TUJUAN PEMBELAJARAN (TP) MATEMATIKA Fase Fase B · Kelas III (Tiga) · Semester Ganjil (Semester 1) 1. IDENTITAS| Mata Pelajaran | Matematika |
|---|
| Fase / Kelas | Fase Fase B / Kelas III (Tiga) |
|---|
| Semester | Ganjil (Semester 1) |
|---|
| Jumlah TP | 66 |
|---|
2. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)Murid memiliki number sense pada bilangan cacah sampai 1.000; dapat membaca, menulis, membandingkan, mengurutkan, menentukan nilai tempat, serta melakukan komposisi dan dekomposisi bilangan. Murid dapat menyelesaikan masalah penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 1.000, serta perkalian dan pembagian sampai 100. Murid dapat menemukan nilai yang tidak diketahui dalam kalimat matematika yang melibatkan penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 100. Murid dapat mengukur panjang dan berat menggunakan satuan baku serta menentukan hubungan antarsatuan baku panjang (cm, m) dan berat (g, kg). 3. DAFTAR TUJUAN PEMBELAJARANKode TP: Bab.Pertemuan.Urutan TP Bab 1 — Bilangan Cacah sampai 1.000| No | Kode TP | Elemen | Tujuan Pembelajaran |
|---|
| 1 | — | Bilangan | Murid dapat membaca bilangan cacah tiga angka sampai 1.000 dengan benar menggunakan kartu bilangan dan benda konkret. | | 2 | — | Bilangan | Murid dapat menyebutkan nama bilangan cacah sampai 1.000 yang disajikan dalam bentuk lambang bilangan. | | 3 | — | Bilangan | Murid dapat menuliskan lambang bilangan cacah sampai 1.000 berdasarkan nama bilangan yang didengar atau dibaca dengan benar. | | 4 | — | Bilangan | Murid dapat menuliskan nama bilangan cacah sampai 1.000 berdasarkan lambang bilangan yang diberikan dengan benar. | | 5 | — | Bilangan | Murid dapat menentukan nilai tempat ratusan, puluhan, dan satuan pada bilangan cacah tiga angka sampai 1.000 menggunakan benda konkret atau gambar. | | 6 | — | Bilangan | Murid dapat menjelaskan arti nilai tempat setiap angka pada bilangan cacah sampai 1.000 dengan benar. | | 7 | — | Bilangan | Murid dapat melakukan komposisi bilangan cacah sampai 1.000 berdasarkan nilai tempat ratusan, puluhan, dan satuan. | | 8 | — | Bilangan | Murid dapat melakukan dekomposisi bilangan cacah sampai 1.000 ke dalam bentuk ratusan, puluhan, dan satuan. | | 9 | — | Bilangan | Murid dapat membandingkan dua bilangan cacah sampai 1.000 menggunakan simbol lebih besar (>), lebih kecil (<), atau sama dengan (=) dengan benar. | | 10 | — | Bilangan | Murid dapat mengurutkan beberapa bilangan cacah sampai 1.000 dari yang terkecil ke terbesar dengan benar. | | 11 | — | Bilangan | Murid dapat mengurutkan beberapa bilangan cacah sampai 1.000 dari yang terbesar ke terkecil dengan benar. | | 12 | — | Bilangan | Murid dapat menentukan hasil penjumlahan dua bilangan cacah sampai 100 tanpa menyimpan dengan benar menggunakan cara bersusun. | | 13 | — | Bilangan | Murid dapat menentukan hasil penjumlahan dua bilangan cacah sampai 100 dengan menyimpan menggunakan cara bersusun dengan benar. | | 14 | — | Bilangan | Murid dapat menyelesaikan masalah sehari-hari yang melibatkan operasi penjumlahan bilangan cacah sampai 100 dengan benar. | | 15 | — | Bilangan | Murid dapat menentukan hasil pengurangan dua bilangan cacah sampai 100 tanpa mengambil (meminjam) menggunakan cara bersusun dengan benar. | | 16 | — | Bilangan | Murid dapat menentukan hasil pengurangan dua bilangan cacah sampai 100 dengan mengambil (meminjam) menggunakan cara bersusun dengan benar. | | 17 | — | Bilangan | Murid dapat menyelesaikan masalah sehari-hari yang melibatkan operasi pengurangan bilangan cacah sampai 100 dengan benar. | | 18 | — | Bilangan | Murid dapat menentukan hasil perkalian dua bilangan cacah sampai 100 menggunakan benda konkret, gambar, dan simbol dengan benar. | | 19 | — | Bilangan | Murid dapat menjelaskan konsep perkalian sebagai penjumlahan berulang pada bilangan cacah sampai 100 dengan benar. | | 20 | — | Bilangan | Murid dapat menentukan hasil pembagian dua bilangan cacah sampai 100 menggunakan benda konkret, gambar, dan simbol dengan benar. | | 21 | — | Bilangan | Murid dapat menjelaskan konsep pembagian sebagai pengurangan berulang atau