| 1 | — | Murid dapat mengungkapkan pemahaman awal tentang makna nilai-nilai Pancasila dan hubungan antarsila berdasarkan pengalaman belajar di kelas V. | 3 |
| 2 | — | Murid dapat menjelaskan bahwa sila-sila dalam Pancasila merupakan satu kesatuan yang utuh dan saling terhubung melalui kegiatan tanya jawab dan diskusi kelas. | 3 |
| 3 | — | Murid dapat menguraikan makna nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila Pancasila melalui kegiatan membaca teks dan diskusi kelompok. | 3 |
| 4 | — | Murid dapat menghubungkan sila-sila dalam Pancasila sebagai satu kesatuan yang utuh dengan memberikan contoh konkret keterkaitan antarsila dalam kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 5 | — | Murid dapat mengidentifikasi contoh perbuatan nyata yang mencerminkan pengamalan sila-sila Pancasila melalui pengamatan video, gambar, atau artikel berita. | 3 |
| 6 | — | Murid dapat meneladani sikap pengamalan Pancasila yang ditemukan dalam video atau berita dan mengaitkannya dengan perilaku dalam kehidupan bermasyarakat. | 3 |
| 7 | — | Murid dapat menggali informasi tentang praktik pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari melalui kegiatan wawancara terhadap tokoh atau anggota masyarakat. | 3 |
| 8 | — | Murid dapat menemukan keterkaitan antarsila dalam Pancasila berdasarkan hasil wawancara dan mendiskusikannya dalam kelompok secara gotong royong. | 3 |
| 9 | — | Murid dapat menjelaskan makna kesepakatan dalam kehidupan bersama dengan mengaitkan pengalaman bermain permainan tradisional sebagai analogi Pancasila sebagai kesepakatan berbangsa dan bernegara. | 3 |
| 10 | — | Murid dapat menemukan pesan moral dari kisah atau cerita bergambar tentang pentingnya menjaga kesepakatan bersama sebagai wujud pengamalan nilai-nilai Pancasila. | 3 |
| 11 | — | Murid dapat menyusun program pribadi berisi rencana tindakan nyata untuk meningkatkan pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari secara tertulis. | 3 |
| 12 | — | Murid dapat menyarikan makna sila-sila Pancasila sebagai satu kesatuan yang utuh dan menyampaikannya sebagai simpulan dari seluruh rangkaian aktivitas pembelajaran bab ini. | 3 |
| 13 | — | Murid dapat menguraikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup bangsa, dan ideologi negara secara tertulis dengan argumen yang jelas dan terukur. | 3 |
| 14 | — | Murid dapat menunjukkan pemahaman tentang hubungan antarsila dalam Pancasila sebagai satu kesatuan yang utuh melalui jawaban uji kompetensi bab. | 3 |
| 15 | — | Murid dapat menguraikan makna Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup bangsa, dan ideologi negara dengan menyebutkan minimal dua contoh konkret dari masing-masing fungsi. | 3 |
| 16 | — | Murid dapat menjelaskan hubungan antara sila-sila Pancasila sebagai satu kesatuan yang utuh dalam mewujudkan kebahagiaan bersama di masyarakat. | 3 |
| 17 | — | Murid dapat menerapkan sikap beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa dan menghormati perbedaan keyakinan sebagai pengamalan sila pertama Pancasila di lingkungan sekolah dan masyarakat. | 3 |
| 18 | — | Murid dapat meneladani sikap kemanusiaan yang adil dan beradab dengan memberikan minimal tiga contoh tindakan nyata dalam menjaga hubungan antarsesama sebagai pengamalan sila kedua Pancasila. | 3 |
| 19 | — | Murid dapat menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati dan melestarikan keberagaman budaya sebagai wujud pengamalan sila ketiga Pancasila dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar. | 3 |
| 20 | — | Murid dapat menunjukkan perilaku gotong royong untuk menjaga persatuan di lingkungan sekolah dan sekitar sebagai wujud pengamalan sila ketiga Pancasila. | 3 |
| 21 | — | Murid dapat mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama sebagai pengamalan sila keempat Pancasila di lingkungan keluarga dan sekolah. | 3 |
| 22 | — | Murid dapat menjelaskan mengapa musyawarah mufakat mencerminkan nilai Pancasila yang dapat menciptakan kebahagiaan bersama dalam kehidupan bermasyarakat. | 3 |
| 23 | — | Murid dapat mengimplementasikan hak dan kewajiban secara seimbang sebagai warga negara dalam kehidupan sehari-hari sebagai pengamalan sila kelima Pancasila. | 3 |
| 24 | — | Murid dapat memberi contoh minimal tiga perilaku adil dalam lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat sebagai wujud pengamalan sila kelima Pancasila demi kebahagiaan bersama. | 3 |
| 25 | — | Murid dapat menemukan dan menganalisis contoh pengamalan sila-sila Pancasila yang terdapat dalam cerita pendek atau berita nyata, serta menghubungkannya dengan nilai kebahagiaan bersama. | 3 |
| 26 | — | Murid dapat menyimpulkan pesan moral dari cerita tentang pengamalan Pancasila dan mengaitkannya dengan kehidupan bermasyarakat yang harmonis. | 3 |
| 27 | — | Murid dapat menunjukkan perilaku gotong royong dan bela negara sebagai wujud pengamalan Pancasila dalam menjaga persatuan wilayah NKRI di lingkungan sekolah dan sekitar. | 3 |
| 28 | — | Murid dapat menjelaskan bagaimana pengamalan nilai-nilai Pancasila berkontribusi pada terciptanya kebahagiaan bersama dalam keberagaman bangsa Indonesia. | 3 |
| 29 | — | Murid dapat menyimpulkan makna pengamalan Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup bangsa, dan ideologi negara dalam bentuk karya tulis berupa puisi, pantun, atau poster. | 3 |
