ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP) MATEMATIKA 1. IDENTITAS| Mata Pelajaran | Matematika |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 9 |
|---|
| Semester | Semester 1 |
|---|
| Total JP | 50 JP |
|---|
| Jumlah Bab | 2 bab |
|---|
| Total Pertemuan | 25 pertemuan |
|---|
| Total Tujuan Pembelajaran | 49 TP |
|---|
2. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)Murid mampu menyelesaikan sistem persamaan linear dua variabel melalui beberapa cara (grafik, substitusi, eliminasi, campuran) untuk penyelesaian masalah; serta menjelaskan cara menentukan luas permukaan dan volume bangun ruang (prisma, tabung, bola, limas, kerucut), membuat jaring-jaring bangun ruang, dan menyelesaikan masalah yang terkait. 3. ALUR TUJUAN PEMBELAJARANKode TP: Bab.Pertemuan.Urutan TP Bab 1 — Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (26 JP)| Pert. | Topik | Kode TP | Tujuan Pembelajaran | JP |
|---|
| 1 | Konsep Persamaan Linear Dua Variabel | TP 1.1.1 TP 1.1.2 | Murid dapat menjelaskan pengertian persamaan linear dua variabel dan mengidentifikasi unsur-unsurnya (variabel, koefisien, konstanta) dari suatu persamaan yang diberikan. (Aljabar) Murid dapat membedakan persamaan linear dua variabel dari bentuk aljabar lain berdasarkan ciri-cirinya. (Aljabar) | 2 | | 2 | Penyelesaian Persamaan Linear Dua Variabel | TP 1.2.1 TP 1.2.2 | Murid dapat menentukan himpunan penyelesaian persamaan linear dua variabel dengan mensubstitusikan nilai-nilai pengganti variabel yang memenuhi persamaan. (Aljabar) Murid dapat menyatakan penyelesaian persamaan linear dua variabel dalam bentuk tabel pasangan nilai dan grafik pada bidang koordinat Kartesius. (Aljabar) | 2 | | 3 | Konsep Sistem Persamaan Linear Dua Variabel | TP 1.3.1 TP 1.3.2 | Murid dapat menjelaskan pengertian sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV) dan membedakannya dari persamaan linear dua variabel tunggal. (Aljabar) Murid dapat menyusun model matematika berupa SPLDV dari permasalahan kontekstual sehari-hari dengan mengidentifikasi dua variabel dan dua hubungan yang berlaku. (Aljabar) | 2 | | 4 | Penyelesaian SPLDV dengan Metode Grafik (Bagian 1) | TP 1.4.1 TP 1.4.2 | Murid dapat menggambar grafik dua persamaan linear pada satu bidang koordinat Kartesius dengan menentukan titik potong sumbu-x dan sumbu-y masing-masing persamaan. (Aljabar) Murid dapat menentukan penyelesaian SPLDV melalui titik potong dua grafik pada bidang koordinat Kartesius. (Aljabar) | 2 | | 5 | Penyelesaian SPLDV dengan Metode Grafik (Bagian 2): Kasus Khusus | TP 1.5.1 TP 1.5.2 | Murid dapat menganalisis SPLDV yang tidak memiliki penyelesaian (dua grafik sejajar) dan yang memiliki tak hingga penyelesaian (dua grafik berimpit) melalui representasi grafik. (Aljabar) Murid dapat memeriksa kebenaran penyelesaian SPLDV hasil metode grafik dengan mensubstitusikan nilai variabel ke setiap persamaan. (Aljabar) | 2 | | 6 | Penyelesaian SPLDV dengan Metode Substitusi | TP 1.6.1 TP 1.6.2 | Murid dapat menjelaskan langkah-langkah penyelesaian SPLDV menggunakan metode substitusi, yaitu menyatakan satu variabel dalam variabel lain kemudian mensubstitusikannya ke persamaan yang lain. (Aljabar) Murid dapat menentukan penyelesaian SPLDV dengan metode substitusi dan memeriksa kebenaran hasilnya. (Aljabar) | 2 | | 7 | Penyelesaian SPLDV dengan Metode Eliminasi | TP 1.7.1 TP 1.7.2 | Murid dapat menjelaskan langkah-langkah penyelesaian SPLDV menggunakan metode eliminasi, yaitu menghilangkan salah satu variabel dengan menjumlahkan atau mengurangkan dua persamaan. (Aljabar) Murid dapat menentukan penyelesaian