| 1 | — | Murid dapat menjelaskan keunikan diri sendiri dari segi jasmani (bentuk tubuh, warna kulit, raut muka) dan rohani (perasaan, pikiran, kehendak) sebagai anugerah Allah. | 3 |
| 2 | — | Murid dapat membandingkan keunikan dirinya dengan teman-teman di kelas sebagai bukti bahwa setiap manusia diciptakan berbeda dan istimewa oleh Allah. | 3 |
| 3 | — | Murid dapat menjelaskan makna bersyukur atas keunikan diri sebagai citra Allah berdasarkan pengalaman hidup sehari-hari. | 3 |
| 4 | — | Murid dapat mengungkapkan rasa syukur atas keunikan diri melalui doa pribadi secara lisan maupun tulisan. | 3 |
| 5 | — | Murid dapat mengidentifikasi kemampuan, bakat, dan talenta yang dimilikinya sebagai anugerah Allah yang perlu dikembangkan. | 3 |
| 6 | — | Murid dapat menyebutkan usaha-usaha konkret yang dapat dilakukan untuk mengembangkan kemampuan diri sesuai kehendak Allah. | 3 |
| 7 | — | Murid dapat menjelaskan pesan Kitab Suci yang berkaitan dengan pengembangan kemampuan diri sebagai wujud iman kepada Allah. | 3 |
| 8 | — | Murid dapat menunjukkan perbuatan baik sebagai bentuk pengembangan diri yang sesuai dengan ajaran Kitab Suci dalam kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 9 | — | Murid dapat menjelaskan pengaruh lingkungan sosial (keluarga, sekolah, desa/kota) terhadap pertumbuhan dan perkembangan dirinya. | 3 |
| 10 | — | Murid dapat meneladani cara Yesus tumbuh dan berkembang dalam lingkungan keluarga dan masyarakat Nazaret sebagaimana dikisahkan dalam Kitab Suci. | 3 |
| 11 | — | Murid dapat menjelaskan peranan orang lain (orang tua, guru, teman, dan masyarakat) dalam membantu pengembangan dirinya sebagai anugerah Allah. | 3 |
| 12 | — | Murid dapat menunjukkan sikap menghargai dan menghormati orang-orang yang turut berperan dalam perkembangan dirinya sebagai perwujudan iman dalam hidup sehari-hari. | 3 |
| 13 | — | Murid dapat menjelaskan pesan Kitab Suci Markus 3:31-35 tentang persaudaraan sejati sebagai dasar kebersamaan dalam mengembangkan diri. | 3 |
| 14 | — | Murid dapat mewujudkan semangat persaudaraan dan saling mendukung dalam mengembangkan diri bersama orang lain sesuai kehendak Allah. | 3 |
| 15 | — | Murid dapat menunjukkan pemahaman menyeluruh tentang dirinya sebagai pribadi yang unik, mampu bersyukur, dan bersedia mengembangkan keunikan diri bersama orang lain dan lingkungan sekitar. | 3 |
| 16 | — | Murid dapat merefleksikan dan mengomunikasikan rencana tindakan nyata untuk mengembangkan diri sesuai talenta yang dianugerahkan Allah dalam kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 17 | — | Murid mampu menjelaskan situasi bangsa Israel yang tertindas di Mesir dan alasan Allah mengutus Musa untuk membebaskan mereka, berdasarkan kisah dalam Kitab Suci. | 3 |
| 18 | — | Murid mampu menunjukkan bahwa Allah selalu hadir dan peduli terhadap penderitaan umat-Nya, sebagaimana Allah mendengar seruan bangsa Israel di Mesir. | 3 |
| 19 | — | Murid mampu menceritakan kembali peristiwa penyeberangan Laut Merah sebagai karya keselamatan Allah yang membebaskan bangsa Israel dari Firaun. | 3 |
| 20 | — | Murid mampu mengungkapkan rasa syukur kepada Allah atas pembebasan yang dialami bangsa Israel melalui doa atau nyanyian pujian. | 3 |
| 21 | — | Murid mampu menggambarkan penyertaan Allah selama perjalanan bangsa Israel di padang gurun, seperti tiang awan dan tiang api, sebagai tanda kesetiaan Allah. | 3 |
| 22 | — | Murid mampu mengaitkan pengalaman penyertaan Allah bagi bangsa Israel di padang gurun dengan keyakinan bahwa Allah juga menyertai dirinya dalam menghadapi tantangan hidup sehari-hari. | 3 |
| 23 | — | Murid mampu menjelaskan peristiwa Musa menerima Sepuluh Perintah Allah di Gunung Sinai sebagai bentuk bimbingan Allah kepada bangsa Israel (Kel 20:2; Kel 24:12). | 3 |
| 24 | — | Murid mampu menjelaskan bahwa Sepuluh Perintah Allah diberikan Allah sebagai pedoman hidup yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan dan sesama. | 3 |
