ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP) MATEMATIKA 1. IDENTITAS| Mata Pelajaran | Matematika |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 7 |
|---|
| Semester | Semester 1 |
|---|
| Total JP | 66 JP |
|---|
| Jumlah Bab | 3 bab |
|---|
| Total Pertemuan | 33 pertemuan |
|---|
| Total Tujuan Pembelajaran | 66 TP |
|---|
2. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)Murid mampu membaca, menulis, membandingkan, dan melakukan operasi aritmatika pada bilangan bulat dan bilangan rasional; menggunakan rasio (skala, proporsi, dan laju perubahan) dalam penyelesaian masalah; serta memberikan estimasi dalam menyelesaikan masalah termasuk literasi finansial. 3. ALUR TUJUAN PEMBELAJARANKode TP: Bab.Pertemuan.Urutan TP Bab 1 — Bilangan Bulat (24 JP)| Pert. | Topik | Kode TP | Tujuan Pembelajaran | JP |
|---|
| 1 | Pengertian Bilangan Bulat dan Garis Bilangan | TP 1.1.1 TP 1.1.2 | Murid dapat menjelaskan pengertian bilangan bulat positif, nol, dan bilangan bulat negatif dengan memodelkannya pada konteks nyata seperti suhu dan ketinggian. (Bilangan) Murid dapat meletakkan bilangan bulat pada garis bilangan dengan menentukan arah dan jarak dari titik nol secara tepat. (Bilangan) | 2 | | 2 | Membandingkan dan Mengurutkan Bilangan Bulat | TP 1.2.1 TP 1.2.2 | Murid dapat membandingkan dua bilangan bulat menggunakan tanda lebih dari (>) dan kurang dari (<) dengan bantuan garis bilangan. (Bilangan) Murid dapat mengurutkan sekumpulan bilangan bulat dari terkecil ke terbesar atau sebaliknya dan menuliskan notasinya dengan tepat. (Bilangan) | 2 | | 3 | Invers Penjumlahan dan Penjumlahan Bilangan Bulat | TP 1.3.1 TP 1.3.2 | Murid dapat mengenal dan menggunakan hubungan antara bilangan bulat dan kebalikannya (invers penjumlahan) untuk menyelesaikan masalah. (Bilangan) Murid dapat menentukan hasil penjumlahan bilangan bulat positif dan negatif menggunakan garis bilangan maupun aturan operasi hitung. (Bilangan) | 2 | | 4 | Pengurangan Bilangan Bulat | TP 1.4.1 TP 1.4.2 | Murid dapat menentukan hasil pengurangan bilangan bulat, termasuk pengurangan yang melibatkan bilangan bulat negatif. (Bilangan) Murid dapat menghubungkan operasi pengurangan bilangan bulat dengan konsep invers penjumlahan untuk menyelesaikan masalah kontekstual. (Bilangan) | 2 | | 5 | Perkalian Bilangan Bulat | TP 1.5.1 TP 1.5.2 | Murid dapat menentukan hasil perkalian bilangan bulat dengan memahami aturan tanda (positif × positif, positif × negatif, negatif × negatif). (Bilangan) Murid dapat menggunakan sifat komutatif dan asosiatif pada operasi perkalian bilangan bulat untuk menyederhanakan perhitungan. (Bilangan) | 2 | | 6 | Pembagian Bilangan Bulat | TP 1.6.1 TP 1.6.2 | Murid dapat menentukan hasil pembagian bilangan bulat dengan memahami aturan tanda hasil pembagian. (Bilangan) Murid dapat menyelesaikan masalah kontekstual sederhana yang melibatkan operasi campuran penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bilangan bulat. (Bilangan) | 2 | | 7 | Faktor dan Faktor Persekutuan Bilangan Bulat | TP 1.7.1 TP 1.7.2 | Murid dapat menentukan semua faktor dari suatu bilangan bulat positif melalui konsep pasangan faktor. (Bilangan) Murid dapat menentukan faktor persekutuan dari dua bilangan bulat positif. (Bilangan) | 2 | | 8 | Bilangan Prima dan Faktorisasi Prima | TP 1.8.1 TP 1.8.2 | Murid dapat mengidentifikasi bilangan prima dan menjelaskan fakta bahwa