Dokumenchevron_rightKKTPchevron_rightPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekertichevron_rightKelas 4

KKTP Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 4 — Semester 1

KKTPSDKelas 4BSemester 1

Dokumen KKTP ini membantu guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 4 menyiapkan pembelajaran secara sistematis dan selaras dengan Capaian Pembelajaran resmi.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN KKTP

KKTP Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 4 — Semester 1

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti · Kelas 4

Semester 1

KRITERIA KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN (KKTP)

PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DAN BUDI PEKERTI

Semester 1

1. IDENTITAS

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikSemester 1
Pendekatan KKTPrubrik
Semester1

2. INTERVAL NILAI

Belum BerkembangMulai BerkembangBerkembangSangat Berkembang
0–5960–6970–8485–100

3. PETUNJUK PENSKORAN

Petunjuk penskoran (deterministik):
• Belum Berkembang (0–59): indikator dasar belum tercapai; perlu intervensi/remedial.
• Mulai Berkembang (60–69): sebagian indikator tercapai dengan bantuan guru.
• Berkembang (70–84): indikator utama tercapai secara mandiri.
• Sangat Berkembang (85–100): melampaui indikator; mampu mentransfer/menjelaskan ke konteks baru.
Nilai numerik dipetakan ke level di atas sesuai interval. Deskripsi rubrik per TP menjelaskan bukti observasi di tiap level.

