ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP) MATEMATIKA 1. IDENTITAS| Mata Pelajaran | Matematika |
|---|
| Fase / Kelas | Fase C / Kelas 5 |
|---|
| Semester | Semester 1 |
|---|
| Total JP | 80 JP |
|---|
| Jumlah Bab | 5 bab |
|---|
| Total Pertemuan | 40 pertemuan |
|---|
| Total Tujuan Pembelajaran | 77 TP |
|---|
2. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)Murid mampu menunjukkan pemahaman bilangan cacah sampai 100.000 (membaca, menulis, nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, komposisi, dekomposisi, dan operasi hitung); menyelesaikan masalah KPK dan FPB; membandingkan, mengurutkan, dan mengoperasikan bilangan pecahan; serta menentukan keliling dan luas berbagai bangun datar dan gabungannya. 3. ALUR TUJUAN PEMBELAJARANKode TP: Bab.Pertemuan.Urutan TP Bab 1 — Bilangan Cacah Sampai 100.000 (18 JP)| Pert. | Topik | Kode TP | Tujuan Pembelajaran | JP |
|---|
| 1 | Membaca dan Menulis Bilangan Cacah Sampai 100.000 | TP 1.1.1 TP 1.1.2 | Murid dapat membaca bilangan cacah sampai 100.000 dengan benar melalui konteks kehidupan sehari-hari. (Bilangan) Murid dapat menulis bilangan cacah sampai 100.000 dalam bentuk angka dan kata-kata dengan tepat. (Bilangan) | 2 | | 2 | Menentukan Nilai Tempat Bilangan Cacah Sampai 100.000 | TP 1.2.1 TP 1.2.2 | Murid dapat menentukan nilai tempat (satuan, puluhan, ratusan, ribuan, puluhan ribu) dari setiap angka dalam suatu bilangan cacah sampai 100.000. (Bilangan) Murid dapat menjelaskan nilai setiap digit bilangan cacah sampai 100.000 berdasarkan posisi nilai tempatnya. (Bilangan) | 2 | | 3 | Membandingkan dan Mengurutkan Bilangan Cacah Sampai 100.000 | TP 1.3.1 TP 1.3.2 | Murid dapat membandingkan dua bilangan cacah sampai 100.000 menggunakan tanda <, >, atau = dengan tepat. (Bilangan) Murid dapat mengurutkan beberapa bilangan cacah sampai 100.000 dari terkecil ke terbesar atau sebaliknya. (Bilangan) | 2 | | 4 | Komposisi dan Dekomposisi Bilangan Cacah Sampai 100.000 | TP 1.4.1 TP 1.4.2 | Murid dapat menyusun (komposisi) bilangan cacah sampai 100.000 dari beberapa nilai tempat yang diberikan. (Bilangan) Murid dapat menguraikan (dekomposisi) bilangan cacah sampai 100.000 menjadi bentuk penjumlahan berdasarkan nilai tempatnya. (Bilangan) | 2 | | 5 | Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Cacah Sampai 100.000 | TP 1.5.1 TP 1.5.2 | Murid dapat menghitung penjumlahan dua bilangan cacah sampai 100.000 dengan teknik menyimpan secara tepat. (Bilangan) Murid dapat menghitung pengurangan dua bilangan cacah sampai 100.000 dengan teknik meminjam secara tepat. (Bilangan) | 2 | | 6 | Perkalian Bilangan Cacah Sampai 100.000 | TP 1.6.1 TP 1.6.2 | Murid dapat menghitung perkalian bilangan cacah yang hasilnya sampai 100.000 menggunakan berbagai strategi perhitungan. (Bilangan) Murid dapat menemukan nilai yang belum diketahui dalam kalimat matematika perkalian yang melibatkan bilangan cacah sampai 100.000. (Aljabar) | 2 | | 7 | Pembagian Bilangan Cacah Sampai 100.000 | TP 1.7.1 TP 1.7.2 | Murid dapat menghitung pembagian bilangan cacah sampai 100.000 dengan berbagai strategi perhitungan secara tepat. (Bilangan) Murid dapat menemukan nilai yang belum diketahui dalam kalimat matematika pembagian yang melibatkan bilangan cacah sampai 100.000. (Aljabar) | 2 | | 8 | Pemecahan Masalah Sehari-hari yang