| 1 | — | Murid dapat menjelaskan bahwa Allah menciptakan laki-laki dan perempuan menurut gambar dan rupa-Nya berdasarkan Kejadian 1:26–28 sebagai bukti keistimewaan keduanya di mata Allah. | 3 |
| 2 | — | Murid dapat menyebutkan minimal tiga bukti dari teks Kejadian 1:26–28 yang menunjukkan bahwa laki-laki dan perempuan diciptakan sama istimewa oleh Allah. | 3 |
| 3 | — | Murid dapat menjelaskan arti martabat dan derajat manusia sebagai ciptaan Allah, serta menegaskan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki kedudukan yang sama tinggi di hadapan Allah. | 3 |
| 4 | — | Murid dapat mendaftarkan contoh sikap yang menghargai martabat laki-laki dan perempuan secara setara dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan di sekolah. | 3 |
| 5 | — | Murid dapat mendaftarkan berbagai kegiatan dan peran yang dapat dilakukan oleh laki-laki maupun perempuan sebagai wujud kesetaraan ciptaan Allah, serta menghindari sikap bias gender. | 3 |
| 6 | — | Murid dapat menunjukkan tindakan nyata kerja sama antara laki-laki dan perempuan dalam peran di kelas atau sekolah sebagai cerminan kesetaraan di mata Allah. | 3 |
| 7 | — | Murid dapat mengungkapkan rasa syukur kepada Allah atas dirinya yang diciptakan sebagai laki-laki atau perempuan melalui karya berupa doa syukur tertulis. | 3 |
| 8 | — | Murid dapat merefleksikan pengalaman pribadinya sebagai laki-laki atau perempuan dan menghubungkannya dengan keyakinan bahwa Allah memelihara dan memberkati setiap manusia tanpa membedakan jenis kelamin. | 3 |
| 9 | — | Murid dapat menjelaskan secara tertulis bukti-bukti dari Kejadian 1:26–28 bahwa Allah menciptakan laki-laki dan perempuan sama istimewa, sama martabat, dan sama derajatnya di hadapan Allah. | 3 |
| 10 | — | Murid dapat menunjukkan melalui tes tertulis pemahaman tentang sikap saling menghargai antara laki-laki dan perempuan sebagai ciptaan Allah yang sama istimewa dalam kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 11 | — | Murid dapat menjelaskan alasan manusia berharga di mata Allah berdasarkan Kejadian 1:26a dan 31a, bahwa manusia diciptakan segambar dan serupa dengan Allah dan Allah melihat ciptaan-Nya sungguh amat baik. | 3 |
| 12 | — | Murid dapat mendaftarkan minimal tiga hal yang menunjukkan bahwa setiap pribadi manusia — tanpa memandang kondisi fisik, jenis kelamin, atau latar belakang — adalah berharga di mata Allah. | 3 |
| 13 | — | Murid dapat menjelaskan cara Allah memelihara kehidupan manusia sejak dalam kandungan hingga saat ini berdasarkan Mazmur 139:13–16, sebagai bukti bahwa manusia berharga di mata Allah. | 3 |
| 14 | — | Murid dapat menjelaskan bahwa Allah merancang masa depan yang penuh damai sejahtera bagi setiap manusia berdasarkan Yeremia 29:11, termasuk bagi mereka yang berkebutuhan khusus. | 3 |
| 15 | — | Murid dapat menjelaskan bahwa pengorbanan Yesus Kristus dalam Yohanes 3:16 merupakan bukti tertinggi bahwa Allah mengasihi dan menganggap setiap manusia sangat berharga di mata-Nya. | 3 |
| 16 | — | Murid dapat menuliskan minimal dua cara bersyukur atas dirinya yang berharga di mata Allah, termasuk saat memperingati hari ulang tahun dan mensyukuri pertumbuhan yang Allah berikan, lalu menuangkannya dalam bentuk puisi. | 3 |
| 17 | — | Murid dapat menunjukkan pemahaman menyeluruh tentang alasan dan bukti-bukti bahwa setiap manusia berharga di mata Allah (berdasarkan Kejadian 1:26a, 31a; Mazmur 139:13–16; Yeremia 29:11; dan Yohanes 3:16) melalui asesmen tertulis. | 3 |
