ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP) PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI 1. IDENTITAS| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 1 |
|---|
| Semester | Semester 1 |
|---|
| Total JP | 46 JP |
|---|
| Jumlah Bab | 2 bab |
|---|
| Total Pertemuan | 23 pertemuan |
|---|
| Total Tujuan Pembelajaran | 45 TP |
|---|
2. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)Memahami kitab Ramayana dan tokoh-tokohnya sebagai suri teladan; memahami Hyang Widhi Wasa sebagai pencipta alam semesta, makhluk hidup, dan benda mati serta menghargai ciptaan-Nya 3. ALUR TUJUAN PEMBELAJARANKode TP: Bab.Pertemuan.Urutan TP Bab 1 — Cerita Ramayana (22 JP)| Pert. | Topik | Kode TP | Tujuan Pembelajaran | JP |
|---|
| 1 | Mengenal Cerita Ramayana: Pengertian, Asal-usul, dan Maharsi Walmiki | TP 1.1.1 TP 1.1.2 | Murid dapat menjelaskan pengertian cerita Ramayana sebagai bagian dari kitab suci Hindu (Weda Smerti/Itihasa) dengan kata-kata sendiri. (Kitab Suci Weda) Murid dapat menyebutkan bahwa cerita Ramayana ditulis oleh Maharsi Walmiki dan terdiri dari 7 kanda. (Kitab Suci Weda) | 2 | | 2 | Membaca Cerita Ramayana: Kerajaan Kosala dan Raja Dasaratha | TP 1.2.1 TP 1.2.2 | Murid dapat menceritakan kembali secara sederhana alur cerita Ramayana tentang Kerajaan Kosala dan Raja Dasaratha. (Kitab Suci Weda) Murid dapat menyebutkan nama-nama putra Raja Dasaratha (Rama, Bharata, Laksmana, Satrughna) beserta urutan kelahirannya. (Kitab Suci Weda) | 2 | | 3 | Membaca Cerita Ramayana: Sita Putri Raja Janaka dan Rahwana | TP 1.3.1 TP 1.3.2 | Murid dapat menceritakan secara sederhana kisah Sita sebagai putri Raja Janaka dan perannya dalam cerita Ramayana. (Kitab Suci Weda) Murid dapat menjelaskan siapa Rahwana dan perbuatannya dalam cerita Ramayana sebagai contoh perilaku yang harus dihindari. (Susila) | 2 | | 4 | Mengenal Tokoh-Tokoh Baik dalam Cerita Ramayana: Rama, Laksmana, dan Sita | TP 1.4.1 TP 1.4.2 | Murid dapat menyebutkan dan menjelaskan sifat-sifat baik tokoh Rama, Laksmana, dan Sita yang patut diteladani dalam kehidupan sehari-hari. (Susila) Murid dapat mengidentifikasi bahwa Rama adalah awatara Dewa Wisnu yang ketujuh yang turun untuk menegakkan kebenaran. (Sraddha dan Bhakti) | 2 | | 5 | Mengenal Tokoh-Tokoh dalam Cerita Ramayana: Hanoman, Jatayu, dan Wibhisana | TP 1.5.1 TP 1.5.2 | Murid dapat menyebutkan sifat-sifat baik tokoh Hanoman, Jatayu, dan Wibhisana dalam cerita Ramayana sebagai contoh kesetiaan dan keberanian. (Susila) Murid dapat membedakan perilaku tokoh baik (Subha Karma) dan tokoh buruk (Asubha Karma) berdasarkan kisah dalam cerita Ramayana. (Susila) | 2 | | 6 | Mengenal Tokoh-Tokoh dalam Cerita Ramayana: Subali, Sugriwa, Kumbhakarna, dan Manthara | TP 1.6.1 TP 1.6.2 | Murid dapat menyebutkan nama tokoh Subali, Sugriwa, Kumbhakarna, dan Manthara serta menjelaskan peran masing-masing dalam cerita Ramayana. (Kitab Suci Weda) Murid dapat menjelaskan sifat buruk tokoh Kumbhakarna dan Manthara sebagai perilaku yang harus dihindari sesuai ajaran Asubha Karma. (Susila) | 2 | | 7 | Meneladani Perilaku Tokoh Ramayana: Tri Kaya Parisudha dalam Kisah Rama | TP 1.7.1 TP 1.7.2 | Murid dapat menghubungkan perilaku tokoh-tokoh baik dalam cerita Ramayana (berpikir, berkata, dan berbuat baik) dengan ajaran Tri Kaya Parisudha. (Susila) Murid dapat memberikan contoh sederhana penerapan