Dokumenchevron_rightATPchevron_rightMatematikachevron_rightKelas 8

ATP Matematika Kelas 8 — Semester 1

ATPSMPKelas 8DSemester 1

Dokumen ATP ini membantu guru Matematika kelas 8 menyiapkan pembelajaran secara sistematis dan selaras dengan Capaian Pembelajaran resmi.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN ATP

ATP Matematika Kelas 8 — Semester 1

Matematika · Kelas 8

Semester 1

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

MATEMATIKA

1. IDENTITAS

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase D / Kelas 8
SemesterSemester 1
Total JP60 JP
Jumlah Bab3 bab
Total Pertemuan30 pertemuan
Total Tujuan Pembelajaran59 TP

2. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Murid mampu membaca, menulis, dan membandingkan bilangan berpangkat bulat dan akar serta notasi ilmiah (Bilangan); menunjukkan kebenaran teorema Pythagoras dan menggunakannya dalam menyelesaikan masalah termasuk jarak dua titik pada koordinat Kartesius (Geometri); serta menyelesaikan persamaan dan pertidaksamaan linier satu variabel dalam konteks masalah nyata (Aljabar).

3. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

Kode TP: Bab.Pertemuan.Urutan TP

Bab 1 — Bilangan Berpangkat (24 JP)

Pert.TopikKode TPTujuan PembelajaranJP
1Pengertian Bilangan Berpangkat Positif dan NotasinyaTP 1.1.1
TP 1.1.2
Murid dapat menjelaskan pengertian bilangan berpangkat positif (basis dan eksponen) berdasarkan pola perkalian berulang dengan benar. (Bilangan)
Murid dapat membaca dan menulis notasi bilangan berpangkat positif (a^n) serta menghitung nilainya untuk bilangan bulat dan pecahan. (Bilangan)
2
2Sifat-Sifat Bilangan Berpangkat: Perkalian dan PembagianTP 1.2.1
TP 1.2.2
Murid dapat menjelaskan dan menggunakan sifat perkalian bilangan berpangkat (a^m × a^n = a^(m+n)) melalui eksplorasi pola. (Bilangan)
Murid dapat menjelaskan dan menggunakan sifat pembagian bilangan berpangkat (a^m ÷ a^n = a^(m−n)) melalui eksplorasi pola. (Bilangan)
2
3Sifat-Sifat Bilangan Berpangkat: Perpangkatan dan Perkalian BilanganTP 1.3.1
TP 1.3.2
Murid dapat menjelaskan dan menggunakan sifat perpangkatan bilangan berpangkat ((a^m)^n = a^(m×n)) melalui eksplorasi tabel. (Bilangan)
Murid dapat menjelaskan dan menggunakan sifat perpangkatan pada perkalian bilangan ((a×b)^m = a^m × b^m) melalui eksplorasi contoh. (Bilangan)
2
4Bilangan Berpangkat Nol dan Berpangkat NegatifTP 1.4.1
TP 1.4.2
Murid dapat menjelaskan makna dan membuktikan bahwa setiap bilangan (selain nol) berpangkat nol sama dengan 1 (a^0 = 1) melalui pola pembagian. (Bilangan)
Murid dapat menjelaskan makna bilangan berpangkat negatif (a^(−n) = 1/a^n) dan menghitung nilainya dengan benar. (Bilangan)
2
5Bilangan Pecahan Berpangkat dan Operasi Hitung Bilangan BerpangkatTP 1.5.1
