ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP) KODING DAN KECERDASAN ARTIFISIAL 1. IDENTITAS| Mata Pelajaran | Koding dan Kecerdasan Artifisial |
|---|
| Fase / Kelas | Fase E / Kelas 10 |
|---|
| Semester | Semester 1 |
|---|
| Total JP | 32 JP |
|---|
| Jumlah Bab | 3 bab |
|---|
| Total Pertemuan | 16 pertemuan |
|---|
| Total Tujuan Pembelajaran | 31 TP |
|---|
2. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)Murid mampu menerapkan berpikir komputasional untuk memecahkan permasalahan sehari-hari yang kompleks; membandingkan dan menerapkan algoritma pemrograman untuk menghasilkan aplikasi; serta memahami cara kerja KA dalam mengenali pola citra dan suara, profesi di bidang KA, dan tanggung jawab etika-hukum atas penggunaan KA. 3. ALUR TUJUAN PEMBELAJARANKode TP: Bab.Pertemuan.Urutan TP Bab 1 — Berpikir Komputasional (10 JP)| Pert. | Topik | Kode TP | Tujuan Pembelajaran | JP |
|---|
| 1 | Pengenalan Berpikir Komputasional dan Pilar-Pilarnya dalam Kehidupan Sehari-hari | TP 1.1.1 TP 1.1.2 | Murid dapat menjelaskan konsep berpikir komputasional beserta empat pilarnya (dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma) dengan mengaitkan contoh permasalahan nyata dalam kehidupan sehari-hari. (Berpikir Komputasional) Murid dapat mengidentifikasi permasalahan sehari-hari yang kompleks dan menentukan pilar berpikir komputasional yang relevan untuk digunakan dalam penyelesaiannya. (Berpikir Komputasional) | 2 | | 2 | Penerapan Berpikir Komputasional: Dekomposisi dan Pengenalan Pola | TP 1.2.1 TP 1.2.2 | Murid dapat menerapkan dekomposisi untuk memecah permasalahan sehari-hari yang kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan terkelola. (Berpikir Komputasional) Murid dapat mengenali pola yang terdapat dalam sekumpulan data atau situasi nyata sebagai langkah awal pemecahan masalah secara sistematis. (Berpikir Komputasional) | 2 | | 3 | Penerapan Berpikir Komputasional: Abstraksi dan Perancangan Algoritma | TP 1.3.1 TP 1.3.2 | Murid dapat melakukan abstraksi dengan menyaring informasi penting dari suatu permasalahan dan mengabaikan detail yang tidak relevan untuk menyederhanakan proses penyelesaian. (Berpikir Komputasional) Murid dapat merancang algoritma berupa langkah-langkah logis dan terurut sebagai solusi atas permasalahan sehari-hari yang telah didekomposisi dan diabstraksikan. (Berpikir Komputasional) | 2 | | 4 | Simulasi Pemecahan Masalah Kompleks dengan Berpikir Komputasional Terintegrasi Kecerdasan Artifisial | TP 1.4.1 TP 1.4.2 | Murid dapat menerapkan keseluruhan langkah berpikir komputasional secara terstruktur untuk memecahkan permasalahan kompleks dalam kehidupan sehari-hari melalui simulasi berbasis studi kasus kelompok. (Berpikir Komputasional) Murid dapat menganalisis persamaan dan perbedaan antara kemampuan berpikir komputasional manusia dengan kemampuan kecerdasan artifisial dalam membantu penyelesaian masalah. (Berpikir Komputasional) | 2 | | 5 | Asesmen Sumatif Bab 1: Berpikir Komputasional | TP 1.5.1 | Murid dapat mendemonstrasikan kemampuan menerapkan berpikir komputasional secara menyeluruh — meliputi dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan perancangan algoritma — untuk memecahkan permasalahan sehari-hari yang kompleks secara mandiri sebagai bukti ketercapaian kompetensi bab. (Berpikir Komputasional) | 2 |
Bab 2 — Algoritma dan Pemrograman Lanjut (14 JP)| Pert. | Topik | Kode TP | Tujuan Pembelajaran | JP |
|---|
| 1 | Algoritma Dasar: Narasi, Pseudocode, dan Penerapannya | TP 2.1.1 TP 2.1.2 | Murid mampu memahami dan menjelaskan konsep algoritma dasar dalam bentuk narasi dan pseudocode untuk menyelesaikan permasalahan sederhana. (Algoritma Pemrograman) Murid mampu menerapkan struktur logika (urutan, percabangan, pengulangan) dalam penulisan algoritma dasar secara tertulis. (Berpikir Komputasional) | 2 | | 2 | Implementasi Logika Pemrograman dalam Flowchart | TP 2.2.1 TP 2.2.2 | Murid mampu menganalisis logika algoritma dasar dan menuangkannya ke dalam bentuk flowchart secara tepat dan sistematis. (Algoritma Pemrograman) Murid mampu menerapkan berpikir komputasional untuk merancang alur penyelesaian masalah nyata melalui representasi flowchart. (Berpikir Komputasional) | 2 | | 3 | Algoritma Terstruktur: Array, Nested If, dan Nested Loop | TP 2.3.1 TP 2.3.2 | Murid mampu memahami dan menerapkan konsep array, pengondisian bertingkat (nested if), serta pengulangan bersarang (nested loop) dalam pemecahan masalah. (Algoritma Pemrograman) Murid mampu membandingkan penggunaan struktur pengondisian bertingkat dan pengulangan bersarang untuk memilih pendekatan yang paling efisien. (Algoritma Pemrograman) | 2 | | 4 | Algoritma Pencarian (Sequential & Binary Search) dan Pengurutan (Selection & Insertion Sort) | TP 2.4.1 TP 2.4.2 | Murid mampu memahami dan menerapkan algoritma pencarian sequential search dan binary search untuk menemukan data dalam kumpulan data. (Algoritma Pemrograman) Murid mampu membandingkan algoritma pengurutan selection sort dan insertion sort berdasarkan logika dan efisiensinya. (Algoritma Pemrograman) | 2 | | 5 | Algoritma Rule-Based dan Pengantar Algoritma Machine Learning | TP 2.5.1 TP 2.5.2 | Murid mampu memahami dan menerapkan algoritma rule-based untuk menyelesaikan permasalahan berbasis aturan logika. (Algoritma Pemrograman) Murid mampu menjelaskan konsep dasar algoritma machine learning (decision tree, linear regression, K-means clustering, naive Bayes) dan membandingkannya dengan algoritma rule-based. (Pemanfaatan dan Pengembangan Kecerdasan Artifisial) | 2 | | 6 | Pengenalan Pemrograman Teks, Sintaks Dasar Python, dan Analisis Kesalahan (Debugging) | TP 2.6.1 TP 2.6.2 | Murid mampu menerapkan algoritma ke dalam bahasa pemrograman Python menggunakan sintaks dasar (variabel, input/output, percabangan, perulangan). (Algoritma Pemrograman) Murid mampu mengidentifikasi dan memperbaiki kesalahan logika maupun sintaks pada kode program melalui teknik analisis kesalahan (debugging). (Algoritma Pemrograman) | 2 | | 7 | Asesmen Sumatif Bab 2: Algoritma dan Pemrograman Lanjut | TP 2.7.1 TP 2.7.2 | Murid mampu menunjukkan pemahaman menyeluruh tentang algoritma dasar, algoritma terstruktur, pencarian, pengurutan, serta algoritma rule-based melalui asesmen tertulis. (Algoritma Pemrograman) Murid mampu menerapkan pemrograman Python secara mandiri untuk menghasilkan program sederhana yang memuat logika algoritma dan penanganan kesalahan (debugging). (Algoritma Pemrograman) | 2 |
Bab 3 — Literasi dan Etika Kecerdasan Artifisial (8 JP)| Pert. | Topik | Kode TP | Tujuan Pembelajaran | JP |
|---|
| 1 | Pengenalan Pola Citra dan Suara oleh Kecerdasan Artifisial | TP 3.1.1 TP 3.1.2 | Murid mampu menjelaskan cara kerja kecerdasan artifisial dalam mengenali pola citra menggunakan aplikasi seperti Google Teachable Machine dan Quickdraw (Literasi dan Etika Kecerdasan Artifisial) Murid mampu menjelaskan cara kerja kecerdasan artifisial dalam mengenali pola suara menggunakan aplikasi seperti Speech Demo (Literasi dan Etika Kecerdasan Artifisial) | 2 | | 2 | Profesi, Keterampilan, dan Perspektif Karier di Bidang Kecerdasan Artifisial | TP 3.2.1 TP 3.2.2 | Murid mampu mengidentifikasi jenis-jenis profesi di bidang kecerdasan artifisial beserta tugas dan peran masing-masing profesi tersebut (Literasi dan Etika Kecerdasan Artifisial) Murid mampu mendeskripsikan keterampilan yang dibutuhkan dan perspektif karier di bidang kecerdasan artifisial untuk menghadapi tantangan dunia kerja masa depan (Literasi dan Etika Kecerdasan Artifisial) | 2 | | 3 | Dampak Positif dan Negatif Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial dalam Kehidupan Sehari-hari | TP 3.3.1 TP 3.3.2 | Murid mampu menganalisis dampak positif pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam berbagai bidang kehidupan sehari-hari berdasarkan pengalaman dan data nyata (Literasi dan Etika Kecerdasan Artifisial) Murid mampu mengidentifikasi dampak negatif pemanfaatan kecerdasan artifisial serta menjelaskan mengapa pengambilan keputusan pada kondisi tertentu tidak dapat sepenuhnya diserahkan kepada kecerdasan artifisial (Literasi dan Etika Kecerdasan Artifisial) | 2 | | 4 | Regulasi, Etika Penggunaan Kecerdasan Artifisial, dan Asesmen Sumatif Bab 3 | TP 3.4.1 TP 3.4.2 | Murid mampu menjelaskan regulasi dan upaya pemerintah Indonesia dalam mengatur penggunaan kecerdasan artifisial serta tanggung jawab etika dan hukum yang harus dipikul manusia dalam pemanfaatan kecerdasan artifisial (Literasi dan Etika Kecerdasan Artifisial) Murid mampu mengevaluasi kasus penyalahgunaan kecerdasan artifisial dan menyimpulkan prinsip etika yang harus diterapkan dalam penggunaan kecerdasan artifisial secara bertanggung jawab (Literasi dan Etika Kecerdasan Artifisial) | 2 |
|