pikiran, perkataan, dan perbuatan baik terinspirasi dari tokoh Rama dalam kehidupan sehari-hari. (Susila) | 2 | | 8 | Rama sebagai Awatara Dewa Wisnu: Hyang Widhi Wasa sebagai Sumber Kebenaran | TP 1.8.1 TP 1.8.2 | Murid dapat menjelaskan bahwa Rama adalah awatara Hyang Widhi Wasa (Dewa Wisnu) yang diturunkan untuk menegakkan kebenaran dan melindungi kebaikan. (Sraddha dan Bhakti) Murid dapat mengungkapkan rasa syukur kepada Hyang Widhi Wasa melalui doa sederhana sebagaimana diteladankan oleh tokoh-tokoh dalam cerita Ramayana. (Acara) | 2 | | 9 | Pengaruh Cerita Ramayana pada Kerajaan Hindu di Indonesia | TP 1.9.1 TP 1.9.2 | Murid dapat menyebutkan contoh kerajaan Hindu di Indonesia yang mengenal dan mewarisi cerita Ramayana (seperti Majapahit) secara sederhana. (Sejarah Agama Hindu) Murid dapat menjelaskan secara sederhana bahwa tokoh-tokoh dalam cerita Ramayana dijadikan teladan oleh raja-raja Hindu di Indonesia. (Sejarah Agama Hindu) | 2 | | 10 | Meneladani Tokoh-Tokoh Cerita Ramayana: Refleksi dan Bercerita di Depan Kelas | TP 1.10.1 TP 1.10.2 | Murid dapat menceritakan kembali bagian cerita Ramayana yang paling berkesan dengan kalimat sendiri secara lisan di depan kelas. (Kitab Suci Weda) Murid dapat menunjukkan sikap meneladani sifat baik salah satu tokoh dalam cerita Ramayana dan menghindari sifat buruk tokoh lainnya. (Susila) | 2 | | 11 | Asesmen Sumatif Bab 1: Cerita Ramayana | TP 1.11.1 TP 1.11.2 | Murid dapat menunjukkan pemahaman tentang alur cerita Ramayana, nama-nama tokoh, dan sifat-sifatnya melalui soal pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, dan uraian. (Kitab Suci Weda) Murid dapat menilai perilaku tokoh dalam cerita Ramayana sebagai contoh Subha Karma atau Asubha Karma secara tertulis. (Susila) | 2 |
Bab 2 — Hyang Widhi Wasa (24 JP)| Pert. | Topik | Kode TP | Tujuan Pembelajaran | JP |
|---|
| 1 | Hyang Widhi Wasa sebagai Pencipta Alam Semesta | TP 2.1.1 TP 2.1.2 | Murid dapat menjelaskan bahwa Hyang Widhi Wasa adalah pencipta alam semesta beserta isinya dengan menyebutkan minimal tiga contoh ciptaan-Nya. (Sraddha dan Bhakti) Murid dapat menyebutkan berbagai nama lain Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa, Brahman, Hyang Maha Tunggal) dengan benar. (Sraddha dan Bhakti) | 2 | | 2 | Benda-Benda Langit dan Alam Semesta Ciptaan Hyang Widhi Wasa | TP 2.2.1 TP 2.2.2 | Murid dapat mengidentifikasi benda-benda langit (matahari, bulan, bintang) dan alam semesta (gunung, sungai, laut) sebagai ciptaan Hyang Widhi Wasa melalui pengamatan gambar. (Sraddha dan Bhakti) Murid dapat membuktikan keyakinannya bahwa Hyang Widhi Wasa yang menciptakan alam semesta dengan memberikan contoh nyata dari lingkungan sekitar sekolah. (Sraddha dan Bhakti) | 2 | | 3 | Makhluk Hidup Ciptaan Hyang Widhi Wasa | TP 2.3.1 TP 2.3.2 | Murid dapat menunjukkan contoh makhluk hidup ciptaan Hyang Widhi Wasa (manusia, hewan, tumbuhan) minimal dua contoh dari setiap kelompok. (Sraddha dan Bhakti) Murid dapat menjelaskan ciri-ciri makhluk hidup ciptaan Hyang Widhi Wasa yang membedakannya dari benda mati secara lisan dengan kalimat sederhana. (Sraddha dan Bhakti) | 2 | | 4 | Benda Mati Ciptaan Hyang Widhi Wasa | TP 2.4.1 TP 2.4.2 | Murid dapat menunjukkan contoh benda mati ciptaan Hyang Widhi Wasa (batu, pasir, air, tanah) minimal tiga contoh dari lingkungan sekitar. (Sraddha dan Bhakti) Murid dapat membedakan makhluk