PROGRAM TAHUNAN (PROTA) PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI Tahun Ajaran 2025/2026 1. IDENTITAS| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase C / Kelas 5 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2025/2026 |
|---|
| Total JP Ganjil | 54 JP |
|---|
| Total JP Genap | 54 JP |
|---|
| Total JP | 108 JP |
|---|
2. CAPAIAN PEMBELAJARANMurid mampu memahami nilai-nilai dalam Kitab Mahābhārata, unsur-unsur pembentuk alam semesta (Bhuana Agung dan Bhuana Alit), ajaran Catur Asrama, Pañca Yajña dan Manggalaning Yajña, serta sejarah perkembangan agama Hindu di Indonesia. 3. DISTRIBUSI MATERISemester Ganjil| No | Topik / Bab | Sub Materi | JP | Pertemuan | Bulan |
|---|
| 1 | Nilai-Nilai dalam Kitab Mahābhārata | 1. Pengertian dan kedudukan Kitab Mahābhārata sebagai Itihasa; 18 Parwa (Astadasaparwa) beserta urutan dan bagian-bagiannya 2. Isi pokok parwa-parwa utama (Adiparwa, Sabhaparwa, Wanaparwa, Wirataparwa, Udyogaparwa) dan tokoh-tokoh keluarga Bharata (Pandawa dan Korawa) 3. Nilai kedisiplinan, kepahlawanan (rela berkorban, bhakti, seva), dan kepemimpinan berdasarkan Dharma, Prema, Ahimsa, dan Vinayam dalam Kitab Mahābhārata 4. Nilai kesetiaan (Panca Satya), kesetiakawanan, dan kejujuran tokoh Mahābhārata serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
Ket: Mencakup asesmen sumatif pada pertemuan ke-10 (TP 5.1.10.1 dan 5.1.10.2) | 20 | 10 | Juli - Agustus | | 2 | Unsur-Unsur Pembentuk Alam Semesta | 1. Pengertian Bhuana Agung dan Bhuana Alit; perbedaan dan nama-nama lain (Brahmanda) dalam ajaran Hindu 2. Proses terbentuknya alam semesta melalui Purusa dan Prakerti; pengelompokan makhluk hidup (Eka Pramana, Dwi Pramana, Tri Pramana) 3. Panca Mahabhuta (Akasa, Bayu, Teja, Apah, Pertiwi) dan Panca Tan Matra sebagai unsur halus pembentuk alam semesta serta hubungan keduanya 4. Kewajiban menjaga kelestarian alam semesta dan upacara Yadnya sebagai bentuk penghormatan terhadap alam menurut ajaran Hindu
Ket: Mencakup asesmen sumatif pada pertemuan ke-8 (TP 5.2.8.1) | 16 | 8 | September - Oktober | | 3 | Ajaran Catur Asrama dalam Kehidupan | 1. Pengertian Catur Asrama berdasarkan asal kata Sanskerta; empat tahapan kehidupan (Brahmacari, Grhashta, Wanaprastha, Bhiksuka/Sanyasin) beserta ciri khas dan kewajiban masing-masing 2. Contoh perilaku tahapan Brahmacari Asrama (ketekunan belajar, Guru Swadyaya) dan kewajiban tahapan Grhashta Asrama dalam kehidupan berumah tangga 3. Contoh sikap Wanaprastha Asrama (melepas ikatan duniawi) dan kewajiban Bhiksuka/Sanyasin (membaca kitab suci, mengendalikan diri, melayani umat) 4. Keteladanan cerita 'Fokus, Kunci Keberhasilan Arjuna' dikaitkan dengan ajaran Catur Asrama dalam kehidupan sehari-hari
Ket: Mencakup asesmen sumatif dan refleksi pada pertemuan ke-6 (TP 5.3.6.1 dan 5.3.6.2); sisa 6 JP digunakan untuk cadangan, remedial, dan pengayaan Semester Ganjil | 12 | 6 | Oktober - November | | 4 | Cadangan, Remedial, dan Pengayaan Semester Ganjil | 1. Remedial dan pengayaan Bab 1 (Kitab Mahābhārata) 2. Remedial dan pengayaan Bab 2 (Unsur-Unsur Alam Semesta) 3. Remedial dan pengayaan Bab 3 (Catur Asrama)