TP 1.5.2
Murid dapat menjelaskan dan menghitung nilai bilangan pecahan berpangkat ((a/b)^n = a^n/b^n) untuk bilangan bulat positif n. (Bilangan)
Murid dapat menyelesaikan operasi penjumlahan dan pengurangan ekspresi bilangan berpangkat dengan basis yang sama. (Bilangan)
2
6Penyelesaian Masalah Kontekstual dengan Bilangan BerpangkatTP 1.6.1
TP 1.6.2
Murid dapat menerapkan sifat-sifat operasi bilangan berpangkat untuk menyelesaikan masalah kontekstual (misalnya kapasitas memori digital, pertumbuhan, dan pengukuran). (Bilangan)
Murid dapat memberikan estimasi hasil operasi bilangan berpangkat dalam konteks pemecahan masalah sehari-hari. (Bilangan)
2
7Pengertian Bilangan Bentuk Akar dan Hubungannya dengan Pangkat PecahanTP 1.7.1
TP 1.7.2
Murid dapat menjelaskan pengertian bilangan bentuk akar dan hubungannya dengan pangkat pecahan (a^(1/n) = ⁿ√a). (Bilangan)
Murid dapat mengubah bilangan pangkat pecahan (pembilang satu) ke bentuk akar dan sebaliknya dengan benar. (Bilangan)
2
8Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bentuk AkarTP 1.8.1
TP 1.8.2
Murid dapat menentukan hasil penjumlahan dan pengurangan bilangan bentuk akar sejenis (senama) dengan benar. (Bilangan)
Murid dapat menyederhanakan bentuk akar sebelum melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan. (Bilangan)
2
9Operasi Perkalian dan Pembagian Bilangan Bentuk AkarTP 1.9.1
TP 1.9.2
Murid dapat menentukan hasil perkalian bilangan bentuk akar (√a × √b = √(ab)) dan menyederhanakan hasilnya. (Bilangan)
Murid dapat menentukan hasil pembagian bilangan bentuk akar (√a ÷ √b = √(a/b)) dan menyederhanakan hasilnya. (Bilangan)
2
10Merasionalkan Penyebut Bentuk Akar dan AplikasinyaTP 1.10.1
TP 1.10.2
Murid dapat merasionalkan penyebut pecahan yang berbentuk akar tunggal (a/√b) dengan mengalikan sekawan. (Bilangan)
Murid dapat menyelesaikan masalah kontekstual yang melibatkan operasi bilangan bentuk akar termasuk merasionalkan penyebut. (Bilangan)
2
11Penulisan Bentuk Baku Bilangan (Notasi Ilmiah)TP 1.11.1
TP 1.11.2
Murid dapat menulis bilangan sangat besar dan sangat kecil dalam bentuk baku (notasi ilmiah: a × 10^n, 1 ≤ a < 10) dan sebaliknya. (Bilangan)
Murid dapat membandingkan dan mengurutkan bilangan yang ditulis dalam bentuk baku serta menggunakannya untuk menyelesaikan masalah kontekstual (misalnya jarak planet, ukuran virus). (Bilangan)
2
12Asesmen Sumatif Bab 1: Bilangan BerpangkatTP 1.12.1
TP 1.12.2
Murid dapat menunjukkan pemahaman menyeluruh tentang konsep bilangan berpangkat, bentuk akar, dan bentuk baku melalui penyelesaian soal asesmen sumatif secara mandiri. (Bilangan)
Murid dapat menerapkan sifat-sifat operasi bilangan berpangkat dan bentuk akar dalam menyelesaikan masalah kontekstual pada soal asesmen sumatif. (Bilangan)
2

