KRITERIA KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN (KKTP) MATEMATIKA Semester 1 1. IDENTITAS| Mata Pelajaran | Matematika |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 8 |
|---|
| Topik | Semester 1 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Pendekatan KKTP | rubrik |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
2. INTERVAL NILAI| Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| 0-59 | 60-69 | 70-84 | 85-100 |
3. PETUNJUK PENSKORANPetunjuk penskoran (deterministik): • Belum Berkembang (0-59): indikator dasar belum tercapai; perlu intervensi/remedial. • Mulai Berkembang (60-69): sebagian indikator tercapai dengan bantuan guru. • Berkembang (70-84): indikator utama tercapai secara mandiri. • Sangat Berkembang (85-100): melampaui indikator; mampu mentransfer/menjelaskan ke konteks baru. Nilai numerik dipetakan ke level di atas sesuai interval. Deskripsi rubrik per TP menjelaskan bukti observasi di tiap level. 4. RINGKASAN KETERCAPAIAN PER BABKode TP: Kelas.Bab.Urutan TP — contoh TP 8.1.1 = Kelas 8, Bab 1, TP ke-1. Penomoran ini penunjuk urutan internal dokumen, bukan format baku Pemerintah. Bab 1 — Bilangan Berpangkat (7 TP)| No | Kode TP | Tujuan Pembelajaran | Jumlah Indikator |
|---|
| 1 | TP 8.1.1 | Menuliskan bilangan berpangkat bulat dari perkalian berulang atau nilai desimal dan sebaliknya | 2 | | 2 | TP 8.1.2 | Membandingkan nilai antarbilangan berpangkat bulat | 2 | | 3 | TP 8.1.3 | Menerapkan operasi perkalian dan pembagian pada bilangan berpangkat bulat | 2 | | 4 | TP 8.1.4 | Menerapkan operasi penjumlahan dan pengurangan pada bilangan berpangkat bulat | 2 | | 5 | TP 8.1.5 | Membandingkan nilai bilangan bentuk akar | 2 | | 6 | TP 8.1.6 | Menerapkan operasi aritmatika pada bilangan bentuk akar | 2 | | 7 | TP 8.1.7 | Menuliskan bilangan dalam notasi ilmiah untuk menyatakan ukuran sangat besar dan sangat kecil | 2 |
Bab 2 — Teorema Pythagoras (4 TP)| No | Kode TP | Tujuan Pembelajaran | Jumlah Indikator |
|---|
| 8 | TP 8.2.1 | Menunjukkan kebenaran teorema Pythagoras melalui pembuktian hubungan luas persegi pada sisi segitiga siku-siku | 2 | | 9 | TP 8.2.2 | Menggunakan teorema Pythagoras dalam menyelesaikan masalah penghitungan panjang sisi segitiga siku-siku | 3 | | 10 | TP 8.2.3 | Menjelaskan bilangan irasional yang dihasilkan dari penerapan teorema Pythagoras pada segitiga siku-siku | 3 | | 11 | TP 8.2.4 | Menentukan jarak antara dua titik pada bidang koordinat Kartesius dengan menggunakan teorema Pythagoras | 3 |
Bab 3 — Persamaan Linier Dan Pertidaksamaan Linier Satu Variabel (6 TP)| No | Kode TP | Tujuan Pembelajaran | Jumlah Indikator |
|---|
| 12 | TP 8.3.1 | Menyatakan suatu situasi ke dalam bentuk aljabar berupa persamaan linear satu variabel | 2 | | 13 | TP 8.3.2 | Menyelesaikan persamaan linear satu variabel menggunakan sifat-sifat operasi aljabar yang ekuivalen | 3 | | 14 | TP 8.3.3 | Menyelesaikan masalah dengan menggunakan persamaan linear satu variabel | 3 | | 15 | TP 8.3.4 | Menyatakan suatu situasi ke dalam bentuk aljabar berupa pertidaksamaan linear satu variabel | 2 | | 16 | TP 8.3.5 | Menyelesaikan pertidaksamaan linear satu variabel menggunakan sifat-sifat operasi aljabar yang ekuivalen | 3 | | 17 | TP 8.3.6 | Menyelesaikan masalah kontekstual dengan menggunakan pertidaksamaan linear satu variabel | 3 |
