ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP) PRAKARYA DAN KEWIRAUSAHAAN KERAJINAN 1. IDENTITAS| Mata Pelajaran | Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan |
|---|
| Fase / Kelas | Fase E / Kelas 10 |
|---|
| Semester | Semester 1 |
|---|
| Total JP | 44 JP |
|---|
| Jumlah Bab | 2 bab |
|---|
| Total Pertemuan | 22 pertemuan |
|---|
| Total Tujuan Pembelajaran | 44 TP |
|---|
2. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)Murid mampu membuat produk kerajinan Nusantara berdasarkan desain melalui analisis kebutuhan, kelayakan pasar, eksplorasi bentuk, bahan, alat, dan teknik, serta mempresentasikan secara lisan, visual, dan grafis. Murid mampu mengevaluasi dan memberikan saran terhadap produk kerajinan berdasarkan dampak lingkungan, budaya, atau teknologi tepat guna. 3. ALUR TUJUAN PEMBELAJARANKode TP: Bab.Pertemuan.Urutan TP Bab 1 — Ragam Hias Nusantara Pada Produk Fesyen (24 JP)| Pert. | Topik | Kode TP | Tujuan Pembelajaran | JP |
|---|
| 1 | Eksplorasi Gagasan Ragam Hias Nusantara pada Produk Fesyen | TP 1.1.1 TP 1.1.2 | Murid dapat mengidentifikasi keragaman produk fesyen Nusantara berdasarkan hasil pengamatan objek budaya dan artefak lokal dari berbagai wilayah Indonesia. (Observasi dan Eksplorasi) Murid dapat mendeskripsikan unsur ragam hias Nusantara yang bersumber dari objek budaya setempat sebagai sumber gagasan produk fesyen. (Observasi dan Eksplorasi) | 2 | | 2 | Analisis Fungsi dan Potensi Nilai Ekonomis Produk Fesyen Nusantara | TP 1.2.1 TP 1.2.2 | Murid dapat membedakan fungsi produk fesyen Nusantara sebagai busana dan sebagai aksesoris berdasarkan hasil analisis contoh produk yang diamati. (Observasi dan Eksplorasi) Murid dapat menganalisis potensi nilai ekonomis produk fesyen Nusantara yang mengandung ragam hias lokal sesuai target pasar yang ditetapkan. (Observasi dan Eksplorasi) | 2 | | 3 | Identifikasi Bahan, Alat, dan Teknik Ragam Hias pada Produk Fesyen | TP 1.3.1 TP 1.3.2 | Murid dapat mengidentifikasi berbagai bahan dan alat yang digunakan dalam pembuatan ragam hias Nusantara pada produk fesyen, seperti kain tradisional, benang sulam, manik-manik, kawat, dan kulit. (Observasi dan Eksplorasi) Murid dapat menjelaskan variasi teknik aplikasi ragam hias Nusantara pada produk fesyen, antara lain teknik sulam, aplikasi kain, dan penambahan manik-manik. (Observasi dan Eksplorasi) | 2 | | 4 | Perancangan Konsep Ragam Hias Nusantara pada Produk Busana | TP 1.4.1 TP 1.4.2 | Murid dapat merancang konsep produk busana dengan ragam hias Nusantara berdasarkan hasil eksplorasi objek budaya lokal, dengan mempertimbangkan kesesuaian motif, bahan, dan teknik. (Desain dan Perencanaan) Murid dapat mengomunikasikan ide perancangan ragam hias Nusantara pada produk busana dalam bentuk sketsa desain yang disertai keterangan bahan dan teknik yang akan digunakan. (Desain dan Perencanaan) | 2 | | 5 | Penyempurnaan Desain Ragam Hias Nusantara pada Produk Busana | TP 1.5.1 TP 1.5.2 | Murid dapat menyempurnakan sketsa desain ragam hias Nusantara pada produk busana dengan mempertimbangkan prinsip ergonomi dan keindahan visual