KRITERIA KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN (KKTP) KODING DAN KECERDASAN ARTIFISIAL Semester 1 1. IDENTITAS| Mata Pelajaran | Koding dan Kecerdasan Artifisial |
|---|
| Fase / Kelas | Fase F / Kelas 11 |
|---|
| Topik | Semester 1 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Pendekatan KKTP | rubrik |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
2. INTERVAL NILAI| Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| 0-59 | 60-69 | 70-84 | 85-100 |
3. PETUNJUK PENSKORANPetunjuk penskoran (deterministik): • Belum Berkembang (0-59): indikator dasar belum tercapai; perlu intervensi/remedial. • Mulai Berkembang (60-69): sebagian indikator tercapai dengan bantuan guru. • Berkembang (70-84): indikator utama tercapai secara mandiri. • Sangat Berkembang (85-100): melampaui indikator; mampu mentransfer/menjelaskan ke konteks baru. Nilai numerik dipetakan ke level di atas sesuai interval. Deskripsi rubrik per TP menjelaskan bukti observasi di tiap level. 4. RINGKASAN KETERCAPAIAN PER BABKode TP: Kelas.Bab.Urutan TP — contoh TP 11.1.1 = Kelas 11, Bab 1, TP ke-1. Penomoran ini penunjuk urutan internal dokumen, bukan format baku Pemerintah. Bab 1 — Kreasi Konten Digital dengan Kolaborasi Manusia dan KA (4 TP)| No | Kode TP | Tujuan Pembelajaran | Jumlah Indikator |
|---|
| 1 | TP 11.1.1 | Menyusun produksi konten digital tingkat lanjut untuk mendukung kecerdasan artifisial melalui kolaborasi manusia dan KA | 2 | | 2 | TP 11.1.3 | Menganalisis penerapan prinsip human-centered dan etika yang ada dalam pembuatan konten digital bersama kecerdasan artifisial | 2 | | 3 | TP 11.1.2 | Melakukan diseminasi konten digital tingkat lanjut untuk mendukung kecerdasan artifisial melalui platform digital yang relevan | 2 | | 4 | TP 11.1.4 | Mengevaluasi tanggung jawab dan kepatuhan terhadap etika yang ada pada penyebaran konten hasil kecerdasan artifisial | 2 |
Bab 2 — Dampak Kecerdasan Artifisial (KA) terhadap Ketenagakerjaan (4 TP)| No | Kode TP | Tujuan Pembelajaran | Jumlah Indikator |
|---|
| 5 | TP 11.2.1 | Menganalisis dampak KA terhadap ketenagakerjaan pada pergeseran dan transformasi pekerjaan di berbagai sektor | 2 | | 6 | TP 11.2.2 | Mengevaluasi prinsip human-centered yang harus dipatuhi oleh pengembang KA dalam lingkungan kerja | 2 | | 7 | TP 11.2.3 | Menelaah bentuk tanggung jawab pengembang KA dalam mengatasi tantangan etika yang ada di dunia kerja | 2 | | 8 | TP 11.2.4 | Melakukan prediksi tren pekerjaan masa depan sebagai dampak KA terhadap ketenagakerjaan melalui penerapan berpikir komputasional | 2 |
Bab 3 — Pemrograman Berorientasi Objek (4 TP)| No | Kode TP | Tujuan Pembelajaran | Jumlah Indikator |
|---|
| 9 | TP 11.3.1 | Menjelaskan algoritma dan paradigma pemrograman berorientasi objek dalam pemodelan sistem perangkat lunak | 2 | | 10 | TP 11.3.2 | Menerapkan pemrograman berorientasi objek melalui pendefinisian kelas, atribut, dan metode | 3 | | 11 | TP 11.3.3 | Menerapkan prinsip enkapsulasi dalam pemrograman berorientasi objek untuk perlindungan data | 2 | | 12 | TP 11.3.4 | Menerapkan pewarisan dan polimorfisme dalam pemrograman berorientasi objek untuk mengoptimalkan hierarki struktur kode | 2 |
5. RUBRIK KETERCAPAIAN PER TUJUAN PEMBELAJARANBab 1 — Kreasi Konten Digital dengan Kolaborasi Manusia dan KATP 11.1.1: Menyusun produksi konten digital tingkat lanjut untuk mendukung kecerdasan artifisial melalui kolaborasi manusia dan KAIndikator Pencapaian: 1. Merancang alur kerja (workflow) pembuatan konten digital berbasis kolaborasi manusia dan tools KA generatif 2. Menghasilkan produk konten digital tingkat lanjut (multimedia/teks interaktif) yang relevan untuk mendukung implementasi KA | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu merancang alur kerja kolaborasi dan belum menghasilkan konten digital menggunakan tools KA secara fungsional. | Mampu menggunakan tools KA untuk membuat konten sederhana, namun alur kolaborasi belum sistematis dan masih memerlukan bimbingan penuh pendidik. | Mampu merancang alur kerja dan menghasilkan konten digital tingkat lanjut secara mandiri melalui pembagian peran yang jelas antara manusia dan KA. | Mampu mengoptimalkan sintesis kreasi konten digital kompleks secara inovatif serta membagikan strategi prompt engineering tingkat lanjut kepada rekan sejawat. |