4. RINGKASAN KETERCAPAIAN PER BAB

Kode TP: Bab.Pertemuan.Urutan TP

NoKode TPTujuan PembelajaranJumlah Indikator
1Murid dapat menjelaskan bahwa Allah menciptakan laki-laki dan perempuan menurut gambar dan rupa-Nya berdasarkan Kejadian 1:26–28 sebagai bukti keistimewaan keduanya di mata Allah.3
2Murid dapat menyebutkan minimal tiga bukti dari teks Kejadian 1:26–28 yang menunjukkan bahwa laki-laki dan perempuan diciptakan sama istimewa oleh Allah.3
3Murid dapat menjelaskan arti martabat dan derajat manusia sebagai ciptaan Allah, serta menegaskan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki kedudukan yang sama tinggi di hadapan Allah.3
4Murid dapat mendaftarkan contoh sikap yang menghargai martabat laki-laki dan perempuan secara setara dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan di sekolah.3
5Murid dapat mendaftarkan berbagai kegiatan dan peran yang dapat dilakukan oleh laki-laki maupun perempuan sebagai wujud kesetaraan ciptaan Allah, serta menghindari sikap bias gender.3
6Murid dapat menunjukkan tindakan nyata kerja sama antara laki-laki dan perempuan dalam peran di kelas atau sekolah sebagai cerminan kesetaraan di mata Allah.3
7Murid dapat mengungkapkan rasa syukur kepada Allah atas dirinya yang diciptakan sebagai laki-laki atau perempuan melalui karya berupa doa syukur tertulis.3
8Murid dapat merefleksikan pengalaman pribadinya sebagai laki-laki atau perempuan dan menghubungkannya dengan keyakinan bahwa Allah memelihara dan memberkati setiap manusia tanpa membedakan jenis kelamin.3
9Murid dapat menjelaskan secara tertulis bukti-bukti dari Kejadian 1:26–28 bahwa Allah menciptakan laki-laki dan perempuan sama istimewa, sama martabat, dan sama derajatnya di hadapan Allah.3
10Murid dapat menunjukkan melalui tes tertulis pemahaman tentang sikap saling menghargai antara laki-laki dan perempuan sebagai ciptaan Allah yang sama istimewa dalam kehidupan sehari-hari.3
11Murid dapat menjelaskan alasan manusia berharga di mata Allah berdasarkan Kejadian 1:26a dan 31a, bahwa manusia diciptakan segambar dan serupa dengan Allah dan Allah melihat ciptaan-Nya sungguh amat baik.3
12Murid dapat mendaftarkan minimal tiga hal yang menunjukkan bahwa setiap pribadi manusia — tanpa memandang kondisi fisik, jenis kelamin, atau latar belakang — adalah berharga di mata Allah.3
13Murid dapat menjelaskan cara Allah memelihara kehidupan manusia sejak dalam kandungan hingga saat ini berdasarkan Mazmur 139:13–16, sebagai bukti bahwa manusia berharga di mata Allah.3
14Murid dapat menjelaskan bahwa Allah merancang masa depan yang penuh damai sejahtera bagi setiap manusia berdasarkan Yeremia 29:11, termasuk bagi mereka yang berkebutuhan khusus.3
15Murid dapat menjelaskan bahwa pengorbanan Yesus Kristus dalam Yohanes 3:16 merupakan bukti tertinggi bahwa Allah mengasihi dan menganggap setiap manusia sangat berharga di mata-Nya.3
16Murid dapat menuliskan minimal dua cara bersyukur atas dirinya yang berharga di mata Allah, termasuk saat memperingati hari ulang tahun dan mensyukuri pertumbuhan yang Allah berikan, lalu menuangkannya dalam bentuk puisi.3
17Murid dapat menunjukkan pemahaman menyeluruh tentang alasan dan bukti-bukti bahwa setiap manusia berharga di mata Allah (berdasarkan Kejadian 1:26a, 31a; Mazmur 139:13–16; Yeremia 29:11; dan Yohanes 3:16) melalui asesmen tertulis.3
18Murid dapat mempresentasikan karya puisi syukur atas pribadinya yang berharga di mata Allah sebagai bukti sikap menghargai diri sendiri dan orang lain sebagai sesama ciptaan Allah.3
19Murid dapat mendaftarkan minimal tiga bukti pemeliharaan Allah dalam kehidupan anak-anak sehari-hari berdasarkan Matius 6:25–34.3
20Murid dapat menjelaskan alasan Allah memelihara hidup semua anak dengan menggunakan kata-kata sendiri.3
21Murid dapat menuliskan pengalaman pribadi yang membuktikan pemeliharaan Allah melalui kehadiran orang tua, keluarga, dan guru dalam hidupnya.3
22Murid dapat mengidentifikasi bentuk-bentuk ketaatan kepada Allah sebagai respons syukur atas pemeliharaan-Nya, seperti rajin berdoa, membaca Alkitab, dan menaati nasihat orang tua.3
23Murid dapat menuliskan pengalaman pemeliharaan Allah dalam hidup pribadinya yang dikaitkan dengan gambaran Allah sebagai Gembala yang baik berdasarkan Mazmur 23.3
24Murid dapat mendaftarkan minimal dua contoh sikap setia mengikuti Allah Gembala yang baik dalam kehidupan sehari-hari.3
25Murid dapat membuat satu karya kreatif (puisi, gambar, atau cerita) sebagai ungkapan syukur atas pemeliharaan Allah Gembala yang baik.3
26Murid dapat menunjukkan pemahaman bahwa Allah memelihara semua anak tanpa terkecuali dengan menuliskan refleksi pribadi secara tertulis.3
27Murid dapat mempresentasikan karya kreatif (puisi, gambar, atau cerita) yang menggambarkan pemeliharaan Allah dalam hidupnya sebagai wujud syukur.3
28Melalui kegiatan membaca dan menyimak Mazmur 23, murid dapat menjelaskan gambaran Allah sebagai Gembala yang baik beserta empat hal yang diberikan-Nya (kecukupan, kesegaran, pimpinan, dan keselamatan) dengan benar.3
29Melalui kegiatan tanya jawab, murid dapat menghubungkan pengalaman pemeliharaan Allah dalam hidup Raja Daud (Mazmur 23) dengan pengalaman pemeliharaan Allah dalam hidupnya sendiri secara lisan atau tertulis.3
30Melalui kegiatan diskusi dan refleksi, murid dapat menuliskan minimal tiga pengalaman nyata dalam hidupnya yang membuktikan pemeliharaan Allah sebagai Gembala yang baik, dihubungkan dengan ayat-ayat Mazmur 23.3
31Melalui pengamatan cerita Alkitab (Yohanes 10:11–15), murid dapat mendaftarkan minimal tiga contoh sikap setia mengikuti Allah Gembala yang baik dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan di sekolah.3
32Melalui kegiatan berkarya, murid dapat membuat satu karya kreatif (puisi, gambar, atau cerita pendek) yang mengungkapkan rasa syukur atas pemeliharaan Allah sebagai Gembala yang baik, sesuai dengan pesan Mazmur 23.3
33Melalui presentasi karya, murid dapat menyampaikan pesan syukur dan keyakinan teguh akan pemeliharaan Allah Gembala yang baik kepada teman-temannya dengan percaya diri.3
34Melalui asesmen tertulis, murid dapat menunjukkan pemahamannya tentang peran Allah sebagai Gembala yang baik berdasarkan Mazmur 23, mencakup makna pemeliharaan Allah dan sikap setia mengikuti tuntunan-Nya.3
35Melalui refleksi akhir bab, murid dapat menyatakan keyakinannya bahwa Allah memelihara hidupnya secara jasmani dan rohani sepanjang hidup, dan merumuskan satu komitmen sikap setia mengikuti Allah Gembala yang baik.3
36Melalui lagu 'Kasih Pasti Lemah Lembut' dan tanya jawab, murid dapat menjelaskan arti mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri berdasarkan perintah Yesus dalam Matius 22:39 dengan kalimat sendiri.3
37Melalui diskusi kelas, murid dapat membedakan tindakan kasih yang tulus dengan tindakan kasih yang pura-pura dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan di sekolah.3
38Melalui pembacaan dan pencermatan teks Matius 22:34–40, murid dapat menjelaskan bahwa hukum yang terutama menurut Yesus adalah mengasihi Allah dan mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri.3
39Melalui telaah Matius 7:12 (golden rule), murid dapat menjelaskan bahwa memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan adalah wujud nyata mengasihi sesama.3
40Melalui diskusi kelompok, murid dapat menjelaskan bahwa kasih yang sejati bersifat universal yaitu berlaku untuk semua orang tanpa membedakan suku, budaya, agama, status sosial, kondisi fisik, dan jenis kelamin.3
41Melalui tanya jawab dan contoh konkret, murid dapat menyebutkan minimal tiga kendala yang dihadapi dalam mempraktikkan kasih kepada sesama serta solusi untuk mengatasinya berdasarkan nilai-nilai Kristiani.3
42Melalui kegiatan kreatif, murid dapat membuat karya (poster, puisi, atau surat tekad) yang mengungkapkan komitmen untuk mengasihi sesama seperti diri sendiri dengan perbuatan nyata di rumah, di sekolah, dan di lingkungan sekitar.3
43Melalui refleksi dan presentasi, murid dapat mencontohkan tindakan mengampuni, memaafkan, dan tidak menaruh dendam kepada sesama sebagai bentuk mengasihi sesama seperti diri sendiri sesuai 1 Yohanes 3:18.3
44Melalui tes tertulis, murid dapat menuliskan arti mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri beserta contoh-contoh tindakan kasih yang tulus dalam kehidupan sehari-hari.3
45Melalui unjuk karya kreatif yang telah dibuat, murid dapat mempresentasikan tekad pribadi untuk mempraktikkan kasih kepada semua orang tanpa terkecuali sebagai respons terhadap perintah kasih Yesus dalam Matius 22:39.3
46Murid dapat menjelaskan arti hidup rukun berdasarkan Mazmur 133 dengan menggunakan kata-kata sendiri.3
47Murid dapat menuliskan minimal tiga manfaat hidup rukun bagi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar.3
48Murid dapat mendaftarkan contoh-contoh perilaku hidup rukun di rumah bersama keluarga dan di sekolah bersama teman.3
49Murid dapat menunjukkan sikap yang mencerminkan hidup rukun dalam hubungannya dengan teman, saudara, dan orang tua melalui contoh nyata sehari-hari.3
50Murid dapat menjelaskan pentingnya menjaga kerukunan dengan teman yang berbeda suku, budaya, dan agama sebagai wujud syukur atas anugerah Allah.3
51Murid dapat membuat karya kreatif sederhana (poster, puisi, atau slogan) yang berisi tekad untuk memelihara hidup rukun di lingkungan masyarakat.3
52Murid dapat menunjukkan pemahaman tentang makna, manfaat, dan contoh hidup rukun di rumah, sekolah, dan masyarakat melalui asesmen tertulis.3
53Murid dapat merefleksikan tekadnya untuk mempraktikkan hidup rukun dengan sesama sebagai bentuk kasih kepada Allah dan sesama manusia.3

