TUJUAN PEMBELAJARAN (TP) MATEMATIKA Fase Fase C · Kelas V (Lima) · Semester Semester 1 (Ganjil) 1. IDENTITAS| Mata Pelajaran | Matematika |
|---|
| Fase / Kelas | Fase Fase C / Kelas V (Lima) |
|---|
| Semester | Semester 1 (Ganjil) |
|---|
| Jumlah TP | 77 |
|---|
2. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)Murid mampu menunjukkan pemahaman bilangan cacah sampai 100.000 (membaca, menulis, nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, komposisi, dekomposisi, dan operasi hitung); menyelesaikan masalah KPK dan FPB; membandingkan, mengurutkan, dan mengoperasikan bilangan pecahan; serta menentukan keliling dan luas berbagai bangun datar dan gabungannya. 3. DAFTAR TUJUAN PEMBELAJARANKode TP: Bab.Pertemuan.Urutan TP Bab 1 — Bilangan Cacah Sampai 100.000| No | Kode TP | Elemen | Tujuan Pembelajaran |
|---|
| 1 | — | Bilangan | Murid dapat membaca bilangan cacah sampai 100.000 dengan benar melalui konteks kehidupan sehari-hari. | | 2 | — | Bilangan | Murid dapat menulis bilangan cacah sampai 100.000 dalam bentuk angka dan kata-kata dengan tepat. | | 3 | — | Bilangan | Murid dapat menentukan nilai tempat (satuan, puluhan, ratusan, ribuan, puluhan ribu) dari setiap angka dalam suatu bilangan cacah sampai 100.000. | | 4 | — | Bilangan | Murid dapat menjelaskan nilai setiap digit bilangan cacah sampai 100.000 berdasarkan posisi nilai tempatnya. | | 5 | — | Bilangan | Murid dapat membandingkan dua bilangan cacah sampai 100.000 menggunakan tanda <, >, atau = dengan tepat. | | 6 | — | Bilangan | Murid dapat mengurutkan beberapa bilangan cacah sampai 100.000 dari terkecil ke terbesar atau sebaliknya. | | 7 | — | Bilangan | Murid dapat menyusun (komposisi) bilangan cacah sampai 100.000 dari beberapa nilai tempat yang diberikan. | | 8 | — | Bilangan | Murid dapat menguraikan (dekomposisi) bilangan cacah sampai 100.000 menjadi bentuk penjumlahan berdasarkan nilai tempatnya. | | 9 | — | Bilangan | Murid dapat menghitung penjumlahan dua bilangan cacah sampai 100.000 dengan teknik menyimpan secara tepat. | | 10 | — | Bilangan | Murid dapat menghitung pengurangan dua bilangan cacah sampai 100.000 dengan teknik meminjam secara tepat. | | 11 | — | Bilangan | Murid dapat menghitung perkalian bilangan cacah yang hasilnya sampai 100.000 menggunakan berbagai strategi perhitungan. | | 12 | — | Aljabar | Murid dapat menemukan nilai yang belum diketahui dalam kalimat matematika perkalian yang melibatkan bilangan cacah sampai 100.000. | | 13 | — | Bilangan | Murid dapat menghitung pembagian bilangan cacah sampai 100.000 dengan berbagai strategi perhitungan secara tepat. | | 14 | — | Aljabar | Murid dapat menemukan nilai yang belum diketahui dalam kalimat matematika pembagian yang melibatkan bilangan cacah sampai 100.000. | | 15 | — | Bilangan | Murid dapat memecahkan masalah kontekstual sehari-hari yang melibatkan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bilangan cacah sampai 100.000. | | 16 | — | Bilangan | Murid dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan uang menggunakan konsep bilangan cacah sampai 100.000. | | 17 | — | Bilangan | Murid dapat menunjukkan pemahaman menyeluruh tentang membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi dan dekomposisi bilangan cacah sampai 100.000. | | 18 | — | Bilangan | Murid dapat menyelesaikan soal operasi hitung (penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian) dan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan bilangan cacah sampai 100.000. |
Bab 2 — KPK dan FPB| No | Kode TP | Elemen | Tujuan Pembelajaran |
|---|