hidup dan benda mati ciptaan Hyang Widhi Wasa berdasarkan ciri-cirinya secara tertulis dengan benar. (Sraddha dan Bhakti) | 2 | | 5 | Manusia sebagai Ciptaan Hyang Widhi Wasa yang Paling Sempurna | TP 2.5.1 TP 2.5.2 | Murid dapat menjelaskan mengapa manusia disebut sebagai ciptaan Hyang Widhi Wasa yang paling sempurna di antara makhluk hidup lainnya dengan kalimat sederhana. (Sraddha dan Bhakti) Murid dapat menyebutkan keistimewaan manusia sebagai ciptaan Hyang Widhi Wasa yang membedakannya dari hewan dan tumbuhan. (Sraddha dan Bhakti) | 2 | | 6 | Tri Pramana: Pengertian dan Bagian-Bagiannya | TP 2.6.1 TP 2.6.2 | Murid dapat menjelaskan pengertian Tri Pramana sebagai tiga kekuatan hidup yang diberikan Hyang Widhi Wasa kepada makhluk ciptaan-Nya dengan kata-kata sendiri. (Sraddha dan Bhakti) Murid dapat menyebutkan tiga bagian Tri Pramana (Bayu, Sabda, Idep) beserta artinya dengan benar. (Sraddha dan Bhakti) | 2 | | 7 | Tri Pramana pada Makhluk Ciptaan Hyang Widhi Wasa | TP 2.7.1 TP 2.7.2 | Murid dapat menjelaskan hubungan Tri Pramana dengan jenis-jenis makhluk ciptaan Hyang Widhi Wasa (tumbuhan, hewan, manusia) beserta contohnya. (Sraddha dan Bhakti) Murid dapat membedakan Tri Pramana yang dimiliki tumbuhan, hewan, dan manusia sebagai anugerah Hyang Widhi Wasa secara lisan. (Sraddha dan Bhakti) | 2 | | 8 | Menghargai Diri Sendiri sebagai Ciptaan Hyang Widhi Wasa | TP 2.8.1 TP 2.8.2 | Murid dapat menunjukkan contoh perilaku menghargai diri sendiri sebagai ciptaan Hyang Widhi Wasa dalam kehidupan sehari-hari minimal dua contoh. (Sraddha dan Bhakti) Murid dapat menjelaskan alasan pentingnya menjaga dan merawat diri sendiri sebagai wujud syukur kepada Hyang Widhi Wasa. (Sraddha dan Bhakti) | 2 | | 9 | Menghargai Makhluk Hidup Ciptaan Hyang Widhi Wasa | TP 2.9.1 TP 2.9.2 | Murid dapat menunjukkan contoh cara menghargai dan merawat hewan serta tumbuhan sebagai ciptaan Hyang Widhi Wasa dalam kehidupan sehari-hari. (Sraddha dan Bhakti) Murid dapat menjelaskan mengapa makhluk hidup ciptaan Hyang Widhi Wasa harus dijaga dan dilestarikan dengan kalimat sederhana. (Sraddha dan Bhakti) | 2 | | 10 | Menghargai Benda Mati Ciptaan Hyang Widhi Wasa dan Menjaga Lingkungan | TP 2.10.1 TP 2.10.2 | Murid dapat menunjukkan contoh cara menjaga dan merawat benda mati ciptaan Hyang Widhi Wasa (air, tanah, udara) di lingkungan sekitar minimal dua contoh. (Sraddha dan Bhakti) Murid dapat menjelaskan hubungan antara menjaga lingkungan ciptaan Hyang Widhi Wasa dengan bentuk rasa syukur dan bakti kepada-Nya. (Sraddha dan Bhakti) | 2 | | 11 | Rangkuman dan Penguatan Materi Hyang Widhi Wasa | TP 2.11.1 TP 2.11.2 | Murid dapat merangkum kembali pokok-pokok materi tentang Hyang Widhi Wasa sebagai pencipta, ciptaan-Nya, Tri Pramana, dan cara menghargai ciptaan-Nya secara lisan maupun tulisan sederhana. (Sraddha dan Bhakti) Murid dapat menunjukkan sikap syukur dan bangga sebagai ciptaan Hyang Widhi Wasa melalui kegiatan bercerita tentang pengalaman menjaga ciptaan-Nya di lingkungan keluarga dan sekolah. (Sraddha dan Bhakti) | 2 | | 12 | Asesmen Sumatif Bab 2: Hyang Widhi Wasa | TP 2.12.1 | Murid dapat mendemonstrasikan pemahaman tentang Hyang Widhi Wasa sebagai pencipta, jenis-jenis ciptaan-Nya (makhluk hidup dan benda mati), konsep Tri Pramana, serta perilaku menghargai ciptaan Hyang Widhi Wasa melalui asesmen sumatif. (Sraddha dan Bhakti) | 2 |
|