setiap bilangan cacah lebih dari 1 dapat ditulis tepat satu cara sebagai hasil kali bilangan prima. (Bilangan) Murid dapat menentukan faktorisasi prima suatu bilangan bulat positif menggunakan pohon faktor. (Bilangan) | 2 | | 9 | FPB (Faktor Persekutuan Terbesar) | TP 1.9.1 TP 1.9.2 | Murid dapat menentukan FPB dari dua bilangan bulat positif menggunakan faktorisasi prima. (Bilangan) Murid dapat menyelesaikan masalah kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan FPB bilangan bulat. (Bilangan) | 2 | | 10 | KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil) | TP 1.10.1 TP 1.10.2 | Murid dapat menentukan KPK dari dua bilangan bulat positif menggunakan faktorisasi prima. (Bilangan) Murid dapat menyelesaikan masalah kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan KPK bilangan bulat. (Bilangan) | 2 | | 11 | Penyelesaian Masalah Kontekstual Bilangan Bulat | TP 1.11.1 TP 1.11.2 | Murid dapat menyelesaikan masalah kontekstual kehidupan sehari-hari yang melibatkan operasi hitung campuran bilangan bulat (penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian). (Bilangan) Murid dapat memberikan estimasi atau perkiraan hasil operasi bilangan bulat dalam konteks masalah nyata seperti keuangan sederhana dan pengukuran. (Bilangan) | 2 | | 12 | Asesmen Sumatif Bab 1: Bilangan Bulat | TP 1.12.1 TP 1.12.2 | Murid dapat menunjukkan penguasaan kompetensi membaca, menulis, membandingkan, dan melakukan operasi hitung bilangan bulat (penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian) melalui asesmen sumatif. (Bilangan) Murid dapat menunjukkan kemampuan menentukan faktor, faktorisasi prima, FPB, dan KPK serta menerapkannya dalam penyelesaian masalah melalui asesmen sumatif. (Bilangan) | 2 |
Bab 2 — Bilangan Rasional (22 JP)| Pert. | Topik | Kode TP | Tujuan Pembelajaran | JP |
|---|
| 1 | Bilangan di Antara Dua Bilangan Bulat dan Pengenalan Bilangan Rasional | TP 2.1.1 TP 2.1.2 | Murid dapat mengenali adanya bilangan lain di antara dua bilangan bulat dan menyebutkan contohnya dalam konteks kehidupan sehari-hari (suhu, kecepatan internet). (Bilangan) Murid dapat menjelaskan pengertian bilangan rasional sebagai bilangan yang dapat dinyatakan dalam bentuk a/b dengan a dan b bilangan bulat serta b ≠ 0. (Bilangan) | 2 | | 2 | Menyatakan Bilangan Rasional dalam Bentuk Pecahan | TP 2.2.1 TP 2.2.2 | Murid dapat mengidentifikasi suatu bilangan (bilangan bulat, pecahan biasa, pecahan campuran) sebagai bilangan rasional dengan menuliskannya dalam bentuk a/b. (Bilangan) Murid dapat menentukan berbagai bentuk pecahan a/b yang ekuivalen untuk menyatakan satu nilai bilangan rasional yang sama. (Bilangan) | 2 | | 3 | Menyatakan Bilangan Rasional dalam Bentuk Desimal dan Sistem Bilangan Real | TP 2.3.1 TP 2.3.2 | Murid dapat mengubah bilangan rasional dari bentuk pecahan a/b ke bentuk desimal (desimal terbatas atau desimal berulang tak terbatas). (Bilangan) Murid dapat membedakan bilangan rasional dan bilangan irasional berdasarkan sifat bentuk desimalnya, serta menggambarkan hubungan jenis-jenis bilangan dalam diagram Venn sistem bilangan Real. (Bilangan) | 2 | | 4 | Menaksir Nilai dan Membandingkan Bilangan Rasional pada Garis Bilangan | TP 2.4.1 TP 2.4.2 | Murid dapat menaksir (estimasi) nilai suatu bilangan rasional dan meletakkannya pada garis bilangan dengan tepat. (Bilangan) Murid dapat membandingkan dua bilangan rasional (dalam bentuk