ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP) IPA 1. IDENTITAS| Mata Pelajaran | IPA |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 9 |
|---|
| Semester | Semester 1 |
|---|
| Total JP | 56 JP |
|---|
| Jumlah Bab | 3 bab |
|---|
| Total Pertemuan | 28 pertemuan |
|---|
| Total Tujuan Pembelajaran | 58 TP |
|---|
2. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)Murid mampu menganalisis fungsi serta kelainan/gangguan pada sistem organ (sistem koordinasi, homeostasis, dan reproduksi); mengevaluasi keputusan yang tepat untuk menghindari zat aditif dan adiktif yang membahayakan dirinya dan lingkungan; serta menerapkan keterampilan proses ilmiah meliputi mengamati, mempertanyakan, merencanakan penyelidikan, memproses dan menganalisis data, mengevaluasi, serta mengomunikasikan hasil. 3. ALUR TUJUAN PEMBELAJARANKode TP: Bab.Pertemuan.Urutan TP Bab 1 — Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia (24 JP)| Pert. | Topik | Kode TP | Tujuan Pembelajaran | JP |
|---|
| 1 | Pengantar Sistem Koordinasi dan Homeostasis: Apersepsi dan Penyelidikan Awal Respons Tubuh | TP 1.1.1 TP 1.1.2 | Murid dapat menjelaskan pengertian sistem koordinasi dan homeostasis serta alasan tubuh manusia memerlukan kedua sistem tersebut untuk menjaga kestabilan kondisi internal. (Pemahaman IPA — menganalisis fungsi sistem organ) Murid dapat mengamati dan mencatat respons tubuh terhadap rangsangan sederhana (seperti cubitan pada lengan) sebagai bukti awal kerja sistem koordinasi. (Keterampilan Proses — Mengamati) | 2 | | 2 | Struktur dan Fungsi Sistem Saraf: Neuron dan Jalur Impuls Saraf | TP 1.2.1 TP 1.2.2 TP 1.2.3 | Murid dapat mendeskripsikan struktur neuron (dendrit, badan sel, akson) beserta fungsinya dalam menghantarkan impuls saraf. (Pemahaman IPA — menganalisis struktur dan fungsi sistem organ) Murid dapat membedakan jenis neuron (sensorik, motorik, interneuron) dan menjelaskan peranan masing-masing dalam jalur pengiriman impuls. (Pemahaman IPA — menganalisis fungsi sistem organ) Murid dapat mensimulasikan jalur impuls saraf dari rangsangan hingga respons melalui aktivitas simulasi berkelompok. (Keterampilan Proses — Merencanakan dan Melakukan Penyelidikan) | 2 | | 3 | Susunan Sistem Saraf Pusat dan Saraf Tepi: Struktur, Fungsi, dan Gerak Refleks | TP 1.3.1 TP 1.3.2 | Murid dapat menjelaskan struktur dan fungsi otak, sumsum tulang belakang, serta saraf tepi sebagai komponen utama sistem saraf manusia. (Pemahaman IPA — menganalisis struktur dan fungsi sistem organ) Murid dapat membedakan gerak sadar dan gerak refleks serta mengidentifikasi lengkung refleks melalui pengamatan percobaan sederhana. (Keterampilan Proses — Mengamati; Memproses dan Menganalisis Data) | 2 | | 4 | Alat Indra: Struktur, Fungsi, dan Mekanisme Penerimaan Rangsangan | TP 1.4.1 TP 1.4.2 | Murid dapat mendeskripsikan struktur dan fungsi alat indra (mata, telinga, hidung, lidah, kulit) sebagai penerima rangsangan dari lingkungan. (Pemahaman IPA — menganalisis struktur dan fungsi sistem organ) Murid dapat menjelaskan mekanisme penerimaan dan penghantaran rangsangan dari alat indra menuju sistem saraf pusat. (Pemahaman IPA — menganalisis fungsi sistem organ) | 2 | | 5 | Eksperimen Waktu Reaksi: Mengukur Kecepatan Respons Sistem Saraf | TP 1.5.1 TP 1.5.2 TP 1.5.3 | Murid dapat merancang dan melakukan eksperimen pengukuran waktu reaksi untuk menyelidiki kecepatan