Dokumenchevron_rightKKTPchevron_rightMatematikachevron_rightKelas 5

KKTP Matematika Kelas 5 — Semester 1

KKTPSDKelas 5CSemester 1

Dokumen KKTP ini membantu guru Matematika kelas 5 menyiapkan pembelajaran secara sistematis dan selaras dengan Capaian Pembelajaran resmi.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN KKTP

KKTP Matematika Kelas 5 — Semester 1

Matematika · Kelas 5

Semester 1

KRITERIA KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN (KKTP)

MATEMATIKA

Semester 1

1. IDENTITAS

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikSemester 1
Pendekatan KKTPrubrik
Semester1

2. INTERVAL NILAI

Belum BerkembangMulai BerkembangBerkembangSangat Berkembang
0-5960-6970-8485-100

3. PETUNJUK PENSKORAN

Petunjuk penskoran (deterministik):
• Belum Berkembang (0-59): indikator dasar belum tercapai; perlu intervensi/remedial.
• Mulai Berkembang (60-69): sebagian indikator tercapai dengan bantuan guru.
• Berkembang (70-84): indikator utama tercapai secara mandiri.
• Sangat Berkembang (85-100): melampaui indikator; mampu mentransfer/menjelaskan ke konteks baru.
Nilai numerik dipetakan ke level di atas sesuai interval. Deskripsi rubrik per TP menjelaskan bukti observasi di tiap level.

