ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP) MATEMATIKA 1. IDENTITAS| Mata Pelajaran | Matematika |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 3 |
|---|
| Semester | Semester 1 |
|---|
| Total JP | 68 JP |
|---|
| Jumlah Bab | 3 bab |
|---|
| Total Pertemuan | 34 pertemuan |
|---|
| Total Tujuan Pembelajaran | 66 TP |
|---|
2. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)Murid memiliki number sense pada bilangan cacah sampai 1.000; dapat membaca, menulis, membandingkan, mengurutkan, menentukan nilai tempat, serta melakukan komposisi dan dekomposisi bilangan. Murid dapat menyelesaikan masalah penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 1.000, serta perkalian dan pembagian sampai 100. Murid dapat menemukan nilai yang tidak diketahui dalam kalimat matematika yang melibatkan penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 100. Murid dapat mengukur panjang dan berat menggunakan satuan baku serta menentukan hubungan antarsatuan baku panjang (cm, m) dan berat (g, kg). 3. ALUR TUJUAN PEMBELAJARANKode TP: Bab.Pertemuan.Urutan TP Bab 1 — Bilangan Cacah sampai 1.000 (28 JP)| Pert. | Topik | Kode TP | Tujuan Pembelajaran | JP |
|---|
| 1 | Membaca Bilangan Cacah sampai 1.000 | TP 1.1.1 TP 1.1.2 | Murid dapat membaca bilangan cacah tiga angka sampai 1.000 dengan benar menggunakan kartu bilangan dan benda konkret. (Bilangan) Murid dapat menyebutkan nama bilangan cacah sampai 1.000 yang disajikan dalam bentuk lambang bilangan. (Bilangan) | 2 | | 2 | Menulis Bilangan Cacah sampai 1.000 | TP 1.2.1 TP 1.2.2 | Murid dapat menuliskan lambang bilangan cacah sampai 1.000 berdasarkan nama bilangan yang didengar atau dibaca dengan benar. (Bilangan) Murid dapat menuliskan nama bilangan cacah sampai 1.000 berdasarkan lambang bilangan yang diberikan dengan benar. (Bilangan) | 2 | | 3 | Nilai Tempat Bilangan Cacah sampai 1.000 (Ratusan, Puluhan, Satuan) | TP 1.3.1 TP 1.3.2 | Murid dapat menentukan nilai tempat ratusan, puluhan, dan satuan pada bilangan cacah tiga angka sampai 1.000 menggunakan benda konkret atau gambar. (Bilangan) Murid dapat menjelaskan arti nilai tempat setiap angka pada bilangan cacah sampai 1.000 dengan benar. (Bilangan) | 2 | | 4 | Menggunakan Nilai Tempat untuk Komposisi dan Dekomposisi Bilangan Cacah sampai 1.000 | TP 1.4.1 TP 1.4.2 | Murid dapat melakukan komposisi bilangan cacah sampai 1.000 berdasarkan nilai tempat ratusan, puluhan, dan satuan. (Bilangan) Murid dapat melakukan dekomposisi bilangan cacah sampai 1.000 ke dalam bentuk ratusan, puluhan, dan satuan. (Bilangan) | 2 | | 5 | Membandingkan Dua Bilangan Cacah sampai 1.000 | TP 1.5.1 | Murid dapat membandingkan dua bilangan cacah sampai 1.000 menggunakan simbol lebih besar (>), lebih kecil (<), atau sama dengan (=) dengan benar. (Bilangan) | 2 | | 6 | Mengurutkan Bilangan Cacah sampai 1.000 | TP 1.6.1 TP 1.6.2 | Murid dapat mengurutkan beberapa bilangan cacah sampai 1.000 dari yang terkecil ke terbesar dengan benar. (Bilangan) Murid dapat mengurutkan beberapa bilangan cacah sampai 1.000 dari yang terbesar ke terkecil dengan benar. (Bilangan) | 2 | | 7 | Penjumlahan Bilangan Cacah sampai 100 Tanpa Menyimpan | TP 1.7.1 | Murid dapat menentukan hasil penjumlahan dua bilangan cacah sampai 100 tanpa menyimpan dengan benar menggunakan cara bersusun. (Bilangan) | 2 | | 8 | Penjumlahan Bilangan Cacah sampai 100 dengan Menyimpan | TP 1.8.1 TP 1.8.2 | Murid dapat menentukan hasil penjumlahan dua bilangan cacah sampai 100 dengan menyimpan menggunakan cara bersusun dengan benar. (Bilangan) Murid dapat menyelesaikan masalah sehari-hari yang melibatkan operasi penjumlahan bilangan cacah sampai 100 dengan benar. (Bilangan) | 2 | | 9 | Pengurangan Bilangan Cacah sampai 100 Tanpa Meminjam | TP 1.9.1 | Murid dapat menentukan hasil pengurangan dua bilangan cacah sampai 100 tanpa mengambil (meminjam) menggunakan cara bersusun dengan benar. (Bilangan) | 2 | | 10 | Pengurangan Bilangan Cacah sampai 100 dengan Meminjam | TP 1.10.1 TP 1.10.2 | Murid dapat menentukan hasil pengurangan dua bilangan cacah sampai 100 dengan mengambil (meminjam) menggunakan cara bersusun dengan benar. (Bilangan) Murid dapat menyelesaikan masalah sehari-hari yang melibatkan operasi pengurangan bilangan cacah sampai 100 dengan benar. (Bilangan) | 2 | | 11 | Perkalian Bilangan Cacah sampai 100 | TP 1.11.1 TP 1.11.2 | Murid dapat menentukan hasil perkalian dua bilangan cacah sampai 100 menggunakan benda konkret, gambar, dan simbol dengan benar. (Bilangan) Murid dapat menjelaskan konsep perkalian sebagai penjumlahan berulang pada bilangan cacah sampai 100 dengan benar. (Bilangan) | 2 | | 12 | Pembagian Bilangan Cacah sampai 100 | TP 1.12.1 TP 1.12.2 | Murid dapat menentukan hasil pembagian dua bilangan cacah sampai 100 menggunakan benda konkret, gambar, dan simbol dengan benar. (Bilangan) Murid dapat menjelaskan konsep pembagian sebagai pengurangan berulang atau kebalikan perkalian pada bilangan cacah sampai 100 dengan benar. (Bilangan) | 2 | | 13 | Menyelesaikan Masalah Operasi Perkalian dan Pembagian Bilangan Cacah sampai 100 | TP 1.13.1 TP 1.13.2 | Murid dapat menyelesaikan masalah kontekstual sehari-hari yang melibatkan operasi perkalian bilangan cacah sampai 100 dengan benar. (Bilangan) Murid dapat menyelesaikan masalah kontekstual sehari-hari yang melibatkan operasi pembagian bilangan cacah sampai 100 dengan benar. (Bilangan) | 2 | | 14 | Asesmen Sumatif Bab 1: Bilangan Cacah sampai 1.000 | TP 1.14.1 TP 1.14.2 | Murid dapat menunjukkan kemampuan membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, dan mengurutkan bilangan cacah sampai 1.000 melalui asesmen sumatif. (Bilangan) Murid dapat menunjukkan kemampuan menyelesaikan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bilangan cacah sampai 100 melalui asesmen sumatif. (Bilangan) | 2 |
Bab 2 — Kalimat Matematika (16 JP)| Pert. | Topik | Kode TP | Tujuan Pembelajaran | JP |
|---|
| 1 | Pengenalan Kalimat Matematika dan Konsep Nilai yang Belum Diketahui | TP 2.1.1 TP 2.1.2 | Murid dapat menjelaskan pengertian kalimat matematika yang melibatkan penjumlahan dan pengurangan pada bilangan cacah sampai 100 menggunakan contoh kontekstual dari kehidupan sehari-hari. (Aljabar) Murid dapat mengidentifikasi bagian-bagian kalimat matematika (suku pertama, suku kedua, dan hasil) pada kalimat penjumlahan bilangan cacah sampai 100. (Aljabar) | 2 | | 2 | Mengisi Nilai yang Belum Diketahui pada Suku Pertama Penjumlahan (... + b = c) | TP 2.2.1 TP 2.2.2 | Murid dapat menjelaskan langkah-langkah penyelesaian kalimat matematika penjumlahan bilangan cacah sampai 100 ketika nilai pada suku pertama belum diketahui (contoh: ... + 4 = 12). (Aljabar) Murid dapat menemukan nilai yang belum diketahui pada suku pertama dalam kalimat matematika penjumlahan bilangan cacah sampai 100 menggunakan sifat-sifat operasi penjumlahan. (Aljabar) | 2 | | 3 | Mengisi Nilai yang Belum Diketahui pada Suku Kedua Penjumlahan (a + ... = c) | TP 2.3.1 TP 2.3.2 | Murid dapat menjelaskan langkah-langkah penyelesaian kalimat matematika penjumlahan bilangan cacah sampai 100 ketika nilai pada suku kedua belum diketahui (contoh: 4 + ... = 12). (Aljabar) Murid dapat menemukan nilai yang belum diketahui pada suku kedua dalam kalimat matematika penjumlahan bilangan cacah sampai 100 menggunakan sifat-sifat operasi penjumlahan. (Aljabar) | 2 | | 4 | Mengisi Dua Nilai yang Belum Diketahui