TUJUAN PEMBELAJARAN (TP) PENDIDIKAN PANCASILA Fase Fase C · Kelas V (Lima) · Semester Ganjil (Semester 1) 1. IDENTITAS| Mata Pelajaran | Pendidikan Pancasila |
|---|
| Fase / Kelas | Fase Fase C / Kelas V (Lima) |
|---|
| Semester | Ganjil (Semester 1) |
|---|
| Jumlah TP | 44 |
|---|
2. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)Memahami kronologi sejarah kelahiran Pancasila; meneladani sikap para perumus Pancasila; menghubungkan sila-sila Pancasila sebagai kesatuan utuh; menguraikan makna Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa; mengimplementasikan bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban sebagai warga negara; mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama di lingkungan keluarga dan sekolah. 3. DAFTAR TUJUAN PEMBELAJARANKode TP: Bab.Pertemuan.Urutan TP Bab 1 — Pancasila dalam Kehidupanku| No | Kode TP | Elemen | Tujuan Pembelajaran |
|---|
| 1 | — | Pancasila | Melalui refleksi kolom KWL dan diskusi pemantik, murid dapat mengidentifikasi apa yang sudah diketahui dan ingin diketahui tentang Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa. | | 2 | — | Pancasila | Melalui kegiatan bernyanyi lagu Garuda Pancasila dan membaca komik Pancasila, murid dapat mengemukakan pendapat tentang peran Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. | | 3 | — | Pancasila | Melalui menyimak video dan membaca sumber informasi, murid dapat menjelaskan latar belakang perlunya perumusan dasar negara menjelang kemerdekaan Indonesia. | | 4 | — | Pancasila | Melalui pencarian informasi dari berbagai sumber, murid dapat menguraikan peristiwa penting dalam sidang BPUPKI sebagai bagian dari kronologi kelahiran Pancasila. | | 5 | — | Pancasila | Melalui aktivitas pembuatan lini masa, murid dapat menyusun urutan peristiwa penting dalam kronologi kelahiran Pancasila mulai dari sidang BPUPKI hingga penetapan Pancasila sebagai dasar negara secara runtut dan tepat. | | 6 | — | Pancasila | Melalui diskusi kelompok, murid dapat memahami peran Panitia Sembilan dan hasil rumusan Piagam Jakarta sebagai bagian dari proses kelahiran Pancasila. | | 7 | — | Pancasila | Melalui kajian ketokohan karakter (aktivitas Teladan Hidupku), murid dapat mengidentifikasi profil singkat, peran, dan sikap teladan para perumus Pancasila dalam proses perumusan dasar negara. | | 8 | — | Pancasila | Melalui pengisian lembar kerja nilai keteladanan, murid dapat membedakan nilai-nilai keteladanan para pendiri bangsa seperti beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, nasionalisme, dan patriotisme berdasarkan kisah para perumus Pancasila. | | 9 | — | Pancasila | Melalui diskusi dan presentasi, murid dapat menunjukkan contoh perilaku yang meneladani sikap para perumus Pancasila seperti gotong royong, musyawarah mufakat, dan mendahulukan kepentingan bersama di lingkungan keluarga dan sekolah. | | 10 | — | Pancasila | Melalui kegiatan refleksi diri, murid dapat menilai kesesuaian perilaku diri sendiri dengan nilai-nilai keteladanan para pendiri bangsa dalam kehidupan sehari-hari. | | 11 | — | Pancasila | Melalui kajian teks dan diskusi kelas, murid dapat menguraikan makna yang terkandung dalam masing-masing sila Pancasila secara tepat. | | 12 | — | Pancasila | Melalui aktivitas analisis contoh kasus kehidupan sehari-hari, murid dapat menghubungkan sila-sila dalam Pancasila sebagai suatu kesatuan yang utuh dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. | | 13 | — | Pancasila | Melalui membaca materi dan diskusi, murid dapat menguraikan makna Pancasila sebagai dasar negara yang menjadi landasan penyelenggaraan kehidupan bernegara di Indonesia. | | 14 | — | Pancasila | Melalui analisis contoh perilaku dalam kehidupan bermasyarakat, murid dapat menguraikan makna Pancasila sebagai pandangan hidup dan ideologi bangsa yang memandu sikap dan tindakan warga negara. | | 15 | — | Pancasila | Melalui aktivitas pembuatan Kartu Pancasila, murid dapat mendokumentasikan perilaku positif yang sudah dilakukan sesuai dengan nilai-nilai setiap sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. | | 16 | — | Pancasila | Melalui kegiatan penilaian diri dan antarteman, murid dapat mengevaluasi konsistensi penerapan nilai-nilai Pancasila dalam perilaku diri sendiri dan teman di lingkungan sekolah. | | 17 | — | Pancasila | Melalui kegiatan observasi dan wawancara sederhana, murid dapat mengidentifikasi masalah atau perilaku di lingkungan sekitar yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. | | 18 | — | Pancasila | Melalui pengisian lembar kerja gagasan solutif, murid dapat merumuskan upaya penyelesaian masalah yang ditemukan agar selaras dengan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat. | | 19 | — | Pancasila | Melalui praktik gotong royong di lingkungan sekolah, murid dapat menunjukkan perilaku kerja sama dan saling membantu sebagai wujud pengamalan nilai sila ketiga dan keempat Pancasila. | | 20 | — | Pancasila | Melalui simulasi musyawarah di kelas, murid dapat mempraktikkan pengambilan keputusan bersama secara demokratis dan adil sebagai penerapan nilai musyawarah mufakat dalam Pancasila. | | 21 | — | Pancasila | Melalui kegiatan presentasi hasil Kartu Pancasila dan lembar kerja keteladanan, murid dapat mengomunikasikan