respons sistem saraf terhadap rangsangan. (Keterampilan Proses — Merencanakan dan Melakukan Penyelidikan) Murid dapat mengolah data hasil pengukuran waktu reaksi dalam bentuk tabel dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kecepatan respons saraf. (Keterampilan Proses — Memproses, Menganalisis Data dan Informasi) Murid dapat mengomunikasikan hasil eksperimen waktu reaksi secara sistematis dengan argumen yang didukung bukti data. (Keterampilan Proses — Mengomunikasikan Hasil) | 2 | | 6 | Sistem Hormon: Kelenjar Endokrin, Jenis Hormon, dan Fungsinya | TP 1.6.1 TP 1.6.2 | Murid dapat mendeskripsikan struktur kelenjar endokrin utama (hipofisis, tiroid, adrenal, pankreas, gonad) beserta hormon yang dihasilkan dan fungsinya bagi tubuh. (Pemahaman IPA — menganalisis struktur dan fungsi sistem organ) Murid dapat membedakan mekanisme kerja sistem saraf dan sistem hormon dalam mengkoordinasikan fungsi tubuh manusia. (Pemahaman IPA — menganalisis fungsi sistem organ) | 2 | | 7 | Homeostasis: Mekanisme Pengaturan Suhu Tubuh dan Kadar Cairan | TP 1.7.1 TP 1.7.2 | Murid dapat menganalisis mekanisme homeostasis dalam mengatur suhu tubuh melalui proses berkeringat dan menggigil sebagai respons terhadap perubahan lingkungan. (Pemahaman IPA — menganalisis fungsi sistem organ; mekanisme homeostasis) Murid dapat menjelaskan mekanisme pengaturan kadar cairan tubuh melalui peran ginjal dan hormon ADH dalam menjaga keseimbangan osmotik. (Pemahaman IPA — menganalisis mekanisme homeostasis) | 2 | | 8 | Eksperimen Homeostasis: Efek Suhu terhadap Keringat dan Warna Urine sebagai Indikator Keseimbangan Cairan | TP 1.8.1 TP 1.8.2 | Murid dapat melakukan pengamatan dan pencatatan efek perubahan suhu terhadap produksi keringat sebagai bukti mekanisme pengaturan suhu tubuh. (Keterampilan Proses — Mengamati; Merencanakan dan Melakukan Penyelidikan) Murid dapat mendokumentasikan dan menganalisis warna urine sebagai indikator keseimbangan cairan tubuh serta menghubungkannya dengan konsep homeostasis. (Keterampilan Proses — Memproses, Menganalisis Data dan Informasi) | 2 | | 9 | Homeostasis: Mekanisme Pengaturan Kadar Gula Darah oleh Hormon Insulin dan Glukagon | TP 1.9.1 TP 1.9.2 | Murid dapat menganalisis mekanisme umpan balik (feedback) dalam pengaturan kadar gula darah oleh hormon insulin dan glukagon yang dihasilkan pankreas. (Pemahaman IPA — menganalisis mekanisme homeostasis dan fungsi sistem organ) Murid dapat mengidentifikasi pertanyaan ilmiah tentang gangguan pengaturan gula darah dan membuat prediksi dampaknya terhadap kondisi tubuh. (Keterampilan Proses — Mempertanyakan dan Memprediksi) | 2 | | 10 | Gangguan Sistem Koordinasi dan Homeostasis: Identifikasi, Penyebab, dan Pencegahan | TP 1.10.1 TP 1.10.2 | Murid dapat mengidentifikasi gangguan atau kelainan yang terjadi akibat ketidakseimbangan sistem koordinasi dan homeostasis (seperti diabetes melitus, stroke, hipertiroid, dan dehidrasi). (Pemahaman IPA — menganalisis kelainan atau gangguan pada sistem organ) Murid dapat mengevaluasi penyebab gangguan sistem koordinasi dan homeostasis serta merancang upaya pencegahannya dalam kehidupan sehari-hari. (Pemahaman IPA — menganalisis kelainan sistem organ; Keterampilan Proses — Mengevaluasi dan Refleksi) | 2 | | 11 | Projek Akhir Bab: Survei dan Pelaporan Penyakit Terkait Sistem Koordinasi dan Homeostasis di Lingkungan Sekitar | TP 1.11.1 TP 1.11.2 | Murid