| 1 | — | Murid dapat menjelaskan pengertian bilangan bulat positif, nol, dan bilangan bulat negatif dengan memodelkannya pada konteks nyata seperti suhu dan ketinggian. | 3 |
| 2 | — | Murid dapat meletakkan bilangan bulat pada garis bilangan dengan menentukan arah dan jarak dari titik nol secara tepat. | 3 |
| 3 | — | Murid dapat membandingkan dua bilangan bulat menggunakan tanda lebih dari (>) dan kurang dari (<) dengan bantuan garis bilangan. | 3 |
| 4 | — | Murid dapat mengurutkan sekumpulan bilangan bulat dari terkecil ke terbesar atau sebaliknya dan menuliskan notasinya dengan tepat. | 3 |
| 5 | — | Murid dapat mengenal dan menggunakan hubungan antara bilangan bulat dan kebalikannya (invers penjumlahan) untuk menyelesaikan masalah. | 3 |
| 6 | — | Murid dapat menentukan hasil penjumlahan bilangan bulat positif dan negatif menggunakan garis bilangan maupun aturan operasi hitung. | 3 |
| 7 | — | Murid dapat menentukan hasil pengurangan bilangan bulat, termasuk pengurangan yang melibatkan bilangan bulat negatif. | 3 |
| 8 | — | Murid dapat menghubungkan operasi pengurangan bilangan bulat dengan konsep invers penjumlahan untuk menyelesaikan masalah kontekstual. | 3 |
| 9 | — | Murid dapat menentukan hasil perkalian bilangan bulat dengan memahami aturan tanda (positif × positif, positif × negatif, negatif × negatif). | 3 |
| 10 | — | Murid dapat menggunakan sifat komutatif dan asosiatif pada operasi perkalian bilangan bulat untuk menyederhanakan perhitungan. | 3 |
| 11 | — | Murid dapat menentukan hasil pembagian bilangan bulat dengan memahami aturan tanda hasil pembagian. | 3 |
| 12 | — | Murid dapat menyelesaikan masalah kontekstual sederhana yang melibatkan operasi campuran penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bilangan bulat. | 3 |
| 13 | — | Murid dapat menentukan semua faktor dari suatu bilangan bulat positif melalui konsep pasangan faktor. | 3 |
| 14 | — | Murid dapat menentukan faktor persekutuan dari dua bilangan bulat positif. | 3 |
| 15 | — | Murid dapat mengidentifikasi bilangan prima dan menjelaskan fakta bahwa setiap bilangan cacah lebih dari 1 dapat ditulis tepat satu cara sebagai hasil kali bilangan prima. | 3 |
| 16 | — | Murid dapat menentukan faktorisasi prima suatu bilangan bulat positif menggunakan pohon faktor. | 3 |
| 17 | — | Murid dapat menentukan FPB dari dua bilangan bulat positif menggunakan faktorisasi prima. | 3 |
| 18 | — | Murid dapat menyelesaikan masalah kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan FPB bilangan bulat. | 3 |
| 19 | — | Murid dapat menentukan KPK dari dua bilangan bulat positif menggunakan faktorisasi prima. | 3 |
| 20 | — | Murid dapat menyelesaikan masalah kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan KPK bilangan bulat. | 3 |
| 21 | — | Murid dapat menyelesaikan masalah kontekstual kehidupan sehari-hari yang melibatkan operasi hitung campuran bilangan bulat (penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian). | 3 |
| 22 | — | Murid dapat memberikan estimasi atau perkiraan hasil operasi bilangan bulat dalam konteks masalah nyata seperti keuangan sederhana dan pengukuran. | 3 |
| 23 | — | Murid dapat menunjukkan penguasaan kompetensi membaca, menulis, membandingkan, dan melakukan operasi hitung bilangan bulat (penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian) melalui asesmen sumatif. | 3 |