TP 11.1.3: Menganalisis penerapan prinsip human-centered dan etika yang ada dalam pembuatan konten digital bersama kecerdasan artifisialIndikator Pencapaian: 1. Mengidentifikasi isu etika (seperti hak cipta, bias data, dan plagiarisme) dalam pembuatan konten berbantuan KA 2. Menganalisis keselarasan konten hasil KA dengan prinsip human-centered (kebutuhan, kenyamanan, dan nilai kemanusiaan pengguna) | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu mengidentifikasi isu etika maupun prinsip human-centered dalam konten yang dihasilkan bersama KA. | Mampu menyebutkan aspek etika dan human-centered umum, tetapi analisis keterkaitannya dalam studi kasus konten masih terbatas dan memerlukan panduan. | Mampu menganalisis secara mandiri penerapan etika dan prinsip human-centered serta menunjukkan letak bias atau potensi pelanggaran hak cipta pada konten KA. | Mampu menyajikan evaluasi kritis komprehensif terhadap dampak etis konten KA dan merumuskan panduan mitigasi risiko etika yang adaptif bagi pengguna lain. |
TP 11.1.2: Melakukan diseminasi konten digital tingkat lanjut untuk mendukung kecerdasan artifisial melalui platform digital yang relevanIndikator Pencapaian: 1. Memilih platform digital yang tepat berdasarkan karakteristik audiens sasaran dan format konten KA 2. Mempublikasikan konten digital tingkat lanjut dengan memanfaatkan fitur optimasi platform (metadata, tagar terarah, atau deskripsi teknis) | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu memilih platform yang sesuai dan belum dapat mempublikasikan konten secara terstruktur. | Mampu mengunggah konten pada platform digital, namun penentuan sasaran audiens dan optimalisasi fiturnya belum terarah tanpa pendampingan. | Mampu memilih platform yang relevan dan menyebarluaskan konten digital tingkat lanjut secara mandiri dengan strategi optimasi yang tepat sasaran. | Mampu mendesain kampanye diseminasi multiplatform secara mandiri, menganalisis respons audiens (engagement metrics), serta merekomendasikan perbaikan distribusi konten. |
TP 11.1.4: Mengevaluasi tanggung jawab dan kepatuhan terhadap etika yang ada pada penyebaran konten hasil kecerdasan artifisialIndikator Pencapaian: 1. Menilai keabsahan, transparansi (watermarking/label AI), dan potensi disinformasi (deepfake/hoaks) dari konten yang disebarkan 2. Menyusun rekomendasi perbaikan berbasis regulasi atau kode etik penyebaran konten digital KA | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu mengidentifikasi potensi bahaya penyebaran konten KA (seperti misinformasi) maupun prinsip atribusi dasar. | Mampu mengenali adanya pelanggaran etika penyebaran konten dengan bantuan instrumen panduan, namun belum mampu merumuskan argumen evaluatif. | Mampu mengevaluasi tanggung jawab penyebaran konten secara kritis serta memeriksa kepatuhan transparansi label AI secara mandiri. | Mampu menyusun panduan audit etika penyebaran konten KA dan memberikan masukan solutif berdasarkan analisis studi kasus pelanggaran digital aktual. |
Bab 2 — Dampak Kecerdasan Artifisial (KA) terhadap KetenagakerjaanTP 11.2.1: Menganalisis dampak KA terhadap ketenagakerjaan pada pergeseran dan transformasi pekerjaan di berbagai sektorIndikator Pencapaian: 1. Memetakan bentuk transformasi pekerjaan (automasi, augmentasi) akibat KA pada sektor industri tertentu 2. Menganalisis pergeseran kebutuhan keterampilan (reskilling dan upskilling) tenaga kerja dalam era integrasi KA | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu mengidentifikasi contoh transformasi pekerjaan dan pergeseran keterampilan yang dipicu oleh KA. | Mampu mendata pekerjaan yang terdampak KA secara deskriptif, tetapi belum dapat menganalisis pola transformasi antarsektor tanpa arahan. | Mampu menganalisis hubungan sebab-akibat antara adopsi KA dengan pergeseran jenis keahlian kerja di berbagai sektor industri secara mandiri. | Mampu menyajikan analisis komparatif mendalam mengenai dampak sosio-ekonomi pergeseran kerja akibat KA dan memproyeksikan strategi adaptasi karier yang kontekstual. |