dapat merancang dan melakukan survei atau wawancara sederhana untuk mengenali penyakit terkait sistem koordinasi dan homeostasis di lingkungan sekitar. (Keterampilan Proses — Merencanakan dan Melakukan Penyelidikan) Murid dapat menyusun dan mengomunikasikan laporan hasil survei secara sistematis yang mencakup temuan, analisis penyebab, dan usulan pencegahan gangguan sistem koordinasi dan homeostasis. (Keterampilan Proses — Mengomunikasikan Hasil) | 2 | | 12 | Asesmen Sumatif Bab 1: Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia | TP 1.12.1 TP 1.12.2 | Murid dapat menunjukkan pemahaman menyeluruh tentang struktur dan fungsi sistem saraf, alat indra, sistem hormon, serta mekanisme homeostasis melalui asesmen sumatif tertulis. (Pemahaman IPA — menganalisis fungsi dan kelainan sistem organ) Murid dapat menerapkan keterampilan proses IPA dalam menjawab soal berbasis data dan situasi nyata terkait gangguan sistem koordinasi dan homeostasis. (Keterampilan Proses — Memproses, Menganalisis Data dan Informasi; Mengevaluasi dan Refleksi) | 2 |
Bab 2 — Zat Aditif dan Zat Adiktif (14 JP)| Pert. | Topik | Kode TP | Tujuan Pembelajaran | JP |
|---|
| 1 | Pengenalan Zat Aditif: Jenis dan Klasifikasi Berdasarkan Asal (Alami dan Sintetis) | TP 2.1.1 TP 2.1.2 | Murid dapat mengidentifikasi pengertian zat aditif dan mengklasifikasikan zat aditif berdasarkan asalnya (alami dan sintetis) melalui pengamatan label kemasan produk pangan. (Pemahaman IPA — menganalisis klasifikasi, sifat, dan perubahan materi; Keterampilan Proses — Mengamati) Murid dapat membandingkan karakteristik zat aditif alami dan sintetis berdasarkan data yang diperoleh dari hasil pengamatan label kemasan dan sumber informasi yang relevan. (Pemahaman IPA — menganalisis klasifikasi, sifat, dan perubahan materi; Keterampilan Proses — Memproses, Menganalisis Data dan Informasi) | 2 | | 2 | Fungsi dan Contoh Zat Aditif dalam Produk Pangan (Pemanis, Pewarna, Penyedap, Pengawet, Antioksidan, Pengental, Pengemulsi) | TP 2.2.1 TP 2.2.2 | Murid dapat menjelaskan fungsi masing-masing jenis zat aditif (pemanis, pewarna, penyedap, pengawet, antioksidan, pengental, dan pengemulsi) beserta contoh alami dan sintetisnya dalam produk pangan sehari-hari. (Pemahaman IPA — menganalisis klasifikasi, sifat, dan perubahan materi; Keterampilan Proses — Mempertanyakan dan Memprediksi) Murid dapat mengomunikasikan hasil penelusuran informasi tentang jenis dan fungsi zat aditif melalui poster atau infografik secara sistematis dan didukung argumen yang sesuai. (Keterampilan Proses — Mengomunikasikan Hasil) | 2 | | 3 | Dampak Penggunaan Zat Aditif Berlebihan terhadap Kesehatan dan Evaluasi Pilihan Pangan | TP 2.3.1 TP 2.3.2 | Murid dapat menganalisis dampak penggunaan zat aditif sintetis secara berlebihan terhadap kesehatan tubuh berdasarkan data dari artikel ilmiah atau sumber terpercaya. (Pemahaman IPA — mengevaluasi keputusan yang tepat untuk menghindari zat aditif dan adiktif yang membahayakan dirinya dan lingkungan; Keterampilan Proses — Memproses, Menganalisis Data dan Informasi) Murid dapat merefleksikan kebiasaan konsumsi pangan sehari-hari selama dua hari dan menentukan langkah perbaikan dalam memilih produk pangan dengan mempertimbangkan kandungan zat aditif yang lebih aman. (Pemahaman IPA — mengevaluasi keputusan yang tepat untuk menghindari zat aditif dan adiktif yang membahayakan dirinya dan