5. RUBRIK KETERCAPAIAN PER TUJUAN PEMBELAJARANBab 1 — Bilangan BerpangkatTP 8.1.1: Menuliskan bilangan berpangkat bulat dari perkalian berulang atau nilai desimal dan sebaliknyaIndikator Pencapaian: 1. Mengubah perkalian berulang bilangan yang sama menjadi bentuk bilangan berpangkat bulat positif dan sebaliknya. 2. Mengubah bilangan berpangkat bulat negatif menjadi bentuk pecahan/desimal dan sebaliknya. | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu menuliskan perkalian berulang ke dalam notasi pangkat atau menyatakan bentuk pangkat bulat ke bentuk desimal/pecahan. | Mampu menuliskan perkalian berulang bilangan bulat positif ke dalam bentuk pangkat dengan bimbingan, namun masih kesulitan pada basis pecahan atau pangkat bulat negatif. | Mampu menuliskan bilangan berpangkat bulat positif dan negatif dari perkalian berulang atau nilai desimal/pecahan dan sebaliknya secara mandiri dan tepat. | Mampu mengonversi berbagai bentuk perkalian berulang dan nilai desimal kompleks ke bentuk pangkat bulat serta mampu menjelaskan hubungan matematis antar-representasi tersebut secara runtut. |
TP 8.1.2: Membandingkan nilai antarbilangan berpangkat bulatIndikator Pencapaian: 1. Menentukan nilai dari dua atau lebih bilangan berpangkat bulat. 2. Membandingkan dan mengurutkan nilai antarbilangan berpangkat bulat menggunakan tanda pertidaksamaan (<, >, =). | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu menentukan nilai bilangan berpangkat bulat dan keliru mengalikan basis dengan eksponen saat membandingkan nilai. | Mampu membandingkan nilai bilangan berpangkat bulat jika memiliki basis yang sama atau nilai eksponen kecil dengan bantuan arahan guru. | Mampu menghitung, membandingkan, dan mengurutkan nilai antarbilangan berpangkat bulat (positif dan negatif) dengan tepat secara mandiri. | Mampu membandingkan nilai bilangan berpangkat bernilai besar secara efisien tanpa menghitung nilai akhirnya secara penuh (menggunakan manipulasi basis/eksponen) serta memberikan argumen logis. |
TP 8.1.3: Menerapkan operasi perkalian dan pembagian pada bilangan berpangkat bulatIndikator Pencapaian: 1. Menerapkan sifat perkalian bilangan berpangkat dengan basis yang sama. 2. Menerapkan sifat pembagian dan pemangkatan pada bilangan berpangkat bulat. | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu mengidentifikasi dan menerapkan sifat-sifat perkalian maupun pembagian pada bilangan berpangkat bulat. | Mampu menerapkan sifat perkalian dan pembagian bilangan berpangkat pada bentuk sederhana berpangkat positif dengan panduan tabel rumus. | Mampu menerapkan sifat perkalian, pembagian, dan pemangkatan pada bilangan berpangkat bulat (positif, nol, dan negatif) secara mandiri dan benar. | Mampu menyelesaikan soal operasi hitung campuran perkalian dan pembagian bilangan berpangkat dengan basis berbeda yang perlu disederhanakan terlebih dahulu secara cepat dan sistematis. |
TP 8.1.4: Menerapkan operasi penjumlahan dan pengurangan pada bilangan berpangkat bulatIndikator Pencapaian: 1. Menghitung hasil penjumlahan dan pengurangan bilangan berpangkat bulat dengan menentukan nilainya terlebih dahulu. 2. Menyederhanakan penjumlahan dan pengurangan bilangan berpangkat menggunakan sifat distributif (faktorisasi). | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu menghitung penjumlahan atau pengurangan bilangan berpangkat, serta sering melakukan miskonsepsi menjumlahkan/mengurangkan eksponen secara langsung. | Mampu menghitung penjumlahan dan pengurangan bilangan berpangkat bulat berukuran kecil setelah mengubahnya ke bentuk bilangan biasa dengan bantuan contoh. | Mampu melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan pada bilangan berpangkat bulat secara mandiri, termasuk memanfaatkan pengelompokan suku sejenis/faktorisasi sederhana. | Mampu menyelesaikan persoalan penjumlahan dan pengurangan bilangan berpangkat bernilai besar menggunakan teknik faktorisasi aljabar secara kreatif dan akurat. |