5. CATATAN

KKTP ini disusun berdasarkan 8 Tujuan Pembelajaran (TP) Bab 1 kelas 4 Kurikulum Merdeka. Guru disarankan menggunakan rubrik ini sebagai acuan observasi dan penilaian portofolio, bukan hanya tes tertulis. Untuk TP 6 (tindakan nyata kerja sama), penilaian dapat dilakukan melalui observasi langsung selama kegiatan kelas. Untuk TP 7 (doa syukur tertulis) dan TP 8 (refleksi pribadi), guru perlu menjaga kerahasiaan dan menghargai ekspresi pribadi murid. Interval nilai dapat disesuaikan dengan konteks sekolah masing-masing.

Buat soal dari materi ini

Gunakan Generator Soal AI dengan mapel dan kelas yang sudah terisi.

Buat Penilaian dengan AI

Apa isi dokumen ini?

Dokumen ini merangkum komponen utama KKTP yang dapat digunakan sebagai acuan perencanaan, pelaksanaan, dan administrasi pembelajaran.

Cara pakai dokumen ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan identitas sekolah, nama guru, dan kebutuhan kelas. Tinjau kembali isi dokumen agar selaras dengan kalender dan kondisi belajar setempat.

verified_user

Sesuai regulasi terbaru

Dokumen ini telah diverifikasi berdasarkan Capaian Pembelajaran (CP) sesuai Keputusan Kepala BSKAP terbaru.