TP 11.2.2: Mengevaluasi prinsip human-centered yang harus dipatuhi oleh pengembang KA dalam lingkungan kerjaIndikator Pencapaian: 1. Menilai penerapan prinsip human-centered (keadilan, transparansi, privasi, dan kendali manusia) pada sistem KA di tempat kerja 2. Mengkritisi celah implementasi sistem KA yang berpotensi mereduksi peran atau kesejahteraan pekerja manusia | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu menjelaskan prinsip dasar human-centered design dalam implementasi KA di lingkungan kerja. | Mampu menyebutkan indikator human-centered pada sistem kerja KA, namun belum dapat mengevaluasi efektivitas penerapannya secara mendalam. | Mampu mengevaluasi keselarasan sistem KA di tempat kerja dengan prinsip kendali manusia dan kesejahteraan pekerja secara mandiri dan sistematis. | Mampu memberikan rekomendasi modifikasi sistem KA agar lebih memprioritaskan keselamatan dan martabat pekerja serta menyimulasikan solusinya secara terstruktur. |
TP 11.2.3: Menelaah bentuk tanggung jawab pengembang KA dalam mengatasi tantangan etika yang ada di dunia kerjaIndikator Pencapaian: 1. Menguraikan bentuk tanggung jawab hukum dan moral pengembang KA terhadap mitigasi bias algoritma dalam seleksi atau penilaian kerja 2. Menelaah mekanisme akuntabilitas yang harus disiapkan pengembang saat sistem KA menghasilkan keputusan yang merugikan pengguna | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu menguraikan tanggung jawab pengembang terhadap permasalahan etika sistem KA di dunia kerja. | Mampu mengidentifikasi tanggung jawab dasar pengembang, namun telaah terhadap mekanisme pertanggungjawaban algoritma masih membutuhkan stimulus bantuan. | Mampu menelaah secara mandiri bentuk tanggung jawab moral dan teknis pengembang dalam menangani tantangan bias serta akuntabilitas sistem KA. | Mampu menyusun kerangka kerja (framework) akuntabilitas etis bagi pengembang KA yang siap diimplementasikan untuk memecahkan dilema ketenagakerjaan nyata. |
TP 11.2.4: Melakukan prediksi tren pekerjaan masa depan sebagai dampak KA terhadap ketenagakerjaan melalui penerapan berpikir komputasionalIndikator Pencapaian: 1. Menerapkan dekomposisi dan pengenalan pola terhadap data tren adopsi teknologi KA dan pasar tenaga kerja 2. Membuat model proyeksi sederhana atau algoritma prediksi berbasis logika komputasional mengenai peluang karier masa depan | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu menerapkan tahapan berpikir komputasional dalam mengolah data tren ketenagakerjaan. | Mampu mengenali pola tren ketenagakerjaan sederhana dengan tahapan berpikir komputasional, namun formulasi prediksinya belum logis tanpa bimbingan. | Mampu menerapkan empat pilar berpikir komputasional secara terstruktur untuk menghasilkan prediksi tren pekerjaan masa depan yang valid dan berbasis data. | Mampu merumuskan model abstraksi dan algoritma prediksi komputasional tingkat lanjut yang akurat serta mempresentasikan wawasan tren masa depan secara persuasif. |