4. RINGKASAN KETERCAPAIAN PER BAB

Kode TP: Bab.Pertemuan.Urutan TP

NoKode TPTujuan PembelajaranJumlah Indikator
1Murid dapat membaca bilangan cacah sampai 100.000 dengan benar melalui konteks kehidupan sehari-hari.3
2Murid dapat menulis bilangan cacah sampai 100.000 dalam bentuk angka dan kata-kata dengan tepat.3
3Murid dapat menentukan nilai tempat (satuan, puluhan, ratusan, ribuan, puluhan ribu) dari setiap angka dalam suatu bilangan cacah sampai 100.000.3
4Murid dapat menjelaskan nilai setiap digit bilangan cacah sampai 100.000 berdasarkan posisi nilai tempatnya.3
5Murid dapat membandingkan dua bilangan cacah sampai 100.000 menggunakan tanda <, >, atau = dengan tepat.3
6Murid dapat mengurutkan beberapa bilangan cacah sampai 100.000 dari terkecil ke terbesar atau sebaliknya.3
7Murid dapat menyusun (komposisi) bilangan cacah sampai 100.000 dari beberapa nilai tempat yang diberikan.3
8Murid dapat menguraikan (dekomposisi) bilangan cacah sampai 100.000 menjadi bentuk penjumlahan berdasarkan nilai tempatnya.3
9Murid dapat menghitung penjumlahan dua bilangan cacah sampai 100.000 dengan teknik menyimpan secara tepat.3
10Murid dapat menghitung pengurangan dua bilangan cacah sampai 100.000 dengan teknik meminjam secara tepat.3
11Murid dapat menghitung perkalian bilangan cacah yang hasilnya sampai 100.000 menggunakan berbagai strategi perhitungan.3
12Murid dapat menemukan nilai yang belum diketahui dalam kalimat matematika perkalian yang melibatkan bilangan cacah sampai 100.000.3
13Murid dapat menghitung pembagian bilangan cacah sampai 100.000 dengan berbagai strategi perhitungan secara tepat.3
14Murid dapat menemukan nilai yang belum diketahui dalam kalimat matematika pembagian yang melibatkan bilangan cacah sampai 100.000.3
15Murid dapat memecahkan masalah kontekstual sehari-hari yang melibatkan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bilangan cacah sampai 100.000.3
16Murid dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan uang menggunakan konsep bilangan cacah sampai 100.000.3
17Murid dapat menunjukkan pemahaman menyeluruh tentang membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi dan dekomposisi bilangan cacah sampai 100.000.3
18Murid dapat menyelesaikan soal operasi hitung (penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian) dan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan bilangan cacah sampai 100.000.3
19Melalui permainan tepuk bilangan kelipatan, murid dapat menentukan kelipatan suatu bilangan cacah dengan benar.3
20Melalui eksplorasi kelipatan dua bilangan, murid dapat menentukan kelipatan persekutuan dari dua bilangan cacah dengan tepat.3
21Melalui diskusi kelompok, murid dapat membandingkan kelipatan dua bilangan untuk menemukan kelipatan yang sama (persekutuan).3
22Melalui penemuan terbimbing, murid dapat menentukan Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dari dua bilangan atau lebih dengan benar.3
23Melalui tanya jawab, murid dapat menjelaskan pengertian KPK sebagai kelipatan persekutuan yang paling kecil dari dua bilangan atau lebih.3
24Melalui pemecahan masalah kontekstual, murid dapat menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan KPK secara tepat.3
25Melalui diskusi kelompok, murid dapat membuat kesimpulan dari penyelesaian masalah yang berkaitan dengan KPK.3
26Melalui aktivitas memotong kertas berpetak, murid dapat menentukan faktor dari suatu bilangan cacah dengan benar.3
27Melalui eksplorasi faktor dua bilangan, murid dapat menentukan faktor persekutuan dari dua bilangan cacah atau lebih dengan tepat.3
28Melalui diskusi kelompok, murid dapat membandingkan faktor dua bilangan untuk menemukan faktor yang sama (persekutuan).3
29Melalui permainan congklak yang dimodifikasi, murid dapat menentukan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dari dua bilangan atau lebih dengan benar.3
30Melalui pemecahan masalah kontekstual, murid dapat menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan FPB secara tepat.3
31Melalui pengamatan tabel bilangan 1–100, murid dapat memahami ciri-ciri bilangan prima dengan benar.3
32Melalui kegiatan saringan Eratosthenes, murid dapat menentukan semua bilangan prima di bawah 100 dengan tepat.3
33Melalui penemuan terbimbing, murid dapat menentukan faktor prima dari suatu bilangan cacah menggunakan pohon faktor dengan benar.3
34Melalui eksplorasi, murid dapat menyatakan suatu bilangan cacah dalam bentuk faktorisasi prima dengan tepat.3
35Melalui penemuan terbimbing, murid dapat menentukan KPK dan FPB dari dua bilangan atau lebih menggunakan faktorisasi prima dengan benar.3
36Melalui diskusi kelompok, murid dapat mengevaluasi kebenaran pernyataan yang terkait dengan KPK dan FPB hasil faktorisasi prima.3
37Melalui asesmen tertulis, murid dapat menunjukkan penguasaan konsep kelipatan, KPK, faktor, FPB, dan faktorisasi prima secara menyeluruh.3
38Melalui soal asesmen sumatif, murid dapat menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan KPK dan FPB dengan tepat dan sistematis.3
39Melalui eksplorasi benda konkret dan gambar, murid dapat menjelaskan pengertian pecahan biasa dan pecahan campuran serta menyajikannya dalam bentuk simbol dengan benar.3
40Melalui kegiatan tanya jawab, murid dapat mengidentifikasi perbedaan pecahan biasa dan pecahan campuran dalam konteks kehidupan sehari-hari dengan tepat.3
41Melalui eksplorasi kartu bilangan dan kertas origami, murid dapat membandingkan dua bilangan pecahan (berpenyebut sama maupun berbeda, termasuk pecahan campuran) menggunakan tanda <, >, atau = dengan benar.3
42Melalui kegiatan problem based learning, murid dapat menyelesaikan masalah sehari-hari yang melibatkan perbandingan bilangan pecahan dengan tepat.3
43Melalui eksplorasi kartu bilangan, murid dapat mengurutkan serangkaian bilangan pecahan (termasuk pecahan campuran) dari terkecil ke terbesar atau sebaliknya dengan benar.3