| 18 | — | Murid dapat mempresentasikan karya puisi syukur atas pribadinya yang berharga di mata Allah sebagai bukti sikap menghargai diri sendiri dan orang lain sebagai sesama ciptaan Allah. | 3 |
| 19 | — | Murid dapat mendaftarkan minimal tiga bukti pemeliharaan Allah dalam kehidupan anak-anak sehari-hari berdasarkan Matius 6:25–34. | 3 |
| 20 | — | Murid dapat menjelaskan alasan Allah memelihara hidup semua anak dengan menggunakan kata-kata sendiri. | 3 |
| 21 | — | Murid dapat menuliskan pengalaman pribadi yang membuktikan pemeliharaan Allah melalui kehadiran orang tua, keluarga, dan guru dalam hidupnya. | 3 |
| 22 | — | Murid dapat mengidentifikasi bentuk-bentuk ketaatan kepada Allah sebagai respons syukur atas pemeliharaan-Nya, seperti rajin berdoa, membaca Alkitab, dan menaati nasihat orang tua. | 3 |
| 23 | — | Murid dapat menuliskan pengalaman pemeliharaan Allah dalam hidup pribadinya yang dikaitkan dengan gambaran Allah sebagai Gembala yang baik berdasarkan Mazmur 23. | 3 |
| 24 | — | Murid dapat mendaftarkan minimal dua contoh sikap setia mengikuti Allah Gembala yang baik dalam kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 25 | — | Murid dapat membuat satu karya kreatif (puisi, gambar, atau cerita) sebagai ungkapan syukur atas pemeliharaan Allah Gembala yang baik. | 3 |
| 26 | — | Murid dapat menunjukkan pemahaman bahwa Allah memelihara semua anak tanpa terkecuali dengan menuliskan refleksi pribadi secara tertulis. | 3 |
| 27 | — | Murid dapat mempresentasikan karya kreatif (puisi, gambar, atau cerita) yang menggambarkan pemeliharaan Allah dalam hidupnya sebagai wujud syukur. | 3 |
| 28 | — | Melalui kegiatan membaca dan menyimak Mazmur 23, murid dapat menjelaskan gambaran Allah sebagai Gembala yang baik beserta empat hal yang diberikan-Nya (kecukupan, kesegaran, pimpinan, dan keselamatan) dengan benar. | 3 |
| 29 | — | Melalui kegiatan tanya jawab, murid dapat menghubungkan pengalaman pemeliharaan Allah dalam hidup Raja Daud (Mazmur 23) dengan pengalaman pemeliharaan Allah dalam hidupnya sendiri secara lisan atau tertulis. | 3 |
| 30 | — | Melalui kegiatan diskusi dan refleksi, murid dapat menuliskan minimal tiga pengalaman nyata dalam hidupnya yang membuktikan pemeliharaan Allah sebagai Gembala yang baik, dihubungkan dengan ayat-ayat Mazmur 23. | 3 |
| 31 | — | Melalui pengamatan cerita Alkitab (Yohanes 10:11–15), murid dapat mendaftarkan minimal tiga contoh sikap setia mengikuti Allah Gembala yang baik dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan di sekolah. | 3 |
| 32 | — | Melalui kegiatan berkarya, murid dapat membuat satu karya kreatif (puisi, gambar, atau cerita pendek) yang mengungkapkan rasa syukur atas pemeliharaan Allah sebagai Gembala yang baik, sesuai dengan pesan Mazmur 23. | 3 |
| 33 | — | Melalui presentasi karya, murid dapat menyampaikan pesan syukur dan keyakinan teguh akan pemeliharaan Allah Gembala yang baik kepada teman-temannya dengan percaya diri. | 3 |
| 34 | — | Melalui asesmen tertulis, murid dapat menunjukkan pemahamannya tentang peran Allah sebagai Gembala yang baik berdasarkan Mazmur 23, mencakup makna pemeliharaan Allah dan sikap setia mengikuti tuntunan-Nya. | 3 |
| 35 | — | Melalui refleksi akhir bab, murid dapat menyatakan keyakinannya bahwa Allah memelihara hidupnya secara jasmani dan rohani sepanjang hidup, dan merumuskan satu komitmen sikap setia mengikuti Allah Gembala yang baik. | 3 |