Bab 3 — Pemrograman Berorientasi ObjekTP 11.3.1: Menjelaskan algoritma dan paradigma pemrograman berorientasi objek dalam pemodelan sistem perangkat lunakIndikator Pencapaian: 1. Menguraikan konsep dasar paradigma pemrograman berorientasi objek (PBO) beserta perbedaannya dengan paradigma prosedural. 2. Mengidentifikasi komponen entitas dunia nyata ke dalam pemodelan abstraksi sistem perangkat lunak. | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu menguraikan konsep dasar PBO dan kesulitan membedakan paradigma prosedural dengan PBO dalam pemodelan sistem. | Mampu menguraikan konsep dasar PBO dan membedakannya dari paradigma prosedural dengan bimbingan guru, namun identifikasi entitas sistem masih kurang tepat. | Mampu menguraikan konsep dasar PBO secara mandiri serta memetakan entitas sistem perangkat lunak ke dalam model objek dengan tepat. | Mampu menganalisis dan membandingkan efektivitas paradigma PBO terhadap studi kasus sistem perangkat lunak yang kompleks serta mengomunikasikannya secara sistematis kepada rekan sebaya. |
TP 11.3.2: Menerapkan pemrograman berorientasi objek melalui pendefinisian kelas, atribut, dan metodeIndikator Pencapaian: 1. Membuat deklarasi kelas beserta atribut dan tipe data yang relevan. 2. Mengimplementasikan metode (fungsi/prosedur) di dalam kelas untuk merepresentasikan perilaku objek. 3. Melakukan instansiasi objek dan mengakses atribut serta metodenya secara tepat. | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu mendeklarasikan kelas, atribut, maupun metode, serta mengalami kendala sintaks saat instansiasi objek. | Mampu mendeklarasikan kelas dan atribut sederhana dengan panduan/contoh kode, namun masih melakukan kesalahan saat mendefinisikan metode atau instansiasi objek. | Mampu mendeklarasikan kelas, atribut, metode, serta melakukan instansiasi dan pemanggilan anggota objek secara mandiri dan bebas galat. | Mampu mendesain dan mengimplementasikan beberapa kelas yang saling berinteraksi dengan modular, bersih, serta menerapkan konvensi penamaan standar industri. |
TP 11.3.3: Menerapkan prinsip enkapsulasi dalam pemrograman berorientasi objek untuk perlindungan dataIndikator Pencapaian: 1. Menerapkan penentu akses (access modifier) seperti private, protected, dan public pada atribut dan metode. 2. Membuat metode getter dan setter untuk memvalidasi dan mengontrol akses data atribut private. | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu menerapkan penentu akses (access modifier) dan membiarkan seluruh variabel terbuka secara publik tanpa mekanisme proteksi data. | Mampu mengubah visibilitas atribut menjadi private namun masih membutuhkan panduan dalam menyusun metode getter dan setter secara fungsional. | Mampu menerapkan access modifier secara tepat serta menyusun metode getter dan setter yang dilengkapi validasi data secara mandiri. | Mampu mengevaluasi integritas data pada arsitektur kode dan merancang mekanisme enkapsulasi mutakhir untuk mencegah modifikasi data ilegal pada skenario sistem nyata. |
TP 11.3.4: Menerapkan pewarisan dan polimorfisme dalam pemrograman berorientasi objek untuk mengoptimalkan hierarki struktur kodeIndikator Pencapaian: 1. Mengimplementasikan pewarisan (inheritance) untuk membentuk hubungan kelas induk (superclass) dan kelas anak (subclass). 2. Menerapkan mekanisme polimorfisme melalui metode overriding atau overloading untuk mengoptimalkan fleksibilitas kode. | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu mengaitkan kelas induk dengan kelas anak serta belum mengenali fungsi pewarisan dan polimorfisme dalam pemrograman. | Mampu membuat struktur pewarisan sederhana dengan bimbingan, namun kesulitan menerapkan metode overriding/overloading dalam konteks polimorfisme. | Mampu mengimplementasikan pewarisan dan overriding metode secara mandiri untuk menghindari duplikasi kode pada hierarki kelas yang dibangun. | Mampu merancang hierarki struktur kode multi-level yang efisien menggunakan prinsip pewarisan dan polimorfisme dinamis, serta memberikan rekomendasi refaktor kode yang optimal. |
6. CATATANKKTP semester ini mencakup Bab 1 — Kreasi Konten Digital dengan Kolaborasi Manusia dan KA; Bab 2 — Dampak Kecerdasan Artifisial (KA) terhadap Ketenagakerjaan; Bab 3 — Pemrograman Berorientasi Objek (total 12 TP). Satu rubrik per TP; gunakan ringkasan per bab untuk administrasi dan rubrik detail per bab untuk mengajar. |