Berkaitan dengan Bilangan Cacah Sampai 100.000 | TP 1.8.1 TP 1.8.2 | Murid dapat memecahkan masalah kontekstual sehari-hari yang melibatkan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bilangan cacah sampai 100.000. (Bilangan) Murid dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan uang menggunakan konsep bilangan cacah sampai 100.000. (Bilangan) | 2 | | 9 | Asesmen Sumatif Bab 1: Bilangan Cacah Sampai 100.000 | TP 1.9.1 TP 1.9.2 | Murid dapat menunjukkan pemahaman menyeluruh tentang membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi dan dekomposisi bilangan cacah sampai 100.000. (Bilangan) Murid dapat menyelesaikan soal operasi hitung (penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian) dan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan bilangan cacah sampai 100.000. (Bilangan) | 2 |
Bab 2 — KPK dan FPB (22 JP)| Pert. | Topik | Kode TP | Tujuan Pembelajaran | JP |
|---|
| 1 | Kelipatan Bilangan | TP 2.1.1 | Melalui permainan tepuk bilangan kelipatan, murid dapat menentukan kelipatan suatu bilangan cacah dengan benar. (Bilangan) | 2 | | 2 | Kelipatan Persekutuan Dua Bilangan | TP 2.2.1 TP 2.2.2 | Melalui eksplorasi kelipatan dua bilangan, murid dapat menentukan kelipatan persekutuan dari dua bilangan cacah dengan tepat. (Bilangan) Melalui diskusi kelompok, murid dapat membandingkan kelipatan dua bilangan untuk menemukan kelipatan yang sama (persekutuan). (Bilangan) | 2 | | 3 | Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) | TP 2.3.1 TP 2.3.2 | Melalui penemuan terbimbing, murid dapat menentukan Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dari dua bilangan atau lebih dengan benar. (Bilangan) Melalui tanya jawab, murid dapat menjelaskan pengertian KPK sebagai kelipatan persekutuan yang paling kecil dari dua bilangan atau lebih. (Bilangan) | 2 | | 4 | Aplikasi KPK dalam Masalah Sehari-hari | TP 2.4.1 TP 2.4.2 | Melalui pemecahan masalah kontekstual, murid dapat menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan KPK secara tepat. (Bilangan) Melalui diskusi kelompok, murid dapat membuat kesimpulan dari penyelesaian masalah yang berkaitan dengan KPK. (Bilangan) | 2 | | 5 | Faktor Bilangan | TP 2.5.1 | Melalui aktivitas memotong kertas berpetak, murid dapat menentukan faktor dari suatu bilangan cacah dengan benar. (Bilangan) | 2 | | 6 | Faktor Persekutuan Dua Bilangan | TP 2.6.1 TP 2.6.2 | Melalui eksplorasi faktor dua bilangan, murid dapat menentukan faktor persekutuan dari dua bilangan cacah atau lebih dengan tepat. (Bilangan) Melalui diskusi kelompok, murid dapat membandingkan faktor dua bilangan untuk menemukan faktor yang sama (persekutuan). (Bilangan) | 2 | | 7 | Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dan Aplikasinya | TP 2.7.1 TP 2.7.2 | Melalui permainan congklak yang dimodifikasi, murid dapat menentukan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dari dua bilangan atau lebih dengan benar. (Bilangan) Melalui pemecahan masalah kontekstual, murid dapat menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan FPB secara tepat. (Bilangan) | 2 | | 8 | Bilangan Prima dan Saringan Eratosthenes | TP 2.8.1 TP 2.8.2 | Melalui pengamatan tabel bilangan 1–100, murid dapat memahami ciri-ciri bilangan prima dengan benar. (Bilangan) Melalui kegiatan saringan Eratosthenes, murid dapat