| 1 | — | Melalui kegiatan menyimak teks aural tentang kisah anak-anak inspiratif yang melakukan aksi nyata untuk lingkungan, murid mampu menganalisis informasi penting (tokoh, masalah, dan tindakan) dari teks nonsastra yang dibacakan dengan tepat. | 3 |
| 2 | — | Melalui diskusi kelas tentang kisah anak-anak pengubah dunia, murid mampu menyampaikan pendapat secara lisan dengan kosakata yang beragam dan santun. | 3 |
| 3 | — | Melalui kegiatan membaca teks nonsastra tentang aksi anak-anak dalam menyelamatkan lingkungan, murid mampu menganalisis informasi serta nilai-nilai yang terkandung dalam teks dengan benar. | 3 |
| 4 | — | Melalui latihan pemahaman teks (benar atau salah), murid mampu menentukan kebenaran pernyataan berdasarkan isi teks tentang anak-anak pengubah dunia disertai alasan yang logis. | 3 |
| 5 | — | Melalui pengamatan teks tentang anak-anak pengubah dunia, murid mampu membaca kata-kata dengan pola konsonan rangkap secara fasih dan tepat. | 3 |
| 6 | — | Melalui diskusi dan latihan, murid mampu menggunakan kosakata baru bermakna denotatif dan konotatif yang ditemukan dalam teks kisah anak-anak inspiratif secara tepat dalam kalimat. | 3 |
| 7 | — | Melalui kegiatan membaca nyaring bergantian teks tentang kisah anak-anak pengubah dunia, murid mampu membaca dengan intonasi, jeda, dan pelafalan yang tepat secara fasih. | 3 |
| 8 | — | Melalui kegiatan saling mengoreksi dalam kelompok saat membaca nyaring, murid mampu menyampaikan masukan secara santun tentang pelafalan teman terkait teks kisah anak-anak inspiratif. | 3 |
| 9 | — | Melalui kegiatan mengamati teks visual berupa gambar yang menampilkan aksi anak-anak peduli lingkungan, murid mampu menjawab pertanyaan inferensial berdasarkan informasi yang tersirat dalam gambar secara tepat. | 3 |
| 10 | — | Melalui diskusi hasil pengamatan gambar tentang anak-anak pengubah dunia, murid mampu menyampaikan ide secara lisan dengan pilihan kata yang beragam dan runtut. | 3 |
| 11 | — | Melalui kegiatan membaca teks eksplanasi tentang sebab akibat kerusakan lingkungan dan aksi anak-anak sebagai solusi, murid mampu menandai informasi penting sesuai struktur teks eksplanasi (pernyataan umum, deretan penjelas, simpulan) dengan benar. | 3 |
| 12 | — | Melalui tanya jawab tentang struktur teks eksplanasi yang dibaca, murid mampu menganalisis hubungan sebab akibat dalam teks tentang peran anak-anak dalam menjaga lingkungan secara tepat. | 3 |
| 13 | — | Melalui kegiatan menyimak teks sastra yang dibacakan tentang anak-anak inspiratif pengubah dunia, murid mampu menganalisis isi dan nilai-nilai (keberanian, kepedulian, ketekunan) yang terkandung dalam teks dengan tepat. | 3 |
| 14 | — | Melalui diskusi setelah menyimak teks sastra, murid mampu mengaitkan nilai-nilai dari kisah anak-anak inspiratif dengan pengalaman dan kehidupan nyata mereka secara bermakna. | 3 |
| 15 | — | Melalui kegiatan menjawab soal pemahaman literal dan interpretatif, murid mampu menganalisis informasi tersurat dan tersirat dalam teks nonsastra tentang aksi nyata anak-anak untuk lingkungan dengan benar. | 3 |
| 16 | — | Melalui refleksi hasil latihan pemahaman, murid mampu menghubungkan isi teks tentang anak-anak pengubah dunia dengan kepedulian nyata dalam kehidupan sehari-hari secara lisan. | 3 |