produk fesyen. (Desain dan Perencanaan) Murid dapat menentukan bahan dan teknik yang paling sesuai untuk mengaplikasikan ragam hias Nusantara pada produk busana berdasarkan hasil uji coba awal. (Desain dan Perencanaan) | 2 | | 6 | Uji Coba Teknik dan Pembuatan Ragam Hias Nusantara pada Produk Busana | TP 1.6.1 TP 1.6.2 | Murid dapat melakukan uji coba teknik aplikasi ragam hias Nusantara (sulam, aplikasi kain tradisional, atau manik-manik) sesuai desain yang telah dirancang pada produk busana. (Produksi) Murid dapat membuat ragam hias Nusantara pada produk busana menggunakan bahan dan teknik lokal yang telah dipilih sesuai perencanaan. (Produksi) | 2 | | 7 | Penyelesaian Akhir (Finishing) Ragam Hias Nusantara pada Produk Busana | TP 1.7.1 TP 1.7.2 | Murid dapat menyelesaikan produk busana dengan ragam hias Nusantara melalui proses finishing touch sehingga ragam hias dapat menambah keindahan dan keunikan produk fesyen sesuai desain. (Produksi) Murid dapat mendokumentasikan proses pembuatan ragam hias Nusantara pada produk busana dalam bentuk foto atau video sebagai bagian dari jurnal siswa. (Produksi) | 2 | | 8 | Perancangan Konsep Aksesoris Fesyen Nusantara | TP 1.8.1 TP 1.8.2 | Murid dapat merancang konsep produk aksesoris fesyen yang mengandung unsur ragam hias Nusantara dan serasi dengan produk busana yang telah dibuat, berdasarkan hasil eksplorasi pada kegiatan sebelumnya. (Desain dan Perencanaan) Murid dapat membuat sketsa perancangan produk aksesoris fesyen Nusantara disertai keterangan kategori aksesoris (rambut/kepala, tubuh/busana, atau kaki), bahan, dan teknik yang akan digunakan. (Desain dan Perencanaan) | 2 | | 9 | Pembuatan Ragam Hias Nusantara pada Produk Aksesoris Fesyen | TP 1.9.1 TP 1.9.2 | Murid dapat melakukan uji coba teknik pembuatan ragam hias Nusantara pada produk aksesoris fesyen (misalnya teknik kawat, pahat logam tipis, atau anyam) sesuai desain yang telah dirancang. (Produksi) Murid dapat membuat bentuk ragam hias Nusantara pada produk aksesoris fesyen menggunakan bahan dan teknik yang telah ditentukan sesuai perencanaan. (Produksi) | 2 | | 10 | Penyelesaian Akhir Produk Aksesoris Fesyen Nusantara dan Strategi Displai | TP 1.10.1 TP 1.10.2 | Murid dapat menyelesaikan produk aksesoris fesyen Nusantara melalui proses finishing touch sehingga aksesoris yang dihasilkan serasi dan menambah nilai keindahan pada keseluruhan tampilan produk fesyen. (Produksi) Murid dapat merancang strategi displai produk fesyen (busana dan aksesoris) dengan ragam hias Nusantara agar dapat dipresentasikan secara menarik dan memiliki nilai jual. (Refleksi dan Evaluasi) | 2 | | 11 | Presentasi dan Refleksi Produk Fesyen Ragam Hias Nusantara | TP 1.11.1 TP 1.11.2 | Murid dapat mempresentasikan produk fesyen (busana dan aksesoris) dengan ragam hias Nusantara yang telah dibuat, mencakup konsep desain, proses produksi, bahan, teknik, dan potensi nilai jualnya. (Refleksi dan Evaluasi) Murid dapat mengevaluasi kesesuaian ragam hias Nusantara pada produk fesyen yang dihasilkan berdasarkan kriteria keindahan, keunikan, unsur budaya Nusantara, dan kesesuaian