Bab 2 — Teorema Pythagoras (20 JP)

Pert.TopikKode TPTujuan PembelajaranJP
1Bilangan Kuadrat dan Akar Kuadrat sebagai Prasyarat Teorema PythagorasTP 2.1.1
TP 2.1.2
Murid dapat menghitung kuadrat suatu bilangan bulat positif dan menentukan akar kuadrat dari bilangan kuadrat sempurna melalui eksplorasi pola bilangan. (Bilangan)
Murid dapat membedakan bilangan rasional dan bilangan irasional yang muncul sebagai hasil akar kuadrat dari bilangan yang bukan kuadrat sempurna. (Bilangan)
2
2Menemukan dan Membuktikan Teorema Pythagoras melalui Eksplorasi Luas PersegiTP 2.2.1
TP 2.2.2
Murid dapat menganalisis hubungan luas tiga persegi yang dibangun pada sisi-sisi segitiga siku-siku untuk menemukan konsep teorema Pythagoras (c² = a² + b²). (Geometri)
Murid dapat membuat skema atau prosedur pembuktian teorema Pythagoras menggunakan model persegi pada kertas berpetak. (Geometri)
2
3Menghitung Panjang Hipotenusa dengan Teorema PythagorasTP 2.3.1
TP 2.3.2
Murid dapat menghitung panjang hipotenusa segitiga siku-siku menggunakan teorema Pythagoras jika panjang kedua sisi siku-sikunya diketahui. (Geometri)
Murid dapat menentukan panjang salah satu sisi siku-siku segitiga jika panjang hipotenusa dan sisi siku-siku lainnya diketahui menggunakan teorema Pythagoras. (Geometri)
2
4Tripel Pythagoras: Menemukan dan MemverifikasiTP 2.4.1
TP 2.4.2
Murid dapat menentukan apakah suatu kelompok tiga bilangan bulat positif merupakan tripel Pythagoras dengan memverifikasi hubungan c² = a² + b². (Geometri)
Murid dapat menghasilkan tripel Pythagoras menggunakan rumus p² + q², p² − q², dan 2pq untuk pasangan bilangan bulat positif p > q. (Geometri)
2
5Kebalikan Teorema Pythagoras untuk Menentukan Jenis SegitigaTP 2.5.1
TP 2.5.2
Murid dapat menggunakan kebalikan teorema Pythagoras untuk menentukan apakah suatu segitiga dengan tiga panjang sisi yang diketahui merupakan segitiga siku-siku. (Geometri)
Murid dapat membedakan segitiga siku-siku, segitiga lancip, dan segitiga tumpul berdasarkan hubungan c², a², dan b² dari ketiga sisinya. (Geometri)
2
6Segitiga Istimewa: Segitiga Siku-siku Sama Kaki (45°–45°–90°)TP 2.6.1
TP 2.6.2
Murid dapat menentukan panjang sisi-sisi segitiga siku-siku sama kaki (sudut 45°–45°–90°) menggunakan teorema Pythagoras dan menemukan pola perbandingan sisinya (s : s : s√2). (Geometri)
Murid dapat menghitung panjang sisi yang belum diketahui pada segitiga siku-siku sama kaki dengan menerapkan perbandingan sisi segitiga istimewa 45°–45°–90°. (Geometri)
2
7Segitiga Istimewa: Segitiga Siku-siku 30°–60°–90°TP 2.7.1
TP 2.7.2
Murid dapat menentukan panjang sisi-sisi segitiga siku-siku dengan sudut 30°–60°–90° menggunakan teorema Pythagoras dan menemukan pola perbandingan sisinya (s : s√3 : 2s). (Geometri)
Murid dapat membandingkan perbandingan sisi pada segitiga istimewa 30°–60°–90° dan 45°–45°–90° untuk menyelesaikan soal penentuan panjang sisi. (Geometri)
2
8Penerapan Teorema Pythagoras dalam Masalah Kehidupan Sehari-hariTP 2.8.1
TP 2.8.2
Murid dapat menyelesaikan masalah kontekstual dalam kehidupan sehari-hari (seperti tinggi tangga, panjang diagonal, dan jarak tempuh) dengan menerapkan teorema Pythagoras. (Geometri)
Murid dapat memodelkan situasi nyata ke dalam bentuk segitiga siku-siku dan menentukan besaran yang ditanyakan menggunakan teorema Pythagoras. (Geometri)
2
9Penerapan Teorema Pythagoras untuk Menentukan Jarak Dua Titik pada Bidang Koordinat KartesiusTP 2.9.1
TP 2.9.2
Murid dapat menerapkan teorema Pythagoras untuk menghitung jarak antara dua titik pada bidang koordinat Kartesius menggunakan rumus jarak d = √((x₂−x₁)² + (y₂−y₁)²). (Geometri)
Murid dapat menyelesaikan masalah yang melibatkan penentuan jarak dua titik pada bidang koordinat Kartesius dalam konteks geometri maupun situasi nyata. (Geometri)
2
10Asesmen Sumatif Bab 2: Teorema PythagorasTP 2.10.1Murid dapat menunjukkan pemahaman menyeluruh tentang teorema Pythagoras, meliputi pembuktian, tripel Pythagoras, segitiga istimewa, dan penerapannya dalam soal kontekstual serta koordinat Kartesius, sebagai bukti pencapaian kompetensi Bab 2. (Geometri)2

Bab 3 — Persamaan Linier Dan Pertidaksamaan Linier Satu Variabel (16 JP)