| 17 | — | Melalui kegiatan menulis terpandu, murid mampu menyusun teks eksplanasi sederhana berstruktur benar (pernyataan umum, deretan penjelas, simpulan) tentang topik aksi anak-anak dalam menyelamatkan lingkungan dengan kalimat yang runtut dan jelas. | 3 |
| 18 | — | Dalam menulis teks eksplanasi tentang peran anak-anak sebagai pengubah dunia, murid mampu menggunakan kata penghubung sebab akibat dan urutan yang tepat sesuai kaidah kebahasaan. | 3 |
| 19 | — | Melalui kegiatan diskusi kelompok tentang gagasan aksi nyata anak-anak untuk lingkungan, murid mampu menyampaikan dan menanggapi pendapat secara efektif dan santun. | 3 |
| 20 | — | Melalui presentasi hasil diskusi kelompok tentang ide proyek lingkungan anak, murid mampu mempresentasikan gagasan dari teks yang dibaca dengan efektif menggunakan kosakata yang beragam dan runtut. | 3 |
| 21 | — | Melalui kegiatan menulis teks sastra sederhana (puisi atau prosa pendek), murid mampu mengungkapkan perasaan dan imajinasi tentang menjadi anak pengubah dunia secara kreatif, menarik, dan indah. | 3 |
| 22 | — | Dalam menulis teks sastra tentang anak-anak pengubah dunia, murid mampu menggunakan kosakata baru bermakna denotatif dan konotatif secara kreatif dan tepat. | 3 |
| 23 | — | Melalui asesmen sumatif tertulis, murid mampu menunjukkan kemampuan menganalisis informasi dan nilai-nilai dari teks sastra dan nonsastra bertema anak-anak pengubah dunia secara mandiri dan akurat. | 3 |
| 24 | — | Melalui asesmen sumatif menulis, murid mampu menulis teks eksplanasi sederhana bertema aksi anak-anak untuk lingkungan dengan struktur, kaidah kebahasaan, dan kosakata yang tepat secara mandiri. | 3 |
| 25 | — | Melalui asesmen sumatif lisan, murid mampu mempresentasikan gagasan tentang peran anak-anak sebagai agen perubahan dunia dengan efektif, runtut, dan santun. | 3 |
| 26 | — | Murid mampu menemukan informasi penting dari teks sastra bergambar cerita 'Kupu-Kupu Mira' yang dibacakan/didengarkan dengan menyebutkan minimal 3 informasi utama secara lisan. | 3 |
| 27 | — | Murid mampu mengidentifikasi ciri-ciri teks sastra bergambar dan membedakannya dari teks nonsastra berdasarkan contoh yang dibaca. | 3 |
| 28 | — | Murid mampu membaca teks cerita rakyat 'Lembah Apapuhang dan Orang-Orang Kecil' dengan fasih sesuai pola kombinasi huruf yang benar. | 3 |
| 29 | — | Murid mampu menganalisis informasi dan menjawab pertanyaan inferensial berdasarkan isi cerita rakyat 'Lembah Apapuhang dan Orang-Orang Kecil' secara tertulis. | 3 |
| 30 | — | Murid mampu mengidentifikasi dan menjelaskan jenis-jenis cerita rakyat Nusantara (mite, legenda, dongeng, fabel, hikayat) beserta contoh judulnya secara lisan. | 3 |
| 31 | — | Murid mampu menuliskan judul-judul cerita rakyat yang diketahui dan mengidentifikasi jenis cerita rakyat tersebut secara tertulis. | 3 |
| 32 | — | Murid mampu menganalisis informasi dari salah satu cerita rakyat digital yang diakses melalui tautan Kemendikdasmen dan membuat ringkasan cerita di buku tulis. | 3 |
| 33 | — | Murid mampu mempresentasikan ringkasan cerita rakyat yang telah dibaca dengan menyebutkan tokoh, latar, dan peristiwa utama secara efektif di depan kelas. | 3 |
| 34 | — | Murid mampu menganalisis isi cerita rakyat 'Doa-Doa dalam Sumur Tua' yang disimak secara audio dengan menjawab pertanyaan inferensial secara tertulis. | 3 |