pengalaman dan komitmen menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari kepada teman-teman kelas. | | 22 | — | Pancasila | Melalui refleksi kolom KWL bagian Learned, murid dapat merangkum seluruh pemahaman yang diperoleh tentang sejarah kelahiran Pancasila, makna sila-silanya, dan penerapannya dalam kehidupan sebagai dasar evaluasi diri. | | 23 | — | Pancasila | Melalui asesmen sumatif, murid dapat menunjukkan pemahaman tentang kronologi sejarah kelahiran Pancasila dan sikap teladan para perumus Pancasila secara tertulis. | | 24 | — | Pancasila | Melalui asesmen sumatif, murid dapat menguraikan makna sila-sila Pancasila sebagai satu kesatuan utuh serta maknanya sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa secara tertulis. | | 25 | — | Pancasila | Melalui asesmen sumatif, murid dapat memberikan contoh konkret penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. |
Bab 2 — Norma dalam Kehidupanku| No | Kode TP | Elemen | Tujuan Pembelajaran |
|---|
| 26 | — | Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 | Murid dapat menjelaskan pengertian norma dan alasan norma diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat di lingkungan keluarga dan sekolah. | | 27 | — | Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 | Murid dapat mengidentifikasi ciri-ciri norma yang berlaku di lingkungan keluarga dan sekolah berdasarkan pengamatan dan pengalaman sehari-hari. | | 28 | — | Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 | Murid dapat mengidentifikasi bentuk-bentuk norma (agama, kesusilaan, kesopanan, dan hukum) beserta contoh penerapannya dalam kehidupan keluarga dan sekolah. | | 29 | — | Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 | Murid dapat menunjukkan perbedaan antara keempat bentuk norma berdasarkan sumber, sanksi, dan contoh perilakunya di lingkungan sekitar. | | 30 | — | Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 | Murid dapat mengidentifikasi hak dan kewajiban yang dimiliki dalam kedudukannya sebagai anggota keluarga beserta contoh-contohnya. | | 31 | — | Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 | Murid dapat menghubungkan pelaksanaan hak dan kewajiban dalam keluarga dengan norma-norma yang berlaku di lingkungan rumah. | | 32 | — | Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 | Murid dapat mengidentifikasi hak dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai warga sekolah dan warga negara beserta contoh-contohnya. | | 33 | — | Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 | Murid dapat menjelaskan pentingnya keseimbangan antara hak dan kewajiban sebagai warga sekolah dan warga negara berdasarkan norma yang berlaku. | | 34 | — | Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 | Murid dapat menyajikan hasil identifikasi bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai anggota keluarga, warga sekolah, dan warga negara melalui media pohon norma secara berkelompok. | | 35 | — | Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 | Murid dapat merancang naskah drama sederhana yang menggambarkan penerapan norma, hak, dan kewajiban di lingkungan rumah maupun sekolah secara berkelompok. | | 36 | — | Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 | Murid dapat mempraktikkan norma, hak, dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai anggota keluarga dan warga sekolah melalui penampilan drama sederhana di depan kelas. | | 37 | — | Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 | Murid dapat menjelaskan pengertian, tujuan, dan prinsip-prinsip musyawarah sebagai salah satu bentuk penerapan norma dalam kehidupan keluarga dan sekolah. | | 38 | — | Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 | Murid dapat mengidentifikasi contoh situasi yang memerlukan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama di lingkungan keluarga dan sekolah. | | 39 | — | Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 | Murid dapat mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama di lingkungan kelas melalui kegiatan simulasi bermusyawarah. | | 40 | — | Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 | Murid dapat mensimulasikan kegiatan musyawarah yang mencerminkan penerapan norma, hak menyampaikan pendapat, dan kewajiban menghormati hasil keputusan bersama. | | 41 | — | Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 | Murid dapat menerapkan kesepakatan dan aturan yang dihasilkan dari musyawarah dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga dan sekolah. | | 42 | — | Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 | Murid dapat merefleksikan pengalaman melaksanakan norma, hak, dan kewajiban serta hasil musyawarah sebagai wujud tanggung jawab sebagai warga negara. | | 43 | — | Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 | Murid dapat menunjukkan pemahaman menyeluruh tentang bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai anggota keluarga, warga sekolah, dan warga negara melalui asesmen sumatif bab. | | 44 | — | Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 | Murid dapat mendemonstrasikan pemahaman tentang praktik musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama serta penerapannya dalam kehidupan keluarga dan sekolah melalui asesmen sumatif bab. |
|