| 1 | — | Murid dapat mengidentifikasi keragaman produk fesyen Nusantara berdasarkan hasil pengamatan objek budaya dan artefak lokal dari berbagai wilayah Indonesia. | 3 |
| 2 | — | Murid dapat mendeskripsikan unsur ragam hias Nusantara yang bersumber dari objek budaya setempat sebagai sumber gagasan produk fesyen. | 3 |
| 3 | — | Murid dapat membedakan fungsi produk fesyen Nusantara sebagai busana dan sebagai aksesoris berdasarkan hasil analisis contoh produk yang diamati. | 3 |
| 4 | — | Murid dapat menganalisis potensi nilai ekonomis produk fesyen Nusantara yang mengandung ragam hias lokal sesuai target pasar yang ditetapkan. | 3 |
| 5 | — | Murid dapat mengidentifikasi berbagai bahan dan alat yang digunakan dalam pembuatan ragam hias Nusantara pada produk fesyen, seperti kain tradisional, benang sulam, manik-manik, kawat, dan kulit. | 3 |
| 6 | — | Murid dapat menjelaskan variasi teknik aplikasi ragam hias Nusantara pada produk fesyen, antara lain teknik sulam, aplikasi kain, dan penambahan manik-manik. | 3 |
| 7 | — | Murid dapat merancang konsep produk busana dengan ragam hias Nusantara berdasarkan hasil eksplorasi objek budaya lokal, dengan mempertimbangkan kesesuaian motif, bahan, dan teknik. | 3 |
| 8 | — | Murid dapat mengomunikasikan ide perancangan ragam hias Nusantara pada produk busana dalam bentuk sketsa desain yang disertai keterangan bahan dan teknik yang akan digunakan. | 3 |
| 9 | — | Murid dapat menyempurnakan sketsa desain ragam hias Nusantara pada produk busana dengan mempertimbangkan prinsip ergonomi dan keindahan visual produk fesyen. | 3 |
| 10 | — | Murid dapat menentukan bahan dan teknik yang paling sesuai untuk mengaplikasikan ragam hias Nusantara pada produk busana berdasarkan hasil uji coba awal. | 3 |
| 11 | — | Murid dapat melakukan uji coba teknik aplikasi ragam hias Nusantara (sulam, aplikasi kain tradisional, atau manik-manik) sesuai desain yang telah dirancang pada produk busana. | 3 |
| 12 | — | Murid dapat membuat ragam hias Nusantara pada produk busana menggunakan bahan dan teknik lokal yang telah dipilih sesuai perencanaan. | 3 |
| 13 | — | Murid dapat menyelesaikan produk busana dengan ragam hias Nusantara melalui proses finishing touch sehingga ragam hias dapat menambah keindahan dan keunikan produk fesyen sesuai desain. | 3 |
| 14 | — | Murid dapat mendokumentasikan proses pembuatan ragam hias Nusantara pada produk busana dalam bentuk foto atau video sebagai bagian dari jurnal siswa. | 3 |
| 15 | — | Murid dapat merancang konsep produk aksesoris fesyen yang mengandung unsur ragam hias Nusantara dan serasi dengan produk busana yang telah dibuat, berdasarkan hasil eksplorasi pada kegiatan sebelumnya. | 3 |
| 16 | — | Murid dapat membuat sketsa perancangan produk aksesoris fesyen Nusantara disertai keterangan kategori aksesoris (rambut/kepala, tubuh/busana, atau kaki), bahan, dan teknik yang akan digunakan. | 3 |
| 17 | — | Murid dapat melakukan uji coba teknik pembuatan ragam hias Nusantara pada produk aksesoris fesyen (misalnya teknik kawat, pahat logam tipis, atau anyam) sesuai desain yang telah dirancang. | 3 |
| 18 | — | Murid dapat membuat bentuk ragam hias Nusantara pada produk aksesoris fesyen menggunakan bahan dan teknik yang telah ditentukan sesuai perencanaan. | 3 |
| 19 | — | Murid dapat menyelesaikan produk aksesoris fesyen Nusantara melalui proses finishing touch sehingga aksesoris yang dihasilkan serasi dan menambah nilai keindahan pada keseluruhan tampilan produk fesyen. | 3 |
| 20 | — | Murid dapat merancang strategi displai produk fesyen (busana dan aksesoris) dengan ragam hias Nusantara agar dapat dipresentasikan secara menarik dan memiliki nilai jual. | 3 |
| 21 | — | Murid dapat mempresentasikan produk fesyen (busana dan aksesoris) dengan ragam hias Nusantara yang telah dibuat, mencakup konsep desain, proses produksi, bahan, teknik, dan potensi nilai jualnya. | 3 |
| 22 | — | Murid dapat mengevaluasi kesesuaian ragam hias Nusantara pada produk fesyen yang dihasilkan berdasarkan kriteria keindahan, keunikan, unsur budaya Nusantara, dan kesesuaian dengan desain awal. | 3 |
| 23 | — | Murid dapat menunjukkan pemahaman tentang konsep ragam hias Nusantara pada produk fesyen melalui tes tertulis yang mencakup fungsi fesyen, jenis ragam hias, bahan, teknik, dan potensi nilai ekonomis produk fesyen Nusantara. | 3 |
