| 1 | — | Murid dapat menjelaskan pengertian kata Mahābhārata dan kedudukannya sebagai Itihasa dalam tradisi agama Hindu. | 3 |
| 2 | — | Murid dapat menyebutkan 18 nama Parwa (Astadasaparwa) beserta urutan dan bagian-bagiannya dalam Kitab Mahābhārata. | 3 |
| 3 | — | Murid dapat mengingat kembali isi pokok dari parwa-parwa utama (Adiparwa, Sabhaparwa, Wanaparwa, Wirataparwa, dan Udyogaparwa) dalam Kitab Mahābhārata. | 3 |
| 4 | — | Murid dapat menjelaskan tokoh-tokoh penting keluarga Bharata (Pandawa dan Korawa) yang terdapat dalam Kitab Mahābhārata. | 3 |
| 5 | — | Murid dapat menyebutkan contoh-contoh nilai kedisiplinan yang ditunjukkan oleh tokoh-tokoh dalam Kitab Mahābhārata. | 3 |
| 6 | — | Murid dapat menjelaskan manfaat nilai-nilai kedisiplinan dalam Kitab Mahābhārata bagi kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 7 | — | Murid dapat menjelaskan nilai-nilai kedisiplinan yang ada pada tokoh-tokoh tertentu dalam Kitab Mahābhārata (seperti Yudhistira dan Arjuna). | 3 |
| 8 | — | Murid dapat memberikan contoh penerapan nilai kedisiplinan tokoh Mahābhārata dalam kehidupan sehari-hari sebagai pelajar. | 3 |
| 9 | — | Murid dapat menyebutkan contoh-contoh nilai kepahlawanan (rela berkorban, bhakti, dan seva/pelayanan) yang terdapat dalam Kitab Mahābhārata. | 3 |
| 10 | — | Murid dapat menjelaskan manfaat nilai kepahlawanan dalam Kitab Mahābhārata dan cara menerapkannya dalam mengisi kemerdekaan bangsa. | 3 |
| 11 | — | Murid dapat menyebutkan contoh-contoh nilai kepemimpinan berdasarkan ajaran Dharma dan cinta kasih (Prema) yang terdapat dalam Kitab Mahābhārata. | 3 |
| 12 | — | Murid dapat mengingat keteladanan tokoh-tokoh Kitab Mahābhārata yang mencerminkan nilai kepemimpinan berdasarkan Dharma dan Prema. | 3 |
| 13 | — | Murid dapat menuliskan contoh nilai kepemimpinan berdasarkan prinsip Ahimsa (tanpa kekerasan) dan Vinayam (kebijaksanaan) yang terdapat dalam Kitab Mahābhārata. | 3 |
| 14 | — | Murid dapat menjelaskan nilai kepemimpinan berdasarkan ajaran spiritual keagamaan Hindu yang tercermin pada tokoh-tokoh dalam Kitab Mahābhārata. | 3 |
| 15 | — | Murid dapat menjelaskan tokoh-tokoh dalam Kitab Mahābhārata (Bisma, Drupadi, Karna, Dewi Kunti) yang menjalankan nilai kesetiaan. | 3 |
| 16 | — | Murid dapat menjelaskan pembagian Panca Satya sebagai lima jenis kesetiaan dalam ajaran agama Hindu yang termuat dalam Kitab Mahābhārata. | 3 |
| 17 | — | Murid dapat mengingat nilai kesetiakawanan dan kejujuran yang ditunjukkan tokoh-tokoh Kitab Mahābhārata serta mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 18 | — | Murid dapat menjelaskan bahwa nilai kesetiaan dan kejujuran dalam Kitab Mahābhārata merupakan media penyucian pikiran (manacika) sesuai ajaran agama Hindu. | 3 |
| 19 | — | Murid dapat menunjukkan pemahaman menyeluruh tentang parwa-parwa dan nilai-nilai kedisiplinan, kepahlawanan, kepemimpinan, kesetiaan, serta kejujuran dalam Kitab Mahābhārata melalui asesmen sumatif. | 3 |
| 20 | — | Murid dapat mengaitkan nilai-nilai dalam Kitab Mahābhārata (disiplin, kepahlawanan, kepemimpinan, Panca Satya) dengan perilaku sehari-hari yang mencerminkan ajaran Susila Hindu. | 3 |
| 21 | — | Murid dapat menjelaskan pengertian alam semesta (Bhuana Agung) menurut ajaran agama Hindu dengan benar. | 3 |
| 22 | — | Murid dapat menyebutkan nama-nama lain dari Bhuana Agung dalam ajaran agama Hindu, termasuk Brahmanda, dengan tepat. | 3 |
| 23 | — | Murid dapat menjelaskan pengertian Bhuana Alit (alam kecil/manusia) menurut ajaran agama Hindu dengan benar. | 3 |
| 24 | — | Murid dapat menuliskan perbedaan antara Bhuana Agung dan Bhuana Alit berdasarkan ajaran agama Hindu secara tepat. | 3 |