TP 8.1.5: Membandingkan nilai bilangan bentuk akarIndikator Pencapaian: 1. Mengestimasi nilai bilangan bentuk akar di antara dua bilangan bulat terdekat. 2. Membandingkan dan mengurutkan beberapa nilai bilangan bentuk akar menggunakan simbol perbandingan. | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu memperkirakan nilai bilangan bentuk akar atau membedakan bilangan rasional dengan bentuk akar. | Mampu mengestimasi letak nilai bentuk akar sederhana pada garis bilangan dengan bantuan bimbingan guru. | Mampu mengestimasi, membandingkan, dan mengurutkan nilai beberapa bilangan bentuk akar secara mandiri dengan tepat. | Mampu membandingkan nilai bentuk akar yang memuat koefisien di luar akar (misal: a√b) serta mengurutkannya secara tepat dengan strategi penyetaraan bentuk akar yang efisien. |
TP 8.1.6: Menerapkan operasi aritmatika pada bilangan bentuk akarIndikator Pencapaian: 1. Menyederhanakan bentuk akar kuadrat menjadi bentuk paling sederhana (a√b). 2. Menyelesaikan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, atau pembagian pada bilangan bentuk akar. | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu menyederhanakan bentuk akar kuadrat dan belum bisa mengoperasikan bentuk akar. | Mampu menyederhanakan bentuk akar sederhana dan menjumlahkan/mengurangkan bentuk akar yang sudah sejenis dengan bantuan langkah kerja. | Mampu menyederhanakan bentuk akar serta menyelesaikan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bentuk akar secara mandiri dan benar. | Mampu menyelesaikan operasi hitung campuran bentuk akar yang kompleks serta merasionalkan bentuk pecahan berpenyebut akar tunggal secara tepat dan sistematis. |
TP 8.1.7: Menuliskan bilangan dalam notasi ilmiah untuk menyatakan ukuran sangat besar dan sangat kecilIndikator Pencapaian: 1. Menuliskan bilangan bernilai sangat besar ke dalam notasi ilmiah baku (a × 10^n dengan 1 ≤ a < 10 dan n bilangan bulat positif) dan sebaliknya. 2. Menuliskan bilangan bernilai sangat kecil (desimal) ke dalam notasi ilmiah (a × 10^-n) dan sebaliknya. | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu memahami struktur notasi ilmiah atau keliru dalam menentukan nilai koefisien a dan tanda eksponen n. | Mampu menuliskan notasi ilmiah untuk bilangan sangat besar dengan bantuan panduan, tetapi masih kesulitan pada bilangan sangat kecil dengan eksponen negatif. | Mampu menuliskan bilangan bernilai sangat besar dan sangat kecil ke dalam bentuk notasi ilmiah maupun sebaliknya secara tepat dan mandiri. | Mampu menerapkan notasi ilmiah dalam menyelesaikan masalah kontekstual sains/kehidupan nyata serta mengoperasikan hitungan sederhana antar-bilangan notasi ilmiah. |
Bab 2 — Teorema PythagorasTP 8.2.1: Menunjukkan kebenaran teorema Pythagoras melalui pembuktian hubungan luas persegi pada sisi segitiga siku-sikuIndikator Pencapaian: 1. Mengidentifikasi sisi siku-siku dan hipotenusa pada segitiga siku-siku. 2. Membuktikan kebenaran teorema Pythagoras secara visual menggunakan hubungan luas tiga persegi yang menempel pada sisi-sisi segitiga siku-siku. | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu mengidentifikasi hipotenusa pada segitiga siku-siku dan belum memahami konsep hubungan luas persegi pada sisi-sisinya. | Mampu mengidentifikasi letak hipotenusa dan menyusun puzzle pembuktian luas persegi dengan panduan visual dari guru. | Mampu menunjukkan dan menjelaskan secara mandiri bahwa jumlah luas persegi pada kedua sisi siku-siku sama dengan luas persegi pada hipotenusa (a² + b² = c²). | Mampu mendemonstrasikan pembuktian teorema Pythagoras melalui lebih dari satu pendekatan visual/aljabar serta mampu mengomunikasikan logika pembuktiannya dengan jelas kepada teman sebaya. |