dengan desain awal. (Refleksi dan Evaluasi) | 2 | | 12 | Asesmen Sumatif: Ragam Hias Nusantara pada Produk Fesyen | TP 1.12.1 TP 1.12.2 | Murid dapat menunjukkan pemahaman tentang konsep ragam hias Nusantara pada produk fesyen melalui tes tertulis yang mencakup fungsi fesyen, jenis ragam hias, bahan, teknik, dan potensi nilai ekonomis produk fesyen Nusantara. (Refleksi dan Evaluasi) Murid dapat membuktikan capaian kompetensi produksi melalui penilaian portofolio yang mencakup jurnal siswa, sketsa desain, dokumentasi proses, dan produk akhir busana serta aksesoris fesyen ragam hias Nusantara. (Refleksi dan Evaluasi) | 2 |
Bab 2 — Produk Aksesoris Interior Nusantara (20 JP)| Pert. | Topik | Kode TP | Tujuan Pembelajaran | JP |
|---|
| 1 | Pengantar Produk Aksesoris Interior Nusantara: Fungsi Pakai dan Fungsi Hias | TP 2.1.1 TP 2.1.2 | Murid dapat menjelaskan pengertian dan fungsi produk aksesoris interior rumah tangga (home decor) yang terinspirasi budaya Nusantara, meliputi fungsi pakai dan fungsi hias, berdasarkan contoh produk nyata. (Observasi dan Eksplorasi) Murid dapat mengidentifikasi minimal tiga contoh produk aksesoris interior Nusantara (seperti hiasan dinding, lampu meja bermotif Nusantara, benda pakai bermotif ragam hias) beserta sumber budaya yang menginspirasinya. (Observasi dan Eksplorasi) | 2 | | 2 | Eksplorasi Sumber Gagasan Budaya Non-Objek Nusantara sebagai Inspirasi Produk Interior | TP 2.2.1 TP 2.2.2 | Murid dapat menganalisis bentuk-bentuk budaya non-objek Nusantara (puisi, dongeng, legenda, tradisi adat, tarian tradisional) sebagai sumber gagasan desain produk aksesoris interior rumah tangga. (Observasi dan Eksplorasi) Murid dapat menghubungkan minimal satu elemen budaya non-objek daerahnya (misalnya gerak tari tradisional atau motif adat setempat) dengan kemungkinan penerapannya pada desain produk aksesoris interior. (Observasi dan Eksplorasi) | 2 | | 3 | Observasi Kebutuhan Produk Aksesoris Interior di Lingkungan Rumah Tangga | TP 2.3.1 TP 2.3.2 | Murid dapat melakukan observasi dan/atau wawancara kepada anggota keluarga untuk mengidentifikasi kebutuhan nyata produk aksesoris interior di rumah tangga sebagai dasar perencanaan proyek. (Observasi dan Eksplorasi) Murid dapat menyimpulkan potensi nilai ekonomis produk aksesoris interior Nusantara berdasarkan data kebutuhan yang diperoleh dari hasil observasi lingkungan sekitar. (Observasi dan Eksplorasi) | 2 | | 4 | Perencanaan Proyek: Eksplorasi Gagasan dan Konsep Produk Aksesoris Interior Nusantara | TP 2.4.1 TP 2.4.2 | Murid dapat mengeksplorasi gagasan produk aksesoris interior rumah tangga yang terinspirasi budaya Nusantara non-objek, mencakup penentuan fungsi produk, sumber inspirasi budaya, dan segmen pengguna. (Desain dan Perencanaan) Murid dapat mengeksplorasi pilihan bahan, alat, dan teknik yang sesuai untuk mewujudkan produk aksesoris interior Nusantara yang ergonomis dan memiliki nilai estetis. (Desain dan Perencanaan) | 2 | | 5 | Perancangan Desain Produk Aksesoris Interior Nusantara (Sketsa dan Prototipe Konsep) | TP 2.5.1 TP 2.5.2 | Murid dapat membuat sketsa desain