pecahan maupun desimal) menggunakan tanda <, >, atau = dengan menyamakan penyebut atau memperhatikan nilai tempat. (Bilangan) | 2 | | 5 | Mengurutkan Bilangan Rasional | TP 2.5.1 TP 2.5.2 | Murid dapat mengurutkan sekumpulan bilangan rasional (positif, negatif, pecahan, dan desimal) dari yang terkecil ke terbesar atau sebaliknya. (Bilangan) Murid dapat menempatkan urutan bilangan rasional pada garis bilangan untuk memvisualisasikan posisi relatif setiap bilangan. (Bilangan) | 2 | | 6 | Estimasi Hasil Operasi Hitung Bilangan Rasional | TP 2.6.1 TP 2.6.2 | Murid dapat melakukan estimasi hasil penjumlahan dan pengurangan bilangan rasional menggunakan bilangan bulat terdekat sebelum menghitung secara tepat. (Bilangan) Murid dapat melakukan estimasi hasil perkalian dan pembagian bilangan rasional dalam konteks masalah kontekstual sederhana untuk menentukan kewajaran jawaban. (Bilangan) | 2 | | 7 | Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Rasional | TP 2.7.1 TP 2.7.2 | Murid dapat menentukan hasil penjumlahan dan pengurangan bilangan rasional dalam bentuk pecahan (berpenyebut sama maupun berbeda) secara prosedural. (Bilangan) Murid dapat menentukan hasil penjumlahan dan pengurangan bilangan rasional dalam bentuk desimal dengan memperhatikan nilai tempat. (Bilangan) | 2 | | 8 | Perkalian dan Pembagian Bilangan Rasional | TP 2.8.1 TP 2.8.2 | Murid dapat menentukan hasil perkalian bilangan rasional dalam bentuk pecahan dan desimal secara prosedural. (Bilangan) Murid dapat menentukan hasil pembagian bilangan rasional dalam bentuk pecahan dan desimal dengan menggunakan konsep invers perkalian. (Bilangan) | 2 | | 9 | Operasi Hitung Campuran Bilangan Rasional | TP 2.9.1 TP 2.9.2 | Murid dapat menyelesaikan operasi hitung campuran (penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian) bilangan rasional dengan memperhatikan urutan operasi yang benar. (Bilangan) Murid dapat menggunakan sifat komutatif, asosiatif, dan distributif pada operasi hitung bilangan rasional untuk menyederhanakan perhitungan. (Bilangan) | 2 | | 10 | Pemecahan Masalah Kontekstual yang Melibatkan Bilangan Rasional | TP 2.10.1 TP 2.10.2 | Murid dapat memecahkan masalah kontekstual (termasuk berkaitan dengan literasi finansial) yang melibatkan operasi hitung bilangan rasional dengan memilih operasi yang tepat berdasarkan kata kunci masalah. (Bilangan) Murid dapat memberikan estimasi/perkiraan solusi dan memeriksa kewajaran hasil penyelesaian masalah kontekstual yang melibatkan bilangan rasional. (Bilangan) | 2 | | 11 | Asesmen Sumatif Bab 2: Bilangan Rasional | TP 2.11.1 TP 2.11.2 | Murid dapat menunjukkan pemahaman menyeluruh tentang pengertian, perbandingan, dan urutan bilangan rasional melalui asesmen tertulis. (Bilangan) Murid dapat mendemonstrasikan kemampuan melakukan operasi hitung (penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian) bilangan rasional serta penerapannya dalam penyelesaian masalah kontekstual melalui asesmen tertulis. (Bilangan) | 2 |
Bab 3 — Rasio (20 JP)| Pert. | Topik | Kode TP | Tujuan Pembelajaran | JP |
|---|