| 19 | — | Bilangan | Melalui permainan tepuk bilangan kelipatan, murid dapat menentukan kelipatan suatu bilangan cacah dengan benar. | | 20 | — | Bilangan | Melalui eksplorasi kelipatan dua bilangan, murid dapat menentukan kelipatan persekutuan dari dua bilangan cacah dengan tepat. | | 21 | — | Bilangan | Melalui diskusi kelompok, murid dapat membandingkan kelipatan dua bilangan untuk menemukan kelipatan yang sama (persekutuan). | | 22 | — | Bilangan | Melalui penemuan terbimbing, murid dapat menentukan Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dari dua bilangan atau lebih dengan benar. | | 23 | — | Bilangan | Melalui tanya jawab, murid dapat menjelaskan pengertian KPK sebagai kelipatan persekutuan yang paling kecil dari dua bilangan atau lebih. | | 24 | — | Bilangan | Melalui pemecahan masalah kontekstual, murid dapat menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan KPK secara tepat. | | 25 | — | Bilangan | Melalui diskusi kelompok, murid dapat membuat kesimpulan dari penyelesaian masalah yang berkaitan dengan KPK. | | 26 | — | Bilangan | Melalui aktivitas memotong kertas berpetak, murid dapat menentukan faktor dari suatu bilangan cacah dengan benar. | | 27 | — | Bilangan | Melalui eksplorasi faktor dua bilangan, murid dapat menentukan faktor persekutuan dari dua bilangan cacah atau lebih dengan tepat. | | 28 | — | Bilangan | Melalui diskusi kelompok, murid dapat membandingkan faktor dua bilangan untuk menemukan faktor yang sama (persekutuan). | | 29 | — | Bilangan | Melalui permainan congklak yang dimodifikasi, murid dapat menentukan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dari dua bilangan atau lebih dengan benar. | | 30 | — | Bilangan | Melalui pemecahan masalah kontekstual, murid dapat menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan FPB secara tepat. | | 31 | — | Bilangan | Melalui pengamatan tabel bilangan 1–100, murid dapat memahami ciri-ciri bilangan prima dengan benar. | | 32 | — | Bilangan | Melalui kegiatan saringan Eratosthenes, murid dapat menentukan semua bilangan prima di bawah 100 dengan tepat. | | 33 | — | Bilangan | Melalui penemuan terbimbing, murid dapat menentukan faktor prima dari suatu bilangan cacah menggunakan pohon faktor dengan benar. | | 34 | — | Bilangan | Melalui eksplorasi, murid dapat menyatakan suatu bilangan cacah dalam bentuk faktorisasi prima dengan tepat. | | 35 | — | Bilangan | Melalui penemuan terbimbing, murid dapat menentukan KPK dan FPB dari dua bilangan atau lebih menggunakan faktorisasi prima dengan benar. | | 36 | — | Bilangan | Melalui diskusi kelompok, murid dapat mengevaluasi kebenaran pernyataan yang terkait dengan KPK dan FPB hasil faktorisasi prima. | | 37 | — | Bilangan | Melalui asesmen tertulis, murid dapat menunjukkan penguasaan konsep kelipatan, KPK, faktor, FPB, dan faktorisasi prima secara menyeluruh. | | 38 | — | Bilangan | Melalui soal asesmen sumatif, murid dapat menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan KPK dan FPB dengan tepat dan sistematis. |
Bab 3 — Bilangan Pecahan| No | Kode TP | Elemen | Tujuan Pembelajaran |
|---|