kebalikan perkalian pada bilangan cacah sampai 100 dengan benar. | | 22 | — | Bilangan | Murid dapat menyelesaikan masalah kontekstual sehari-hari yang melibatkan operasi perkalian bilangan cacah sampai 100 dengan benar. | | 23 | — | Bilangan | Murid dapat menyelesaikan masalah kontekstual sehari-hari yang melibatkan operasi pembagian bilangan cacah sampai 100 dengan benar. | | 24 | — | Bilangan | Murid dapat menunjukkan kemampuan membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, dan mengurutkan bilangan cacah sampai 1.000 melalui asesmen sumatif. | | 25 | — | Bilangan | Murid dapat menunjukkan kemampuan menyelesaikan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bilangan cacah sampai 100 melalui asesmen sumatif. |
Bab 2 — Kalimat Matematika| No | Kode TP | Elemen | Tujuan Pembelajaran |
|---|
| 26 | — | Aljabar | Murid dapat menjelaskan pengertian kalimat matematika yang melibatkan penjumlahan dan pengurangan pada bilangan cacah sampai 100 menggunakan contoh kontekstual dari kehidupan sehari-hari. | | 27 | — | Aljabar | Murid dapat mengidentifikasi bagian-bagian kalimat matematika (suku pertama, suku kedua, dan hasil) pada kalimat penjumlahan bilangan cacah sampai 100. | | 28 | — | Aljabar | Murid dapat menjelaskan langkah-langkah penyelesaian kalimat matematika penjumlahan bilangan cacah sampai 100 ketika nilai pada suku pertama belum diketahui (contoh: ... + 4 = 12). | | 29 | — | Aljabar | Murid dapat menemukan nilai yang belum diketahui pada suku pertama dalam kalimat matematika penjumlahan bilangan cacah sampai 100 menggunakan sifat-sifat operasi penjumlahan. | | 30 | — | Aljabar | Murid dapat menjelaskan langkah-langkah penyelesaian kalimat matematika penjumlahan bilangan cacah sampai 100 ketika nilai pada suku kedua belum diketahui (contoh: 4 + ... = 12). | | 31 | — | Aljabar | Murid dapat menemukan nilai yang belum diketahui pada suku kedua dalam kalimat matematika penjumlahan bilangan cacah sampai 100 menggunakan sifat-sifat operasi penjumlahan. | | 32 | — | Aljabar | Murid dapat menemukan berbagai pasangan nilai yang mungkin untuk dua suku yang belum diketahui dalam kalimat matematika penjumlahan bilangan cacah sampai 100 (contoh: ... + ... = 12). | | 33 | — | Aljabar | Murid dapat mengisi nilai yang belum diketahui dalam kalimat matematika penjumlahan bilangan cacah sampai 100 untuk menyelesaikan masalah kontekstual kehidupan sehari-hari. | | 34 | — | Aljabar | Murid dapat menjelaskan langkah-langkah penyelesaian kalimat matematika pengurangan bilangan cacah sampai 100 ketika nilai pada bilangan yang dikurangi belum diketahui (contoh: ... − 4 = 8). | | 35 | — | Aljabar | Murid dapat menemukan nilai yang belum diketahui pada bilangan yang dikurangi dalam kalimat matematika pengurangan bilangan cacah sampai 100 menggunakan sifat-sifat operasi pengurangan. | | 36 | — | Aljabar | Murid dapat menjelaskan langkah-langkah penyelesaian kalimat matematika pengurangan bilangan cacah sampai 100 ketika nilai pengurang belum diketahui (contoh: 12 − ... = 4). | | 37 | — | Aljabar | Murid dapat menemukan nilai pengurang yang belum diketahui dalam kalimat matematika pengurangan bilangan cacah sampai 100 menggunakan sifat-sifat operasi pengurangan. | | 38 | — | Aljabar | Murid dapat mengisi nilai yang belum diketahui dalam kalimat matematika pengurangan bilangan cacah sampai 100 untuk menyelesaikan masalah kontekstual kehidupan sehari-hari. | | 39 | — | Aljabar | Murid dapat membentuk kalimat matematika yang melibatkan penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 100 berdasarkan situasi kontekstual, kemudian menentukan nilai yang belum diketahui di dalamnya. | | 40 | — | Aljabar | Murid dapat menunjukkan kemampuan menjelaskan langkah-langkah penyelesaian dan mengisi nilai yang belum diketahui dalam kalimat matematika yang melibatkan penjumlahan bilangan cacah sampai 100 secara mandiri. | | 41 | — | Aljabar | Murid dapat menunjukkan kemampuan menjelaskan langkah-langkah penyelesaian dan mengisi nilai yang belum diketahui dalam kalimat matematika yang melibatkan pengurangan bilangan cacah sampai 100 secara mandiri. |
