Dokumenchevron_rightKKTPchevron_rightMatematikachevron_rightKelas 8

KKTP Matematika Kelas 8 — Semester 1

KKTPSMPKelas 8DSemester 1

Dokumen KKTP ini membantu guru Matematika kelas 8 menyiapkan pembelajaran secara sistematis dan selaras dengan Capaian Pembelajaran resmi.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN KKTP

KKTP Matematika Kelas 8 — Semester 1

Matematika · Kelas 8

Semester 1

KRITERIA KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN (KKTP)

MATEMATIKA

Semester 1

1. IDENTITAS

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikSemester 1
Pendekatan KKTPrubrik
Semester1

2. INTERVAL NILAI

Belum BerkembangMulai BerkembangBerkembangSangat Berkembang
0–5960–6970–8485–100

3. PETUNJUK PENSKORAN

Petunjuk penskoran (deterministik):
• Belum Berkembang (0–59): indikator dasar belum tercapai; perlu intervensi/remedial.
• Mulai Berkembang (60–69): sebagian indikator tercapai dengan bantuan guru.
• Berkembang (70–84): indikator utama tercapai secara mandiri.
• Sangat Berkembang (85–100): melampaui indikator; mampu mentransfer/menjelaskan ke konteks baru.
Nilai numerik dipetakan ke level di atas sesuai interval. Deskripsi rubrik per TP menjelaskan bukti observasi di tiap level.