SPLDV dengan metode eliminasi dan memeriksa kebenaran hasilnya. (Aljabar) | 2 | | 8 | Penyelesaian SPLDV dengan Metode Campuran (Eliminasi-Substitusi) | TP 1.8.1 TP 1.8.2 | Murid dapat menjelaskan langkah-langkah penyelesaian SPLDV menggunakan metode campuran, yaitu menggabungkan metode eliminasi dan substitusi secara berurutan. (Aljabar) Murid dapat menentukan penyelesaian SPLDV dengan metode campuran dan memilih metode yang paling efisien untuk suatu sistem persamaan tertentu. (Aljabar) | 2 | | 9 | Perbandingan dan Pemilihan Metode Penyelesaian SPLDV | TP 1.9.1 TP 1.9.2 | Murid dapat membandingkan keempat metode penyelesaian SPLDV (grafik, substitusi, eliminasi, campuran) berdasarkan efisiensi dan ketepatannya untuk berbagai bentuk sistem persamaan. (Aljabar) Murid dapat menyelesaikan SPLDV dengan memilih metode yang paling tepat dan mengevaluasi kebenaran penyelesaian yang diperoleh. (Aljabar) | 2 | | 10 | Pemodelan dan Penyelesaian Masalah Kontekstual dengan SPLDV (Bagian 1) | TP 1.10.1 TP 1.10.2 | Murid dapat memodelkan permasalahan kontekstual yang melibatkan dua besaran tidak diketahui ke dalam sistem persamaan linear dua variabel. (Aljabar) Murid dapat menyelesaikan model matematika SPLDV dari masalah kontekstual yang berkaitan dengan harga barang, kecepatan, dan situasi sehari-hari lainnya, kemudian menafsirkan hasilnya sesuai konteks. (Aljabar) | 2 | | 11 | Pemodelan dan Penyelesaian Masalah Kontekstual dengan SPLDV (Bagian 2) | TP 1.11.1 TP 1.11.2 | Murid dapat menganalisis dan menyelesaikan masalah kontekstual yang lebih kompleks menggunakan SPLDV, termasuk masalah yang berkaitan dengan literasi finansial seperti penentuan harga satuan dari pembelian campuran. (Aljabar) Murid dapat memeriksa kewajaran dan kebenaran penyelesaian model matematika SPLDV dalam konteks masalah nyata yang diberikan. (Aljabar) | 2 | | 12 | Review dan Penguatan Materi SPLDV | TP 1.12.1 TP 1.12.2 | Murid dapat menyelesaikan berbagai soal latihan SPLDV yang mencakup seluruh metode penyelesaian (grafik, substitusi, eliminasi, campuran) secara mandiri sebagai persiapan asesmen sumatif. (Aljabar) Murid dapat mengidentifikasi dan memperbaiki kesalahan dalam prosedur penyelesaian SPLDV melalui kegiatan refleksi dan diskusi bersama. (Aljabar) | 2 | | 13 | Asesmen Sumatif Bab 1: Sistem Persamaan Linear Dua Variabel | TP 1.13.1 | Murid dapat mendemonstrasikan pemahaman konsep SPLDV dengan menyelesaikan soal yang mencakup identifikasi persamaan, penentuan penyelesaian dengan berbagai metode, serta pemodelan masalah kontekstual. (Aljabar) | 2 |
Bab 2 — Bangun Ruang (24 JP)| Pert. | Topik | Kode TP | Tujuan Pembelajaran | JP |
|---|
| 1 | Klasifikasi Bangun Ruang: Sisi Datar dan Sisi Lengkung | TP 2.1.1 TP 2.1.2 | Murid dapat mengklasifikasikan bangun ruang (prisma, kubus, balok, limas, tabung, kerucut, dan bola) berdasarkan sifat-sifat sisi, rusuk, dan titik sudutnya secara tepat. (Geometri) Murid dapat membedakan kelompok bangun ruang sisi datar dan bangun ruang sisi lengkung beserta contoh benda nyata di lingkungan sekitar. (Geometri) | 2 | | 2 | Jaring-jaring Bangun Ruang | TP 2.2.1 TP 2.2.2 | Murid dapat membuat jaring-jaring bangun ruang sisi datar (prisma, kubus, balok, dan limas) dengan benar melalui aktivitas eksplorasi. (Geometri) Murid dapat membuat jaring-jaring bangun ruang sisi lengkung (tabung dan kerucut) serta merekonstruksi bangun ruang dari jaring-jaringnya. (Geometri) | 2 | | 3 | Luas Permukaan Bangun Ruang Sisi Datar: Kubus, Balok, dan Prisma | TP 2.3.1 TP 2.3.2 | Murid dapat menjelaskan konsep luas permukaan bangun ruang sebagai jumlah luas