| 24 | — | Murid dapat membuktikan capaian kompetensi produksi melalui penilaian portofolio yang mencakup jurnal siswa, sketsa desain, dokumentasi proses, dan produk akhir busana serta aksesoris fesyen ragam hias Nusantara. | 3 |
| 25 | — | Murid dapat menjelaskan pengertian dan fungsi produk aksesoris interior rumah tangga (home decor) yang terinspirasi budaya Nusantara, meliputi fungsi pakai dan fungsi hias, berdasarkan contoh produk nyata. | 3 |
| 26 | — | Murid dapat mengidentifikasi minimal tiga contoh produk aksesoris interior Nusantara (seperti hiasan dinding, lampu meja bermotif Nusantara, benda pakai bermotif ragam hias) beserta sumber budaya yang menginspirasinya. | 3 |
| 27 | — | Murid dapat menganalisis bentuk-bentuk budaya non-objek Nusantara (puisi, dongeng, legenda, tradisi adat, tarian tradisional) sebagai sumber gagasan desain produk aksesoris interior rumah tangga. | 3 |
| 28 | — | Murid dapat menghubungkan minimal satu elemen budaya non-objek daerahnya (misalnya gerak tari tradisional atau motif adat setempat) dengan kemungkinan penerapannya pada desain produk aksesoris interior. | 3 |
| 29 | — | Murid dapat melakukan observasi dan/atau wawancara kepada anggota keluarga untuk mengidentifikasi kebutuhan nyata produk aksesoris interior di rumah tangga sebagai dasar perencanaan proyek. | 3 |
| 30 | — | Murid dapat menyimpulkan potensi nilai ekonomis produk aksesoris interior Nusantara berdasarkan data kebutuhan yang diperoleh dari hasil observasi lingkungan sekitar. | 3 |
| 31 | — | Murid dapat mengeksplorasi gagasan produk aksesoris interior rumah tangga yang terinspirasi budaya Nusantara non-objek, mencakup penentuan fungsi produk, sumber inspirasi budaya, dan segmen pengguna. | 3 |
| 32 | — | Murid dapat mengeksplorasi pilihan bahan, alat, dan teknik yang sesuai untuk mewujudkan produk aksesoris interior Nusantara yang ergonomis dan memiliki nilai estetis. | 3 |
| 33 | — | Murid dapat membuat sketsa desain produk aksesoris interior rumah tangga yang mencerminkan inspirasi budaya Nusantara non-objek, dilengkapi keterangan bahan, ukuran, dan teknik pembuatan. | 3 |
| 34 | — | Murid dapat menyusun rencana kerja proyek pembuatan produk aksesoris interior Nusantara secara sistematis, mencakup tahapan, alat, bahan, dan estimasi waktu pengerjaan. | 3 |
| 35 | — | Murid dapat menyiapkan bahan dan alat yang dibutuhkan serta melakukan tahap awal pembentukan produk aksesoris interior Nusantara sesuai rencana kerja yang telah disusun. | 3 |
| 36 | — | Murid dapat menerapkan teknik kerajinan yang dipilih (seperti ukir, cetak, potong logam tipis, atau teknik lainnya) secara tepat dalam proses pembentukan awal produk aksesoris interior. | 3 |
| 37 | — | Murid dapat melanjutkan dan menyelesaikan pembuatan produk aksesoris interior Nusantara hingga tahap finishing, sehingga produk memiliki tampilan estetis yang mencerminkan identitas budaya Nusantara. | 3 |
| 38 | — | Murid dapat mengevaluasi kesesuaian hasil produk aksesoris interior yang dibuat dengan desain awal serta mengidentifikasi perbaikan yang diperlukan sebelum produk dipresentasikan. | 3 |
| 39 | — | Murid dapat merancang strategi promosi sederhana untuk produk aksesoris interior Nusantara yang dibuatnya, mencakup penentuan keunggulan produk, target pasar, dan media promosi yang sesuai. | 3 |
| 40 | — | Murid dapat menganalisis potensi nilai jual produk aksesoris interior Nusantara buatannya berdasarkan keunikan desain, kualitas bahan, dan relevansi dengan kebutuhan konsumen. | 3 |
| 41 | — | Murid dapat mempresentasikan produk aksesoris interior Nusantara yang dibuatnya secara lisan, menjelaskan konsep budaya non-objek yang menjadi inspirasi, proses pembuatan, dan nilai fungsional serta estetisnya. | 3 |
| 42 | — | Murid dapat memberikan penilaian konstruktif (peer assessment) terhadap produk aksesoris interior Nusantara milik teman, serta merefleksikan kekuatan dan kelemahan produk sendiri sebagai bahan perbaikan. | 3 |
| 43 | — | Murid dapat mendemonstrasikan hasil proyek produk aksesoris interior rumah tangga yang terinspirasi budaya Nusantara non-objek secara utuh, mulai dari konsep, proses, hingga produk jadi beserta strategi promosinya. | 3 |
| 44 | — | Murid dapat menyusun refleksi tertulis yang memuat evaluasi menyeluruh terhadap proses dan hasil proyek aksesoris interior Nusantara, mencakup kekuatan, kelemahan produk, dan rencana tindak lanjut pengembangan produk. | 3 |