| 17 | — | Yesus Kristus | Murid mampu menjelaskan situasi bangsa Israel yang tertindas di Mesir dan alasan Allah mengutus Musa untuk membebaskan mereka, berdasarkan kisah dalam Kitab Suci. |
| 18 | — | Pribadi Peserta Didik | Murid mampu menunjukkan bahwa Allah selalu hadir dan peduli terhadap penderitaan umat-Nya, sebagaimana Allah mendengar seruan bangsa Israel di Mesir. |
| 19 | — | Yesus Kristus | Murid mampu menceritakan kembali peristiwa penyeberangan Laut Merah sebagai karya keselamatan Allah yang membebaskan bangsa Israel dari Firaun. |
| 20 | — | Gereja | Murid mampu mengungkapkan rasa syukur kepada Allah atas pembebasan yang dialami bangsa Israel melalui doa atau nyanyian pujian. |
| 21 | — | Yesus Kristus | Murid mampu menggambarkan penyertaan Allah selama perjalanan bangsa Israel di padang gurun, seperti tiang awan dan tiang api, sebagai tanda kesetiaan Allah. |
| 22 | — | Pribadi Peserta Didik | Murid mampu mengaitkan pengalaman penyertaan Allah bagi bangsa Israel di padang gurun dengan keyakinan bahwa Allah juga menyertai dirinya dalam menghadapi tantangan hidup sehari-hari. |
| 23 | — | Yesus Kristus | Murid mampu menjelaskan peristiwa Musa menerima Sepuluh Perintah Allah di Gunung Sinai sebagai bentuk bimbingan Allah kepada bangsa Israel (Kel 20:2; Kel 24:12). |
| 24 | — | Yesus Kristus | Murid mampu menjelaskan bahwa Sepuluh Perintah Allah diberikan Allah sebagai pedoman hidup yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan dan sesama. |
| 25 | — | Yesus Kristus | Murid mampu menyebutkan Sepuluh Perintah Allah dan mengklasifikasikannya ke dalam perintah yang mengatur hubungan dengan Tuhan dan perintah yang mengatur hubungan dengan sesama. |
| 26 | — | Masyarakat | Murid mampu mewujudkan nilai-nilai Sepuluh Perintah Allah melalui sikap dan tindakan konkret dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga dan sekolah. |
| 27 | — | Yesus Kristus | Murid mampu menjelaskan peran Yosua dalam memimpin bangsa Israel memasuki Tanah Terjanji sebagai kelanjutan karya keselamatan Allah setelah Musa (Ul 3:28). |
| 28 | — | Pribadi Peserta Didik | Murid mampu menunjukkan sikap kesetiaan dan ketekunan dalam perjuangan sebagaimana diteladankan oleh Yosua dalam mengantarkan bangsa Israel ke tanah Kanaan. |
| 29 | — | Yesus Kristus | Murid mampu menjelaskan bagaimana Allah membentuk bangsa Israel menjadi suatu bangsa di tanah Kanaan sebagai pemenuhan janji-Nya kepada para leluhur Israel. |
| 30 | — | Pribadi Peserta Didik | Murid mampu menghubungkan pemenuhan janji Allah kepada bangsa Israel dengan keyakinan bahwa Allah juga menepati janji-Nya dalam kehidupan pribadi murid. |
| 31 | — | Yesus Kristus | Murid mampu menjelaskan kisah Allah mengangkat Samuel dan Saul sebagai pemimpin bangsa Israel sebagai tanda bahwa Allah sendirilah pemimpin utama umat-Nya. |
| 32 | — | Masyarakat | Murid mampu mewujudkan sikap menghormati pemimpin di masyarakat sebagai cerminan nilai iman bahwa pemimpin adalah pelayan yang dipercayakan Allah. |
| 33 | — | Yesus Kristus | Murid mampu menjelaskan kisah Allah memilih dan memberkati Daud sebagai raja Israel serta meneladani sikap Daud yang beriman dan setia kepada Allah. |
| 34 | — | Pribadi Peserta Didik | Murid mampu mewujudkan iman melalui perbuatan baik dan sikap melayani sesama sebagaimana diteladankan oleh Daud sebagai pemimpin yang dipilih Allah. |
| 35 | — | Yesus Kristus | Murid mampu menunjukkan pemahaman menyeluruh tentang karya keselamatan Allah melalui tokoh Musa dan Yosua, Sepuluh Perintah Allah, serta para pemimpin Israel (Samuel, Saul, dan Daud) melalui asesmen tertulis. |
| 36 | — | Pribadi Peserta Didik | Murid mampu mengungkapkan refleksi pribadi tentang bagaimana bimbingan Allah kepada bangsa Israel menjadi inspirasi untuk mewujudkan iman dalam sikap dan tindakan hidup sehari-hari. |