| 30 | — | Murid dapat mengomunikasikan hasil karyanya kepada teman sekelas sebagai bentuk pembiasaan mengamalkan dan menyebarkan nilai-nilai Pancasila untuk kebahagiaan bersama. | 3 |
| 31 | — | [6.2.9.1] Murid dapat menunjukkan pemahaman menyeluruh tentang pengamalan sila-sila Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup, dan ideologi bangsa melalui asesmen tertulis. | 3 |
| 32 | — | [6.2.9.2] Murid dapat merefleksikan sikap dan tindakan diri sendiri dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat untuk mewujudkan kebahagiaan bersama. | 3 |
| 33 | — | Murid dapat menjelaskan pengertian norma dan mengidentifikasi jenis-jenis norma (norma sopan santun, norma susila, norma agama, dan norma hukum) yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. | 3 |
| 34 | — | Murid dapat membedakan sumber dan akibat pelanggaran dari setiap jenis norma (sopan santun, susila, agama, dan hukum) dengan memberikan contoh konkret dari kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 35 | — | Murid dapat mengidentifikasi contoh-contoh pelaksanaan norma sopan santun, norma susila, norma agama, dan norma hukum di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat melalui kegiatan diskusi dan pembuatan tulisan atau gambar. | 3 |
| 36 | — | Murid dapat menunjukkan sikap menghormati keragaman norma-norma yang berlaku di masyarakat sebagai wujud kebinekaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. | 3 |
| 37 | — | Murid dapat menjelaskan pengertian hak warga negara dan mengidentifikasi contoh-contoh hak warga negara dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. | 3 |
| 38 | — | Murid dapat menghubungkan pelaksanaan norma dengan terpenuhinya hak warga negara sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. | 3 |
| 39 | — | Murid dapat menjelaskan pengertian kewajiban warga negara dan mengidentifikasi contoh-contoh kewajiban warga negara dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. | 3 |
| 40 | — | Murid dapat menunjukkan contoh perilaku menunaikan kewajiban sebagai warga negara yang manfaatnya dapat dirasakan oleh banyak orang, seperti menaati peraturan lalu lintas dan menjaga ketertiban di lingkungan sekolah. | 3 |
| 41 | — | Murid dapat menganalisis hubungan antara hak dan kewajiban warga negara serta menjelaskan bahwa pemenuhan kewajiban merupakan syarat terpenuhinya hak dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. | 3 |
| 42 | — | Murid dapat mempraktikkan penyusunan kesepakatan bersama sebagai bentuk keseimbangan hak dan kewajiban di lingkungan keluarga dan sekolah melalui kegiatan musyawarah sederhana. | 3 |
| 43 | — | Murid dapat mengimplementasikan bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai warga negara dengan menyajikan contoh nyata dari lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. | 3 |
| 44 | — | Murid dapat menunjukkan perilaku gotong royong dan saling menghormati perbedaan norma dalam masyarakat sebagai wujud pelaksanaan kewajiban warga negara untuk menjaga persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. | 3 |
| 45 | — | Murid dapat mengidentifikasi bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban warga negara serta menunjukkan contoh-contohnya secara tertulis sebagai bukti ketercapaian tujuan pembelajaran Bab 3. | 3 |
| 46 | — | Murid dapat menyimpulkan makna pelaksanaan norma, hak, dan kewajiban dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta menghubungkannya dengan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa. | 3 |
| 47 | — | Murid dapat menjelaskan pengertian musyawarah beserta unsur-unsurnya berdasarkan tradisi budaya Indonesia yang telah berlangsung berabad-abad. | 3 |
| 48 | — | Murid dapat mengidentifikasi contoh kegiatan musyawarah di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat (RT/RW/pedukuhan) beserta tujuan dilakukannya musyawarah. | 3 |
| 49 | — | Murid dapat menghubungkan prinsip musyawarah untuk mufakat dengan nilai sila keempat Pancasila (Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan). | 3 |
| 50 | — | Murid dapat membedakan musyawarah dengan pemungutan suara dan menjelaskan mengapa musyawarah mengutamakan kebijaksanaan demi kepentingan bersama. | 3 |
| 51 | — | Murid dapat mendeskripsikan tata cara bermusyawarah yang baik, termasuk menyampaikan pendapat, menghargai perbedaan pendapat, dan menerima keputusan bersama. | 3 |
| 52 | — | Murid dapat menunjukkan sikap gotong royong dan bernalar kritis dalam proses bermusyawarah melalui analisis cerita/komik tentang musyawarah. | 3 |
| 53 | — | Murid dapat mempraktikkan musyawarah dalam simulasi penyelesaian masalah bersama sehingga menghasilkan kesepakatan dan aturan bersama yang disepakati seluruh peserta. | 3 |
| 54 | — | Murid dapat mengidentifikasi manfaat musyawarah dalam menjaga persatuan dan menghindari perpecahan di lingkungan sekolah dan masyarakat sebagai wujud gotong royong. | 3 |
| 55 | — | Murid dapat menyimpulkan pentingnya praktik musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama serta konsisten menerapkannya di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. | 3 |
| 56 | — | Murid dapat menyajikan hasil refleksi pengalaman bermusyawarah yang menunjukkan sikap menghargai perbedaan pendapat dan menjaga persatuan sesuai nilai-nilai Pancasila. | 3 |