pada Penjumlahan (... + ... = c) dan Penyelesaian Masalah Kontekstual | TP 2.4.1 TP 2.4.2 | Murid dapat menemukan berbagai pasangan nilai yang mungkin untuk dua suku yang belum diketahui dalam kalimat matematika penjumlahan bilangan cacah sampai 100 (contoh: ... + ... = 12). (Aljabar) Murid dapat mengisi nilai yang belum diketahui dalam kalimat matematika penjumlahan bilangan cacah sampai 100 untuk menyelesaikan masalah kontekstual kehidupan sehari-hari. (Aljabar) | 2 | | 5 | Mengisi Nilai yang Belum Diketahui pada Pengurangan — Bagian yang Dikurangi (... − b = c) | TP 2.5.1 TP 2.5.2 | Murid dapat menjelaskan langkah-langkah penyelesaian kalimat matematika pengurangan bilangan cacah sampai 100 ketika nilai pada bilangan yang dikurangi belum diketahui (contoh: ... − 4 = 8). (Aljabar) Murid dapat menemukan nilai yang belum diketahui pada bilangan yang dikurangi dalam kalimat matematika pengurangan bilangan cacah sampai 100 menggunakan sifat-sifat operasi pengurangan. (Aljabar) | 2 | | 6 | Mengisi Nilai yang Belum Diketahui pada Pengurangan — Pengurang (a − ... = c) | TP 2.6.1 TP 2.6.2 | Murid dapat menjelaskan langkah-langkah penyelesaian kalimat matematika pengurangan bilangan cacah sampai 100 ketika nilai pengurang belum diketahui (contoh: 12 − ... = 4). (Aljabar) Murid dapat menemukan nilai pengurang yang belum diketahui dalam kalimat matematika pengurangan bilangan cacah sampai 100 menggunakan sifat-sifat operasi pengurangan. (Aljabar) | 2 | | 7 | Penyelesaian Masalah Kontekstual Kalimat Matematika Pengurangan dan Latihan Terpadu Penjumlahan–Pengurangan | TP 2.7.1 TP 2.7.2 | Murid dapat mengisi nilai yang belum diketahui dalam kalimat matematika pengurangan bilangan cacah sampai 100 untuk menyelesaikan masalah kontekstual kehidupan sehari-hari. (Aljabar) Murid dapat membentuk kalimat matematika yang melibatkan penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 100 berdasarkan situasi kontekstual, kemudian menentukan nilai yang belum diketahui di dalamnya. (Aljabar) | 2 | | 8 | Asesmen Sumatif Bab 2: Kalimat Matematika | TP 2.8.1 TP 2.8.2 | Murid dapat menunjukkan kemampuan menjelaskan langkah-langkah penyelesaian dan mengisi nilai yang belum diketahui dalam kalimat matematika yang melibatkan penjumlahan bilangan cacah sampai 100 secara mandiri. (Aljabar) Murid dapat menunjukkan kemampuan menjelaskan langkah-langkah penyelesaian dan mengisi nilai yang belum diketahui dalam kalimat matematika yang melibatkan pengurangan bilangan cacah sampai 100 secara mandiri. (Aljabar) | 2 |
Bab 3 — Pengukuran Panjang dan Berat (24 JP)| Pert. | Topik | Kode TP | Tujuan Pembelajaran | JP |
|---|
| 1 | Mengenal Alat Ukur Panjang dan Satuan Baku | TP 3.1.1 TP 3.1.2 | Murid dapat mengidentifikasi berbagai alat ukur panjang baku (penggaris, meteran gulung, meteran rol, pengukur tinggi badan) dan menyebutkan satuan yang digunakan (cm, m). (Pengukuran) Murid dapat memilih alat ukur panjang yang tepat sesuai dengan benda yang akan diukur dalam kehidupan sehari-hari. (Pengukuran) | 2 | | 2 | Mengukur Panjang Benda Menggunakan Penggaris (cm) | TP 3.2.1 TP 3.2.2 | Murid dapat mengukur panjang benda di sekitarnya (pensil, buku, meja) menggunakan penggaris dengan satuan sentimeter (cm) secara tepat. (Pengukuran) Murid dapat mencatat dan membandingkan hasil pengukuran panjang beberapa benda menggunakan satuan cm dalam tabel sederhana. (Pengukuran) | 2 | | 3 | Mengukur Panjang Benda Menggunakan Meteran (m) | TP 3.3.1 TP 3.3.2 | Murid dapat mengukur panjang benda atau jarak yang lebih besar (tinggi badan, panjang ruangan) menggunakan meteran dengan satuan meter (m) secara tepat. (Pengukuran) Murid dapat mengestimasi panjang benda sebelum mengukur