4. RINGKASAN KETERCAPAIAN PER BAB

Kode TP: Bab.Pertemuan.Urutan TP

NoKode TPTujuan PembelajaranJumlah Indikator
1Murid dapat menjelaskan pengertian bilangan berpangkat positif (basis dan eksponen) berdasarkan pola perkalian berulang dengan benar.3
2Murid dapat membaca dan menulis notasi bilangan berpangkat positif (a^n) serta menghitung nilainya untuk bilangan bulat dan pecahan.3
3Murid dapat menjelaskan dan menggunakan sifat perkalian bilangan berpangkat (a^m × a^n = a^(m+n)) melalui eksplorasi pola.3
4Murid dapat menjelaskan dan menggunakan sifat pembagian bilangan berpangkat (a^m ÷ a^n = a^(m−n)) melalui eksplorasi pola.3
5Murid dapat menjelaskan dan menggunakan sifat perpangkatan bilangan berpangkat ((a^m)^n = a^(m×n)) melalui eksplorasi tabel.3
6Murid dapat menjelaskan dan menggunakan sifat perpangkatan pada perkalian bilangan ((a×b)^m = a^m × b^m) melalui eksplorasi contoh.3
7Murid dapat menjelaskan makna dan membuktikan bahwa setiap bilangan (selain nol) berpangkat nol sama dengan 1 (a^0 = 1) melalui pola pembagian.3
8Murid dapat menjelaskan makna bilangan berpangkat negatif (a^(−n) = 1/a^n) dan menghitung nilainya dengan benar.3
9Murid dapat menjelaskan dan menghitung nilai bilangan pecahan berpangkat ((a/b)^n = a^n/b^n) untuk bilangan bulat positif n.3
10Murid dapat menyelesaikan operasi penjumlahan dan pengurangan ekspresi bilangan berpangkat dengan basis yang sama.3
11Murid dapat menerapkan sifat-sifat operasi bilangan berpangkat untuk menyelesaikan masalah kontekstual (misalnya kapasitas memori digital, pertumbuhan, dan pengukuran).3
12Murid dapat memberikan estimasi hasil operasi bilangan berpangkat dalam konteks pemecahan masalah sehari-hari.3
13Murid dapat menjelaskan pengertian bilangan bentuk akar dan hubungannya dengan pangkat pecahan (a^(1/n) = ⁿ√a).3
14Murid dapat mengubah bilangan pangkat pecahan (pembilang satu) ke bentuk akar dan sebaliknya dengan benar.3
15Murid dapat menentukan hasil penjumlahan dan pengurangan bilangan bentuk akar sejenis (senama) dengan benar.3
16Murid dapat menyederhanakan bentuk akar sebelum melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan.3
17Murid dapat menentukan hasil perkalian bilangan bentuk akar (√a × √b = √(ab)) dan menyederhanakan hasilnya.3
18Murid dapat menentukan hasil pembagian bilangan bentuk akar (√a ÷ √b = √(a/b)) dan menyederhanakan hasilnya.3
19Murid dapat merasionalkan penyebut pecahan yang berbentuk akar tunggal (a/√b) dengan mengalikan sekawan.3
20Murid dapat menyelesaikan masalah kontekstual yang melibatkan operasi bilangan bentuk akar termasuk merasionalkan penyebut.3
21Murid dapat menulis bilangan sangat besar dan sangat kecil dalam bentuk baku (notasi ilmiah: a × 10^n, 1 ≤ a < 10) dan sebaliknya.3
22Murid dapat membandingkan dan mengurutkan bilangan yang ditulis dalam bentuk baku serta menggunakannya untuk menyelesaikan masalah kontekstual (misalnya jarak planet, ukuran virus).3
23Murid dapat menunjukkan pemahaman menyeluruh tentang konsep bilangan berpangkat, bentuk akar, dan bentuk baku melalui penyelesaian soal asesmen sumatif secara mandiri.3
24Murid dapat menerapkan sifat-sifat operasi bilangan berpangkat dan bentuk akar dalam menyelesaikan masalah kontekstual pada soal asesmen sumatif.3
25Murid dapat menghitung kuadrat suatu bilangan bulat positif dan menentukan akar kuadrat dari bilangan kuadrat sempurna melalui eksplorasi pola bilangan.3
26Murid dapat membedakan bilangan rasional dan bilangan irasional yang muncul sebagai hasil akar kuadrat dari bilangan yang bukan kuadrat sempurna.3
27Murid dapat menganalisis hubungan luas tiga persegi yang dibangun pada sisi-sisi segitiga siku-siku untuk menemukan konsep teorema Pythagoras (c² = a² + b²).3
28Murid dapat membuat skema atau prosedur pembuktian teorema Pythagoras menggunakan model persegi pada kertas berpetak.3
29Murid dapat menghitung panjang hipotenusa segitiga siku-siku menggunakan teorema Pythagoras jika panjang kedua sisi siku-sikunya diketahui.3
30Murid dapat menentukan panjang salah satu sisi siku-siku segitiga jika panjang hipotenusa dan sisi siku-siku lainnya diketahui menggunakan teorema Pythagoras.3
31Murid dapat menentukan apakah suatu kelompok tiga bilangan bulat positif merupakan tripel Pythagoras dengan memverifikasi hubungan c² = a² + b².3
32Murid dapat menghasilkan tripel Pythagoras menggunakan rumus p² + q², p² − q², dan 2pq untuk pasangan bilangan bulat positif p > q.3
33Murid dapat menggunakan kebalikan teorema Pythagoras untuk menentukan apakah suatu segitiga dengan tiga panjang sisi yang diketahui merupakan segitiga siku-siku.3
34Murid dapat membedakan segitiga siku-siku, segitiga lancip, dan segitiga tumpul berdasarkan hubungan c², a², dan b² dari ketiga sisinya.3
35Murid dapat menentukan panjang sisi-sisi segitiga siku-siku sama kaki (sudut 45°–45°–90°) menggunakan teorema Pythagoras dan menemukan pola perbandingan sisinya (s : s : s√2).3
36Murid dapat menghitung panjang sisi yang belum diketahui pada segitiga siku-siku sama kaki dengan menerapkan perbandingan sisi segitiga istimewa 45°–45°–90°.3
37Murid dapat menentukan panjang sisi-sisi segitiga siku-siku dengan sudut 30°–60°–90° menggunakan teorema Pythagoras dan menemukan pola perbandingan sisinya (s : s√3 : 2s).3
38Murid dapat membandingkan perbandingan sisi pada segitiga istimewa 30°–60°–90° dan 45°–45°–90° untuk menyelesaikan soal penentuan panjang sisi.3
39Murid dapat menyelesaikan masalah kontekstual dalam kehidupan sehari-hari (seperti tinggi tangga, panjang diagonal, dan jarak tempuh) dengan menerapkan teorema Pythagoras.3
40Murid dapat memodelkan situasi nyata ke dalam bentuk segitiga siku-siku dan menentukan besaran yang ditanyakan menggunakan teorema Pythagoras.3
41Murid dapat menerapkan teorema Pythagoras untuk menghitung jarak antara dua titik pada bidang koordinat Kartesius menggunakan rumus jarak d = √((x₂−x₁)² + (y₂−y₁)²).3
42Murid dapat menyelesaikan masalah yang melibatkan penentuan jarak dua titik pada bidang koordinat Kartesius dalam konteks geometri maupun situasi nyata.3
43Murid dapat menunjukkan pemahaman menyeluruh tentang teorema Pythagoras, meliputi pembuktian, tripel Pythagoras, segitiga istimewa, dan penerapannya dalam soal kontekstual serta koordinat Kartesius, sebagai bukti pencapaian kompetensi Bab 2.3
44Murid dapat membedakan kalimat terbuka dan kalimat tertutup serta menentukan nilai kebenaran dari suatu pernyataan matematika.3
45Murid dapat menyatakan suatu situasi sehari-hari ke dalam bentuk kalimat matematika (terbuka atau tertutup) dengan mengidentifikasi variabel, koefisien, dan konstanta.3
46Murid dapat mengenali bentuk umum persamaan linier satu variabel dan membedakannya dari persamaan kuadrat serta persamaan dengan dua variabel.3
47Murid dapat mengubah masalah kontekstual sehari-hari yang berkaitan dengan persamaan linier satu variabel menjadi model matematika.3
48Murid dapat menerapkan aturan penjumlahan dan pengurangan pada kedua ruas untuk menyelesaikan persamaan linier satu variabel.3
49Murid dapat memverifikasi solusi persamaan linier satu variabel dengan mensubstitusi nilai variabel ke dalam persamaan semula.3
50Murid dapat menerapkan aturan perkalian dan pembagian pada kedua ruas untuk menyelesaikan persamaan linier satu variabel yang lebih kompleks.3
51Murid dapat memecahkan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan persamaan linier satu variabel menggunakan operasi perkalian dan pembagian.3
52Murid dapat mengenali bentuk umum pertidaksamaan linier satu variabel dan membedakannya dari persamaan linier satu variabel.3
53Murid dapat mengubah masalah kontekstual sehari-hari yang berkaitan dengan pertidaksamaan linier satu variabel menjadi model matematika.3
54Murid dapat menerapkan sifat penjumlahan dan pengurangan pada pertidaksamaan linier satu variabel serta memahami bahwa tanda pertidaksamaan tidak berubah.3
55Murid dapat menerapkan sifat perkalian dan pembagian pada pertidaksamaan linier satu variabel, termasuk perubahan tanda pertidaksamaan saat dikalikan atau dibagi bilangan negatif.3
56Murid dapat memecahkan masalah kontekstual sehari-hari yang berkaitan dengan persamaan linier satu variabel secara lengkap mulai dari pemodelan hingga interpretasi solusi.3
57Murid dapat memecahkan masalah kontekstual sehari-hari yang berkaitan dengan pertidaksamaan linier satu variabel secara lengkap mulai dari pemodelan hingga interpretasi himpunan penyelesaian.3
58Murid dapat menyelesaikan persamaan linier satu variabel dengan menerapkan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian secara tepat sebagai bukti pencapaian kompetensi bab.3
59Murid dapat menyelesaikan pertidaksamaan linier satu variabel dan menyajikan himpunan penyelesaiannya, serta memecahkan masalah kontekstual terkait, sebagai bukti pencapaian kompetensi bab.3

