Dokumenchevron_rightATPchevron_rightMatematikachevron_rightKelas 10

ATP Matematika Kelas 10 — Semester 1

ATPSMAKelas 10ESemester 1

Dokumen ATP ini membantu guru Matematika kelas 10 menyiapkan pembelajaran secara sistematis dan selaras dengan Capaian Pembelajaran resmi.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN ATP

ATP Matematika Kelas 10 — Semester 1

Matematika · Kelas 10

Semester 1

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

MATEMATIKA

1. IDENTITAS

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase E / Kelas 10
SemesterSemester 1
Total JP48 JP
Jumlah Bab4 bab
Total Pertemuan24 pertemuan
Total Tujuan Pembelajaran47 TP

2. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Murid mampu menggeneralisasi sifat-sifat bilangan berpangkat dan fungsi eksponensial (Bilangan); menerapkan barisan dan deret aritmetika-geometri termasuk bunga tunggal dan majemuk (Bilangan); mengaplikasikan perbandingan trigonometri pada segitiga siku-siku (Geometri); serta memodelkan dan menyelesaikan sistem persamaan dan pertidaksamaan linear (Aljabar dan Fungsi).

3. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

Kode TP: Bab.Pertemuan.Urutan TP

Bab 1 — Eksponen (14 JP)

Pert.TopikKode TPTujuan PembelajaranJP
1Definisi dan Notasi EksponenTP 1.1.1
TP 1.1.2
Murid dapat membedakan bentuk eksponen dan yang bukan eksponen serta menuliskan perkalian berulang dalam notasi eksponen dengan benar. (Bilangan)
Murid dapat memodelkan situasi kehidupan sehari-hari (seperti penyebaran virus atau konten viral) ke dalam bentuk eksponen. (Bilangan)
2
2Sifat-Sifat Eksponen (Perkalian, Pembagian, dan Pangkat)TP 1.2.1
TP 1.2.2
Murid dapat menggeneralisasi sifat-sifat eksponen (perkalian bilangan berpangkat, pembagian bilangan berpangkat, dan pangkat dari pangkat) melalui eksplorasi pola. (Bilangan)
Murid dapat membuktikan sifat-sifat eksponen menggunakan definisi perkalian berulang dan menyederhanakan ekspresi eksponen menggunakan sifat tersebut. (Bilangan)
2
3Sifat Eksponen Nol, Negatif, dan Pangkat PecahanTP 1.3.1
TP 1.3.2
Murid dapat menggeneralisasi sifat bilangan berpangkat nol, pangkat negatif, dan pangkat pecahan serta menjelaskan maknanya secara matematis. (Bilangan)
Murid dapat menggunakan sifat pangkat pecahan untuk menyelesaikan masalah yang melibatkan bilangan berpangkat rasional. (Bilangan)
2
4Bentuk Akar dan Hubungannya dengan EksponenTP 1.4.1
TP 1.4.2
Murid dapat menjelaskan hubungan antara bilangan berpangkat pecahan dan bentuk akar serta menyederhanakan bentuk akar menggunakan sifat-sifat eksponen. (Bilangan)
Murid dapat merasionalkan penyebut pecahan yang mengandung bentuk akar dengan benar. (Bilangan)
2
5Pengenalan Fungsi Eksponensial dan GrafiknyaTP 1.5.1
TP 1.5.2
Murid dapat menjelaskan definisi fungsi eksponensial f(x) = aˣ (a > 0, a ≠ 1) dan mengidentifikasi karakteristik grafik fungsi eksponensial berdasarkan nilai basisnya. (Aljabar dan Fungsi)
Murid dapat membuat dan menginterpretasi grafik fungsi eksponensial menggunakan tabel nilai atau aplikasi (GeoGebra). (Aljabar dan Fungsi)
2
6Fungsi Pertumbuhan dan Peluruhan EksponensialTP 1.6.1
TP 1.6.2
Murid dapat membedakan fungsi pertumbuhan eksponen dan fungsi peluruhan eksponen serta mengidentifikasi ciri-ciri masing-masing dari grafik dan rumusnya. (Aljabar dan Fungsi)
Murid dapat memodelkan dan menyelesaikan permasalahan kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan pertumbuhan dan peluruhan eksponensial (seperti pertumbuhan penduduk atau peluruhan zat). (Aljabar dan Fungsi)
2
7Asesmen Sumatif Bab 1: EksponenTP 1.7.1
TP 1.7.2
Murid dapat menyelesaikan soal-soal yang mencakup sifat-sifat bilangan berpangkat (termasuk pangkat pecahan) dan bentuk akar sebagai bukti ketercapaian kompetensi bilangan. (Bilangan)
Murid dapat menyelesaikan permasalahan kontekstual yang berkaitan dengan persamaan eksponensial berbasis sama dan fungsi eksponensial sebagai bukti ketercapaian kompetensi aljabar dan fungsi. (Aljabar dan Fungsi)
2

Bab 2 — Barisan dan Deret (12 JP)

