| 1 | — | Murid dapat mengidentifikasi minimal 5 jenis produk olahan pangan higienis Nusantara dari bahan nabati khas daerah melalui kegiatan observasi dan eksplorasi berbagai sumber. | 3 |
| 2 | — | Murid dapat menjelaskan nilai ekonomis dan potensi lokal produk olahan pangan nabati Nusantara berdasarkan hasil eksplorasi. | 3 |
| 3 | — | Murid dapat menganalisis karakteristik berbagai jenis bahan pangan nabati (buah-buahan, sayuran, umbi, biji-bijian) meliputi sifat fisik, kandungan gizi, dan manfaat kesehatan. | 3 |
| 4 | — | Murid dapat membandingkan keunggulan bahan pangan nabati dari aspek kesehatan dan ramah lingkungan dibandingkan bahan pangan lainnya. | 3 |
| 5 | — | Murid dapat menganalisis berbagai teknik pengolahan pangan higienis (merebus, menggoreng, mengukus, fermentasi, dan pengeringan) yang sesuai untuk bahan nabati. | 3 |
| 6 | — | Murid dapat menjelaskan prosedur pengolahan pangan nabati yang higienis sesuai standar keamanan pangan Nusantara. | 3 |
| 7 | — | Murid dapat mengembangkan desain produk olahan pangan higienis Nusantara dari bahan nabati dalam bentuk gambar kerja atau prototipe berdasarkan hasil eksplorasi dan studi kelayakan potensi lokal. | 3 |
| 8 | — | Murid dapat merancang desain kemasan dan label produk olahan pangan nabati yang menarik, informatif, dan sesuai identitas lokal Nusantara. | 3 |
| 9 | — | Murid dapat menyusun rencana produksi produk olahan pangan nabati Nusantara secara tertulis meliputi kebutuhan alat, bahan, prosedur kerja, pembagian tugas, dan jadwal produksi. | 3 |
| 10 | — | Murid dapat merancang analisis usaha sederhana produk pangan nabati meliputi perhitungan modal, harga pokok produksi, dan harga jual. | 3 |
| 11 | — | Murid dapat membuat kemasan dan label produk olahan pangan higienis Nusantara dari bahan nabati sesuai desain yang telah dirancang secara kreatif dan estetis. | 3 |
| 12 | — | Murid dapat membuat produk olahan pangan higienis Nusantara dari bahan nabati sesuai rancangan produksi dengan menerapkan prinsip higienitas dan prosedur kerja yang benar. | 3 |
| 13 | — | Murid dapat mempromosikan dan memasarkan produk olahan pangan nabati menggunakan media promosi yang telah dibuat serta menghitung laba yang diperoleh dari kegiatan penjualan. | 3 |
| 14 | — | Murid dapat mengevaluasi keseluruhan proses dan hasil produksi produk olahan pangan nabati Nusantara mulai dari eksplorasi, desain, produksi, kemasan, hingga pemasaran secara kritis dan reflektif. | 3 |
| 15 | — | Murid dapat menunjukkan pemahaman komprehensif tentang karakteristik bahan pangan nabati, teknik pengolahan higienis, dan nilai kewirausahaan produk nabati Nusantara melalui asesmen sumatif. | 3 |
| 16 | — | Murid dapat mengidentifikasi ruang lingkup, pengertian, jenis, dan karakteristik produk olahan nonpangan dari bahan nabati (seperti sabun, parfum, dan aromaterapi) melalui kegiatan pengamatan dan diskusi. | 3 |
| 17 | — | Murid dapat menjelaskan potensi ekonomis produk nonpangan nabati (pewangi alami, aromaterapi, perawatan tubuh) berdasarkan hasil eksplorasi dari berbagai sumber informasi. | 3 |
| 18 | — | Murid dapat menganalisis karakteristik bahan nabati (seperti kopi, buah, sayuran, dan tanaman aromatik) yang digunakan sebagai bahan baku produk nonpangan pewangi alami. | 3 |
| 19 | — | Murid dapat menjelaskan alat, teknik, dan prosedur pengolahan produk nonpangan nabati (misal lilin aromaterapi, pengharum ruangan) secara sistematis dan benar. | 3 |
| 20 | — | Murid dapat merancang desain produk olahan nonpangan nabati pewangi alami (dalam bentuk gambar kerja atau prototipe) berdasarkan hasil eksplorasi dan studi kelayakan pasar secara kreatif. | 3 |
| 21 | — | Murid dapat mengembangkan desain kemasan produk nonpangan nabati pewangi alami yang menarik, fungsional, dan mencerminkan potensi lokal atau kearifan Nusantara. | 3 |
| 22 | — | Murid dapat membuat produk olahan nonpangan nabati pewangi alami (seperti lilin aromaterapi kopi atau pengharum ruangan nabati) sesuai desain yang telah dirancang dengan memperhatikan keselamatan kerja dan kebersihan. | 3 |
| 23 | — | Murid dapat membuat kemasan produk nonpangan nabati pewangi alami sesuai desain kemasan yang telah disepakati kelompok. | 3 |
| 24 | — | Murid dapat merancang strategi promosi produk nonpangan nabati pewangi alami secara sederhana melalui media yang sesuai (poster, media sosial, atau pameran kelas). | 3 |
| 25 | — | Murid dapat menyusun analisis usaha sederhana (biaya produksi, harga jual, dan potensi keuntungan) dari produk nonpangan nabati pewangi alami yang telah dibuat. | 3 |
| 26 | — | Murid dapat menilai kelayakan dan mutu produk nonpangan nabati pewangi alami yang telah dibuat berdasarkan hasil observasi, desain, dan proses produksi sebagai bahan perbaikan atau pengembangan produk. | 3 |
| 27 | — | Murid dapat mempresentasikan seluruh proses dan hasil pembuatan produk nonpangan nabati pewangi alami beserta strategi promosinya sebagai bentuk asesmen sumatif bab. | 3 |