TP 8.2.2: Menggunakan teorema Pythagoras dalam menyelesaikan masalah penghitungan panjang sisi segitiga siku-sikuIndikator Pencapaian: 1. Mengidentifikasi hipotenusa dan sisi siku-siku pada segitiga siku-siku. 2. Menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika dua sisi lainnya diketahui menggunakan teorema Pythagoras. 3. Menerapkan teorema Pythagoras dalam pemecahan masalah geometri sederhana. | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu mengidentifikasi hipotenusa dengan tepat dan belum dapat menerapkan rumus teorema Pythagoras untuk menghitung panjang sisi segitiga siku-siku meski telah diberi bimbingan. | Mampu mengidentifikasi hipotenusa, namun masih sering keliru dalam memasukkan nilai ke dalam rumus Pythagoras atau melakukan perhitungan akar kuadrat sehingga memerlukan arahan guru. | Mampu menghitung panjang sisi segitiga siku-siku yang belum diketahui secara mandiri menggunakan teorema Pythagoras dengan prosedur perhitungan yang tepat. | Mampu menyelesaikan masalah penghitungan sisi segitiga siku-siku pada variasi konteks yang kompleks serta mampu membuktikan ketepatan hubungan antar sisi secara analitis. |
TP 8.2.3: Menjelaskan bilangan irasional yang dihasilkan dari penerapan teorema Pythagoras pada segitiga siku-sikuIndikator Pencapaian: 1. Menentukan panjang sisi segitiga siku-siku yang menghasilkan bentuk akar bukan kuadrat sempurna. 2. Menjelaskan karakteristik bilangan irasional yang diperoleh dari hasil perhitungan teorema Pythagoras. 3. Menentukan estimasi nilai pendekatan dari bilangan irasional tersebut pada garis bilangan. | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu mengenali bentuk akar kuadrat tak sempurna sebagai besaran panjang sisi segitiga siku-siku dan menganggap semua hasil harus berupa bilangan bulat. | Mampu mengenali bahwa hasil perhitungan merupakan bentuk akar, tetapi belum mampu menjelaskan alasan bentuk tersebut dikategorikan sebagai bilangan irasional tanpa panduan. | Mampu menjelaskan secara mandiri bahwa panjang sisi berbentuk akar kuadrat tak sempurna merupakan bilangan irasional dan mampu menentukan taksiran nilainya dengan tepat. | Mampu menjelaskan secara komprehensif konsep bilangan irasional melalui representasi visual/geometris segitiga siku-siku serta memposisikan letak perkiraannya pada garis bilangan secara presisi. |
TP 8.2.4: Menentukan jarak antara dua titik pada bidang koordinat Kartesius dengan menggunakan teorema PythagorasIndikator Pencapaian: 1. Menghitung selisih koordinat absis dan ordinat dari dua titik pada bidang Kartesius sebagai sisi-sisi segitiga siku-siku pembantu. 2. Menghitung jarak antara dua titik menggunakan prinsip teorema Pythagoras. 3. Menyelesaikan masalah posisi atau jarak tempuh pada bidang Kartesius. | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu mengaitkan selisih nilai koordinat absis dan ordinat dengan sisi-sisi segitiga siku-siku untuk mencari jarak dua titik. | Mampu menentukan selisih koordinat x dan y pada bidang Kartesius, namun membutuhkan bimbingan saat merumuskan dan menghitung jaraknya menggunakan teorema Pythagoras. | Mampu menghitung jarak antara dua titik pada bidang koordinat Kartesius secara mandiri dan benar dengan menerapkan teorema Pythagoras. | Mampu merumuskan formula umum jarak dua titik secara mandiri berbasis teorema Pythagoras serta menerapkannya dalam menyelesaikan masalah spasial kontekstual multi-titik. |