Pert.TopikKode TPTujuan PembelajaranJP
1Konsep Barisan Bilangan dan Barisan AritmetikaTP 2.1.1
TP 2.1.2
Murid mampu mengidentifikasi pola bilangan dan menjelaskan pengertian barisan bilangan beserta unsur-unsurnya (suku, beda) melalui eksplorasi kontekstual. (Aljabar dan Fungsi)
Murid mampu menentukan suku ke-n dari suatu barisan aritmetika menggunakan rumus Un = a + (n-1)b dan menerapkannya pada masalah sehari-hari. (Aljabar dan Fungsi)
2
2Barisan Geometri dan Suku ke-nTP 2.2.1
TP 2.2.2
Murid mampu mengidentifikasi ciri barisan geometri berdasarkan rasio tetap antar suku yang berdekatan melalui kegiatan eksplorasi pelipatan kertas. (Aljabar dan Fungsi)
Murid mampu menentukan suku ke-n dari suatu barisan geometri menggunakan rumus Un = a · r^(n-1) dan mengidentifikasi masalah yang dapat dimodelkan dengan barisan geometri. (Aljabar dan Fungsi)
2
3Deret Aritmetika dan Jumlah n Suku PertamaTP 2.3.1
TP 2.3.2
Murid mampu menjelaskan konsep deret aritmetika sebagai jumlah suku-suku barisan aritmetika dan menemukan rumus Sn = n/2 · (2a + (n-1)b) melalui eksplorasi. (Aljabar dan Fungsi)
Murid mampu menentukan jumlah n suku pertama dari suatu deret aritmetika dan menyelesaikan masalah kontekstual yang dapat dimodelkan dengan deret aritmetika. (Aljabar dan Fungsi)
2
4Deret Geometri dan Deret Geometri Tak HinggaTP 2.4.1
TP 2.4.2
Murid mampu menentukan jumlah n suku pertama dari suatu deret geometri menggunakan rumus Sn = a(r^n - 1)/(r - 1) dan menyelesaikan masalah yang dimodelkan dengan deret geometri. (Aljabar dan Fungsi)
Murid mampu membedakan deret geometri tak hingga yang konvergen dan divergen serta menentukan jumlah deret geometri tak hingga konvergen dengan rumus S∞ = a/(1-r) untuk |r| < 1. (Aljabar dan Fungsi)
2
5Aplikasi Barisan dan Deret: Bunga Tunggal dan Bunga MajemukTP 2.5.1
TP 2.5.2
Murid mampu menyelesaikan masalah keuangan yang berkaitan dengan bunga tunggal dengan menggunakan konsep barisan dan deret aritmetika. (Aljabar dan Fungsi)
Murid mampu menyelesaikan masalah keuangan yang berkaitan dengan bunga majemuk dengan menggunakan konsep barisan dan deret geometri. (Aljabar dan Fungsi)
2
6Asesmen Sumatif Bab 2: Barisan dan DeretTP 2.6.1Murid mampu menyelesaikan soal asesmen sumatif yang mencakup penentuan suku ke-n barisan aritmetika dan geometri, jumlah n suku pertama deret aritmetika dan geometri, serta aplikasi bunga tunggal dan bunga majemuk secara mandiri. (Aljabar dan Fungsi)2

Bab 3 — Perbandingan Trigonometri (10 JP)

Pert.TopikKode TPTujuan PembelajaranJP
1Penamaan Sisi Segitiga Siku-Siku dan Konsep Perbandingan Trigonometri TangenTP 3.1.1
TP 3.1.2
Murid dapat mengidentifikasi sisi depan, sisi samping, dan sisi miring pada segitiga siku-siku terhadap suatu sudut lancip yang ditentukan. (Geometri)
Murid dapat menjelaskan konsep perbandingan trigonometri tangen (tan θ) sebagai rasio sisi depan terhadap sisi samping pada segitiga siku-siku melalui kegiatan eksplorasi bayangan. (Geometri)
2
2Perbandingan Trigonometri Sinus dan Cosinus serta Hubungan Antar KetiganyaTP 3.2.1
TP 3.2.2
Murid dapat menjelaskan konsep perbandingan trigonometri sinus (sin θ) sebagai rasio sisi depan terhadap sisi miring, dan cosinus (cos θ) sebagai rasio sisi samping terhadap sisi miring pada segitiga siku-siku. (Geometri)
Murid dapat merangkum hubungan antara ketiga perbandingan trigonometri (sin, cos, tan) dan menerapkannya untuk mencari panjang sisi segitiga siku-siku yang tidak diketahui. (Geometri)
2
3Nilai Perbandingan Trigonometri Sudut Istimewa (30°, 45°, 60°)TP 3.3.1
TP 3.3.2
Murid dapat menemukan nilai sin, cos, dan tan untuk sudut istimewa 30°, 45°, dan 60° melalui eksplorasi segitiga siku-siku sama kaki dan segitiga sama sisi. (Geometri)
Murid dapat menggunakan nilai perbandingan trigonometri sudut istimewa untuk menyelesaikan perhitungan panjang sisi segitiga siku-siku tanpa kalkulator. (Geometri)
2
4Pemanfaatan Perbandingan Trigonometri dalam Masalah Sehari-hari dan Bangun RuangTP 3.4.1
TP 3.4.2
Murid dapat menerapkan perbandingan trigonometri (sin, cos, dan tan θ) untuk menyelesaikan masalah kontekstual sehari-hari, seperti menentukan tinggi bangunan atau jarak yang tidak dapat diukur langsung. (Geometri)
Murid dapat mengaplikasikan perbandingan trigonometri pada bangun ruang sederhana (seperti piramida) dengan mengidentifikasi segitiga siku-siku yang relevan dan menjelaskan perubahan nilai trigonometri ketika besar sudut berubah. (Geometri)
2
5Asesmen Sumatif Bab 3: Perbandingan TrigonometriTP 3.5.1
TP 3.5.2
Murid dapat mendemonstrasikan pemahaman konsep perbandingan trigonometri (sin, cos, tan) dari sudut lancip pada segitiga siku-siku secara tertulis. (Geometri)
Murid dapat mengaplikasikan perbandingan trigonometri termasuk nilai sudut istimewa untuk menyelesaikan masalah matematika dan masalah kontekstual kehidupan sehari-hari secara mandiri. (Geometri)
2

