| 1 | — | Melalui kegiatan mengamati gambar dan diskusi kelompok, murid dapat menyebutkan minimal tiga ciri identitas keluarganya (nama, jumlah anggota, dan kebiasaan keluarga) dengan benar. | 3 |
| 2 | — | Melalui permainan 'Mengenali Keluargaku', murid dapat membedakan ciri identitas keluarga yang dapat diubah dan yang tidak dapat diubah dengan tepat. | 3 |
| 3 | — | Melalui kegiatan refleksi dan tanya jawab, murid dapat menemukan kekurangan dan kelebihan keluarganya serta menerima keunikan keluarganya dengan sikap syukur. | 3 |
| 4 | — | Melalui kegiatan bercerita, murid dapat mengungkapkan rasa bangga terhadap keluarganya dengan menggunakan kalimat sederhana secara lisan. | 3 |
| 5 | — | Melalui membaca teks dan diskusi, murid dapat menemukan minimal dua berkah yang ada dalam keluarganya berdasarkan nilai-nilai ajaran Buddha (Mangala Sutta) dengan benar. | 3 |
| 6 | — | Melalui kegiatan simulasi, murid dapat membedakan perbuatan positif dan perbuatan negatif yang berpengaruh pada diri dan keluarganya sesuai hukum karma dengan tepat. | 3 |
| 7 | — | Melalui kegiatan bermain peran dan diskusi kelompok, murid dapat menunjukkan minimal tiga bentuk bakti kepada anggota keluarga (menghormati orang tua, mematuhi nasihat, membantu pekerjaan rumah) sebagai wujud syukur. | 3 |
| 8 | — | Melalui menyimak kisah tokoh Buddhis inspiratif, murid dapat menerapkan sikap hormat dan menjaga ucapan di lingkungan keluarga sesuai nilai-nilai kisah Jataka dalam kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 9 | — | Melalui asesmen sumatif tertulis dan unjuk kerja, murid dapat mendemonstrasikan pemahaman tentang identitas keluarga, kebanggaan terhadap keluarga, dan wujud bakti kepada keluarga sesuai nilai-nilai ajaran Buddha. | 3 |
| 10 | — | Murid dapat menjelaskan cara berinteraksi dengan teman yang memiliki status sosial berbeda (miskin/kaya, pejabat/orang biasa) di lingkungan rumah dan sekolah. | 3 |
| 11 | — | Murid dapat menunjukkan sikap menghargai orang lain tanpa memandang status sosialnya berdasarkan nilai-nilai empat sifat luhur. | 3 |
| 12 | — | Murid dapat menemukan persamaan dan perbedaan antara agama Buddha dan agama lain di lingkungan sekolah dan rumah ibadah. | 3 |
| 13 | — | Murid dapat mengidentifikasi keragaman suku di Indonesia dan menyimpulkan maknanya sebagai karunia yang patut disyukuri. | 3 |
| 14 | — | Murid dapat menunjukkan perilaku toleransi terhadap perbedaan agama dan suku berdasarkan ajaran Buddha. | 3 |
| 15 | — | Murid dapat mengidentifikasi keunikan laki-laki dan perempuan sebagai perbedaan yang saling melengkapi di lingkungan rumah dan sekolah. | 3 |
| 16 | — | Murid dapat menunjukkan perilaku positif yang membangun harmoni antara laki-laki dan perempuan serta menghindari perilaku negatif berdasarkan nilai-nilai empat sifat luhur. | 3 |
| 17 | — | Murid dapat membuktikan pemahaman tentang keindahan perbedaan status sosial, agama, suku, dan jenis kelamin dengan menceritakan kembali secara lisan atau tertulis sesuai ajaran Buddha. | 3 |
| 18 | — | Murid dapat menerapkan sikap terbuka, toleran, dan saling menghargai perbedaan di lingkungan rumah, sekolah, dan rumah ibadah sebagai wujud pengamalan nilai-nilai empat sifat luhur dan Pancasila. | 3 |
| 19 | — | Murid dapat mengenal berbagai cara penghormatan dalam tradisi Buddha (Anjali, Namaskara, Pradaksina, dan Utthana) melalui pengamatan gambar dan penjelasan guru. | 3 |
| 20 | — | Murid dapat menjelaskan makna sikap hormat kepada orang lain di lingkungan rumah, sekolah, dan rumah ibadah berdasarkan nilai-nilai ajaran Buddha. | 3 |
| 21 | — | Murid dapat melakukan berbagai cara penghormatan (Anjali, Namaskara, Pradaksina, dan Utthana) kepada orang lain melalui simulasi dan praktik langsung di kelas. | 3 |
| 22 | — | Murid dapat menentukan cara penghormatan yang tepat berdasarkan situasi dan kondisi di lingkungan rumah, sekolah, dan rumah ibadah. | 3 |
| 23 | — | Murid dapat membiasakan diri bersikap hormat kepada orang tua, guru, dan teman di lingkungan rumah dan sekolah sesuai sifat-sifat luhur yang diteladankan para Bodhisattva. | 3 |
| 24 | — | Murid dapat mengamalkan aturan sopan santun dalam bersikap hormat di lingkungan rumah, sekolah, dan rumah ibadah berlandaskan nilai-nilai empat sifat luhur. | 3 |
| 25 | — | Murid dapat menjelaskan cara menjaga ucapan yang benar sesuai ajaran Buddha melalui menyimak kisah dari Dhammapada dan diskusi kelas. | 3 |
| 26 | — | Murid dapat membedakan contoh ucapan yang benar dan ucapan yang tidak benar dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan rumah dan sekolah. | 3 |