Bab 3 — Pengukuran Panjang dan Berat| No | Kode TP | Elemen | Tujuan Pembelajaran |
|---|
| 42 | — | Pengukuran | Murid dapat mengidentifikasi berbagai alat ukur panjang baku (penggaris, meteran gulung, meteran rol, pengukur tinggi badan) dan menyebutkan satuan yang digunakan (cm, m). | | 43 | — | Pengukuran | Murid dapat memilih alat ukur panjang yang tepat sesuai dengan benda yang akan diukur dalam kehidupan sehari-hari. | | 44 | — | Pengukuran | Murid dapat mengukur panjang benda di sekitarnya (pensil, buku, meja) menggunakan penggaris dengan satuan sentimeter (cm) secara tepat. | | 45 | — | Pengukuran | Murid dapat mencatat dan membandingkan hasil pengukuran panjang beberapa benda menggunakan satuan cm dalam tabel sederhana. | | 46 | — | Pengukuran | Murid dapat mengukur panjang benda atau jarak yang lebih besar (tinggi badan, panjang ruangan) menggunakan meteran dengan satuan meter (m) secara tepat. | | 47 | — | Pengukuran | Murid dapat mengestimasi panjang benda sebelum mengukur dan membandingkan hasil estimasi dengan hasil pengukuran menggunakan satuan m. | | 48 | — | Pengukuran | Murid dapat menentukan hubungan antarsatuan baku panjang, yaitu 1 m = 100 cm, melalui kegiatan pengamatan dan eksplorasi. | | 49 | — | Pengukuran | Murid dapat mengubah satuan panjang dari meter ke sentimeter dan sebaliknya menggunakan konsep hubungan 1 m = 100 cm. | | 50 | — | Pengukuran | Murid dapat menyelesaikan masalah penjumlahan dan pengurangan yang melibatkan satuan panjang (cm dan m) dalam konteks kehidupan sehari-hari. | | 51 | — | Bilangan | Murid dapat membandingkan dan mengurutkan panjang beberapa benda yang dinyatakan dalam satuan cm atau m menggunakan pemahaman nilai tempat bilangan cacah. | | 52 | — | Pengukuran | Murid dapat menunjukkan kemampuan mengukur panjang benda menggunakan satuan baku (cm dan m) dengan memilih alat ukur yang tepat. | | 53 | — | Pengukuran | Murid dapat menentukan hubungan antarsatuan baku panjang dan mengubah satuan panjang (cm ke m atau sebaliknya) dengan benar. | | 54 | — | Pengukuran | Murid dapat mengidentifikasi berbagai alat ukur berat baku (timbangan duduk, timbangan digital, timbangan kodok) dan menyebutkan satuan yang digunakan (g, kg). | | 55 | — | Pengukuran | Murid dapat memilih alat ukur berat yang tepat sesuai dengan benda yang akan diukur dalam kehidupan sehari-hari. | | 56 | — | Pengukuran | Murid dapat mengukur berat benda di sekitarnya menggunakan timbangan dengan satuan gram (g) dan kilogram (kg) secara tepat. | | 57 | — | Pengukuran | Murid dapat mencatat dan membandingkan hasil pengukuran berat beberapa benda menggunakan satuan g dan kg dalam tabel sederhana. | | 58 | — | Pengukuran | Murid dapat menentukan hubungan antarsatuan baku berat, yaitu 1 kg = 1.000 g dan 1 ons = 100 g, melalui kegiatan pengamatan dan eksplorasi. | | 59 | — | Pengukuran | Murid dapat mengubah satuan berat dari kilogram ke gram dan sebaliknya menggunakan konsep hubungan 1 kg = 1.000 g. | | 60 | — | Pengukuran | Murid dapat menyelesaikan masalah penjumlahan dan pengurangan yang melibatkan satuan berat (g dan kg) dalam konteks kehidupan sehari-hari. | | 61 | — | Bilangan | Murid dapat membandingkan dan mengurutkan berat beberapa benda yang dinyatakan dalam satuan g atau kg menggunakan pemahaman bilangan cacah. | | 62 | — | Pengukuran | Murid dapat menunjukkan kemampuan mengukur berat benda menggunakan satuan baku (g dan kg) dengan memilih alat ukur yang tepat. | | 63 | — | Pengukuran | Murid dapat menentukan hubungan antarsatuan baku berat dan mengubah satuan berat (g ke kg atau sebaliknya) dengan benar. | | 64 | — | Pengukuran | Murid dapat mendemonstrasikan pemahaman menyeluruh tentang pengukuran panjang benda menggunakan satuan baku (cm, m) serta hubungan antarsatuannya. | | 65 | — | Pengukuran | Murid dapat mendemonstrasikan pemahaman menyeluruh tentang pengukuran berat benda menggunakan satuan baku (g, kg) serta hubungan antarsatuannya. | | 66 | — | Pengukuran | Murid dapat menyelesaikan soal-soal yang melibatkan pengukuran panjang dan berat dengan satuan baku dalam berbagai konteks masalah kehidupan sehari-hari. |
|