TUJUAN PEMBELAJARAN (TP) PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA DAN BUDI PEKERTI Fase Fase A · Kelas I (Satu) · Semester Semester 1 (Ganjil) 1. IDENTITAS| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase Fase A / Kelas I (Satu) |
|---|
| Semester | Semester 1 (Ganjil) |
|---|
| Jumlah TP | 51 |
|---|
2. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)Murid mampu memahami identitas diri dan keluarganya, menghargai perbedaan identitas dan budaya teman-temannya, mengamalkan sifat-sifat Bodhisattva dalam menyayangi diri sendiri, menjaga kesehatan fisik dan batin, bersikap hormat, menjaga ucapan sesuai kisah Jataka, serta memahami identitas agama Buddha dan simbol-simbol keagamaan di lingkungan rumah dan sekolah. 3. DAFTAR TUJUAN PEMBELAJARANKode TP: Bab.Pertemuan.Urutan TP Bab 1 — Diriku| No | Kode TP | Elemen | Tujuan Pembelajaran |
|---|
| 1 | — | Sejarah | Melalui aktivitas mengamati dan bercerita, murid dapat mengidentifikasi identitas diri (nama, jenis kelamin, ciri fisik) sebagai manusia yang berharga. | | 2 | — | Etika | Melalui aktivitas renungkan dan mencoba, murid dapat menunjukkan rasa syukur atas kelahirannya sebagai manusia dengan menyebutkan minimal dua hal positif tentang dirinya. | | 3 | — | Sejarah | Melalui aktivitas bermain peran dan diskusi, murid dapat menunjukkan sikap menerima diri sendiri sebagai manusia sesuai nilai menyayangi diri sendiri dalam ajaran Buddha. | | 4 | — | Etika | Melalui aktivitas lakukan, murid dapat mengamalkan satu sikap merawat diri sebagai wujud rasa syukur lahir sebagai manusia. | | 5 | — | Sejarah | Melalui aktivitas menyimak dan membaca, murid dapat menyajikan dengan kata-kata sendiri minimal dua cara menjaga kesehatan tubuh dan batin sesuai ajaran Buddha. | | 6 | — | Etika | Melalui aktivitas mencoba dan lakukan, murid dapat mendemonstrasikan cara menjaga tubuh (kebersihan diri) dan batin (latihan hening dan sadar) sebagai bentuk pengamalan nilai Buddhis. | | 7 | — | Ritual | Melalui aktivitas mengamati simbol-simbol keagamaan Buddha dan diskusi sederhana, murid dapat menyimpulkan identitas diri sebagai bagian dari agama Buddha. | | 8 | — | Sejarah | Melalui aktivitas membuat dan menyajikan struktur sederhana (kartu identitas diri), murid dapat menyajikan identitas dirinya sebagai umat Buddha kepada teman di kelas. | | 9 | — | Etika | Melalui aktivitas renungkan, murid dapat menunjukkan sikap menerima identitas diri sebagai bagian dari agama Buddha dengan penuh rasa syukur. | | 10 | — | Sejarah | Melalui asesmen sumatif, murid dapat menunjukkan pemahamannya tentang identitas diri sebagai manusia yang berharga dan sebagai umat Buddha melalui unjuk kerja dan soal sederhana. | | 11 | — | Etika | Melalui asesmen sumatif, murid dapat menunjukkan sikap menjaga diri dan menerima identitas diri sebagai umat Buddha dalam kehidupan sehari-hari sesuai nilai-nilai ajaran Buddha. |
Bab 2 — Aku dan Teman-Temanku| No | Kode TP | Elemen | Tujuan Pembelajaran |
|---|
| 12 | — | Sejarah | Murid dapat menyebutkan nama dan identitas teman-teman di lingkungan terdekatnya (nama, asal, kesukaan) melalui kegiatan perkenalan di kelas. | | 13 | — | Etika | Murid dapat menerima kehadiran teman-teman di lingkungan terdekatnya sebagai bagian dari komunitas belajar sesuai ajaran Buddha tentang berteman dengan orang yang baik. | | 14 | — | Sejarah | Murid dapat menyajikan dengan kata-kata sendiri perbedaan identitas diri dengan identitas teman-temannya (nama, agama, suku, kebiasaan) di lingkungan sekolah. | | 15 | — | Sejarah | Murid dapat menerima perbedaan identitas diri dengan identitas teman-temannya sebagai hal yang wajar berdasarkan nilai keterbukaan sesuai ajaran Buddha. | | 16 | — | Etika | Murid dapat menunjukkan sikap dan perilaku menghargai perbedaan identitas teman-temannya melalui kegiatan bermain peran (role playing) di kelas. | | 17 | — | Ritual | Murid dapat mendemonstrasikan cara menghormati teman yang sedang beribadah sesuai keyakinannya sebagai wujud pengamalan sopan santun di lingkungan sekolah. | | 18 | — | Etika | Murid dapat menceritakan pengalaman berteman dengan teman yang berbeda identitas berdasarkan nilai empat sifat luhur dalam ajaran Buddha. | | 19 | — | Sejarah | Murid dapat menguraikan identitas teman-teman di lingkungan terdekatnya secara lisan maupun tulisan sederhana sebagai bukti pemahaman atas keberagaman identitas. | | 20 | — | Etika | Murid dapat menunjukkan sikap menghargai perbedaan identitas teman-temannya melalui tugas unjuk kerja sederhana yang mencerminkan nilai sopan santun dan empat sifat luhur. |
Bab 3 — Menyayangi Diri Sendiri| No | Kode TP | Elemen | Tujuan Pembelajaran |
|---|