menentukan semua bilangan prima di bawah 100 dengan tepat. (Bilangan) | 2 | | 9 | Faktorisasi Prima | TP 2.9.1 TP 2.9.2 | Melalui penemuan terbimbing, murid dapat menentukan faktor prima dari suatu bilangan cacah menggunakan pohon faktor dengan benar. (Bilangan) Melalui eksplorasi, murid dapat menyatakan suatu bilangan cacah dalam bentuk faktorisasi prima dengan tepat. (Bilangan) | 2 | | 10 | Menentukan KPK dan FPB dengan Faktorisasi Prima | TP 2.10.1 TP 2.10.2 | Melalui penemuan terbimbing, murid dapat menentukan KPK dan FPB dari dua bilangan atau lebih menggunakan faktorisasi prima dengan benar. (Bilangan) Melalui diskusi kelompok, murid dapat mengevaluasi kebenaran pernyataan yang terkait dengan KPK dan FPB hasil faktorisasi prima. (Bilangan) | 2 | | 11 | Asesmen Sumatif Bab 2: KPK dan FPB | TP 2.11.1 TP 2.11.2 | Melalui asesmen tertulis, murid dapat menunjukkan penguasaan konsep kelipatan, KPK, faktor, FPB, dan faktorisasi prima secara menyeluruh. (Bilangan) Melalui soal asesmen sumatif, murid dapat menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan KPK dan FPB dengan tepat dan sistematis. (Bilangan) | 2 |
Bab 3 — Bilangan Pecahan (16 JP)| Pert. | Topik | Kode TP | Tujuan Pembelajaran | JP |
|---|
| 1 | Mengenal Kembali Bilangan Pecahan: Pecahan Biasa dan Pecahan Campuran | TP 3.1.1 TP 3.1.2 | Melalui eksplorasi benda konkret dan gambar, murid dapat menjelaskan pengertian pecahan biasa dan pecahan campuran serta menyajikannya dalam bentuk simbol dengan benar. (Bilangan) Melalui kegiatan tanya jawab, murid dapat mengidentifikasi perbedaan pecahan biasa dan pecahan campuran dalam konteks kehidupan sehari-hari dengan tepat. (Bilangan) | 2 | | 2 | Membandingkan Bilangan Pecahan | TP 3.2.1 TP 3.2.2 | Melalui eksplorasi kartu bilangan dan kertas origami, murid dapat membandingkan dua bilangan pecahan (berpenyebut sama maupun berbeda, termasuk pecahan campuran) menggunakan tanda <, >, atau = dengan benar. (Bilangan) Melalui kegiatan problem based learning, murid dapat menyelesaikan masalah sehari-hari yang melibatkan perbandingan bilangan pecahan dengan tepat. (Bilangan) | 2 | | 3 | Mengurutkan Bilangan Pecahan | TP 3.3.1 TP 3.3.2 | Melalui eksplorasi kartu bilangan, murid dapat mengurutkan serangkaian bilangan pecahan (termasuk pecahan campuran) dari terkecil ke terbesar atau sebaliknya dengan benar. (Bilangan) Melalui diskusi kelompok, murid dapat menjelaskan strategi menyamakan penyebut sebagai dasar mengurutkan bilangan pecahan yang berbeda penyebut dengan tepat. (Bilangan) | 2 | | 4 | Penjumlahan Pecahan Berpenyebut Sama | TP 3.4.1 TP 3.4.2 | Melalui penemuan terbimbing menggunakan kertas karton, murid dapat melakukan operasi penjumlahan bilangan pecahan berpenyebut sama dengan benar. (Bilangan) Melalui latihan soal berbasis masalah, murid dapat menyelesaikan masalah sehari-hari yang melibatkan penjumlahan pecahan berpenyebut sama secara tepat. (Bilangan) | 2 | | 5 | Penjumlahan Pecahan Berpenyebut Berbeda | TP 3.5.1 TP 3.5.2 | Melalui eksplorasi dan diskusi kelompok, murid dapat melakukan operasi penjumlahan bilangan pecahan berpenyebut berbeda dengan menyamakan penyebut terlebih dahulu menggunakan KPK secara benar. (Bilangan) Melalui problem based learning, murid dapat menyelesaikan masalah sehari-hari yang melibatkan penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda