Dokumenchevron_rightTujuan Pembelajaranchevron_rightPendidikan Agama Hindu dan Budi Pekertichevron_rightKelas 1

TP Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 1 — Semester 1

Tujuan PembelajaranSDKelas 1ASemester 1

Dokumen Tujuan Pembelajaran ini membantu guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti kelas 1 menyiapkan pembelajaran secara sistematis dan selaras dengan Capaian Pembelajaran resmi.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN Tujuan Pembelajaran

TP Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 1 — Semester 1

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti · Kelas 1

Semester 1

TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI

Fase Fase A · Kelas 1 (Satu) · Semester Ganjil (Semester 1)

1. IDENTITAS

Mata PelajaranPendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase Fase A / Kelas 1 (Satu)
SemesterGanjil (Semester 1)
Jumlah TP45

2. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Memahami kitab Ramayana dan tokoh-tokohnya sebagai suri teladan; memahami Hyang Widhi Wasa sebagai pencipta alam semesta, makhluk hidup, dan benda mati serta menghargai ciptaan-Nya

3. DAFTAR TUJUAN PEMBELAJARAN

Kode TP: Bab.Pertemuan.Urutan TP

Bab 1 — Cerita Ramayana

NoKode TPElemenTujuan Pembelajaran
1Kitab Suci WedaMurid dapat menjelaskan pengertian cerita Ramayana sebagai bagian dari kitab suci Hindu (Weda Smerti/Itihasa) dengan kata-kata sendiri.
2Kitab Suci WedaMurid dapat menyebutkan bahwa cerita Ramayana ditulis oleh Maharsi Walmiki dan terdiri dari 7 kanda.
3Kitab Suci WedaMurid dapat menceritakan kembali secara sederhana alur cerita Ramayana tentang Kerajaan Kosala dan Raja Dasaratha.
4Kitab Suci WedaMurid dapat menyebutkan nama-nama putra Raja Dasaratha (Rama, Bharata, Laksmana, Satrughna) beserta urutan kelahirannya.
5Kitab Suci WedaMurid dapat menceritakan secara sederhana kisah Sita sebagai putri Raja Janaka dan perannya dalam cerita Ramayana.
6SusilaMurid dapat menjelaskan siapa Rahwana dan perbuatannya dalam cerita Ramayana sebagai contoh perilaku yang harus dihindari.
7SusilaMurid dapat menyebutkan dan menjelaskan sifat-sifat baik tokoh Rama, Laksmana, dan Sita yang patut diteladani dalam kehidupan sehari-hari.
8Sraddha dan BhaktiMurid dapat mengidentifikasi bahwa Rama adalah awatara Dewa Wisnu yang ketujuh yang turun untuk menegakkan kebenaran.
9SusilaMurid dapat menyebutkan sifat-sifat baik tokoh Hanoman, Jatayu, dan Wibhisana dalam cerita Ramayana sebagai contoh kesetiaan dan keberanian.
10SusilaMurid dapat membedakan perilaku tokoh baik (Subha Karma) dan tokoh buruk (Asubha Karma) berdasarkan kisah dalam cerita Ramayana.
11Kitab Suci WedaMurid dapat menyebutkan nama tokoh Subali, Sugriwa, Kumbhakarna, dan Manthara serta menjelaskan peran masing-masing dalam cerita Ramayana.
12SusilaMurid dapat menjelaskan sifat buruk tokoh Kumbhakarna dan Manthara sebagai perilaku yang harus dihindari sesuai ajaran Asubha Karma.
13SusilaMurid dapat menghubungkan perilaku tokoh-tokoh baik dalam cerita Ramayana (berpikir, berkata, dan berbuat baik) dengan ajaran Tri Kaya Parisudha.
14SusilaMurid dapat memberikan contoh sederhana penerapan pikiran, perkataan, dan perbuatan baik terinspirasi dari tokoh Rama dalam kehidupan sehari-hari.
15Sraddha dan BhaktiMurid dapat menjelaskan bahwa Rama adalah awatara Hyang Widhi Wasa (Dewa Wisnu) yang diturunkan untuk menegakkan kebenaran dan melindungi kebaikan.
16AcaraMurid dapat mengungkapkan rasa syukur kepada Hyang Widhi Wasa melalui doa sederhana sebagaimana diteladankan oleh tokoh-tokoh dalam cerita Ramayana.
17Sejarah Agama HinduMurid dapat menyebutkan contoh kerajaan Hindu di Indonesia yang mengenal dan mewarisi cerita Ramayana (seperti Majapahit) secara sederhana.
18Sejarah Agama HinduMurid dapat menjelaskan secara sederhana bahwa tokoh-tokoh dalam cerita Ramayana dijadikan teladan oleh raja-raja Hindu di Indonesia.
19Kitab Suci WedaMurid dapat menceritakan kembali bagian cerita Ramayana yang paling berkesan dengan kalimat sendiri secara lisan di depan kelas.
20SusilaMurid dapat menunjukkan sikap meneladani sifat baik salah satu tokoh dalam cerita Ramayana dan menghindari sifat buruk tokoh lainnya.
21Kitab Suci WedaMurid dapat menunjukkan pemahaman tentang alur cerita Ramayana, nama-nama tokoh, dan sifat-sifatnya melalui soal pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, dan uraian.
22SusilaMurid dapat menilai perilaku tokoh dalam cerita Ramayana sebagai contoh Subha Karma atau Asubha Karma secara tertulis.