| 39 | — | Bilangan | Melalui eksplorasi benda konkret dan gambar, murid dapat menjelaskan pengertian pecahan biasa dan pecahan campuran serta menyajikannya dalam bentuk simbol dengan benar. | | 40 | — | Bilangan | Melalui kegiatan tanya jawab, murid dapat mengidentifikasi perbedaan pecahan biasa dan pecahan campuran dalam konteks kehidupan sehari-hari dengan tepat. | | 41 | — | Bilangan | Melalui eksplorasi kartu bilangan dan kertas origami, murid dapat membandingkan dua bilangan pecahan (berpenyebut sama maupun berbeda, termasuk pecahan campuran) menggunakan tanda <, >, atau = dengan benar. | | 42 | — | Bilangan | Melalui kegiatan problem based learning, murid dapat menyelesaikan masalah sehari-hari yang melibatkan perbandingan bilangan pecahan dengan tepat. | | 43 | — | Bilangan | Melalui eksplorasi kartu bilangan, murid dapat mengurutkan serangkaian bilangan pecahan (termasuk pecahan campuran) dari terkecil ke terbesar atau sebaliknya dengan benar. | | 44 | — | Bilangan | Melalui diskusi kelompok, murid dapat menjelaskan strategi menyamakan penyebut sebagai dasar mengurutkan bilangan pecahan yang berbeda penyebut dengan tepat. | | 45 | — | Bilangan | Melalui penemuan terbimbing menggunakan kertas karton, murid dapat melakukan operasi penjumlahan bilangan pecahan berpenyebut sama dengan benar. | | 46 | — | Bilangan | Melalui latihan soal berbasis masalah, murid dapat menyelesaikan masalah sehari-hari yang melibatkan penjumlahan pecahan berpenyebut sama secara tepat. | | 47 | — | Bilangan | Melalui eksplorasi dan diskusi kelompok, murid dapat melakukan operasi penjumlahan bilangan pecahan berpenyebut berbeda dengan menyamakan penyebut terlebih dahulu menggunakan KPK secara benar. | | 48 | — | Bilangan | Melalui problem based learning, murid dapat menyelesaikan masalah sehari-hari yang melibatkan penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda dengan tepat. | | 49 | — | Bilangan | Melalui penemuan terbimbing menggunakan media gambar, murid dapat melakukan operasi pengurangan bilangan pecahan berpenyebut sama dengan benar. | | 50 | — | Bilangan | Melalui latihan soal berbasis masalah, murid dapat menyelesaikan masalah sehari-hari yang melibatkan pengurangan pecahan berpenyebut sama secara tepat. | | 51 | — | Bilangan | Melalui eksplorasi dan diskusi kelompok, murid dapat melakukan operasi pengurangan bilangan pecahan berpenyebut berbeda dengan menyamakan penyebut menggunakan KPK secara benar. | | 52 | — | Bilangan | Melalui problem based learning, murid dapat menyelesaikan masalah sehari-hari yang melibatkan pengurangan pecahan berpenyebut berbeda dengan tepat. | | 53 | — | Bilangan | Melalui asesmen sumatif, murid dapat menunjukkan kemampuan membandingkan dan mengurutkan bilangan pecahan termasuk pecahan campuran dengan benar. | | 54 | — | Bilangan | Melalui asesmen sumatif, murid dapat menunjukkan kemampuan melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan berpenyebut sama maupun berbeda serta menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan pecahan secara tepat. |
Bab 4 — Keliling Bangun Datar| No | Kode TP | Elemen | Tujuan Pembelajaran |
|---|
| 55 | — | Pengukuran | Murid dapat mengenali situasi soal kontekstual (seperti mengelilingi lapangan, membuat pagar, atau bingkai foto) yang melibatkan keliling bangun datar. | | 56 | — | Pengukuran | Murid dapat menemukan konsep keliling bangun datar sebagai jumlahan panjang seluruh sisi-sisinya melalui kegiatan eksplorasi. | | 57 | — | Pengukuran | Murid dapat menemukan cara menghitung keliling segitiga sembarang dengan menjumlahkan ketiga sisi yang berbeda ukurannya. | | 58 | — | Pengukuran | Murid dapat menemukan cara menghitung keliling segitiga sama sisi dan segitiga sama kaki dengan memanfaatkan pola sisi-sisi yang sama panjang. | | 59 | — | Pengukuran | Murid dapat menemukan cara menghitung keliling persegi dan persegi panjang dengan memanfaatkan karakteristik sisi-sisinya. | | 60 | — | Pengukuran | Murid dapat menemukan cara menghitung keliling jajargenjang dan belah ketupat dengan