dan membandingkan hasil estimasi dengan hasil pengukuran menggunakan satuan m. (Pengukuran) | 2 | | 4 | Hubungan Antarsatuan Baku Panjang (cm dan m) | TP 3.4.1 TP 3.4.2 | Murid dapat menentukan hubungan antarsatuan baku panjang, yaitu 1 m = 100 cm, melalui kegiatan pengamatan dan eksplorasi. (Pengukuran) Murid dapat mengubah satuan panjang dari meter ke sentimeter dan sebaliknya menggunakan konsep hubungan 1 m = 100 cm. (Pengukuran) | 2 | | 5 | Menyelesaikan Masalah Penjumlahan dan Pengurangan Satuan Panjang | TP 3.5.1 TP 3.5.2 | Murid dapat menyelesaikan masalah penjumlahan dan pengurangan yang melibatkan satuan panjang (cm dan m) dalam konteks kehidupan sehari-hari. (Pengukuran) Murid dapat membandingkan dan mengurutkan panjang beberapa benda yang dinyatakan dalam satuan cm atau m menggunakan pemahaman nilai tempat bilangan cacah. (Bilangan) | 2 | | 6 | Asesmen Formatif — Pengukuran Panjang dengan Satuan Baku | TP 3.6.1 TP 3.6.2 | Murid dapat menunjukkan kemampuan mengukur panjang benda menggunakan satuan baku (cm dan m) dengan memilih alat ukur yang tepat. (Pengukuran) Murid dapat menentukan hubungan antarsatuan baku panjang dan mengubah satuan panjang (cm ke m atau sebaliknya) dengan benar. (Pengukuran) | 2 | | 7 | Mengenal Alat Ukur Berat dan Satuan Baku | TP 3.7.1 TP 3.7.2 | Murid dapat mengidentifikasi berbagai alat ukur berat baku (timbangan duduk, timbangan digital, timbangan kodok) dan menyebutkan satuan yang digunakan (g, kg). (Pengukuran) Murid dapat memilih alat ukur berat yang tepat sesuai dengan benda yang akan diukur dalam kehidupan sehari-hari. (Pengukuran) | 2 | | 8 | Mengukur Berat Benda Menggunakan Timbangan (g dan kg) | TP 3.8.1 TP 3.8.2 | Murid dapat mengukur berat benda di sekitarnya menggunakan timbangan dengan satuan gram (g) dan kilogram (kg) secara tepat. (Pengukuran) Murid dapat mencatat dan membandingkan hasil pengukuran berat beberapa benda menggunakan satuan g dan kg dalam tabel sederhana. (Pengukuran) | 2 | | 9 | Hubungan Antarsatuan Baku Berat (g, ons, dan kg) | TP 3.9.1 TP 3.9.2 | Murid dapat menentukan hubungan antarsatuan baku berat, yaitu 1 kg = 1.000 g dan 1 ons = 100 g, melalui kegiatan pengamatan dan eksplorasi. (Pengukuran) Murid dapat mengubah satuan berat dari kilogram ke gram dan sebaliknya menggunakan konsep hubungan 1 kg = 1.000 g. (Pengukuran) | 2 | | 10 | Menyelesaikan Masalah Penjumlahan dan Pengurangan Satuan Berat | TP 3.10.1 TP 3.10.2 | Murid dapat menyelesaikan masalah penjumlahan dan pengurangan yang melibatkan satuan berat (g dan kg) dalam konteks kehidupan sehari-hari. (Pengukuran) Murid dapat membandingkan dan mengurutkan berat beberapa benda yang dinyatakan dalam satuan g atau kg menggunakan pemahaman bilangan cacah. (Bilangan) | 2 | | 11 | Asesmen Formatif — Pengukuran Berat dengan Satuan Baku | TP 3.11.1 TP 3.11.2 | Murid dapat menunjukkan kemampuan mengukur berat benda menggunakan satuan baku (g dan kg) dengan memilih alat ukur yang tepat. (Pengukuran) Murid dapat menentukan hubungan antarsatuan baku berat dan mengubah satuan berat (g ke kg atau sebaliknya) dengan benar. (Pengukuran) | 2 | | 12 | Asesmen Sumatif Bab 3 — Pengukuran Panjang dan Berat | TP 3.12.1 TP 3.12.2 TP 3.12.3 | Murid dapat mendemonstrasikan pemahaman menyeluruh tentang pengukuran panjang benda menggunakan satuan baku (cm, m) serta hubungan antarsatuannya. (Pengukuran) Murid dapat mendemonstrasikan pemahaman menyeluruh tentang pengukuran berat benda menggunakan satuan baku (g, kg) serta hubungan antarsatuannya. (Pengukuran) Murid dapat menyelesaikan soal-soal yang melibatkan pengukuran panjang dan berat dengan satuan baku dalam berbagai konteks masalah kehidupan sehari-hari. (Pengukuran) | 2 |
|