| 21 | — | Sejarah | Murid dapat mengidentifikasi identitas diri sebagai manusia yang berharga dalam pandangan agama Buddha. | | 22 | — | Sejarah | Murid dapat menerima diri sendiri sebagai manusia dan bersyukur dapat lahir sebagai manusia. | | 23 | — | Sejarah | Murid dapat menyajikan dengan kata-kata sendiri pentingnya menjaga kesehatan jasmani sebagai cara menyayangi diri sendiri sesuai ajaran Buddha. | | 24 | — | Etika | Murid dapat mendemonstrasikan cara menjaga kesehatan jasmani, seperti mencuci tangan yang benar, sebagai bentuk perilaku menyayangi diri sendiri. | | 25 | — | Sejarah | Murid dapat menjelaskan pentingnya menjaga kesehatan batin sebagai cara menyayangi diri sendiri berdasarkan sabda Buddha. | | 26 | — | Etika | Murid dapat menunjukkan perilaku sadar untuk menjaga kesehatan batin, seperti berlatih meditasi sederhana dan bersikap positif di lingkungan rumah dan sekolah. | | 27 | — | Etika | Murid dapat mengamalkan sikap hormat dan menjaga ucapan di lingkungan rumah dan sekolah sebagai wujud menyayangi diri sendiri sesuai nilai-nilai ajaran Buddha. | | 28 | — | Ritual | Murid dapat menghubungkan nilai menyayangi diri sendiri dengan identitas dirinya sebagai umat Buddha yang mengenal simbol dan ajaran agama Buddha. | | 29 | — | Sejarah | Murid dapat menunjukkan pemahaman tentang cara menyayangi diri sendiri dengan menjaga kesehatan jasmani dan batin melalui unjuk kerja dan refleksi diri. | | 30 | — | Etika | Murid dapat menampilkan sikap dan perilaku menyayangi diri sendiri yang mencerminkan nilai-nilai ajaran Buddha dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan sekolah. |
Bab 4 — Menghargai Sesama| No | Kode TP | Elemen | Tujuan Pembelajaran |
|---|
| 31 | — | Sejarah | Murid dapat menemukenali beragam tingkatan sosial dan jenis kelamin yang menjadi siswa Buddha di lingkungan sekolah. | | 32 | — | Etika | Murid dapat memperlakukan teman-teman dengan cinta kasih tanpa membedakan latar belakang sosial dan jenis kelamin. | | 33 | — | Sejarah | Murid dapat memerinci sikap menghargai sesama sesuai teladan Bodhisattva berdasarkan kisah Burung Gagak dan Burung Hantu. | | 34 | — | Etika | Murid dapat menyajikan dengan kata-kata sendiri perbedaan identitas diri dengan identitas teman-teman di lingkungan terdekatnya. | | 35 | — | Etika | Murid dapat menerima perbedaan identitas diri dengan identitas teman-temannya sebagai wujud sikap menghargai sesama. | | 36 | — | Etika | Murid dapat membangun sikap hormat kepada sesama sesuai aturan dan sopan santun di lingkungan rumah dan sekolah. | | 37 | — | Sejarah | Murid dapat mendemonstrasikan cara menghormati teman dalam kehidupan sehari-hari sesuai teladan Bodhisattva. | | 38 | — | Etika | Murid dapat menunjukkan sikap saling menghargai sesama tanpa membedakan identitas, jenis kelamin, dan latar belakang sosial sesuai teladan Bodhisattva. | | 39 | — | Sejarah | Murid dapat melaksanakan sikap saling menghargai sesama melalui perilaku hormat dan ucapan yang baik di lingkungan sekolah sesuai kisah Jataka. |
Bab 5 — Identitas Agama Buddha| No | Kode TP | Elemen | Tujuan Pembelajaran |
|---|
| 40 | — | Ritual | Murid dapat menjelaskan ragam identitas aliran agama Buddha yang ada di lingkungan sekitarnya dengan kata-kata sederhana. | | 41 | — | Sejarah | Murid dapat menerima ragam identitas aliran agama Buddha yang dianut sebagai bagian dari identitas dirinya. | | 42 | — | Ritual | Murid dapat mengidentifikasi simbol-simbol keagamaan Buddha yang ada di lingkungan rumah dan sekolahnya. | | 43 | — | Etika | Murid dapat menunjukkan sikap menghargai simbol-simbol keagamaan Buddha sebagai bagian dari identitas agama Buddha. | | 44 | — | Ritual | Murid dapat menguraikan dengan kata-kata sederhana makna dan nilai identitas agama Buddha dalam kehidupan beragama sehari-hari. | | 45 | — | Sejarah | Murid dapat mendeskripsikan peran ragam identitas aliran agama Buddha sebagai pemersatu umat Buddha. | | 46 | — | Etika | Murid dapat menghargai ragam identitas agama Buddha sebagai salah satu bentuk keberagaman yang mempersatukan sesama umat Buddha. | | 47 | — | Etika | Murid dapat menunjukkan sikap dan perilaku menghargai ragam identitas agama Buddha di lingkungan rumah dan sekolah. | | 48 | — | Ritual | Murid dapat membuat rencana produk kreativitas sederhana tentang ragam identitas agama Buddha. | | 49 | — | Sejarah | Murid dapat menyajikan produk kreativitas sederhana tentang ragam identitas agama Buddha kepada teman-temannya. | | 50 | — | Etika | Murid dapat menyimpulkan sikap dan perilaku menghargai ragam identitas agama Buddha sebagai salah satu keberagaman bangsa. | | 51 | — | Ritual | Murid dapat menunjukkan pemahaman tentang ragam identitas aliran agama Buddha dan simbol-simbol keagamaan Buddha melalui asesmen sumatif. |
|