lingkungan; Keterampilan Proses — Mengevaluasi dan Refleksi) | 2 | | 4 | Praktik Pembuatan Pangan Lokal dengan Zat Aditif Alami sebagai Penerapan Pilihan Sehat | TP 2.4.1 TP 2.4.2 | Murid dapat membuat modifikasi produk pangan lokal dengan menggunakan zat aditif alami, kemudian mengevaluasi ketepatan pemilihan zat aditif yang digunakan dalam produk tersebut dari segi kesehatan. (Pemahaman IPA — mengevaluasi keputusan yang tepat untuk menghindari zat aditif dan adiktif yang membahayakan dirinya dan lingkungan; Keterampilan Proses — Merencanakan dan Melakukan Penyelidikan) Murid dapat mengomunikasikan hasil pembuatan produk pangan lokal beserta alasan pemilihan zat aditif alami yang digunakan secara sistematis kepada teman dan guru. (Keterampilan Proses — Mengomunikasikan Hasil) | 2 | | 5 | Pengenalan Zat Adiktif: Klasifikasi Berdasarkan Jenis (Narkotika, Psikotropika, dan Bukan Keduanya) dan Cara Kerja (Stimulan, Depresan, Halusinogen) | TP 2.5.1 TP 2.5.2 | Murid dapat mengklasifikasikan zat adiktif berdasarkan jenisnya (narkotika, psikotropika, dan bukan narkotika/psikotropika) serta cara kerjanya (stimulan, depresan, halusinogen) melalui penelusuran informasi dari berbagai sumber termasuk booklet BNN. (Pemahaman IPA — mengevaluasi keputusan yang tepat untuk menghindari zat aditif dan adiktif yang membahayakan dirinya dan lingkungan; Keterampilan Proses — Mempertanyakan dan Memprediksi) Murid dapat menyusun peta pikiran yang menghubungkan dan membandingkan berbagai jenis zat adiktif berdasarkan cara kerja serta efek yang ditimbulkannya terhadap sistem tubuh manusia. (Pemahaman IPA — menganalisis klasifikasi, sifat, dan perubahan materi; Keterampilan Proses — Memproses, Menganalisis Data dan Informasi) | 2 | | 6 | Dampak Penyalahgunaan Zat Adiktif Jangka Pendek dan Jangka Panjang serta Upaya Pencegahan dan Kampanye Antinarkoba | TP 2.6.1 TP 2.6.2 | Murid dapat menganalisis dampak penyalahgunaan zat adiktif terhadap kesehatan fisik dan mental dalam jangka pendek maupun jangka panjang, serta mengidentifikasi upaya yang dapat dilakukan untuk menghindari penyalahgunaannya. (Pemahaman IPA — mengevaluasi keputusan yang tepat untuk menghindari zat aditif dan adiktif yang membahayakan dirinya dan lingkungan; Keterampilan Proses — Mengevaluasi dan Refleksi) Murid dapat menciptakan produk kampanye kreatif antinarkoba dalam bentuk media visual atau konten media sosial untuk mengajak orang lain menjauhi zat adiktif, berdasarkan pemahaman tentang dampak dan upaya pencegahannya. (Pemahaman IPA — mengevaluasi keputusan yang tepat untuk menghindari zat aditif dan adiktif yang membahayakan dirinya dan lingkungan; Keterampilan Proses — Mengomunikasikan Hasil) | 2 | | 7 | Asesmen Sumatif Bab 2: Zat Aditif dan Zat Adiktif | TP 2.7.1 TP 2.7.2 | Murid dapat menunjukkan pemahaman menyeluruh tentang klasifikasi, fungsi, dan dampak zat aditif serta zat adiktif melalui asesmen sumatif tertulis yang mencakup seluruh indikator pencapaian bab. (Pemahaman IPA — menganalisis klasifikasi, sifat, dan perubahan materi; mengevaluasi keputusan yang tepat untuk menghindari zat aditif dan adiktif yang membahayakan dirinya dan lingkungan) Murid dapat mengevaluasi dan mengambil keputusan yang tepat dalam situasi nyata terkait penggunaan zat aditif dan pencegahan penyalahgunaan zat adiktif berdasarkan bukti ilmiah yang telah dipelajari. (Pemahaman IPA — mengevaluasi keputusan yang tepat untuk menghindari zat aditif dan adiktif yang membahayakan dirinya dan lingkungan; Keterampilan Proses — Mengevaluasi dan Refleksi) | 2 |