produk aksesoris interior rumah tangga yang mencerminkan inspirasi budaya Nusantara non-objek, dilengkapi keterangan bahan, ukuran, dan teknik pembuatan. (Desain dan Perencanaan) Murid dapat menyusun rencana kerja proyek pembuatan produk aksesoris interior Nusantara secara sistematis, mencakup tahapan, alat, bahan, dan estimasi waktu pengerjaan. (Desain dan Perencanaan) | 2 | | 6 | Realisasi Produk Aksesoris Interior Nusantara – Tahap Persiapan dan Pembentukan Awal | TP 2.6.1 TP 2.6.2 | Murid dapat menyiapkan bahan dan alat yang dibutuhkan serta melakukan tahap awal pembentukan produk aksesoris interior Nusantara sesuai rencana kerja yang telah disusun. (Produksi dan Realisasi) Murid dapat menerapkan teknik kerajinan yang dipilih (seperti ukir, cetak, potong logam tipis, atau teknik lainnya) secara tepat dalam proses pembentukan awal produk aksesoris interior. (Produksi dan Realisasi) | 2 | | 7 | Realisasi Produk Aksesoris Interior Nusantara – Tahap Penyelesaian dan Finishing | TP 2.7.1 TP 2.7.2 | Murid dapat melanjutkan dan menyelesaikan pembuatan produk aksesoris interior Nusantara hingga tahap finishing, sehingga produk memiliki tampilan estetis yang mencerminkan identitas budaya Nusantara. (Produksi dan Realisasi) Murid dapat mengevaluasi kesesuaian hasil produk aksesoris interior yang dibuat dengan desain awal serta mengidentifikasi perbaikan yang diperlukan sebelum produk dipresentasikan. (Produksi dan Realisasi) | 2 | | 8 | Strategi Promosi Produk Aksesoris Interior Nusantara | TP 2.8.1 TP 2.8.2 | Murid dapat merancang strategi promosi sederhana untuk produk aksesoris interior Nusantara yang dibuatnya, mencakup penentuan keunggulan produk, target pasar, dan media promosi yang sesuai. (Promosi dan Refleksi) Murid dapat menganalisis potensi nilai jual produk aksesoris interior Nusantara buatannya berdasarkan keunikan desain, kualitas bahan, dan relevansi dengan kebutuhan konsumen. (Promosi dan Refleksi) | 2 | | 9 | Presentasi Produk dan Asesmen Formatif (Peer Assessment) Aksesoris Interior Nusantara | TP 2.9.1 TP 2.9.2 | Murid dapat mempresentasikan produk aksesoris interior Nusantara yang dibuatnya secara lisan, menjelaskan konsep budaya non-objek yang menjadi inspirasi, proses pembuatan, dan nilai fungsional serta estetisnya. (Promosi dan Refleksi) Murid dapat memberikan penilaian konstruktif (peer assessment) terhadap produk aksesoris interior Nusantara milik teman, serta merefleksikan kekuatan dan kelemahan produk sendiri sebagai bahan perbaikan. (Promosi dan Refleksi) | 2 | | 10 | Asesmen Sumatif: Evaluasi Proyek Produk Aksesoris Interior Nusantara | TP 2.10.1 TP 2.10.2 | Murid dapat mendemonstrasikan hasil proyek produk aksesoris interior rumah tangga yang terinspirasi budaya Nusantara non-objek secara utuh, mulai dari konsep, proses, hingga produk jadi beserta strategi promosinya. (Asesmen Sumatif) Murid dapat menyusun refleksi tertulis yang memuat evaluasi menyeluruh terhadap proses dan hasil proyek aksesoris interior Nusantara, mencakup kekuatan, kelemahan produk, dan rencana tindak lanjut pengembangan produk. (Asesmen Sumatif) | 2 |
|