dengan tepat. (Bilangan) | 2 | | 6 | Pengurangan Pecahan Berpenyebut Sama | TP 3.6.1 TP 3.6.2 | Melalui penemuan terbimbing menggunakan media gambar, murid dapat melakukan operasi pengurangan bilangan pecahan berpenyebut sama dengan benar. (Bilangan) Melalui latihan soal berbasis masalah, murid dapat menyelesaikan masalah sehari-hari yang melibatkan pengurangan pecahan berpenyebut sama secara tepat. (Bilangan) | 2 | | 7 | Pengurangan Pecahan Berpenyebut Berbeda | TP 3.7.1 TP 3.7.2 | Melalui eksplorasi dan diskusi kelompok, murid dapat melakukan operasi pengurangan bilangan pecahan berpenyebut berbeda dengan menyamakan penyebut menggunakan KPK secara benar. (Bilangan) Melalui problem based learning, murid dapat menyelesaikan masalah sehari-hari yang melibatkan pengurangan pecahan berpenyebut berbeda dengan tepat. (Bilangan) | 2 | | 8 | Asesmen Sumatif Bab 3: Bilangan Pecahan | TP 3.8.1 TP 3.8.2 | Melalui asesmen sumatif, murid dapat menunjukkan kemampuan membandingkan dan mengurutkan bilangan pecahan termasuk pecahan campuran dengan benar. (Bilangan) Melalui asesmen sumatif, murid dapat menunjukkan kemampuan melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan berpenyebut sama maupun berbeda serta menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan pecahan secara tepat. (Bilangan) | 2 |
Bab 4 — Keliling Bangun Datar (12 JP)| Pert. | Topik | Kode TP | Tujuan Pembelajaran | JP |
|---|
| 1 | Konsep Keliling Bangun Datar | TP 4.1.1 TP 4.1.2 | Murid dapat mengenali situasi soal kontekstual (seperti mengelilingi lapangan, membuat pagar, atau bingkai foto) yang melibatkan keliling bangun datar. (Pengukuran) Murid dapat menemukan konsep keliling bangun datar sebagai jumlahan panjang seluruh sisi-sisinya melalui kegiatan eksplorasi. (Pengukuran) | 2 | | 2 | Keliling Berbagai Jenis Segitiga | TP 4.2.1 TP 4.2.2 | Murid dapat menemukan cara menghitung keliling segitiga sembarang dengan menjumlahkan ketiga sisi yang berbeda ukurannya. (Pengukuran) Murid dapat menemukan cara menghitung keliling segitiga sama sisi dan segitiga sama kaki dengan memanfaatkan pola sisi-sisi yang sama panjang. (Pengukuran) | 2 | | 3 | Keliling Segi Empat (Persegi, Persegi Panjang, dan Jajargenjang) | TP 4.3.1 TP 4.3.2 | Murid dapat menemukan cara menghitung keliling persegi dan persegi panjang dengan memanfaatkan karakteristik sisi-sisinya. (Pengukuran) Murid dapat menemukan cara menghitung keliling jajargenjang dan belah ketupat dengan memanfaatkan pasangan sisi yang sama panjang. (Pengukuran) | 2 | | 4 | Keliling Segi Empat (Layang-layang, Trapesium, dan Segi Empat Sembarang) | TP 4.4.1 TP 4.4.2 | Murid dapat menemukan cara menghitung keliling layang-layang dengan memanfaatkan dua pasang sisi yang sama panjang. (Pengukuran) Murid dapat menemukan cara menghitung keliling trapesium dan segi empat sembarang dengan menjumlahkan seluruh panjang sisi-sisinya. (Pengukuran) | 2 | | 5 | Keliling Segi Banyak Beraturan dan Bangun Datar Gabungan | TP 4.5.1 TP 4.5.2 | Murid dapat menemukan cara menghitung keliling segi lima beraturan, segi enam beraturan, dan segi delapan beraturan dengan memanfaatkan pola perkalian jumlah sisi dengan panjang satu sisi. (Pengukuran) Murid dapat mendekomposisi bangun datar gabungan menjadi beberapa bangun datar penyusunnya, lalu menentukan keliling sisi-sisi terluarnya. (Pengukuran) | 2 | | 6 | Asesmen Sumatif Bab 4: Keliling Bangun Datar | TP 4.6.1 | Murid dapat menyelesaikan soal-soal yang berkaitan dengan keliling berbagai bangun datar (segitiga, segi empat, segi banyak beraturan, dan bangun gabungan) sebagai bentuk penilaian akhir bab. (Pengukuran) | 2 |