| 27 | — | Murid dapat membiasakan diri menjaga ucapan benar dan santun kepada sesama di lingkungan rumah, sekolah, dan rumah ibadah melalui permainan dan simulasi. | 3 |
| 28 | — | Murid dapat menghayati nilai menjaga ucapan sebagai wujud pengamalan sifat-sifat luhur para Bodhisattva dan tokoh Buddhis inspiratif dalam kisah Jataka. | 3 |
| 29 | — | Murid dapat mengidentifikasi dan mempraktikkan perilaku hormat yang tepat kepada sesama di berbagai lingkungan sebagai bukti pencapaian kompetensi bab. | 3 |
| 30 | — | Murid dapat menunjukkan pemahaman tentang ucapan benar dan santun serta membedakannya dari ucapan yang tidak benar melalui asesmen tertulis dan unjuk kerja. | 3 |
| 31 | — | Murid dapat menyebutkan minimal empat nama lambang keagamaan Buddha (Dharma Cakra, Rupang Buddha, Stupa, Dupa) yang ada di lingkungan rumah dan sekolah. | 3 |
| 32 | — | Murid dapat menjelaskan makna sederhana dari setiap lambang keagamaan Buddha yang telah disebutkan. | 3 |
| 33 | — | Murid dapat menentukan persamaan dan perbedaan antara lambang-lambang keagamaan Buddha (misalnya Dharma Cakra dan Rupang Buddha) melalui kegiatan diskusi berpasangan. | 3 |
| 34 | — | Murid dapat menunjukkan sikap menerima berbagai bentuk lambang keagamaan Buddha sebagai bagian dari identitas agama Buddha. | 3 |
| 35 | — | Murid dapat mengenal beragam tradisi keagamaan Buddha yang ada di lingkungan sekitarnya. | 3 |
| 36 | — | Murid dapat menemukan persamaan dan perbedaan ragam tradisi keagamaan Buddha serta menunjukkan sikap menerima perbedaan tersebut. | 3 |
| 37 | — | Murid dapat mengenali simbol keagamaan dari berbagai agama yang ada di Indonesia melalui pengamatan gambar pemuka agama dan simbol agama masing-masing. | 3 |
| 38 | — | Murid dapat menemukan persamaan dan perbedaan simbol keagamaan antaragama di Indonesia serta menunjukkan perilaku positif yang mencerminkan penerimaan terhadap perbedaan tersebut. | 3 |
| 39 | — | Murid dapat mengenali tindakan-tindakan yang termasuk aksi kekerasan terkait perbedaan simbol dan tradisi keagamaan di lingkungan rumah, sekolah, dan tempat ibadah. | 3 |
| 40 | — | Murid dapat menunjukkan perilaku anti kekerasan dan sikap saling menghormati perbedaan simbol keagamaan berlandaskan nilai-nilai empat sifat luhur dan Pancasila. | 3 |
| 41 | — | Murid dapat mengidentifikasi dan menjelaskan lambang serta simbol keagamaan Buddha maupun agama lain di Indonesia sebagai bukti pemahaman atas keseluruhan materi Bab 4. | 3 |
| 42 | — | Murid dapat menunjukkan sikap menerima perbedaan tradisi dan simbol keagamaan serta menolak aksi kekerasan melalui tugas refleksi atau unjuk kerja sederhana. | 3 |
| 43 | — | Melalui kegiatan menyimak dan praktik, murid dapat menjelaskan kegiatan beribadah (membaca doa dan paritta) sebagai bentuk penghormatan kepada Buddha dan pengamalan Sila Pertama Pancasila di lingkungan rumah, sekolah, dan rumah ibadah. | 3 |
| 44 | — | Melalui kegiatan tanya jawab, murid dapat menunjukkan sikap sopan santun saat beribadah di lingkungan rumah, sekolah, dan rumah ibadah sebagai wujud hidup harmonis. | 3 |
| 45 | — | Melalui kegiatan membaca cerita inspiratif tokoh Buddhis, murid dapat menjelaskan bahwa memuliakan sesama manusia merupakan wujud berbuat baik yang membangun keharmonisan di lingkungan rumah, sekolah, dan rumah ibadah. | 3 |
| 46 | — | Melalui kegiatan diskusi kelompok, murid dapat mempraktikkan sikap saling membantu antarsesama di lingkungan sekolah sebagai cerminan nilai-nilai empat sifat luhur (Catur Paramita) dan hukum karma. | 3 |
| 47 | — | Melalui permainan dinamika kelompok, murid dapat menunjukkan bahwa persatuan dalam komunitas mempermudah terwujudnya kebajikan dan kehidupan yang harmonis di lingkungan sekolah. | 3 |
| 48 | — | Melalui simulasi musyawarah sederhana, murid dapat melakukan musyawarah untuk mufakat di lingkungan sekolah berlandaskan nilai-nilai empat sifat luhur dan Sila Keempat Pancasila sebagai upaya mempertahankan keharmonisan hidup. | 3 |
| 49 | — | Melalui asesmen tertulis dan unjuk sikap, murid dapat menunjukkan pemahaman tentang cara hidup harmonis melalui ibadah, berbuat baik, bersatu dalam kebajikan, dan musyawarah untuk mufakat berlandaskan nilai Pancasila dan hukum karma di lingkungan rumah, sekolah, dan rumah ibadah. | 3 |
| 50 | — | Melalui kegiatan refleksi bersama, murid dapat menyampaikan contoh nyata perilaku harmonis yang pernah dilakukan di lingkungan rumah atau sekolah sebagai cerminan Profil Pelajar Pancasila. | 3 |