| 25 | — | Murid dapat menjelaskan proses terbentuknya alam semesta menurut ajaran agama Hindu melalui kekuatan Purusa dan Prakerti dengan benar. | 3 |
| 26 | — | Murid dapat menuliskan pengelompokan makhluk hidup (Eka Pramana, Dwi Pramana, Tri Pramana) dalam ajaran agama Hindu secara tepat. | 3 |
| 27 | — | Murid dapat menjelaskan pengertian Panca Mahabhuta dan menyebutkan kelima bagiannya (Akasa, Bayu, Teja, Apah, Pertiwi) dengan benar. | 3 |
| 28 | — | Murid dapat mendeskripsikan fungsi masing-masing unsur Panca Mahabhuta dalam pembentukan alam semesta menurut ajaran agama Hindu secara tepat. | 3 |
| 29 | — | Murid dapat menjelaskan bagian-bagian Panca Tan Matra sebagai unsur halus pembentuk alam semesta menurut ajaran agama Hindu dengan benar. | 3 |
| 30 | — | Murid dapat menjelaskan hubungan antara Panca Tan Matra dan Panca Mahabhuta dalam ajaran agama Hindu secara tepat. | 3 |
| 31 | — | Murid dapat menjelaskan upaya-upaya menjaga kelestarian alam semesta menurut ajaran agama Hindu dengan benar. | 3 |
| 32 | — | Murid dapat menjelaskan alasan manusia berkewajiban menjaga alam semesta berdasarkan ajaran agama Hindu secara tepat. | 3 |
| 33 | — | Murid dapat menjelaskan upacara Yadnya yang bertujuan untuk melestarikan alam semesta menurut ajaran agama Hindu dengan benar. | 3 |
| 34 | — | Murid dapat mengaitkan konsep Panca Mahabhuta dengan pelaksanaan upacara Yadnya sebagai bentuk penghormatan terhadap alam semesta secara tepat. | 3 |
| 35 | — | Murid dapat menunjukkan pemahaman menyeluruh tentang pengertian, proses terbentuknya, unsur-unsur pembentuk, dan upaya menjaga alam semesta menurut ajaran agama Hindu melalui asesmen sumatif secara mandiri. | 3 |
| 36 | — | Murid dapat menjelaskan pengertian Catur Asrama berdasarkan asal kata Sanskerta (Catur dan Asrama) sebagai empat tahapan kehidupan manusia menurut ajaran agama Hindu. | 3 |
| 37 | — | Murid dapat mengaitkan konsep empat tahapan kehidupan dalam Catur Asrama dengan alur kehidupan yang dialami setiap manusia secara nyata. | 3 |
| 38 | — | Murid dapat menguraikan empat bagian Catur Asrama, yaitu Brahmacari Asrama, Grhashta Asrama, Wanaprastha Asrama, dan Bhiksuka (Sanyasin) beserta ciri khasnya masing-masing. | 3 |
| 39 | — | Murid dapat membedakan kewajiban dan tanggung jawab yang diemban pada setiap tahapan dalam Catur Asrama. | 3 |
| 40 | — | Murid dapat mencontohkan perilaku yang mencerminkan tahapan Brahmacari Asrama dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketekunan belajar dan pengenalan Guru Swadyaya. | 3 |
| 41 | — | Murid dapat mencontohkan kewajiban yang dijalankan pada tahapan Grhashta Asrama dalam kehidupan berumah tangga dan bermasyarakat. | 3 |
| 42 | — | Murid dapat mencontohkan sikap dan perilaku yang mencerminkan tahapan Wanaprastha Asrama, yaitu melepas ikatan duniawi dan menyerahkan tanggung jawab kepada anak dan cucu. | 3 |
| 43 | — | Murid dapat menjelaskan kewajiban seseorang pada tahapan Bhiksuka (Sanyasin), termasuk membaca kitab suci, mengendalikan diri, dan melayani umat dengan tulus ikhlas. | 3 |
| 44 | — | Murid dapat menjelaskan isi cerita 'Fokus, Kunci Keberhasilan Arjuna' yang berkaitan dengan ajaran Catur Asrama, khususnya tahapan Brahmacari Asrama. | 3 |
| 45 | — | Murid dapat mendeskripsikan nilai keteladanan dari cerita 'Fokus, Kunci Keberhasilan Arjuna' dan menghubungkannya dengan sikap hidup sesuai ajaran Catur Asrama. | 3 |
| 46 | — | Murid dapat menunjukkan pemahaman menyeluruh tentang pengertian, bagian-bagian, dan contoh ajaran Catur Asrama dalam kehidupan melalui asesmen sumatif tertulis. | 3 |
| 47 | — | Murid dapat merefleksikan hal baru yang dipelajari dari Bab 3 serta menuliskan sikap dan perilaku yang akan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan ajaran Catur Asrama. | 3 |