Bab 2 — Hyang Widhi Wasa

NoKode TPElemenTujuan Pembelajaran
23Sraddha dan BhaktiMurid dapat menjelaskan bahwa Hyang Widhi Wasa adalah pencipta alam semesta beserta isinya dengan menyebutkan minimal tiga contoh ciptaan-Nya.
24Sraddha dan BhaktiMurid dapat menyebutkan berbagai nama lain Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa, Brahman, Hyang Maha Tunggal) dengan benar.
25Sraddha dan BhaktiMurid dapat mengidentifikasi benda-benda langit (matahari, bulan, bintang) dan alam semesta (gunung, sungai, laut) sebagai ciptaan Hyang Widhi Wasa melalui pengamatan gambar.
26Sraddha dan BhaktiMurid dapat membuktikan keyakinannya bahwa Hyang Widhi Wasa yang menciptakan alam semesta dengan memberikan contoh nyata dari lingkungan sekitar sekolah.
27Sraddha dan BhaktiMurid dapat menunjukkan contoh makhluk hidup ciptaan Hyang Widhi Wasa (manusia, hewan, tumbuhan) minimal dua contoh dari setiap kelompok.
28Sraddha dan BhaktiMurid dapat menjelaskan ciri-ciri makhluk hidup ciptaan Hyang Widhi Wasa yang membedakannya dari benda mati secara lisan dengan kalimat sederhana.
29Sraddha dan BhaktiMurid dapat menunjukkan contoh benda mati ciptaan Hyang Widhi Wasa (batu, pasir, air, tanah) minimal tiga contoh dari lingkungan sekitar.
30Sraddha dan BhaktiMurid dapat membedakan makhluk hidup dan benda mati ciptaan Hyang Widhi Wasa berdasarkan ciri-cirinya secara tertulis dengan benar.
31Sraddha dan BhaktiMurid dapat menjelaskan mengapa manusia disebut sebagai ciptaan Hyang Widhi Wasa yang paling sempurna di antara makhluk hidup lainnya dengan kalimat sederhana.
32Sraddha dan BhaktiMurid dapat menyebutkan keistimewaan manusia sebagai ciptaan Hyang Widhi Wasa yang membedakannya dari hewan dan tumbuhan.
33Sraddha dan BhaktiMurid dapat menjelaskan pengertian Tri Pramana sebagai tiga kekuatan hidup yang diberikan Hyang Widhi Wasa kepada makhluk ciptaan-Nya dengan kata-kata sendiri.
34Sraddha dan BhaktiMurid dapat menyebutkan tiga bagian Tri Pramana (Bayu, Sabda, Idep) beserta artinya dengan benar.
35Sraddha dan BhaktiMurid dapat menjelaskan hubungan Tri Pramana dengan jenis-jenis makhluk ciptaan Hyang Widhi Wasa (tumbuhan, hewan, manusia) beserta contohnya.
36Sraddha dan BhaktiMurid dapat membedakan Tri Pramana yang dimiliki tumbuhan, hewan, dan manusia sebagai anugerah Hyang Widhi Wasa secara lisan.
37Sraddha dan BhaktiMurid dapat menunjukkan contoh perilaku menghargai diri sendiri sebagai ciptaan Hyang Widhi Wasa dalam kehidupan sehari-hari minimal dua contoh.
38Sraddha dan BhaktiMurid dapat menjelaskan alasan pentingnya menjaga dan merawat diri sendiri sebagai wujud syukur kepada Hyang Widhi Wasa.
39Sraddha dan BhaktiMurid dapat menunjukkan contoh cara menghargai dan merawat hewan serta tumbuhan sebagai ciptaan Hyang Widhi Wasa dalam kehidupan sehari-hari.
40Sraddha dan BhaktiMurid dapat menjelaskan mengapa makhluk hidup ciptaan Hyang Widhi Wasa harus dijaga dan dilestarikan dengan kalimat sederhana.
41Sraddha dan BhaktiMurid dapat menunjukkan contoh cara menjaga dan merawat benda mati ciptaan Hyang Widhi Wasa (air, tanah, udara) di lingkungan sekitar minimal dua contoh.
42Sraddha dan BhaktiMurid dapat menjelaskan hubungan antara menjaga lingkungan ciptaan Hyang Widhi Wasa dengan bentuk rasa syukur dan bakti kepada-Nya.
43Sraddha dan BhaktiMurid dapat merangkum kembali pokok-pokok materi tentang Hyang Widhi Wasa sebagai pencipta, ciptaan-Nya, Tri Pramana, dan cara menghargai ciptaan-Nya secara lisan maupun tulisan sederhana.
44Sraddha dan BhaktiMurid dapat menunjukkan sikap syukur dan bangga sebagai ciptaan Hyang Widhi Wasa melalui kegiatan bercerita tentang pengalaman menjaga ciptaan-Nya di lingkungan keluarga dan sekolah.
45Sraddha dan BhaktiMurid dapat mendemonstrasikan pemahaman tentang Hyang Widhi Wasa sebagai pencipta, jenis-jenis ciptaan-Nya (makhluk hidup dan benda mati), konsep Tri Pramana, serta perilaku menghargai ciptaan Hyang Widhi Wasa melalui asesmen sumatif.

Buat soal dari materi ini

Gunakan Generator Soal AI dengan mapel dan kelas yang sudah terisi.

Buat Penilaian dengan AI

Apa isi dokumen ini?

Dokumen ini merangkum komponen utama Tujuan Pembelajaran yang dapat digunakan sebagai acuan perencanaan, pelaksanaan, dan administrasi pembelajaran.

Cara pakai dokumen ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan identitas sekolah, nama guru, dan kebutuhan kelas. Tinjau kembali isi dokumen agar selaras dengan kalender dan kondisi belajar setempat.

verified_user

Sesuai regulasi terbaru

Dokumen ini telah diverifikasi berdasarkan Capaian Pembelajaran (CP) sesuai Keputusan Kepala BSKAP terbaru.