| 35 | — | Murid mampu menyebutkan minimal 3 nilai-nilai positif yang terkandung dalam cerita 'Doa-Doa dalam Sumur Tua' berdasarkan teks yang didengar. | 3 |
| 36 | — | Murid mampu mengaitkan isi cerita rakyat yang telah disimak dengan perasaan atau pengalaman pribadi secara lisan menggunakan kosakata yang ekspresif dan santun. | 3 |
| 37 | — | Murid mampu menyampaikan perasaan secara tertulis berdasarkan nilai-nilai positif dalam cerita rakyat yang didengar dengan kalimat yang indah dan menarik. | 3 |
| 38 | — | Murid mampu menganalisis informasi dan nilai-nilai yang terkandung dalam teks cerita rakyat 'Hikayat Lubuk Larangan' dengan menjawab pertanyaan pemahaman secara tertulis. | 3 |
| 39 | — | Murid mampu menyampaikan pendapat dan perasaan secara tertulis tentang aturan adat Lubuk Larangan dalam cerita menggunakan kalimat yang jelas dan santun. | 3 |
| 40 | — | Murid mampu menganalisis informasi dari teks aural dan visual tentang nilai pelestarian alam yang terkandung dalam cerita rakyat Nusantara. | 3 |
| 41 | — | Murid mampu mempresentasikan gagasan tentang nilai pelestarian alam dari cerita rakyat yang dibaca/disimak secara efektif dan santun di depan kelas. | 3 |
| 42 | — | Murid mampu menganalisis karakteristik tokoh-tokoh dalam cerita rakyat Nusantara yang telah dibaca/disimak dan menjelaskan peran tokoh dalam alur cerita secara lisan. | 3 |
| 43 | — | Murid mampu menulis deskripsi tokoh imajinatif untuk cerita rakyat yang akan dibuat dengan pilihan kata yang kreatif dan menarik. | 3 |
| 44 | — | Murid mampu menyusun kerangka cerita rakyat sederhana yang memuat tema, tokoh, latar, alur, dan konflik sederhana secara tertulis sebagai persiapan menulis. | 3 |
| 45 | — | Murid mampu menyampaikan rencana cerita rakyat yang akan ditulis kepada teman/guru secara lisan dengan gagasan yang jelas dan runtut. | 3 |
| 46 | — | Murid mampu menulis teks cerita rakyat sederhana minimal 500 kata berdasarkan kerangka yang telah dibuat dengan alur dan konflik yang tidak terlalu rumit. | 3 |
| 47 | — | Murid mampu menggunakan kaidah kebahasaan yang benar serta kosakata yang kreatif dan bervariasi dalam penulisan cerita rakyat sederhana. | 3 |
| 48 | — | Murid mampu menemukan dan membedakan kalimat bermakna denotatif dan konotatif dalam teks cerita rakyat 'Legenda Telaga Sarangan' dengan tepat. | 3 |
| 49 | — | Murid mampu menjelaskan makna denotatif dan konotatif dari kalimat-kalimat yang ditemukan dalam cerita rakyat secara tertulis menggunakan kalimat yang jelas. | 3 |
| 50 | — | Murid mampu menggunakan kosakata bermakna denotatif dan konotatif secara tepat dalam revisi tulisan cerita rakyat yang telah dibuat sebelumnya. | 3 |
| 51 | — | Murid mampu mempresentasikan cerita rakyat sederhana yang telah ditulis di depan kelas dengan ekspresi dan pilihan kata yang indah dan menarik. | 3 |
| 52 | — | Murid mampu menganalisis informasi dan nilai-nilai dalam teks cerita rakyat Nusantara yang disajikan pada asesmen secara mandiri melalui kegiatan membaca dan/atau menyimak. | 3 |
| 53 | — | Murid mampu menulis teks cerita rakyat sederhana atau menjawab soal tertulis tentang jenis cerita rakyat, nilai-nilai, serta makna denotatif dan konotatif sebagai bukti pencapaian kompetensi Bab 2. | 3 |