| 36 | — | Melalui lagu 'Kasih Pasti Lemah Lembut' dan tanya jawab, murid dapat menjelaskan arti mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri berdasarkan perintah Yesus dalam Matius 22:39 dengan kalimat sendiri. | 3 |
| 37 | — | Melalui diskusi kelas, murid dapat membedakan tindakan kasih yang tulus dengan tindakan kasih yang pura-pura dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan di sekolah. | 3 |
| 38 | — | Melalui pembacaan dan pencermatan teks Matius 22:34–40, murid dapat menjelaskan bahwa hukum yang terutama menurut Yesus adalah mengasihi Allah dan mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri. | 3 |
| 39 | — | Melalui telaah Matius 7:12 (golden rule), murid dapat menjelaskan bahwa memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan adalah wujud nyata mengasihi sesama. | 3 |
| 40 | — | Melalui diskusi kelompok, murid dapat menjelaskan bahwa kasih yang sejati bersifat universal yaitu berlaku untuk semua orang tanpa membedakan suku, budaya, agama, status sosial, kondisi fisik, dan jenis kelamin. | 3 |
| 41 | — | Melalui tanya jawab dan contoh konkret, murid dapat menyebutkan minimal tiga kendala yang dihadapi dalam mempraktikkan kasih kepada sesama serta solusi untuk mengatasinya berdasarkan nilai-nilai Kristiani. | 3 |
| 42 | — | Melalui kegiatan kreatif, murid dapat membuat karya (poster, puisi, atau surat tekad) yang mengungkapkan komitmen untuk mengasihi sesama seperti diri sendiri dengan perbuatan nyata di rumah, di sekolah, dan di lingkungan sekitar. | 3 |
| 43 | — | Melalui refleksi dan presentasi, murid dapat mencontohkan tindakan mengampuni, memaafkan, dan tidak menaruh dendam kepada sesama sebagai bentuk mengasihi sesama seperti diri sendiri sesuai 1 Yohanes 3:18. | 3 |
| 44 | — | Melalui tes tertulis, murid dapat menuliskan arti mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri beserta contoh-contoh tindakan kasih yang tulus dalam kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 45 | — | Melalui unjuk karya kreatif yang telah dibuat, murid dapat mempresentasikan tekad pribadi untuk mempraktikkan kasih kepada semua orang tanpa terkecuali sebagai respons terhadap perintah kasih Yesus dalam Matius 22:39. | 3 |
| 46 | — | Murid dapat menjelaskan arti hidup rukun berdasarkan Mazmur 133 dengan menggunakan kata-kata sendiri. | 3 |
| 47 | — | Murid dapat menuliskan minimal tiga manfaat hidup rukun bagi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar. | 3 |
| 48 | — | Murid dapat mendaftarkan contoh-contoh perilaku hidup rukun di rumah bersama keluarga dan di sekolah bersama teman. | 3 |
| 49 | — | Murid dapat menunjukkan sikap yang mencerminkan hidup rukun dalam hubungannya dengan teman, saudara, dan orang tua melalui contoh nyata sehari-hari. | 3 |
| 50 | — | Murid dapat menjelaskan pentingnya menjaga kerukunan dengan teman yang berbeda suku, budaya, dan agama sebagai wujud syukur atas anugerah Allah. | 3 |
| 51 | — | Murid dapat membuat karya kreatif sederhana (poster, puisi, atau slogan) yang berisi tekad untuk memelihara hidup rukun di lingkungan masyarakat. | 3 |
| 52 | — | Murid dapat menunjukkan pemahaman tentang makna, manfaat, dan contoh hidup rukun di rumah, sekolah, dan masyarakat melalui asesmen tertulis. | 3 |
| 53 | — | Murid dapat merefleksikan tekadnya untuk mempraktikkan hidup rukun dengan sesama sebagai bentuk kasih kepada Allah dan sesama manusia. | 3 |