Bab 3 — Persamaan Linier Dan Pertidaksamaan Linier Satu VariabelTP 8.3.1: Menyatakan suatu situasi ke dalam bentuk aljabar berupa persamaan linear satu variabelIndikator Pencapaian: 1. Mengidentifikasi variabel dan konstanta dari situasi masalah verbal kontekstual. 2. Menyusun model matematika berupa persamaan linear satu variabel yang memuat relasi kesamaan (=). | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu mengidentifikasi kuantitas yang belum diketahui sebagai variabel dan kesulitan menyusun hubungan kesamaan dari teks situasi kontekstual. | Mampu menentukan variabel yang mewakili kuantitas tertentu, tetapi masih melakukan kekeliruan dalam menyusun operasi aljabar atau hubungan kesamaannya tanpa bantuan contoh. | Mampu menyatakan situasi atau masalah kalimat verbal ke dalam model persamaan linear satu variabel secara mandiri dan tepat. | Mampu memodelkan situasi kontekstual yang melibatkan hubungan bertingkat ke dalam persamaan linear satu variabel serta mampu memvalidasi model yang dibuat terhadap kondisi nyata. |
TP 8.3.2: Menyelesaikan persamaan linear satu variabel menggunakan sifat-sifat operasi aljabar yang ekuivalenIndikator Pencapaian: 1. Mengoperasikan penjumlahan atau pengurangan kedua ruas dengan bilangan yang sama untuk memperoleh persamaan ekuivalen. 2. Mengoperasikan perkalian atau pembagian kedua ruas dengan bilangan tak nol yang sama. 3. Menentukan nilai variabel yang memenuhi persamaan linear satu variabel. | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum memahami konsep kesetaraan ruas dan belum mampu menerapkan sifat operasi ekuivalen dalam menyelesaikan persamaan linear satu variabel. | Mampu menyelesaikan persamaan satu langkah sederhana, namun masih sering melakukan kekeliruan tanda operasi pada penyelesaian persamaan bertingkat jika tidak dibimbing. | Mampu menyelesaikan persamaan linear satu variabel multitahap secara mandiri dan runtut menggunakan sifat-sifat operasi aljabar yang ekuivalen. | Mampu menyelesaikan berbagai variasi bentuk persamaan linear satu variabel (termasuk pecahan dan tanda kurung/distributif) secara sistematis, efisien, dan memeriksa kebenaran hasil (uji solusi). |
TP 8.3.3: Menyelesaikan masalah dengan menggunakan persamaan linear satu variabelIndikator Pencapaian: 1. Menerjemahkan masalah kontekstual ke dalam bentuk persamaan linear satu variabel. 2. Menyelesaikan persamaan yang terbentuk untuk memperoleh nilai solusi matematis. 3. Menginterpretasikan nilai solusi kembali ke dalam konteks masalah semula. | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu menghubungkan informasi dalam masalah kontekstual ke dalam tahapan penyelesaian persamaan linear satu variabel. | Mampu membuat model aljabar dari masalah, tetapi masih mengalami hambatan pada proses penyelesaian persamaan atau lupa menarik kesimpulan akhir sesuai pertanyaan konteks. | Mampu memodelkan, menyelesaikan persamaan, dan menyimpulkan jawaban sesuai konteks masalah secara mandiri dan tepat. | Mampu menganalisis masalah kontekstual yang kompleks, menyelesaikan masalah dengan berbagai alternatif strategi, dan memberikan argumentasi rasional atas solusi yang diperoleh. |
