikan tekadnya untuk mempraktikkan hidup rukun dengan sesama sebagai bentuk kasih kepada Allah dan sesama manusia. (Manusia dan Nilai-nilai Kristiani — Subelemen Hakikat Manusia) | 2 |
|