ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP) PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI 1. IDENTITAS| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase C / Kelas 5 |
|---|
| Semester | Semester 1 |
|---|
| Total JP | 48 JP |
|---|
| Jumlah Bab | 3 bab |
|---|
| Total Pertemuan | 24 pertemuan |
|---|
| Total Tujuan Pembelajaran | 47 TP |
|---|
2. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)Mengetahui nilai-nilai dalam Kitab Mahābhārata; Mengetahui unsur-unsur pembentuk alam semesta; Mengetahui ajaran Catur Asrama dalam kehidupan 3. ALUR TUJUAN PEMBELAJARANKode TP: Bab.Pertemuan.Urutan TP Bab 1 — Nilai-Nilai dalam Kitab Mahābhārata (20 JP)| Pert. | Topik | Kode TP | Tujuan Pembelajaran | JP |
|---|
| 1 | Pengenalan Kitab Mahābhārata dan Astadasaparwa | TP 1.1.1 TP 1.1.2 | Murid dapat menjelaskan pengertian kata Mahābhārata dan kedudukannya sebagai Itihasa dalam tradisi agama Hindu. (Sejarah Agama Hindu) Murid dapat menyebutkan 18 nama Parwa (Astadasaparwa) beserta urutan dan bagian-bagiannya dalam Kitab Mahābhārata. (Sejarah Agama Hindu) | 2 | | 2 | Isi dan Ringkasan Parwa-Parwa Utama dalam Kitab Mahābhārata | TP 1.2.1 TP 1.2.2 | Murid dapat mengingat kembali isi pokok dari parwa-parwa utama (Adiparwa, Sabhaparwa, Wanaparwa, Wirataparwa, dan Udyogaparwa) dalam Kitab Mahābhārata. (Sejarah Agama Hindu) Murid dapat menjelaskan tokoh-tokoh penting keluarga Bharata (Pandawa dan Korawa) yang terdapat dalam Kitab Mahābhārata. (Sejarah Agama Hindu) | 2 | | 3 | Nilai-Nilai Kedisiplinan dalam Kitab Mahābhārata | TP 1.3.1 TP 1.3.2 | Murid dapat menyebutkan contoh-contoh nilai kedisiplinan yang ditunjukkan oleh tokoh-tokoh dalam Kitab Mahābhārata. (Susila) Murid dapat menjelaskan manfaat nilai-nilai kedisiplinan dalam Kitab Mahābhārata bagi kehidupan sehari-hari. (Susila) | 2 | | 4 | Penerapan Nilai Kedisiplinan Tokoh Mahābhārata dalam Kehidupan | TP 1.4.1 TP 1.4.2 | Murid dapat menjelaskan nilai-nilai kedisiplinan yang ada pada tokoh-tokoh tertentu dalam Kitab Mahābhārata (seperti Yudhistira dan Arjuna). (Susila) Murid dapat memberikan contoh penerapan nilai kedisiplinan tokoh Mahābhārata dalam kehidupan sehari-hari sebagai pelajar. (Susila) | 2 | | 5 | Nilai-Nilai Kepahlawanan dalam Kitab Mahābhārata | TP 1.5.1 TP 1.5.2 | Murid dapat menyebutkan contoh-contoh nilai kepahlawanan (rela berkorban, bhakti, dan seva/pelayanan) yang terdapat dalam Kitab Mahābhārata. (Susila) Murid dapat menjelaskan manfaat nilai kepahlawanan dalam Kitab Mahābhārata dan cara menerapkannya dalam mengisi kemerdekaan bangsa. (Susila) | 2 | | 6 | Nilai-Nilai Kepemimpinan Berdasarkan Dharma dan Cinta Kasih dalam Kitab Mahābhārata | TP 1.6.1 TP 1.6.2 | Murid dapat menyebutkan contoh-contoh nilai kepemimpinan berdasarkan ajaran Dharma dan cinta kasih (Prema) yang terdapat dalam Kitab Mahābhārata. (Susila) Murid dapat mengingat keteladanan tokoh-tokoh Kitab Mahābhārata yang mencerminkan nilai kepemimpinan berdasarkan Dharma dan Prema. (Susila) | 2 | | 7 | Nilai Kepemimpinan Berdasarkan Ahimsa, Vinayam, dan Spiritual dalam Kitab Mahābhārata | TP 1.7.1 TP 1.7.2 | Murid dapat menuliskan contoh nilai kepemimpinan berdasarkan prinsip Ahimsa (tanpa kekerasan) dan Vinayam (kebijaksanaan) yang terdapat dalam Kitab Mahābhārata. (Susila) Murid dapat menjelaskan nilai kepemimpinan berdasarkan ajaran spiritual keagamaan Hindu yang tercermin pada tokoh-tokoh dalam Kitab Mahābhārata. (Susila) | 2 | | 8 | Nilai-Nilai Kesetiaan (Panca Satya) dalam Kitab Mahābhārata | TP 1.8.1 TP 1.8.2 | Murid dapat menjelaskan tokoh-tokoh dalam Kitab Mahābhārata (Bisma, Drupadi, Karna, Dewi Kunti) yang menjalankan nilai kesetiaan. (Susila) Murid dapat menjelaskan pembagian Panca Satya sebagai lima jenis kesetiaan dalam ajaran agama Hindu yang termuat dalam Kitab Mahābhārata. (Susila) | 2 | | 9 | Nilai Kejujuran dan Pengamalan Nilai Kesetiakawanan dari Kitab Mahābhārata | TP 1.9.1 TP 1.9.2 | Murid dapat mengingat nilai kesetiakawanan dan kejujuran yang ditunjukkan tokoh-tokoh Kitab Mahābhārata serta mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari. (Susila) Murid dapat menjelaskan bahwa nilai kesetiaan dan kejujuran dalam Kitab Mahābhārata merupakan media penyucian pikiran (manacika) sesuai ajaran agama Hindu. (Acara) | 2 | | 10 | Asesmen Sumatif Bab 1: Nilai-Nilai dalam Kitab Mahābhārata | TP 1.10.1 TP 1.10.2 | Murid dapat menunjukkan pemahaman menyeluruh tentang parwa-parwa dan nilai-nilai kedisiplinan, kepahlawanan, kepemimpinan, kesetiaan, serta kejujuran dalam Kitab Mahābhārata melalui asesmen sumatif. (Sejarah Agama Hindu) Murid dapat mengaitkan nilai-nilai dalam Kitab Mahābhārata (disiplin, kepahlawanan, kepemimpinan, Panca Satya) dengan perilaku sehari-hari yang mencerminkan ajaran Susila Hindu. (Susila) | 2 |
Bab 2 — Unsur-Unsur Pembentuk Alam Semesta (16 JP)| Pert. | Topik | Kode TP | Tujuan Pembelajaran | JP |
|---|
| 1 | Pengertian Alam Semesta (Bhuana Agung) Menurut Ajaran Agama Hindu | TP 2.1.1 TP 2.1.2 | Murid dapat menjelaskan pengertian alam semesta (Bhuana Agung) menurut ajaran agama Hindu dengan benar. (Acara) Murid dapat menyebutkan nama-nama lain dari Bhuana Agung dalam ajaran agama Hindu, termasuk Brahmanda, dengan tepat. (Acara) | 2 | | 2 | Pengertian Alam Kecil (Bhuana Alit) dan Perbedaannya dengan Bhuana Agung | TP 2.2.1 TP 2.2.2 | Murid dapat menjelaskan pengertian Bhuana Alit (alam kecil/manusia) menurut ajaran agama Hindu dengan benar. (Acara) Murid dapat menuliskan perbedaan antara Bhuana Agung dan Bhuana Alit berdasarkan ajaran agama Hindu secara tepat. (Acara) | 2 | | 3 | Proses Terbentuknya Alam Semesta Menurut Ajaran Agama Hindu (Purusa dan Prakerti) | TP 2.3.1 TP 2.3.2 | Murid dapat menjelaskan proses terbentuknya alam semesta menurut ajaran agama Hindu melalui kekuatan Purusa dan Prakerti dengan benar. (Acara) Murid dapat menuliskan pengelompokan makhluk hidup (Eka Pramana, Dwi Pramana, Tri Pramana) dalam ajaran agama Hindu secara tepat. (Acara) | 2 | | 4 | Panca Mahabhuta sebagai Unsur Pembentuk Alam Semesta | TP 2.4.1 TP 2.4.2 | Murid dapat menjelaskan pengertian Panca Mahabhuta dan menyebutkan kelima bagiannya (Akasa, Bayu, Teja, Apah, Pertiwi) dengan benar. (Acara) Murid dapat mendeskripsikan fungsi masing-masing unsur Panca Mahabhuta dalam pembentukan alam semesta menurut ajaran agama Hindu secara tepat. (Acara) | 2 | | 5 | Panca Tan Matra dan Hubungannya dengan Panca Mahabhuta | TP 2.5.1 TP 2.5.2 | Murid dapat menjelaskan bagian-bagian Panca Tan Matra sebagai unsur halus pembentuk alam semesta menurut ajaran agama Hindu dengan benar. (Acara) Murid dapat menjelaskan hubungan antara Panca Tan Matra dan Panca Mahabhuta dalam ajaran agama Hindu secara tepat. (Acara) | 2 | | 6 | Upaya Menjaga Alam Semesta Menurut Ajaran Agama Hindu | TP 2.6.1 TP 2.6.2 | Murid dapat menjelaskan upaya-upaya menjaga kelestarian alam semesta menurut ajaran agama Hindu dengan benar. (Acara) Murid