| 1 | — | Murid dapat menjelaskan konsep berpikir komputasional beserta empat pilarnya (dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma) dengan mengaitkan contoh permasalahan nyata dalam kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 2 | — | Murid dapat mengidentifikasi permasalahan sehari-hari yang kompleks dan menentukan pilar berpikir komputasional yang relevan untuk digunakan dalam penyelesaiannya. | 3 |
| 3 | — | Murid dapat menerapkan dekomposisi untuk memecah permasalahan sehari-hari yang kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan terkelola. | 3 |
| 4 | — | Murid dapat mengenali pola yang terdapat dalam sekumpulan data atau situasi nyata sebagai langkah awal pemecahan masalah secara sistematis. | 3 |
| 5 | — | Murid dapat melakukan abstraksi dengan menyaring informasi penting dari suatu permasalahan dan mengabaikan detail yang tidak relevan untuk menyederhanakan proses penyelesaian. | 3 |
| 6 | — | Murid dapat merancang algoritma berupa langkah-langkah logis dan terurut sebagai solusi atas permasalahan sehari-hari yang telah didekomposisi dan diabstraksikan. | 3 |
| 7 | — | Murid dapat menerapkan keseluruhan langkah berpikir komputasional secara terstruktur untuk memecahkan permasalahan kompleks dalam kehidupan sehari-hari melalui simulasi berbasis studi kasus kelompok. | 3 |
| 8 | — | Murid dapat menganalisis persamaan dan perbedaan antara kemampuan berpikir komputasional manusia dengan kemampuan kecerdasan artifisial dalam membantu penyelesaian masalah. | 3 |
| 9 | — | Murid dapat mendemonstrasikan kemampuan menerapkan berpikir komputasional secara menyeluruh — meliputi dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan perancangan algoritma — untuk memecahkan permasalahan sehari-hari yang kompleks secara mandiri sebagai bukti ketercapaian kompetensi bab. | 3 |
| 10 | — | Murid mampu memahami dan menjelaskan konsep algoritma dasar dalam bentuk narasi dan pseudocode untuk menyelesaikan permasalahan sederhana. | 3 |
| 11 | — | Murid mampu menerapkan struktur logika (urutan, percabangan, pengulangan) dalam penulisan algoritma dasar secara tertulis. | 3 |
| 12 | — | Murid mampu menganalisis logika algoritma dasar dan menuangkannya ke dalam bentuk flowchart secara tepat dan sistematis. | 3 |
| 13 | — | Murid mampu menerapkan berpikir komputasional untuk merancang alur penyelesaian masalah nyata melalui representasi flowchart. | 3 |
| 14 | — | Murid mampu memahami dan menerapkan konsep array, pengondisian bertingkat (nested if), serta pengulangan bersarang (nested loop) dalam pemecahan masalah. | 3 |
| 15 | — | Murid mampu membandingkan penggunaan struktur pengondisian bertingkat dan pengulangan bersarang untuk memilih pendekatan yang paling efisien. | 3 |
| 16 | — | Murid mampu memahami dan menerapkan algoritma pencarian sequential search dan binary search untuk menemukan data dalam kumpulan data. | 3 |
| 17 | — | Murid mampu membandingkan algoritma pengurutan selection sort dan insertion sort berdasarkan logika dan efisiensinya. | 3 |
| 18 | — | Murid mampu memahami dan menerapkan algoritma rule-based untuk menyelesaikan permasalahan berbasis aturan logika. | 3 |
| 19 | — | Murid mampu menjelaskan konsep dasar algoritma machine learning (decision tree, linear regression, K-means clustering, naive Bayes) dan membandingkannya dengan algoritma rule-based. | 3 |
| 20 | — | Murid mampu menerapkan algoritma ke dalam bahasa pemrograman Python menggunakan sintaks dasar (variabel, input/output, percabangan, perulangan). | 3 |
| 21 | — | Murid mampu mengidentifikasi dan memperbaiki kesalahan logika maupun sintaks pada kode program melalui teknik analisis kesalahan (debugging). | 3 |
| 22 | — | Murid mampu menunjukkan pemahaman menyeluruh tentang algoritma dasar, algoritma terstruktur, pencarian, pengurutan, serta algoritma rule-based melalui asesmen tertulis. | 3 |
| 23 | — | Murid mampu menerapkan pemrograman Python secara mandiri untuk menghasilkan program sederhana yang memuat logika algoritma dan penanganan kesalahan (debugging). | 3 |
| 24 | — | Murid mampu menjelaskan cara kerja kecerdasan artifisial dalam mengenali pola citra menggunakan aplikasi seperti Google Teachable Machine dan Quickdraw | 3 |
| 25 | — | Murid mampu menjelaskan cara kerja kecerdasan artifisial dalam mengenali pola suara menggunakan aplikasi seperti Speech Demo | 3 |
| 26 | — | Murid mampu mengidentifikasi jenis-jenis profesi di bidang kecerdasan artifisial beserta tugas dan peran masing-masing profesi tersebut | 3 |
| 27 | — | Murid mampu mendeskripsikan keterampilan yang dibutuhkan dan perspektif karier di bidang kecerdasan artifisial untuk menghadapi tantangan dunia kerja masa depan | 3 |
| 28 | — | Murid mampu menganalisis dampak positif pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam berbagai bidang kehidupan sehari-hari berdasarkan pengalaman dan data nyata | 3 |
| 29 | — | Murid mampu mengidentifikasi dampak negatif pemanfaatan kecerdasan artifisial serta menjelaskan mengapa pengambilan keputusan pada kondisi tertentu tidak dapat sepenuhnya diserahkan kepada kecerdasan artifisial | 3 |
| 30 | — | Murid mampu menjelaskan regulasi dan upaya pemerintah Indonesia dalam mengatur penggunaan kecerdasan artifisial serta tanggung jawab etika dan hukum yang harus dipikul manusia dalam pemanfaatan kecerdasan artifisial | 3 |
| 31 | — | Murid mampu mengevaluasi kasus penyalahgunaan kecerdasan artifisial dan menyimpulkan prinsip etika yang harus diterapkan dalam penggunaan kecerdasan artifisial secara bertanggung jawab | 3 |