seluruh sisi melalui jaring-jaringnya. (Pengukuran) Murid dapat menemukan dan menggunakan rumus luas permukaan kubus, balok, dan prisma untuk menyelesaikan masalah kontekstual. (Pengukuran) | 2 | | 4 | Luas Permukaan Limas dan Pengaruh Perubahan Proporsional Bangun Ruang Sisi Datar | TP 2.4.1 TP 2.4.2 | Murid dapat menemukan dan menggunakan rumus luas permukaan limas segi banyak untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan. (Pengukuran) Murid dapat menjelaskan pengaruh perubahan secara proporsional (perubahan skala) bangun ruang sisi datar terhadap luas permukaannya. (Pengukuran) | 2 | | 5 | Volume Bangun Ruang Sisi Datar: Kubus, Balok, dan Prisma | TP 2.5.1 TP 2.5.2 | Murid dapat menjelaskan konsep volume sebagai banyaknya kubus satuan yang mengisi suatu bangun ruang. (Pengukuran) Murid dapat menentukan dan menggunakan rumus volume kubus, balok, dan prisma untuk menyelesaikan masalah kontekstual. (Pengukuran) | 2 | | 6 | Volume Limas dan Pengaruh Perubahan Proporsional terhadap Volume Bangun Ruang Sisi Datar | TP 2.6.1 TP 2.6.2 | Murid dapat menemukan dan menggunakan rumus volume limas segi banyak untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan. (Pengukuran) Murid dapat menjelaskan pengaruh perubahan secara proporsional bangun ruang sisi datar terhadap volumenya dan membuat generalisasi pola perubahannya. (Pengukuran) | 2 | | 7 | Luas Permukaan Tabung dan Kerucut | TP 2.7.1 TP 2.7.2 | Murid dapat menemukan dan menggunakan rumus luas permukaan tabung untuk menyelesaikan masalah kontekstual. (Pengukuran) Murid dapat menemukan dan menggunakan rumus luas permukaan kerucut untuk menyelesaikan masalah kontekstual. (Pengukuran) | 2 | | 8 | Luas Permukaan Bola dan Pengaruh Perubahan Proporsional Bangun Ruang Sisi Lengkung | TP 2.8.1 TP 2.8.2 | Murid dapat menemukan dan menggunakan rumus luas permukaan bola untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan. (Pengukuran) Murid dapat menjelaskan pengaruh perubahan secara proporsional bangun ruang sisi lengkung terhadap luas permukaannya. (Pengukuran) | 2 | | 9 | Volume Tabung dan Kerucut | TP 2.9.1 TP 2.9.2 | Murid dapat menemukan dan menggunakan rumus volume tabung untuk menyelesaikan masalah kontekstual. (Pengukuran) Murid dapat menemukan dan menggunakan rumus volume kerucut untuk menyelesaikan masalah kontekstual. (Pengukuran) | 2 | | 10 | Volume Bola dan Pengaruh Perubahan Proporsional terhadap Volume Bangun Ruang Sisi Lengkung | TP 2.10.1 TP 2.10.2 | Murid dapat menemukan dan menggunakan rumus volume bola untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan. (Pengukuran) Murid dapat menjelaskan pengaruh perubahan secara proporsional bangun ruang sisi lengkung terhadap volumenya dan membuat generalisasi pola perubahannya. (Pengukuran) | 2 | | 11 | Penyelesaian Masalah Kontekstual Gabungan Bangun Ruang | TP 2.11.1 TP 2.11.2 | Murid dapat menyelesaikan masalah kontekstual yang melibatkan luas permukaan dan volume gabungan bangun ruang sisi datar maupun sisi lengkung secara terintegrasi. (Pengukuran) Murid dapat menggunakan estimasi dan operasi bilangan real yang tepat dalam menyelesaikan masalah luas permukaan dan volume bangun ruang. (Bilangan) | 2 | | 12 | Asesmen Sumatif Bab Bangun Ruang | TP 2.12.1 TP 2.12.2 | Murid dapat mendemonstrasikan pemahaman tentang klasifikasi, jaring-jaring, luas permukaan, dan volume bangun ruang sisi datar serta sisi lengkung melalui asesmen sumatif. (Pengukuran) Murid dapat menerapkan konsep pengaruh perubahan proporsional bangun ruang terhadap luas permukaan dan volume dalam penyelesaian soal asesmen. (Pengukuran) | 2 |
|