TUJUAN PEMBELAJARAN (TP) MATEMATIKA Fase Fase D · Kelas IX (Sembilan) · Semester Semester 1 (Ganjil) 1. IDENTITAS| Mata Pelajaran | Matematika |
|---|
| Fase / Kelas | Fase Fase D / Kelas IX (Sembilan) |
|---|
| Semester | Semester 1 (Ganjil) |
|---|
| Jumlah TP | 49 |
|---|
2. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)Murid mampu menyelesaikan sistem persamaan linear dua variabel melalui beberapa cara (grafik, substitusi, eliminasi, campuran) untuk penyelesaian masalah; serta menjelaskan cara menentukan luas permukaan dan volume bangun ruang (prisma, tabung, bola, limas, kerucut), membuat jaring-jaring bangun ruang, dan menyelesaikan masalah yang terkait. 3. DAFTAR TUJUAN PEMBELAJARANKode TP: Bab.Pertemuan.Urutan TP Bab 1 — Sistem Persamaan Linear Dua Variabel| No | Kode TP | Elemen | Tujuan Pembelajaran |
|---|
| 1 | — | Aljabar | Murid dapat menjelaskan pengertian persamaan linear dua variabel dan mengidentifikasi unsur-unsurnya (variabel, koefisien, konstanta) dari suatu persamaan yang diberikan. | | 2 | — | Aljabar | Murid dapat membedakan persamaan linear dua variabel dari bentuk aljabar lain berdasarkan ciri-cirinya. | | 3 | — | Aljabar | Murid dapat menentukan himpunan penyelesaian persamaan linear dua variabel dengan mensubstitusikan nilai-nilai pengganti variabel yang memenuhi persamaan. | | 4 | — | Aljabar | Murid dapat menyatakan penyelesaian persamaan linear dua variabel dalam bentuk tabel pasangan nilai dan grafik pada bidang koordinat Kartesius. | | 5 | — | Aljabar | Murid dapat menjelaskan pengertian sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV) dan membedakannya dari persamaan linear dua variabel tunggal. | | 6 | — | Aljabar | Murid dapat menyusun model matematika berupa SPLDV dari permasalahan kontekstual sehari-hari dengan mengidentifikasi dua variabel dan dua hubungan yang berlaku. | | 7 | — | Aljabar | Murid dapat menggambar grafik dua persamaan linear pada satu bidang koordinat Kartesius dengan menentukan titik potong sumbu-x dan sumbu-y masing-masing persamaan. | | 8 | — | Aljabar | Murid dapat menentukan penyelesaian SPLDV melalui titik potong dua grafik pada bidang koordinat Kartesius. | | 9 | — | Aljabar | Murid dapat menganalisis SPLDV yang tidak memiliki penyelesaian (dua grafik sejajar) dan yang memiliki tak hingga penyelesaian (dua grafik berimpit) melalui representasi grafik. | | 10 | — | Aljabar | Murid dapat memeriksa kebenaran penyelesaian SPLDV hasil metode grafik dengan mensubstitusikan nilai variabel ke setiap persamaan. | | 11 | — | Aljabar | Murid dapat menjelaskan langkah-langkah penyelesaian SPLDV menggunakan metode substitusi, yaitu menyatakan satu variabel dalam variabel lain kemudian mensubstitusikannya ke persamaan yang lain. | | 12 | — | Aljabar | Murid dapat menentukan penyelesaian SPLDV dengan metode substitusi dan memeriksa kebenaran hasilnya. | | 13 | — | Aljabar | Murid dapat menjelaskan langkah-langkah penyelesaian SPLDV menggunakan metode eliminasi, yaitu menghilangkan salah satu variabel dengan menjumlahkan atau mengurangkan dua persamaan. | | 14 | — | Aljabar | Murid dapat menentukan penyelesaian SPLDV dengan metode eliminasi dan memeriksa kebenaran hasilnya. | | 15 | — | Aljabar | Murid dapat menjelaskan langkah-langkah penyelesaian SPLDV menggunakan metode campuran, yaitu menggabungkan metode eliminasi dan substitusi secara berurutan. | | 16 | — | Aljabar | Murid dapat menentukan penyelesaian SPLDV dengan metode campuran dan memilih metode yang paling efisien untuk suatu sistem persamaan tertentu. | | 17 | — | Aljabar | Murid dapat membandingkan keempat metode penyelesaian SPLDV (grafik, substitusi, eliminasi, campuran) berdasarkan efisiensi dan ketepatannya untuk berbagai bentuk sistem persamaan. | | 18 | — | Aljabar | Murid dapat menyelesaikan SPLDV dengan memilih metode yang paling tepat dan mengevaluasi kebenaran penyelesaian yang diperoleh. | | 19 | — | Aljabar | Murid dapat memodelkan permasalahan kontekstual yang melibatkan dua besaran tidak diketahui ke dalam sistem persamaan linear dua variabel. | | 20 | — | Aljabar | Murid dapat menyelesaikan model matematika SPLDV dari masalah kontekstual yang berkaitan dengan harga barang, kecepatan, dan situasi sehari-hari lainnya, kemudian menafsirkan hasilnya sesuai konteks. | | 21 | — | Aljabar | Murid dapat menganalisis dan menyelesaikan masalah kontekstual yang lebih kompleks menggunakan SPLDV, termasuk masalah yang berkaitan dengan literasi finansial seperti penentuan harga satuan dari pembelian campuran. | | 22 | — | Aljabar | Murid dapat memeriksa kewajaran dan kebenaran penyelesaian model matematika SPLDV dalam konteks masalah nyata yang diberikan. | | 23 | — | Aljabar | Murid dapat menyelesaikan berbagai soal latihan SPLDV yang mencakup seluruh metode penyelesaian (grafik, substitusi, eliminasi, campuran) secara mandiri sebagai persiapan asesmen sumatif. | | 24 | — | Aljabar | Murid dapat mengidentifikasi dan memperbaiki kesalahan dalam prosedur penyelesaian SPLDV melalui kegiatan refleksi dan diskusi bersama. | | 25 | — | Aljabar | Murid dapat mendemonstrasikan pemahaman konsep SPLDV dengan menyelesaikan soal yang mencakup identifikasi persamaan, penentuan penyelesaian dengan berbagai metode, serta pemodelan masalah kontekstual. |
Bab 2 — Bangun Ruang| No | Kode TP | Elemen | Tujuan Pembelajaran |
|---|
| 26 | — | Geometri | Murid dapat mengklasifikasikan bangun ruang (prisma, kubus, balok, limas, tabung, kerucut, dan bola) berdasarkan sifat-sifat sisi, rusuk, dan titik sudutnya secara tepat. | | 27 | — | Geometri | Murid dapat membedakan kelompok bangun ruang sisi datar dan bangun ruang sisi lengkung beserta contoh benda nyata di lingkungan sekitar. | | 28 | — | Geometri | Murid dapat membuat jaring-jaring bangun ruang sisi datar (prisma, kubus, balok, dan limas) dengan benar melalui aktivitas eksplorasi. | | 29 | — | Geometri | Murid dapat membuat jaring-jaring bangun ruang sisi lengkung (tabung dan kerucut) serta merekonstruksi bangun ruang dari jaring-jaringnya. | | 30 | — | Pengukuran | Murid dapat menjelaskan konsep luas permukaan bangun ruang sebagai jumlah luas seluruh sisi melalui jaring-jaringnya. | | 31 | — | Pengukuran | Murid dapat menemukan dan menggunakan rumus luas permukaan kubus, balok, dan prisma untuk menyelesaikan masalah kontekstual. | | 32 | — | Pengukuran | Murid dapat menemukan dan menggunakan rumus luas permukaan limas segi banyak untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan. | | 33 | — | Pengukuran | Murid dapat menjelaskan pengaruh perubahan secara proporsional (perubahan skala) bangun ruang sisi datar terhadap luas permukaannya. | | 34 | — | Pengukuran | Murid dapat menjelaskan konsep volume sebagai banyaknya kubus satuan yang mengisi suatu bangun ruang. | | 35 | — | Pengukuran | Murid dapat menentukan dan menggunakan rumus volume kubus, balok, dan prisma untuk menyelesaikan masalah kontekstual. | | 36 | — | Pengukuran | Murid dapat menemukan dan menggunakan rumus volume limas segi banyak untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan. | | 37 | — | Pengukuran | Murid dapat menjelaskan pengaruh perubahan secara proporsional bangun ruang sisi datar terhadap volumenya dan membuat generalisasi pola perubahannya. | | 38 | — | Pengukuran | Murid dapat menemukan dan menggunakan rumus luas permukaan tabung untuk menyelesaikan masalah kontekstual. | | 39 | — | Pengukuran | Murid dapat menemukan dan menggunakan rumus luas permukaan kerucut untuk menyelesaikan masalah kontekstual. | | 40 | — | Pengukuran | Murid dapat menemukan dan menggunakan rumus luas permukaan bola untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan. | | 41 | — | Pengukuran | Murid dapat menjelaskan pengaruh perubahan secara proporsional bangun ruang sisi lengkung terhadap luas permukaannya. | | 42 | — | Pengukuran | Murid dapat menemukan dan menggunakan rumus volume tabung untuk menyelesaikan masalah kontekstual. | | 43 | — | Pengukuran | Murid dapat menemukan dan menggunakan rumus volume kerucut untuk menyelesaikan masalah kontekstual. | | 44 | — | Pengukuran | Murid dapat menemukan dan menggunakan rumus volume bola untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan. | | 45 | — | Pengukuran | Murid dapat menjelaskan pengaruh perubahan secara proporsional bangun ruang sisi lengkung terhadap volumenya dan membuat generalisasi pola perubahannya. | | 46 | — | Pengukuran | Murid dapat menyelesaikan masalah kontekstual yang melibatkan luas permukaan dan volume gabungan bangun ruang sisi datar maupun sisi lengkung secara terintegrasi. | | 47 | — | Bilangan | Murid dapat menggunakan estimasi dan operasi bilangan real yang tepat dalam menyelesaikan masalah luas permukaan dan volume bangun ruang. | | 48 | — | Pengukuran | Murid dapat mendemonstrasikan pemahaman tentang klasifikasi, jaring-jaring, luas permukaan, dan volume bangun ruang sisi datar serta sisi lengkung melalui asesmen sumatif. | | 49 | — | Pengukuran | Murid dapat menerapkan konsep pengaruh perubahan proporsional bangun ruang terhadap luas permukaan dan volume dalam penyelesaian soal asesmen. |
|