Bab 5 — Luas Daerah Bangun Datar (12 JP)| Pert. | Topik | Kode TP | Tujuan Pembelajaran | JP |
|---|
| 1 | Konsep Luas Daerah Bangun Datar dan Satuan Luas | TP 5.1.1 TP 5.1.2 | Melalui eksplorasi konteks pemasangan ubin, murid dapat mengenali situasi soal yang melibatkan luas daerah bangun datar sebagai ukuran besar kecilnya area yang dibatasi oleh suatu bangun datar. (Pengukuran) Murid dapat membandingkan luas daerah dua bangun datar sederhana menggunakan satuan luas tidak baku (petak/ubin) dan menjelaskan hubungan antara banyak satuan dengan besar luas daerah. (Pengukuran) | 2 | | 2 | Luas Daerah Persegi Panjang dan Persegi | TP 5.2.1 TP 5.2.2 | Melalui penemuan terbimbing pada kertas berpetak, murid dapat menemukan dan menerapkan cara menghitung luas daerah persegi panjang menggunakan rumus panjang × lebar. (Pengukuran) Dengan menggunakan konsep luas daerah persegi panjang, murid dapat menemukan dan menerapkan cara menghitung luas daerah persegi menggunakan rumus sisi × sisi. (Pengukuran) | 2 | | 3 | Luas Daerah Segitiga, Jajargenjang, Belah Ketupat, dan Layang-layang | TP 5.3.1 TP 5.3.2 | Melalui penemuan terbimbing dengan pendekatan luas persegi panjang, murid dapat menemukan dan menerapkan cara menghitung luas daerah segitiga (½ × alas × tinggi) dan jajargenjang (alas × tinggi). (Pengukuran) Dengan menggunakan pendekatan luas persegi, murid dapat menemukan dan menerapkan cara menghitung luas daerah belah ketupat (½ × d1 × d2) dan layang-layang (½ × d1 × d2). (Pengukuran) | 2 | | 4 | Luas Daerah Trapesium | TP 5.4.1 TP 5.4.2 | Melalui penemuan terbimbing dengan pendekatan luas jajargenjang, murid dapat menemukan cara menghitung luas daerah trapesium menggunakan rumus ½ × (jumlah sisi sejajar) × tinggi. (Pengukuran) Murid dapat menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan luas daerah trapesium dan bangun segi empat lainnya (persegi, persegi panjang, jajargenjang, belah ketupat, layang-layang) secara tepat. (Pengukuran) | 2 | | 5 | Luas Daerah Bangun Gabungan dan Hubungan Keliling dengan Luas Daerah | TP 5.5.1 TP 5.5.2 | Melalui kegiatan dekomposisi, murid dapat menguraikan bangun datar gabungan menjadi bangun-bangun penyusunnya dan menentukan luas daerah bangun gabungan tersebut. (Pengukuran) Melalui eksplorasi, murid dapat mengenali hubungan antara keliling dan luas daerah bangun datar dengan menentukan ukuran bangun datar yang menghasilkan luas terbesar untuk keliling yang sama. (Pengukuran) | 2 | | 6 | Asesmen Sumatif Bab 5: Luas Daerah Bangun Datar | TP 5.6.1 TP 5.6.2 | Murid dapat mendemonstrasikan pemahaman konsep luas daerah berbagai bangun datar (persegi, persegi panjang, segitiga, jajargenjang, belah ketupat, layang-layang, trapesium) dan bangun gabungan melalui penyelesaian soal asesmen sumatif. (Pengukuran) Murid dapat menyelesaikan masalah kontekstual yang melibatkan luas daerah bangun datar dan hubungan keliling dengan luas daerah sebagai bukti pencapaian tujuan pembelajaran Bab 5. (Pengukuran) | 2 |
|