Bab 3 — Sistem Reproduksi Manusia (18 JP)| Pert. | Topik | Kode TP | Tujuan Pembelajaran | JP |
|---|
| 1 | Struktur dan Fungsi Organ Reproduksi Laki-laki | TP 3.1.1 TP 3.1.2 | Murid dapat mengidentifikasi organ-organ utama sistem reproduksi laki-laki (testis, epididimis, vas deferens, uretra, penis, vesikula seminalis, kelenjar prostat) beserta fungsinya masing-masing melalui pengamatan diagram. (Pemahaman IPA — menganalisis sistem organisasi kehidupan, fungsi, serta kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem organ) Murid dapat menjelaskan proses pembentukan sel sperma (spermatogenesis) di dalam testis secara runtut. (Pemahaman IPA — menganalisis sistem organisasi kehidupan, fungsi, serta kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem organ) | 2 | | 2 | Struktur dan Fungsi Organ Reproduksi Perempuan | TP 3.2.1 TP 3.2.2 | Murid dapat mengidentifikasi organ-organ utama sistem reproduksi perempuan (ovarium, oviduk, uterus, vagina, serviks) beserta fungsinya masing-masing melalui pengamatan diagram. (Pemahaman IPA — menganalisis sistem organisasi kehidupan, fungsi, serta kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem organ) Murid dapat menjelaskan proses pembentukan sel telur (oogenesis) di ovarium dan peran hormon estrogen serta progesteron dalam sistem reproduksi perempuan. (Pemahaman IPA — menganalisis sistem organisasi kehidupan, fungsi, serta kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem organ) | 2 | | 3 | Siklus Menstruasi dan Peran Hormon | TP 3.3.1 TP 3.3.2 | Murid dapat menjelaskan tahapan siklus menstruasi (menstruasi, proliferasi, ovulasi, sekretori) dan menganalisis perubahan hormon (FSH, LH, estrogen, progesteron) yang memengaruhi setiap fase. (Pemahaman IPA — menganalisis sistem organisasi kehidupan, fungsi, serta kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem organ) Murid dapat meluruskan miskonsepsi umum tentang menstruasi (misalnya konsep 'darah kotor') berdasarkan data dan fakta ilmiah yang diperoleh dari sumber terpercaya. (Keterampilan Proses — Mengevaluasi dan Refleksi; mengidentifikasi sumber ketidakpastian dan kemungkinan penjelasan alternatif) | 2 | | 4 | Fertilisasi, Kehamilan, dan Perkembangan Embrio | TP 3.4.1 TP 3.4.2 | Murid dapat menjelaskan proses fertilisasi (pembuahan sel telur oleh sel sperma di oviduk) dan tahapan perkembangan zigot menjadi embrio hingga janin di dalam uterus secara berurutan. (Pemahaman IPA — menganalisis sistem organisasi kehidupan, fungsi, serta kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem organ) Murid dapat menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan kehamilan serta menjelaskan fungsi plasenta dalam mendukung perkembangan janin. (Pemahaman IPA — menganalisis sistem organisasi kehidupan, fungsi, serta kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem organ) | 2 | | 5 | Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia dari Bayi hingga Dewasa | TP 3.5.1 TP 3.5.2 | Murid dapat membedakan konsep pertumbuhan (kuantitatif) dan perkembangan (kualitatif) pada manusia, serta mengurutkan tahapan perkembangan manusia dari bayi, balita, anak-anak, remaja, hingga dewasa disertai ciri-cirinya. (Pemahaman IPA — menganalisis sistem organisasi kehidupan, fungsi, serta kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem organ) Murid dapat menganalisis perubahan fisik dan hormonal yang terjadi pada masa pubertas laki-laki dan perempuan sebagai tanda kematangan sistem reproduksi. (Pemahaman IPA — menganalisis sistem organisasi kehidupan, fungsi, serta kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem organ) | 2 | | 6 | Keluarga Berencana dan Alat Kontrasepsi | TP 3.6.1 TP 3.6.2 | Murid dapat menjelaskan konsep keluarga berencana dan mengklasifikasikan berbagai metode kontrasepsi (barrier, hormonal, IUD, alami) berdasarkan mekanisme kerjanya. (Pemahaman IPA — menganalisis sistem organisasi kehidupan, fungsi, serta kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem organ) Murid dapat menganalisis kaitan antara kehamilan tidak terencana pada remaja dengan rendahnya pengetahuan kesehatan reproduksi, dan mengevaluasi pentingnya akses informasi yang akurat tentang kontrasepsi. (Keterampilan Proses — Mengevaluasi dan Refleksi; mengidentifikasi sumber ketidakpastian dan kemungkinan penjelasan alternatif) | 2 | | 7 | Penyakit Menular Seksual dan Upaya Menjaga Kesehatan Reproduksi | TP 3.7.1 TP 3.7.2 | Murid dapat menganalisis berbagai penyakit menular seksual (seperti sifilis, gonore, HIV/AIDS) meliputi penyebab, gejala, dan cara penularannya berdasarkan data ilmiah. (Pemahaman IPA — menganalisis sistem organisasi kehidupan, fungsi, serta kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem organ) Murid dapat merancang dan mengomunikasikan upaya-upaya konkret untuk menjaga kesehatan sistem reproduksi dan mencegah penularan penyakit menular seksual dalam kehidupan sehari-hari. (Keterampilan Proses — Mengomunikasikan Hasil; mengomunikasikan hasil penyelidikan secara sistematis dan utuh) | 2 | | 8 | Survei dan Presentasi: Kesehatan Reproduksi di Lingkungan Sekitar | TP 3.8.1 TP 3.8.2 | Murid dapat melaksanakan survei sederhana tentang pemahaman kesehatan reproduksi di lingkungan sekitar, mengolah data hasil survei dalam bentuk tabel atau diagram, dan mengidentifikasi pola dari data yang dikumpulkan. (Keterampilan Proses — Merencanakan dan Melakukan Penyelidikan; Memproses, Menganalisis Data dan Informasi) Murid dapat menyajikan hasil survei kesehatan reproduksi dalam bentuk poster atau laporan secara sistematis dengan argumen yang didukung bukti data dan bahasa yang sesuai konteks. (Keterampilan Proses — Mengomunikasikan Hasil; mengomunikasikan hasil penyelidikan secara sistematis dan utuh yang ditunjang dengan argumen dan bahasa yang sesuai konteks penyelidikan) | 2 | | 9 | Asesmen Sumatif Bab 3: Sistem Reproduksi Manusia | TP 3.9.1 TP 3.9.2 | Murid dapat menunjukkan pemahaman menyeluruh tentang struktur dan fungsi organ reproduksi laki-laki dan perempuan, siklus menstruasi, fertilisasi, kehamilan, serta pertumbuhan dan perkembangan manusia melalui asesmen sumatif. (Pemahaman IPA — menganalisis sistem organisasi kehidupan, fungsi, serta kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem organ) Murid dapat mengevaluasi upaya menjaga kesehatan sistem reproduksi, pencegahan penyakit menular seksual, dan peran kontrasepsi dalam keluarga berencana melalui soal analisis pada asesmen sumatif. (Pemahaman IPA — menganalisis sistem organisasi kehidupan, fungsi, serta kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem organ; Keterampilan Proses — Mengevaluasi dan Refleksi) | 2 |
|