5. CATATAN

KKTP ini disusun berdasarkan ATP Matematika Kelas 8 Semester 1 (Fase D, elemen Bilangan). Guru disarankan menggunakan rubrik ini untuk asesmen formatif berkelanjutan, bukan hanya asesmen sumatif akhir bab. Level 'Berkembang' menjadi ambang batas ketercapaian minimal yang diharapkan untuk seluruh murid. Murid yang berada di level 'Belum Berkembang' atau 'Mulai' perlu mendapatkan intervensi atau program remedial yang disesuaikan. Guru dapat menyesuaikan interval nilai sesuai konteks sekolah dan karakteristik murid.

Buat soal dari materi ini

Gunakan Generator Soal AI dengan mapel dan kelas yang sudah terisi.

Buat Penilaian dengan AI

Dokumen terkait

Perangkat pendamping untuk mapel dan kelas yang sama.

Apa isi dokumen ini?

Dokumen ini merangkum komponen utama KKTP yang dapat digunakan sebagai acuan perencanaan, pelaksanaan, dan administrasi pembelajaran.

Cara pakai dokumen ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan identitas sekolah, nama guru, dan kebutuhan kelas. Tinjau kembali isi dokumen agar selaras dengan kalender dan kondisi belajar setempat.

verified_user

Sesuai regulasi terbaru

Dokumen ini telah diverifikasi berdasarkan Capaian Pembelajaran (CP) sesuai Keputusan Kepala BSKAP terbaru.