| 1 | — | Murid dapat membedakan bentuk eksponen dan yang bukan eksponen serta menuliskan perkalian berulang dalam notasi eksponen dengan benar. | 3 |
| 2 | — | Murid dapat memodelkan situasi kehidupan sehari-hari (seperti penyebaran virus atau konten viral) ke dalam bentuk eksponen. | 3 |
| 3 | — | Murid dapat menggeneralisasi sifat-sifat eksponen (perkalian bilangan berpangkat, pembagian bilangan berpangkat, dan pangkat dari pangkat) melalui eksplorasi pola. | 3 |
| 4 | — | Murid dapat membuktikan sifat-sifat eksponen menggunakan definisi perkalian berulang dan menyederhanakan ekspresi eksponen menggunakan sifat tersebut. | 3 |
| 5 | — | Murid dapat menggeneralisasi sifat bilangan berpangkat nol, pangkat negatif, dan pangkat pecahan serta menjelaskan maknanya secara matematis. | 3 |
| 6 | — | Murid dapat menggunakan sifat pangkat pecahan untuk menyelesaikan masalah yang melibatkan bilangan berpangkat rasional. | 3 |
| 7 | — | Murid dapat menjelaskan hubungan antara bilangan berpangkat pecahan dan bentuk akar serta menyederhanakan bentuk akar menggunakan sifat-sifat eksponen. | 3 |
| 8 | — | Murid dapat merasionalkan penyebut pecahan yang mengandung bentuk akar dengan benar. | 3 |
| 9 | — | Murid dapat menjelaskan definisi fungsi eksponensial f(x) = aˣ (a > 0, a ≠ 1) dan mengidentifikasi karakteristik grafik fungsi eksponensial berdasarkan nilai basisnya. | 3 |
| 10 | — | Murid dapat membuat dan menginterpretasi grafik fungsi eksponensial menggunakan tabel nilai atau aplikasi (GeoGebra). | 3 |
| 11 | — | Murid dapat membedakan fungsi pertumbuhan eksponen dan fungsi peluruhan eksponen serta mengidentifikasi ciri-ciri masing-masing dari grafik dan rumusnya. | 3 |
| 12 | — | Murid dapat memodelkan dan menyelesaikan permasalahan kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan pertumbuhan dan peluruhan eksponensial (seperti pertumbuhan penduduk atau peluruhan zat). | 3 |
| 13 | — | Murid dapat menyelesaikan soal-soal yang mencakup sifat-sifat bilangan berpangkat (termasuk pangkat pecahan) dan bentuk akar sebagai bukti ketercapaian kompetensi bilangan. | 3 |
| 14 | — | Murid dapat menyelesaikan permasalahan kontekstual yang berkaitan dengan persamaan eksponensial berbasis sama dan fungsi eksponensial sebagai bukti ketercapaian kompetensi aljabar dan fungsi. | 3 |
| 15 | — | Murid mampu mengidentifikasi pola bilangan dan menjelaskan pengertian barisan bilangan beserta unsur-unsurnya (suku, beda) melalui eksplorasi kontekstual. | 3 |
| 16 | — | Murid mampu menentukan suku ke-n dari suatu barisan aritmetika menggunakan rumus Un = a + (n-1)b dan menerapkannya pada masalah sehari-hari. | 3 |
| 17 | — | Murid mampu mengidentifikasi ciri barisan geometri berdasarkan rasio tetap antar suku yang berdekatan melalui kegiatan eksplorasi pelipatan kertas. | 3 |
| 18 | — | Murid mampu menentukan suku ke-n dari suatu barisan geometri menggunakan rumus Un = a · r^(n-1) dan mengidentifikasi masalah yang dapat dimodelkan dengan barisan geometri. | 3 |
| 19 | — | Murid mampu menjelaskan konsep deret aritmetika sebagai jumlah suku-suku barisan aritmetika dan menemukan rumus Sn = n/2 · (2a + (n-1)b) melalui eksplorasi. | 3 |
| 20 | — | Murid mampu menentukan jumlah n suku pertama dari suatu deret aritmetika dan menyelesaikan masalah kontekstual yang dapat dimodelkan dengan deret aritmetika. | 3 |
| 21 | — | Murid mampu menentukan jumlah n suku pertama dari suatu deret geometri menggunakan rumus Sn = a(r^n - 1)/(r - 1) dan menyelesaikan masalah yang dimodelkan dengan deret geometri. | 3 |
| 22 | — | Murid mampu membedakan deret geometri tak hingga yang konvergen dan divergen serta menentukan jumlah deret geometri tak hingga konvergen dengan rumus S∞ = a/(1-r) untuk |r| < 1. | 3 |
| 23 | — | Murid mampu menyelesaikan masalah keuangan yang berkaitan dengan bunga tunggal dengan menggunakan konsep barisan dan deret aritmetika. | 3 |
| 24 | — | Murid mampu menyelesaikan masalah keuangan yang berkaitan dengan bunga majemuk dengan menggunakan konsep barisan dan deret geometri. | 3 |