44Melalui diskusi kelompok, murid dapat menjelaskan strategi menyamakan penyebut sebagai dasar mengurutkan bilangan pecahan yang berbeda penyebut dengan tepat.3
45Melalui penemuan terbimbing menggunakan kertas karton, murid dapat melakukan operasi penjumlahan bilangan pecahan berpenyebut sama dengan benar.3
46Melalui latihan soal berbasis masalah, murid dapat menyelesaikan masalah sehari-hari yang melibatkan penjumlahan pecahan berpenyebut sama secara tepat.3
47Melalui eksplorasi dan diskusi kelompok, murid dapat melakukan operasi penjumlahan bilangan pecahan berpenyebut berbeda dengan menyamakan penyebut terlebih dahulu menggunakan KPK secara benar.3
48Melalui problem based learning, murid dapat menyelesaikan masalah sehari-hari yang melibatkan penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda dengan tepat.3
49Melalui penemuan terbimbing menggunakan media gambar, murid dapat melakukan operasi pengurangan bilangan pecahan berpenyebut sama dengan benar.3
50Melalui latihan soal berbasis masalah, murid dapat menyelesaikan masalah sehari-hari yang melibatkan pengurangan pecahan berpenyebut sama secara tepat.3
51Melalui eksplorasi dan diskusi kelompok, murid dapat melakukan operasi pengurangan bilangan pecahan berpenyebut berbeda dengan menyamakan penyebut menggunakan KPK secara benar.3
52Melalui problem based learning, murid dapat menyelesaikan masalah sehari-hari yang melibatkan pengurangan pecahan berpenyebut berbeda dengan tepat.3
53Melalui asesmen sumatif, murid dapat menunjukkan kemampuan membandingkan dan mengurutkan bilangan pecahan termasuk pecahan campuran dengan benar.2
54Melalui asesmen sumatif, murid dapat menunjukkan kemampuan melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan berpenyebut sama maupun berbeda serta menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan pecahan secara tepat.3
55Murid dapat mengenali situasi soal kontekstual (seperti mengelilingi lapangan, membuat pagar, atau bingkai foto) yang melibatkan keliling bangun datar.3
56Murid dapat menemukan konsep keliling bangun datar sebagai jumlahan panjang seluruh sisi-sisinya melalui kegiatan eksplorasi.3
57Murid dapat menemukan cara menghitung keliling segitiga sembarang dengan menjumlahkan ketiga sisi yang berbeda ukurannya.3
58Murid dapat menemukan cara menghitung keliling segitiga sama sisi dan segitiga sama kaki dengan memanfaatkan pola sisi-sisi yang sama panjang.3
59Murid dapat menemukan cara menghitung keliling persegi dan persegi panjang dengan memanfaatkan karakteristik sisi-sisinya.3
60Murid dapat menemukan cara menghitung keliling jajargenjang dan belah ketupat dengan memanfaatkan pasangan sisi yang sama panjang.3
61Murid dapat menemukan cara menghitung keliling layang-layang dengan memanfaatkan dua pasang sisi yang sama panjang.3
62Murid dapat menemukan cara menghitung keliling trapesium dan segi empat sembarang dengan menjumlahkan seluruh panjang sisi-sisinya.3
63Murid dapat menemukan cara menghitung keliling segi lima beraturan, segi enam beraturan, dan segi delapan beraturan dengan memanfaatkan pola perkalian jumlah sisi dengan panjang satu sisi.3
64Murid dapat mendekomposisi bangun datar gabungan menjadi beberapa bangun datar penyusunnya, lalu menentukan keliling sisi-sisi terluarnya.3
65Murid dapat menyelesaikan soal-soal yang berkaitan dengan keliling berbagai bangun datar (segitiga, segi empat, segi banyak beraturan, dan bangun gabungan) sebagai bentuk penilaian akhir bab.3
66Melalui eksplorasi konteks pemasangan ubin, murid dapat mengenali situasi soal yang melibatkan luas daerah bangun datar sebagai ukuran besar kecilnya area yang dibatasi oleh suatu bangun datar.3
67Murid dapat membandingkan luas daerah dua bangun datar sederhana menggunakan satuan luas tidak baku (petak/ubin) dan menjelaskan hubungan antara banyak satuan dengan besar luas daerah.3
68Melalui penemuan terbimbing pada kertas berpetak, murid dapat menemukan dan menerapkan cara menghitung luas daerah persegi panjang menggunakan rumus panjang × lebar.3
69Dengan menggunakan konsep luas daerah persegi panjang, murid dapat menemukan dan menerapkan cara menghitung luas daerah persegi menggunakan rumus sisi × sisi.3
70Melalui penemuan terbimbing dengan pendekatan luas persegi panjang, murid dapat menemukan dan menerapkan cara menghitung luas daerah segitiga (½ × alas × tinggi) dan jajargenjang (alas × tinggi).3
71Dengan menggunakan pendekatan luas persegi, murid dapat menemukan dan menerapkan cara menghitung luas daerah belah ketupat (½ × d1 × d2) dan layang-layang (½ × d1 × d2).3
72Melalui penemuan terbimbing dengan pendekatan luas jajargenjang, murid dapat menemukan cara menghitung luas daerah trapesium menggunakan rumus ½ × (jumlah sisi sejajar) × tinggi.3
73Murid dapat menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan luas daerah trapesium dan bangun segi empat lainnya (persegi, persegi panjang, jajargenjang, belah ketupat, layang-layang) secara tepat.3
74Melalui kegiatan dekomposisi, murid dapat menguraikan bangun datar gabungan menjadi bangun-bangun penyusunnya dan menentukan luas daerah bangun gabungan tersebut.3
75Melalui eksplorasi, murid dapat mengenali hubungan antara keliling dan luas daerah bangun datar dengan menentukan ukuran bangun datar yang menghasilkan luas terbesar untuk keliling yang sama.3
76Murid dapat mendemonstrasikan pemahaman konsep luas daerah berbagai bangun datar (persegi, persegi panjang, segitiga, jajargenjang, belah ketupat, layang-layang, trapesium) dan bangun gabungan melalui penyelesaian soal asesmen sumatif.3
77Murid dapat menyelesaikan masalah kontekstual yang melibatkan luas daerah bangun datar dan hubungan keliling dengan luas daerah sebagai bukti pencapaian tujuan pembelajaran Bab 5.3