| 24 | — | Murid dapat menunjukkan kemampuan menentukan faktor, faktorisasi prima, FPB, dan KPK serta menerapkannya dalam penyelesaian masalah melalui asesmen sumatif. | 3 |
| 25 | — | Murid dapat mengenali adanya bilangan lain di antara dua bilangan bulat dan menyebutkan contohnya dalam konteks kehidupan sehari-hari (suhu, kecepatan internet). | 3 |
| 26 | — | Murid dapat menjelaskan pengertian bilangan rasional sebagai bilangan yang dapat dinyatakan dalam bentuk a/b dengan a dan b bilangan bulat serta b ≠ 0. | 3 |
| 27 | — | Murid dapat mengidentifikasi suatu bilangan (bilangan bulat, pecahan biasa, pecahan campuran) sebagai bilangan rasional dengan menuliskannya dalam bentuk a/b. | 3 |
| 28 | — | Murid dapat menentukan berbagai bentuk pecahan a/b yang ekuivalen untuk menyatakan satu nilai bilangan rasional yang sama. | 3 |
| 29 | — | Murid dapat mengubah bilangan rasional dari bentuk pecahan a/b ke bentuk desimal (desimal terbatas atau desimal berulang tak terbatas). | 3 |
| 30 | — | Murid dapat membedakan bilangan rasional dan bilangan irasional berdasarkan sifat bentuk desimalnya, serta menggambarkan hubungan jenis-jenis bilangan dalam diagram Venn sistem bilangan Real. | 3 |
| 31 | — | Murid dapat menaksir (estimasi) nilai suatu bilangan rasional dan meletakkannya pada garis bilangan dengan tepat. | 3 |
| 32 | — | Murid dapat membandingkan dua bilangan rasional (dalam bentuk pecahan maupun desimal) menggunakan tanda <, >, atau = dengan menyamakan penyebut atau memperhatikan nilai tempat. | 3 |
| 33 | — | Murid dapat mengurutkan sekumpulan bilangan rasional (positif, negatif, pecahan, dan desimal) dari yang terkecil ke terbesar atau sebaliknya. | 3 |
| 34 | — | Murid dapat menempatkan urutan bilangan rasional pada garis bilangan untuk memvisualisasikan posisi relatif setiap bilangan. | 3 |
| 35 | — | Murid dapat melakukan estimasi hasil penjumlahan dan pengurangan bilangan rasional menggunakan bilangan bulat terdekat sebelum menghitung secara tepat. | 3 |
| 36 | — | Murid dapat melakukan estimasi hasil perkalian dan pembagian bilangan rasional dalam konteks masalah kontekstual sederhana untuk menentukan kewajaran jawaban. | 3 |
| 37 | — | Murid dapat menentukan hasil penjumlahan dan pengurangan bilangan rasional dalam bentuk pecahan (berpenyebut sama maupun berbeda) secara prosedural. | 3 |
| 38 | — | Murid dapat menentukan hasil penjumlahan dan pengurangan bilangan rasional dalam bentuk desimal dengan memperhatikan nilai tempat. | 3 |
| 39 | — | Murid dapat menentukan hasil perkalian bilangan rasional dalam bentuk pecahan dan desimal secara prosedural. | 3 |
| 40 | — | Murid dapat menentukan hasil pembagian bilangan rasional dalam bentuk pecahan dan desimal dengan menggunakan konsep invers perkalian. | 3 |
| 41 | — | Murid dapat menyelesaikan operasi hitung campuran (penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian) bilangan rasional dengan memperhatikan urutan operasi yang benar. | 3 |
| 42 | — | Murid dapat menggunakan sifat komutatif, asosiatif, dan distributif pada operasi hitung bilangan rasional untuk menyederhanakan perhitungan. | 3 |
| 43 | — | Murid dapat memecahkan masalah kontekstual (termasuk berkaitan dengan literasi finansial) yang melibatkan operasi hitung bilangan rasional dengan memilih operasi yang tepat berdasarkan kata kunci masalah. | 3 |
| 44 | — | Murid dapat memberikan estimasi/perkiraan solusi dan memeriksa kewajaran hasil penyelesaian masalah kontekstual yang melibatkan bilangan rasional. | 3 |