Bab 4 — Sistem Persamaan dan Pertidaksamaan Linear (12 JP)

Pert.TopikKode TPTujuan PembelajaranJP
1Apersepsi dan Pemodelan Sistem Persamaan Linear Tiga VariabelTP 4.1.1
TP 4.1.2
Murid dapat mengidentifikasi sistem persamaan linear tiga variabel dari masalah kontekstual sehari-hari dengan menentukan variabel dan membuat model matematikanya secara tepat. (Aljabar dan Fungsi)
Murid dapat menjelaskan syarat suatu sistem persamaan disebut linear (semua variabel berpangkat satu) dan membedakannya dari sistem yang bukan linear. (Aljabar dan Fungsi)
2
2Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel dengan Metode Substitusi dan EliminasiTP 4.2.1
TP 4.2.2
Murid dapat menyelesaikan sistem persamaan linear tiga variabel menggunakan metode substitusi dan eliminasi secara sistematis. (Aljabar dan Fungsi)
Murid dapat memeriksa kebenaran solusi sistem persamaan linear tiga variabel dengan mensubstitusikan kembali hasil ke setiap persamaan. (Aljabar dan Fungsi)
2
3Penerapan Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel dalam Masalah KontekstualTP 4.3.1
TP 4.3.2
Murid dapat memodelkan masalah nyata (konteks ekonomi, fisika, atau kehidupan sehari-hari) ke dalam sistem persamaan linear tiga variabel dan menyelesaikannya. (Aljabar dan Fungsi)
Murid dapat memaknai solusi sistem persamaan linear tiga variabel dalam konteks permasalahan nyata yang diberikan. (Aljabar dan Fungsi)
2
4Pemodelan Sistem Pertidaksamaan Linear Dua VariabelTP 4.4.1
TP 4.4.2
Murid dapat mengidentifikasi sistem pertidaksamaan linear dua variabel dari masalah kontekstual dengan menentukan variabel, tanda ketidaksamaan yang tepat, dan membuat model matematikanya. (Aljabar dan Fungsi)
Murid dapat membedakan sistem pertidaksamaan linear dari bentuk matematika lain berdasarkan syarat linear, pertidaksamaan, dan sistem (simultan). (Aljabar dan Fungsi)
2
5Penyelesaian dan Interpretasi Sistem Pertidaksamaan Linear Dua Variabel secara GrafikTP 4.5.1
TP 4.5.2
Murid dapat menggambar grafik setiap pertidaksamaan linear, menentukan daerah hasil masing-masing pertidaksamaan, dan menentukan daerah irisan yang merupakan solusi sistem pertidaksamaan linear dua variabel. (Aljabar dan Fungsi)
Murid dapat menginterpretasikan daerah solusi sistem pertidaksamaan linear dua variabel dalam konteks masalah nyata yang dimodelkan. (Aljabar dan Fungsi)
2
6Asesmen Sumatif Bab 4: Sistem Persamaan dan Pertidaksamaan LinearTP 4.6.1
TP 4.6.2
Murid dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear tiga variabel, mencakup pemodelan, penyelesaian, dan pemaknaan solusi. (Aljabar dan Fungsi)
Murid dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan sistem pertidaksamaan linear dua variabel, mencakup pemodelan, penggambaran grafik, penentuan daerah solusi, dan interpretasi hasil. (Aljabar dan Fungsi)
2

Buat soal dari materi ini

Gunakan Generator Soal AI dengan mapel dan kelas yang sudah terisi.

Buat Penilaian dengan AI

Apa isi dokumen ini?

Dokumen ini merangkum komponen utama ATP yang dapat digunakan sebagai acuan perencanaan, pelaksanaan, dan administrasi pembelajaran.

Cara pakai dokumen ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan identitas sekolah, nama guru, dan kebutuhan kelas. Tinjau kembali isi dokumen agar selaras dengan kalender dan kondisi belajar setempat.

verified_user

Sesuai regulasi terbaru

Dokumen ini telah diverifikasi berdasarkan Capaian Pembelajaran (CP) sesuai Keputusan Kepala BSKAP terbaru.