dapat menjelaskan alasan manusia berkewajiban menjaga alam semesta berdasarkan ajaran agama Hindu secara tepat. (Susila) | 2 | | 7 | Upacara Yadnya sebagai Wujud Pelestarian Alam Semesta | TP 2.7.1 TP 2.7.2 | Murid dapat menjelaskan upacara Yadnya yang bertujuan untuk melestarikan alam semesta menurut ajaran agama Hindu dengan benar. (Acara) Murid dapat mengaitkan konsep Panca Mahabhuta dengan pelaksanaan upacara Yadnya sebagai bentuk penghormatan terhadap alam semesta secara tepat. (Acara) | 2 | | 8 | Asesmen Sumatif Bab 2: Unsur-Unsur Pembentuk Alam Semesta | TP 2.8.1 | Murid dapat menunjukkan pemahaman menyeluruh tentang pengertian, proses terbentuknya, unsur-unsur pembentuk, dan upaya menjaga alam semesta menurut ajaran agama Hindu melalui asesmen sumatif secara mandiri. (Acara) | 2 |
Bab 3 — Ajaran Catur Asrama dalam Kehidupan (12 JP)| Pert. | Topik | Kode TP | Tujuan Pembelajaran | JP |
|---|
| 1 | Pengertian Catur Asrama | TP 3.1.1 TP 3.1.2 | Murid dapat menjelaskan pengertian Catur Asrama berdasarkan asal kata Sanskerta (Catur dan Asrama) sebagai empat tahapan kehidupan manusia menurut ajaran agama Hindu. (Susila) Murid dapat mengaitkan konsep empat tahapan kehidupan dalam Catur Asrama dengan alur kehidupan yang dialami setiap manusia secara nyata. (Susila) | 2 | | 2 | Bagian-Bagian Catur Asrama | TP 3.2.1 TP 3.2.2 | Murid dapat menguraikan empat bagian Catur Asrama, yaitu Brahmacari Asrama, Grhashta Asrama, Wanaprastha Asrama, dan Bhiksuka (Sanyasin) beserta ciri khasnya masing-masing. (Susila) Murid dapat membedakan kewajiban dan tanggung jawab yang diemban pada setiap tahapan dalam Catur Asrama. (Susila) | 2 | | 3 | Catur Asrama dalam Kehidupan: Brahmacari Asrama dan Grhashta Asrama | TP 3.3.1 TP 3.3.2 | Murid dapat mencontohkan perilaku yang mencerminkan tahapan Brahmacari Asrama dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketekunan belajar dan pengenalan Guru Swadyaya. (Susila) Murid dapat mencontohkan kewajiban yang dijalankan pada tahapan Grhashta Asrama dalam kehidupan berumah tangga dan bermasyarakat. (Susila) | 2 | | 4 | Catur Asrama dalam Kehidupan: Wanaprastha Asrama dan Bhiksuka (Sanyasin) | TP 3.4.1 TP 3.4.2 | Murid dapat mencontohkan sikap dan perilaku yang mencerminkan tahapan Wanaprastha Asrama, yaitu melepas ikatan duniawi dan menyerahkan tanggung jawab kepada anak dan cucu. (Susila) Murid dapat menjelaskan kewajiban seseorang pada tahapan Bhiksuka (Sanyasin), termasuk membaca kitab suci, mengendalikan diri, dan melayani umat dengan tulus ikhlas. (Susila) | 2 | | 5 | Cerita yang Berkaitan dengan Ajaran Catur Asrama: "Fokus, Kunci Keberhasilan Arjuna" | TP 3.5.1 TP 3.5.2 | Murid dapat menjelaskan isi cerita "Fokus, Kunci Keberhasilan Arjuna" yang berkaitan dengan ajaran Catur Asrama, khususnya tahapan Brahmacari Asrama. (Susila) Murid dapat mendeskripsikan nilai keteladanan dari cerita "Fokus, Kunci Keberhasilan Arjuna" dan menghubungkannya dengan sikap hidup sesuai ajaran Catur Asrama. (Susila) | 2 | | 6 | Asesmen Sumatif Bab 3: Ajaran Catur Asrama dalam Kehidupan | TP 3.6.1 TP 3.6.2 | Murid dapat menunjukkan pemahaman menyeluruh tentang pengertian, bagian-bagian, dan contoh ajaran Catur Asrama dalam kehidupan melalui asesmen sumatif tertulis. (Susila) Murid dapat merefleksikan hal baru yang dipelajari dari Bab 3 serta menuliskan sikap dan perilaku yang akan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan ajaran Catur Asrama. (Susila) | 2 |
|