TP 8.3.4: Menyatakan suatu situasi ke dalam bentuk aljabar berupa pertidaksamaan linear satu variabelIndikator Pencapaian: 1. Mengidentifikasi frasa penentu ketidaksamaan (seperti: 'maksimum', 'minimal', 'tidak lebih dari', 'sekurang-kurangnya') dalam suatu situasi. 2. Menentukan variabel dan menyusun model pertidaksamaan linear satu variabel dengan simbol ketidaksamaan (<, >, ≤, ≥) yang tepat. | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum dapat mengaitkan frasa pembatas dalam situasi kontekstual dengan simbol ketidaksamaan matematika yang sesuai. | Mampu menentukan variabel, tetapi masih sering keliru dalam memilih tanda ketidaksamaan (misal tertukar antara ≤ dengan < atau ≥) saat menyusun model aljabar. | Mampu menyatakan situasi kontekstual ke dalam bentuk pertidaksamaan linear satu variabel dengan simbol dan operasi matematika yang tepat secara mandiri. | Mampu memodelkan situasi kehidupan nyata yang memuat batasan majemuk atau implisit ke dalam pertidaksamaan linear satu variabel secara tepat disertai penjelasan makna setiap komponen model. |
TP 8.3.5: Menyelesaikan pertidaksamaan linear satu variabel menggunakan sifat-sifat operasi aljabar yang ekuivalenIndikator Pencapaian: 1. Menerapkan operasi ekuivalensi (tambah, kurang, kali, bagi) pada kedua ruas pertidaksamaan. 2. Menerapkan aturan pembalikan tanda ketidaksamaan saat kedua ruas dikalikan atau dibagi dengan bilangan negatif. 3. Menyajikan himpunan penyelesaian pertidaksamaan linear satu variabel pada garis bilangan. | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu menerapkan operasi ekuivalensi pada pertidaksamaan dan belum mengetahui aturan pembalikan tanda ketidaksamaan. | Mampu menyelesaikan pertidaksamaan sederhana, namun sering lupa membalikkan arah tanda ketidaksamaan saat membagi atau mengalikan ruas dengan bilangan negatif tanpa pengawasan. | Mampu menyelesaikan pertidaksamaan linear satu variabel secara runtut menggunakan sifat ekuivalen (termasuk operasi bilangan negatif) dan menyajikan solusinya dengan tepat. | Mampu menyelesaikan bentuk pertidaksamaan linear satu variabel yang rumit, menyajikan himpunan penyelesaian secara grafis dan notasi interval dengan sangat rapi, serta menguji validitas batas daerah solusi. |
TP 8.3.6: Menyelesaikan masalah kontekstual dengan menggunakan pertidaksamaan linear satu variabelIndikator Pencapaian: 1. Menerjemahkan situasi masalah kontekstual ke dalam model matematika berbentuk pertidaksamaan linear satu variabel (PtLSV) 2. Menentukan himpunan penyelesaian dari model pertidaksamaan linear satu variabel dengan menerapkan sifat-sifat operasi ketidaksamaan 3. Menafsirkan dan memvalidasi solusi pertidaksamaan dalam konteks permasalahan nyata yang diberikan | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu memodelkan situasi kontekstual ke dalam bentuk pertidaksamaan linear satu variabel dan belum mampu menentukan penyelesaian aljabarnya meskipun dengan bimbingan. | Mampu menyusun model pertidaksamaan linear satu variabel dari masalah kontekstual sederhana dengan bantuan guru, namun masih melakukan kekeliruan dalam prosedur aljabar (seperti lupa membalik tanda ketidaksamaan saat membagi/mengalikan dengan bilangan negatif) atau belum tepat menafsirkan maknanya. | Mampu secara mandiri menerjemahkan masalah kontekstual menjadi pertidaksamaan linear satu variabel, menentukan penyelesaian dengan prosedur yang tepat, serta menginterpretasikan maknanya sesuai batasan masalah nyata. | Mampu menyelesaikan masalah kontekstual kompleks atau multi-langkah menggunakan pertidaksamaan linear satu variabel secara mandiri, memvalidasi kelayakan solusi terhadap situasi nyata, serta menjelaskan variasi pendekatan penyelesaian kepada rekan sebaya. |
6. CATATANKKTP semester ini mencakup Bab 1 — Bilangan Berpangkat; Bab 2 — Teorema Pythagoras; Bab 3 — Persamaan Linier Dan Pertidaksamaan Linier Satu Variabel (total 17 TP). Satu rubrik per TP; gunakan ringkasan per bab untuk administrasi dan rubrik detail per bab untuk mengajar. |