| 25 | — | Murid mampu menyelesaikan soal asesmen sumatif yang mencakup penentuan suku ke-n barisan aritmetika dan geometri, jumlah n suku pertama deret aritmetika dan geometri, serta aplikasi bunga tunggal dan bunga majemuk secara mandiri. | 3 |
| 26 | — | Murid dapat mengidentifikasi sisi depan, sisi samping, dan sisi miring pada segitiga siku-siku terhadap suatu sudut lancip yang ditentukan. | 3 |
| 27 | — | Murid dapat menjelaskan konsep perbandingan trigonometri tangen (tan θ) sebagai rasio sisi depan terhadap sisi samping pada segitiga siku-siku melalui kegiatan eksplorasi bayangan. | 3 |
| 28 | — | Murid dapat menjelaskan konsep perbandingan trigonometri sinus (sin θ) sebagai rasio sisi depan terhadap sisi miring, dan cosinus (cos θ) sebagai rasio sisi samping terhadap sisi miring pada segitiga siku-siku. | 3 |
| 29 | — | Murid dapat merangkum hubungan antara ketiga perbandingan trigonometri (sin, cos, tan) dan menerapkannya untuk mencari panjang sisi segitiga siku-siku yang tidak diketahui. | 3 |
| 30 | — | Murid dapat menemukan nilai sin, cos, dan tan untuk sudut istimewa 30°, 45°, dan 60° melalui eksplorasi segitiga siku-siku sama kaki dan segitiga sama sisi. | 3 |
| 31 | — | Murid dapat menggunakan nilai perbandingan trigonometri sudut istimewa untuk menyelesaikan perhitungan panjang sisi segitiga siku-siku tanpa kalkulator. | 3 |
| 32 | — | Murid dapat menerapkan perbandingan trigonometri (sin, cos, dan tan θ) untuk menyelesaikan masalah kontekstual sehari-hari, seperti menentukan tinggi bangunan atau jarak yang tidak dapat diukur langsung. | 3 |
| 33 | — | Murid dapat mengaplikasikan perbandingan trigonometri pada bangun ruang sederhana (seperti piramida) dengan mengidentifikasi segitiga siku-siku yang relevan dan menjelaskan perubahan nilai trigonometri ketika besar sudut berubah. | 3 |
| 34 | — | Murid dapat mendemonstrasikan pemahaman konsep perbandingan trigonometri (sin, cos, tan) dari sudut lancip pada segitiga siku-siku secara tertulis. | 3 |
| 35 | — | Murid dapat mengaplikasikan perbandingan trigonometri termasuk nilai sudut istimewa untuk menyelesaikan masalah matematika dan masalah kontekstual kehidupan sehari-hari secara mandiri. | 3 |
| 36 | — | Murid dapat mengidentifikasi sistem persamaan linear tiga variabel dari masalah kontekstual sehari-hari dengan menentukan variabel dan membuat model matematikanya secara tepat. | 3 |
| 37 | — | Murid dapat menjelaskan syarat suatu sistem persamaan disebut linear (semua variabel berpangkat satu) dan membedakannya dari sistem yang bukan linear. | 3 |
| 38 | — | Murid dapat menyelesaikan sistem persamaan linear tiga variabel menggunakan metode substitusi dan eliminasi secara sistematis. | 3 |
| 39 | — | Murid dapat memeriksa kebenaran solusi sistem persamaan linear tiga variabel dengan mensubstitusikan kembali hasil ke setiap persamaan. | 3 |
| 40 | — | Murid dapat memodelkan masalah nyata (konteks ekonomi, fisika, atau kehidupan sehari-hari) ke dalam sistem persamaan linear tiga variabel dan menyelesaikannya. | 3 |
| 41 | — | Murid dapat memaknai solusi sistem persamaan linear tiga variabel dalam konteks permasalahan nyata yang diberikan. | 3 |
| 42 | — | Murid dapat mengidentifikasi sistem pertidaksamaan linear dua variabel dari masalah kontekstual dengan menentukan variabel, tanda ketidaksamaan yang tepat, dan membuat model matematikanya. | 3 |
| 43 | — | Murid dapat membedakan sistem pertidaksamaan linear dari bentuk matematika lain berdasarkan syarat linear, pertidaksamaan, dan sistem (simultan). | 3 |
| 44 | — | Murid dapat menggambar grafik setiap pertidaksamaan linear, menentukan daerah hasil masing-masing pertidaksamaan, dan menentukan daerah irisan yang merupakan solusi sistem pertidaksamaan linear dua variabel. | 3 |
| 45 | — | Murid dapat menginterpretasikan daerah solusi sistem pertidaksamaan linear dua variabel dalam konteks masalah nyata yang dimodelkan. | 3 |
| 46 | — | Murid dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear tiga variabel, mencakup pemodelan, penyelesaian, dan pemaknaan solusi. | 3 |
| 47 | — | Murid dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan sistem pertidaksamaan linear dua variabel, mencakup pemodelan, penggambaran grafik, penentuan daerah solusi, dan interpretasi hasil. | 3 |