Pert.TopikKode TPTujuan PembelajaranJP
1Kalimat Terbuka, Kalimat Tertutup, dan Nilai Kebenaran PernyataanTP 3.1.1
TP 3.1.2
Murid dapat membedakan kalimat terbuka dan kalimat tertutup serta menentukan nilai kebenaran dari suatu pernyataan matematika. (Aljabar)
Murid dapat menyatakan suatu situasi sehari-hari ke dalam bentuk kalimat matematika (terbuka atau tertutup) dengan mengidentifikasi variabel, koefisien, dan konstanta. (Aljabar)
2
2Konsep Persamaan Linier Satu Variabel dan Pemodelan MatematikaTP 3.2.1
TP 3.2.2
Murid dapat mengenali bentuk umum persamaan linier satu variabel dan membedakannya dari persamaan kuadrat serta persamaan dengan dua variabel. (Aljabar)
Murid dapat mengubah masalah kontekstual sehari-hari yang berkaitan dengan persamaan linier satu variabel menjadi model matematika. (Aljabar)
2
3Menyelesaikan Persamaan Linier Satu Variabel dengan Penjumlahan dan PenguranganTP 3.3.1
TP 3.3.2
Murid dapat menerapkan aturan penjumlahan dan pengurangan pada kedua ruas untuk menyelesaikan persamaan linier satu variabel. (Aljabar)
Murid dapat memverifikasi solusi persamaan linier satu variabel dengan mensubstitusi nilai variabel ke dalam persamaan semula. (Aljabar)
2
4Menyelesaikan Persamaan Linier Satu Variabel dengan Perkalian dan PembagianTP 3.4.1
TP 3.4.2
Murid dapat menerapkan aturan perkalian dan pembagian pada kedua ruas untuk menyelesaikan persamaan linier satu variabel yang lebih kompleks. (Aljabar)
Murid dapat memecahkan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan persamaan linier satu variabel menggunakan operasi perkalian dan pembagian. (Aljabar)
2
5Konsep Pertidaksamaan Linier Satu Variabel dan Pemodelan MatematikaTP 3.5.1
TP 3.5.2
Murid dapat mengenali bentuk umum pertidaksamaan linier satu variabel dan membedakannya dari persamaan linier satu variabel. (Aljabar)
Murid dapat mengubah masalah kontekstual sehari-hari yang berkaitan dengan pertidaksamaan linier satu variabel menjadi model matematika. (Aljabar)
2
6Menyelesaikan Pertidaksamaan Linier Satu Variabel dengan Penjumlahan, Pengurangan, Perkalian, dan PembagianTP 3.6.1
TP 3.6.2
Murid dapat menerapkan sifat penjumlahan dan pengurangan pada pertidaksamaan linier satu variabel serta memahami bahwa tanda pertidaksamaan tidak berubah. (Aljabar)
Murid dapat menerapkan sifat perkalian dan pembagian pada pertidaksamaan linier satu variabel, termasuk perubahan tanda pertidaksamaan saat dikalikan atau dibagi bilangan negatif. (Aljabar)
2
7Pemecahan Masalah Sehari-hari Menggunakan Persamaan dan Pertidaksamaan Linier Satu VariabelTP 3.7.1
TP 3.7.2
Murid dapat memecahkan masalah kontekstual sehari-hari yang berkaitan dengan persamaan linier satu variabel secara lengkap mulai dari pemodelan hingga interpretasi solusi. (Aljabar)
Murid dapat memecahkan masalah kontekstual sehari-hari yang berkaitan dengan pertidaksamaan linier satu variabel secara lengkap mulai dari pemodelan hingga interpretasi himpunan penyelesaian. (Aljabar)
2
8Asesmen Sumatif Bab 3: Persamaan Linier dan Pertidaksamaan Linier Satu VariabelTP 3.8.1
TP 3.8.2
Murid dapat menyelesaikan persamaan linier satu variabel dengan menerapkan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian secara tepat sebagai bukti pencapaian kompetensi bab. (Aljabar)
Murid dapat menyelesaikan pertidaksamaan linier satu variabel dan menyajikan himpunan penyelesaiannya, serta memecahkan masalah kontekstual terkait, sebagai bukti pencapaian kompetensi bab. (Aljabar)
2

Buat soal dari materi ini

Gunakan Generator Soal AI dengan mapel dan kelas yang sudah terisi.

Buat Penilaian dengan AI

Apa isi dokumen ini?

Dokumen ini merangkum komponen utama ATP yang dapat digunakan sebagai acuan perencanaan, pelaksanaan, dan administrasi pembelajaran.

Cara pakai dokumen ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan identitas sekolah, nama guru, dan kebutuhan kelas. Tinjau kembali isi dokumen agar selaras dengan kalender dan kondisi belajar setempat.

verified_user

Sesuai regulasi terbaru

Dokumen ini telah diverifikasi berdasarkan Capaian Pembelajaran (CP) sesuai Keputusan Kepala BSKAP terbaru.