Ket: Digunakan untuk remedial, pengayaan, penilaian akhir semester, dan kegiatan penutup semester ganjil | 6 | 3 | November - Desember |
Semester Genap| No | Topik / Bab | Sub Materi | JP | Pertemuan | Bulan |
|---|
| 5 | Pañca Yajña dalam Kehidupan Sehari-Hari | 1. Pengertian Pañca Yajña, hubungannya dengan tiga kerangka dasar agama Hindu (Tattwa, Susila, Acara), dan Tri Rna (Dewa Rna, Pitra Rna, Rsi Rna) sebagai dasar pelaksanaan Yajña 2. Pengertian dan contoh Dewa Yajña, Bhuta Yajña, Rsi Yajña, Pitra Yajña, dan Manusa Yajña dalam kehidupan sehari-hari umat Hindu 3. Nitya Yajña dan Naimitika Yajña; tiga tingkatan Yajña (Kanistha, Madhyama, Uttama) ditinjau dari upakara dan kualitas Tri Guna 4. Manfaat dan tujuan Pañca Yajña; Manggalaning Yajña dan unsur-unsur keberhasilannya; sikap tulus ikhlas sebagai syarat utama pelaksanaan Yajña
Ket: Mencakup asesmen sumatif dan refleksi pada pertemuan ke-10 (TP 5.4.10.1 dan 5.4.10.2) | 20 | 10 | Januari - Februari | | 6 | Sejarah Perkembangan Agama Hindu di Indonesia | 1. Proses masuk dan berkembangnya agama Hindu di Indonesia; teori-teori masuknya agama Hindu; perkembangan di Kalimantan Timur (Kerajaan Kutai, Prasasti Yupa) dan Jawa Barat (Kerajaan Tarumanegara, Prasasti Ciaruteum, Prasasti Tugu) 2. Perkembangan agama Hindu di Jawa Tengah (Prasasti Tuk Mas, Candi Prambanan) dan Jawa Timur beserta nilai-nilai ajaran Hindu dalam kehidupan kerajaan 3. Perkembangan agama Hindu di Bali (Candi Tebing Gunung Kawi) dan kesinambungan tradisi Hindu hingga saat ini; upaya pelestarian peninggalan sejarah Hindu di Indonesia 4. Tokoh-tokoh penting sejarah Hindu Indonesia; nilai sraddha dan bhakti para tokoh; refleksi pentingnya melestarikan peninggalan sejarah sebagai identitas bangsa
Ket: Mencakup asesmen sumatif dan refleksi pada pertemuan ke-8 (TP 5.5.8.1 dan 5.5.8.2) | 16 | 8 | Maret - April | | 7 | Cadangan, Remedial, dan Pengayaan Semester Genap | 1. Remedial dan pengayaan Bab 4 (Pañca Yajña) 2. Remedial dan pengayaan Bab 5 (Sejarah Perkembangan Agama Hindu) 3. Penilaian akhir tahun dan refleksi pembelajaran setahun
Ket: Digunakan untuk remedial, pengayaan, penilaian akhir tahun, dan kegiatan penutup tahun ajaran 2025/2026 | 18 | 9 | April - Juni |
4. CATATANTotal JP intrakurikuler: 108 JP (Semester Ganjil 54 JP + Semester Genap 54 JP), sesuai Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 dengan alokasi 3 JP/minggu × 36 minggu efektif. Alokasi kokurikuler sebesar 36 JP per tahun dikelola terpisah dari dokumen ini. Distribusi JP per bab mengikuti struktur ATP yang ditetapkan: Bab 1 (20 JP), Bab 2 (16 JP), Bab 3 (12 JP), Bab 4 (20 JP), Bab 5 (16 JP), dengan sisa JP pada masing-masing semester dialokasikan untuk cadangan, remedial, dan pengayaan. Guru dapat menyesuaikan bulan pelaksanaan dengan kalender akademik madrasah/sekolah setempat. |