memanfaatkan pasangan sisi yang sama panjang. | | 61 | — | Pengukuran | Murid dapat menemukan cara menghitung keliling layang-layang dengan memanfaatkan dua pasang sisi yang sama panjang. | | 62 | — | Pengukuran | Murid dapat menemukan cara menghitung keliling trapesium dan segi empat sembarang dengan menjumlahkan seluruh panjang sisi-sisinya. | | 63 | — | Pengukuran | Murid dapat menemukan cara menghitung keliling segi lima beraturan, segi enam beraturan, dan segi delapan beraturan dengan memanfaatkan pola perkalian jumlah sisi dengan panjang satu sisi. | | 64 | — | Pengukuran | Murid dapat mendekomposisi bangun datar gabungan menjadi beberapa bangun datar penyusunnya, lalu menentukan keliling sisi-sisi terluarnya. | | 65 | — | Pengukuran | Murid dapat menyelesaikan soal-soal yang berkaitan dengan keliling berbagai bangun datar (segitiga, segi empat, segi banyak beraturan, dan bangun gabungan) sebagai bentuk penilaian akhir bab. |
Bab 5 — Luas Daerah Bangun Datar| No | Kode TP | Elemen | Tujuan Pembelajaran |
|---|
| 66 | — | Pengukuran | Melalui eksplorasi konteks pemasangan ubin, murid dapat mengenali situasi soal yang melibatkan luas daerah bangun datar sebagai ukuran besar kecilnya area yang dibatasi oleh suatu bangun datar. | | 67 | — | Pengukuran | Murid dapat membandingkan luas daerah dua bangun datar sederhana menggunakan satuan luas tidak baku (petak/ubin) dan menjelaskan hubungan antara banyak satuan dengan besar luas daerah. | | 68 | — | Pengukuran | Melalui penemuan terbimbing pada kertas berpetak, murid dapat menemukan dan menerapkan cara menghitung luas daerah persegi panjang menggunakan rumus panjang × lebar. | | 69 | — | Pengukuran | Dengan menggunakan konsep luas daerah persegi panjang, murid dapat menemukan dan menerapkan cara menghitung luas daerah persegi menggunakan rumus sisi × sisi. | | 70 | — | Pengukuran | Melalui penemuan terbimbing dengan pendekatan luas persegi panjang, murid dapat menemukan dan menerapkan cara menghitung luas daerah segitiga (½ × alas × tinggi) dan jajargenjang (alas × tinggi). | | 71 | — | Pengukuran | Dengan menggunakan pendekatan luas persegi, murid dapat menemukan dan menerapkan cara menghitung luas daerah belah ketupat (½ × d1 × d2) dan layang-layang (½ × d1 × d2). | | 72 | — | Pengukuran | Melalui penemuan terbimbing dengan pendekatan luas jajargenjang, murid dapat menemukan cara menghitung luas daerah trapesium menggunakan rumus ½ × (jumlah sisi sejajar) × tinggi. | | 73 | — | Pengukuran | Murid dapat menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan luas daerah trapesium dan bangun segi empat lainnya (persegi, persegi panjang, jajargenjang, belah ketupat, layang-layang) secara tepat. | | 74 | — | Pengukuran | Melalui kegiatan dekomposisi, murid dapat menguraikan bangun datar gabungan menjadi bangun-bangun penyusunnya dan menentukan luas daerah bangun gabungan tersebut. | | 75 | — | Pengukuran | Melalui eksplorasi, murid dapat mengenali hubungan antara keliling dan luas daerah bangun datar dengan menentukan ukuran bangun datar yang menghasilkan luas terbesar untuk keliling yang sama. | | 76 | — | Pengukuran | Murid dapat mendemonstrasikan pemahaman konsep luas daerah berbagai bangun datar (persegi, persegi panjang, segitiga, jajargenjang, belah ketupat, layang-layang, trapesium) dan bangun gabungan melalui penyelesaian soal asesmen sumatif. | | 77 | — | Pengukuran | Murid dapat menyelesaikan masalah kontekstual yang melibatkan luas daerah bangun datar dan hubungan keliling dengan luas daerah sebagai bukti pencapaian tujuan pembelajaran Bab 5. |
|