5. CATATAN

KKTP ini disusun berdasarkan 8 Tujuan Pembelajaran Bab 1 Bilangan Cacah Sampai 100.000 sesuai ATP Matematika Kelas 5 Fase C. Guru dapat menggunakan rubrik ini untuk penilaian formatif (observasi, tugas harian, tanya jawab lisan) maupun sumatif. Interval nilai bersifat acuan dan dapat disesuaikan dengan konteks sekolah. Untuk murid yang berada di level Belum Berkembang, disarankan pemberian program intervensi atau pendampingan tambahan sebelum melanjutkan ke bab berikutnya. Level Sangat Berkembang dapat digunakan sebagai dasar pemberian pengayaan atau tantangan soal kontekstual yang lebih kompleks.

Buat soal dari materi ini

Gunakan Generator Soal AI dengan mapel dan kelas yang sudah terisi.

Buat Penilaian dengan AI

Dokumen terkait

Perangkat pendamping untuk mapel dan kelas yang sama.

Apa isi dokumen ini?

Dokumen ini merangkum komponen utama KKTP yang dapat digunakan sebagai acuan perencanaan, pelaksanaan, dan administrasi pembelajaran.

Cara pakai dokumen ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan identitas sekolah, nama guru, dan kebutuhan kelas. Tinjau kembali isi dokumen agar selaras dengan kalender dan kondisi belajar setempat.

verified_user

Sesuai regulasi terbaru

Dokumen ini telah diverifikasi berdasarkan Capaian Pembelajaran (CP) sesuai Keputusan Kepala BSKAP terbaru.