| 1 | Pengantar Konsep Rasio: Perbandingan Multiplikatif vs Aditif | TP 3.1.1 TP 3.1.2 | Murid dapat menjelaskan pengertian rasio sebagai perbandingan secara perkalian (multiplikatif) antara dua besaran. (Bilangan) Murid dapat membedakan perbandingan secara penjumlahan (selisih) dan perbandingan secara perkalian (rasio) dari situasi nyata. (Bilangan) | 2 | | 2 | Bentuk-Bentuk Rasio: Pecahan, Persen, dan Notasi a:b | TP 3.2.1 TP 3.2.2 | Murid dapat menyatakan rasio dalam berbagai bentuk, yaitu notasi a:b, pecahan, dan persen, serta menjelaskan hubungan antar bentuk tersebut. (Bilangan) Murid dapat membaca dan menulis rasio dari situasi sehari-hari menggunakan bentuk yang sesuai. (Bilangan) | 2 | | 3 | Rasio Ekuivalen dan Penyederhanaan Rasio | TP 3.3.1 TP 3.3.2 | Murid dapat menentukan rasio ekuivalen dengan cara mengalikan atau membagi kedua suku rasio dengan bilangan yang sama. (Bilangan) Murid dapat menyederhanakan rasio ke bentuk paling sederhana dan menggunakannya dalam penyelesaian masalah kontekstual. (Bilangan) | 2 | | 4 | Penerapan Konsep Rasio dalam Kehidupan Sehari-hari | TP 3.4.1 TP 3.4.2 | Murid dapat menggunakan konsep rasio untuk menyelesaikan masalah kontekstual, seperti perbandingan bahan dalam resep, campuran warna, atau komposisi larutan. (Bilangan) Murid dapat membandingkan dua rasio untuk menentukan komposisi yang lebih besar atau lebih kecil dalam suatu situasi nyata. (Bilangan) | 2 | | 5 | Konsep Proporsi dan Hubungannya dengan Rasio Ekuivalen | TP 3.5.1 TP 3.5.2 | Murid dapat menjelaskan konsep proporsi sebagai pernyataan kesetaraan dua rasio dan menghubungkannya dengan konsep rasio ekuivalen. (Bilangan) Murid dapat menentukan nilai yang tidak diketahui dalam suatu proporsi untuk menyelesaikan masalah sehari-hari. (Bilangan) | 2 | | 6 | Faktor Skala dan Penerapannya pada Gambar/Peta | TP 3.6.1 TP 3.6.2 | Murid dapat menjelaskan konsep faktor skala sebagai rasio antara ukuran gambar/model dengan ukuran sesungguhnya. (Bilangan) Murid dapat menggunakan faktor skala untuk menghitung ukuran sesungguhnya atau ukuran gambar pada peta, denah, dan model berskala. (Bilangan) | 2 | | 7 | Pengaruh Skala Proporsional terhadap Ukuran Bangun Datar | TP 3.7.1 TP 3.7.2 | Murid dapat menjelaskan pengaruh perubahan skala secara proporsional terhadap panjang sisi dan luas bangun datar. (Pengukuran) Murid dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan perubahan ukuran bangun datar secara proporsional menggunakan faktor skala. (Pengukuran) | 2 | | 8 | Laju Perubahan Satuan sebagai Rasio | TP 3.8.1 TP 3.8.2 | Murid dapat menjelaskan konsep laju perubahan satuan sebagai rasio antara dua besaran berbeda satuan, seperti kecepatan (km/jam) dan harga satuan (Rp/unit). (Bilangan) Murid dapat menghitung laju perubahan satuan dari data yang diberikan dan menginterpretasikan maknanya dalam konteks nyata. (Bilangan) | 2 | | 9 | Penerapan Laju Perubahan Satuan dalam Pengambilan Keputusan | TP 3.9.1 TP 3.9.2 | Murid dapat menggunakan laju perubahan satuan untuk membandingkan dua pilihan atau lebih dan mengambil keputusan yang tepat dalam situasi kontekstual. (Bilangan) Murid dapat menyelesaikan masalah yang melibatkan rasio dengan satuan berbeda, termasuk masalah yang berkaitan dengan literasi finansial seperti perbandingan harga per satuan. (Bilangan) | 2 | | 10 | Asesmen Sumatif Bab 3: Rasio | TP 3.10.1 TP 3.10.2 | Murid dapat mendemonstrasikan pemahaman menyeluruh tentang konsep rasio, rasio ekuivalen, proporsi, skala, dan laju perubahan satuan melalui penyelesaian soal asesmen sumatif. (Bilangan) Murid dapat menggunakan rasio dalam berbagai bentuk (skala, proporsi, dan laju perubahan) untuk menyelesaikan masalah kontekstual secara mandiri. (Bilangan) | 2 |
|