| 25 | — | Murid mampu menyebutkan Sepuluh Perintah Allah dan mengklasifikasikannya ke dalam perintah yang mengatur hubungan dengan Tuhan dan perintah yang mengatur hubungan dengan sesama. | 3 |
| 26 | — | Murid mampu mewujudkan nilai-nilai Sepuluh Perintah Allah melalui sikap dan tindakan konkret dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga dan sekolah. | 3 |
| 27 | — | Murid mampu menjelaskan peran Yosua dalam memimpin bangsa Israel memasuki Tanah Terjanji sebagai kelanjutan karya keselamatan Allah setelah Musa (Ul 3:28). | 3 |
| 28 | — | Murid mampu menunjukkan sikap kesetiaan dan ketekunan dalam perjuangan sebagaimana diteladankan oleh Yosua dalam mengantarkan bangsa Israel ke tanah Kanaan. | 3 |
| 29 | — | Murid mampu menjelaskan bagaimana Allah membentuk bangsa Israel menjadi suatu bangsa di tanah Kanaan sebagai pemenuhan janji-Nya kepada para leluhur Israel. | 3 |
| 30 | — | Murid mampu menghubungkan pemenuhan janji Allah kepada bangsa Israel dengan keyakinan bahwa Allah juga menepati janji-Nya dalam kehidupan pribadi murid. | 3 |
| 31 | — | Murid mampu menjelaskan kisah Allah mengangkat Samuel dan Saul sebagai pemimpin bangsa Israel sebagai tanda bahwa Allah sendirilah pemimpin utama umat-Nya. | 3 |
| 32 | — | Murid mampu mewujudkan sikap menghormati pemimpin di masyarakat sebagai cerminan nilai iman bahwa pemimpin adalah pelayan yang dipercayakan Allah. | 3 |
| 33 | — | Murid mampu menjelaskan kisah Allah memilih dan memberkati Daud sebagai raja Israel serta meneladani sikap Daud yang beriman dan setia kepada Allah. | 3 |
| 34 | — | Murid mampu mewujudkan iman melalui perbuatan baik dan sikap melayani sesama sebagaimana diteladankan oleh Daud sebagai pemimpin yang dipilih Allah. | 3 |
| 35 | — | Murid mampu menunjukkan pemahaman menyeluruh tentang karya keselamatan Allah melalui tokoh Musa dan Yosua, Sepuluh Perintah Allah, serta para pemimpin Israel (Samuel, Saul, dan Daud) melalui asesmen tertulis. | 3 |
| 36 | — | Murid mampu mengungkapkan refleksi pribadi tentang bagaimana bimbingan Allah kepada bangsa Israel menjadi inspirasi untuk mewujudkan iman dalam sikap dan tindakan hidup sehari-hari. | 3 |
| 37 | — | Murid mampu menjelaskan bahwa Yesus Kristus adalah pemenuhan janji Allah yang telah dinubuatkan oleh para nabi dalam Kitab Suci Perjanjian Lama. | 3 |
| 38 | — | Murid mampu mengidentifikasi hubungan antara nubuat para nabi Perjanjian Lama dengan kehadiran Yesus Kristus sebagai penyelamat umat manusia. | 3 |
| 39 | — | Murid mampu memahami makna Kerajaan Allah yang diwartakan Yesus melalui perumpamaan-perumpamaan dalam Injil. | 3 |
| 40 | — | Murid mampu menjelaskan pesan moral dari salah satu perumpamaan Yesus dan mengaitkannya dengan sikap hidup sehari-hari. | 3 |
| 41 | — | Murid mampu menyebutkan beberapa mukjizat yang dilakukan Yesus sebagai tanda kehadiran dan kemuliaan Allah. | 3 |
| 42 | — | Murid mampu memahami bahwa mukjizat Yesus bertujuan untuk keselamatan manusia dan menunjukkan bahwa Allah hadir serta berkarya melalui diri Yesus. | 3 |
| 43 | — | Murid mampu memahami peran Maria dalam sejarah keselamatan sebagai teladan iman yang menyambut kehadiran Yesus Kristus dengan penuh penyerahan diri kepada Allah. | 3 |
| 44 | — | Murid mampu meneladani sikap Maria yang berserah diri dan mengandalkan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 45 | — | Murid mampu menghubungkan pewartaan dan perbuatan Yesus dalam mewartakan Kerajaan Allah dengan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 46 | — | Murid mampu mewujudkan iman kepada Yesus Kristus melalui perbuatan baik, sikap kasih, dan kepedulian terhadap sesama di lingkungan sekitar. | 3 |
| 47 | — | Murid mampu menunjukkan pemahamannya bahwa Yesus adalah pemenuhan janji Allah yang mewartakan Kerajaan Allah melalui perkataan, perbuatan, dan mukjizat-Nya. | 3 |
| 48 | — | Murid mampu mengungkapkan komitmen untuk meneladani Yesus Kristus dalam sikap dan tindakan nyata sebagai wujud iman dalam kehidupan sehari-hari. | 3 |