| 45 | — | Murid dapat menunjukkan pemahaman menyeluruh tentang pengertian, perbandingan, dan urutan bilangan rasional melalui asesmen tertulis. | 3 |
| 46 | — | Murid dapat mendemonstrasikan kemampuan melakukan operasi hitung (penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian) bilangan rasional serta penerapannya dalam penyelesaian masalah kontekstual melalui asesmen tertulis. | 3 |
| 47 | — | Murid dapat menjelaskan pengertian rasio sebagai perbandingan secara perkalian (multiplikatif) antara dua besaran. | 3 |
| 48 | — | Murid dapat membedakan perbandingan secara penjumlahan (selisih) dan perbandingan secara perkalian (rasio) dari situasi nyata. | 3 |
| 49 | — | Murid dapat menyatakan rasio dalam berbagai bentuk, yaitu notasi a:b, pecahan, dan persen, serta menjelaskan hubungan antar bentuk tersebut. | 3 |
| 50 | — | Murid dapat membaca dan menulis rasio dari situasi sehari-hari menggunakan bentuk yang sesuai. | 3 |
| 51 | — | Murid dapat menentukan rasio ekuivalen dengan cara mengalikan atau membagi kedua suku rasio dengan bilangan yang sama. | 3 |
| 52 | — | Murid dapat menyederhanakan rasio ke bentuk paling sederhana dan menggunakannya dalam penyelesaian masalah kontekstual. | 3 |
| 53 | — | Murid dapat menggunakan konsep rasio untuk menyelesaikan masalah kontekstual, seperti perbandingan bahan dalam resep, campuran warna, atau komposisi larutan. | 3 |
| 54 | — | Murid dapat membandingkan dua rasio untuk menentukan komposisi yang lebih besar atau lebih kecil dalam suatu situasi nyata. | 3 |
| 55 | — | Murid dapat menjelaskan konsep proporsi sebagai pernyataan kesetaraan dua rasio dan menghubungkannya dengan konsep rasio ekuivalen. | 3 |
| 56 | — | Murid dapat menentukan nilai yang tidak diketahui dalam suatu proporsi untuk menyelesaikan masalah sehari-hari. | 3 |
| 57 | — | Murid dapat menjelaskan konsep faktor skala sebagai rasio antara ukuran gambar/model dengan ukuran sesungguhnya. | 3 |
| 58 | — | Murid dapat menggunakan faktor skala untuk menghitung ukuran sesungguhnya atau ukuran gambar pada peta, denah, dan model berskala. | 3 |
| 59 | — | Murid dapat menjelaskan pengaruh perubahan skala secara proporsional terhadap panjang sisi dan luas bangun datar. | 3 |
| 60 | — | Murid dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan perubahan ukuran bangun datar secara proporsional menggunakan faktor skala. | 3 |
| 61 | — | Murid dapat menjelaskan konsep laju perubahan satuan sebagai rasio antara dua besaran berbeda satuan, seperti kecepatan (km/jam) dan harga satuan (Rp/unit). | 3 |
| 62 | — | Murid dapat menghitung laju perubahan satuan dari data yang diberikan dan menginterpretasikan maknanya dalam konteks nyata. | 3 |
| 63 | — | Murid dapat menggunakan laju perubahan satuan untuk membandingkan dua pilihan atau lebih dan mengambil keputusan yang tepat dalam situasi kontekstual. | 3 |
| 64 | — | Murid dapat menyelesaikan masalah yang melibatkan rasio dengan satuan berbeda, termasuk masalah yang berkaitan dengan literasi finansial seperti perbandingan harga per satuan. | 3 |
| 65 | — | Murid dapat mendemonstrasikan pemahaman menyeluruh tentang konsep rasio, rasio ekuivalen, proporsi, skala, dan laju perubahan satuan melalui penyelesaian soal asesmen sumatif. | 3 |
| 66 | — | Murid dapat menggunakan rasio dalam berbagai bentuk (skala, proporsi, dan laju perubahan) untuk menyelesaikan masalah kontekstual secara mandiri. | 3 |