Dokumenchevron_rightKKTPchevron_rightIPAchevron_rightKelas 9

KKTP IPA Kelas 9 — Semester 1

KKTPSMPKelas 9DSemester 1

Dokumen KKTP ini membantu guru IPA kelas 9 menyiapkan pembelajaran secara sistematis dan selaras dengan Capaian Pembelajaran resmi.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN KKTP

KKTP IPA Kelas 9 — Semester 1

IPA · Kelas 9

Semester 1

KRITERIA KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN (KKTP)

IPA

Semester 1

1. IDENTITAS

Mata PelajaranIPA
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikSemester 1
Pendekatan KKTPrubrik
Semester1

2. INTERVAL NILAI

Belum BerkembangMulai BerkembangBerkembangSangat Berkembang
0–5960–6970–8485–100

3. PETUNJUK PENSKORAN

Petunjuk penskoran (deterministik):
• Belum Berkembang (0–59): indikator dasar belum tercapai; perlu intervensi/remedial.
• Mulai Berkembang (60–69): sebagian indikator tercapai dengan bantuan guru.
• Berkembang (70–84): indikator utama tercapai secara mandiri.
• Sangat Berkembang (85–100): melampaui indikator; mampu mentransfer/menjelaskan ke konteks baru.
Nilai numerik dipetakan ke level di atas sesuai interval. Deskripsi rubrik per TP menjelaskan bukti observasi di tiap level.

4. RINGKASAN KETERCAPAIAN PER BAB

Kode TP: Bab.Pertemuan.Urutan TP

NoKode TPTujuan PembelajaranJumlah Indikator
1Murid dapat menjelaskan pengertian sistem koordinasi dan homeostasis serta alasan tubuh manusia memerlukan kedua sistem tersebut untuk menjaga kestabilan kondisi internal.3
2Murid dapat mengamati dan mencatat respons tubuh terhadap rangsangan sederhana (seperti cubitan pada lengan) sebagai bukti awal kerja sistem koordinasi.3
3Murid dapat mendeskripsikan struktur neuron (dendrit, badan sel, akson) beserta fungsinya dalam menghantarkan impuls saraf.3
4Murid dapat membedakan jenis neuron (sensorik, motorik, interneuron) dan menjelaskan peranan masing-masing dalam jalur pengiriman impuls.3
5Murid dapat mensimulasikan jalur impuls saraf dari rangsangan hingga respons melalui aktivitas simulasi berkelompok.3
6Murid dapat menjelaskan struktur dan fungsi otak, sumsum tulang belakang, serta saraf tepi sebagai komponen utama sistem saraf manusia.3
7Murid dapat membedakan gerak sadar dan gerak refleks serta mengidentifikasi lengkung refleks melalui pengamatan percobaan sederhana.3
8Murid dapat mendeskripsikan struktur dan fungsi alat indra (mata, telinga, hidung, lidah, kulit) sebagai penerima rangsangan dari lingkungan.3
9Murid dapat menjelaskan mekanisme penerimaan dan penghantaran rangsangan dari alat indra menuju sistem saraf pusat.3
10Murid dapat merancang dan melakukan eksperimen pengukuran waktu reaksi untuk menyelidiki kecepatan respons sistem saraf terhadap rangsangan.3
11Murid dapat mengolah data hasil pengukuran waktu reaksi dalam bentuk tabel dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kecepatan respons saraf.3
12Murid dapat mengomunikasikan hasil eksperimen waktu reaksi secara sistematis dengan argumen yang didukung bukti data.3
13Murid dapat mendeskripsikan struktur kelenjar endokrin utama (hipofisis, tiroid, adrenal, pankreas, gonad) beserta hormon yang dihasilkan dan fungsinya bagi tubuh.3
14Murid dapat membedakan mekanisme kerja sistem saraf dan sistem hormon dalam mengkoordinasikan fungsi tubuh manusia.3
15Murid dapat menganalisis mekanisme homeostasis dalam mengatur suhu tubuh melalui proses berkeringat dan menggigil sebagai respons terhadap perubahan lingkungan.3
16Murid dapat menjelaskan mekanisme pengaturan kadar cairan tubuh melalui peran ginjal dan hormon ADH dalam menjaga keseimbangan osmotik.3
17Murid dapat melakukan pengamatan dan pencatatan efek perubahan suhu terhadap produksi keringat sebagai bukti mekanisme pengaturan suhu tubuh.3
18Murid dapat mendokumentasikan dan menganalisis warna urine sebagai indikator keseimbangan cairan tubuh serta menghubungkannya dengan konsep homeostasis.3
19Murid dapat menganalisis mekanisme umpan balik (feedback) dalam pengaturan kadar gula darah oleh hormon insulin dan glukagon yang dihasilkan pankreas.3
20Murid dapat mengidentifikasi pertanyaan ilmiah tentang gangguan pengaturan gula darah dan membuat prediksi dampaknya terhadap kondisi tubuh.3
21Murid dapat mengidentifikasi gangguan atau kelainan yang terjadi akibat ketidakseimbangan sistem koordinasi dan homeostasis (seperti diabetes melitus, stroke, hipertiroid, dan dehidrasi).3
22Murid dapat mengevaluasi penyebab gangguan sistem koordinasi dan homeostasis serta merancang upaya pencegahannya dalam kehidupan sehari-hari.3
23Murid dapat merancang dan melakukan survei atau wawancara sederhana untuk mengenali penyakit terkait sistem koordinasi dan homeostasis di lingkungan sekitar.3
24Murid dapat menyusun dan mengomunikasikan laporan hasil survei secara sistematis yang mencakup temuan, analisis penyebab, dan usulan pencegahan gangguan sistem koordinasi dan homeostasis.3
25Murid dapat menunjukkan pemahaman menyeluruh tentang struktur dan fungsi sistem saraf, alat indra, sistem hormon, serta mekanisme homeostasis melalui asesmen sumatif tertulis.3
26Murid dapat menerapkan keterampilan proses IPA dalam menjawab soal berbasis data dan situasi nyata terkait gangguan sistem koordinasi dan homeostasis.3
27Murid dapat mengidentifikasi pengertian zat aditif dan mengklasifikasikan zat aditif berdasarkan asalnya (alami dan sintetis) melalui pengamatan label kemasan produk pangan.3
28Murid dapat membandingkan karakteristik zat aditif alami dan sintetis berdasarkan data yang diperoleh dari hasil pengamatan label kemasan dan sumber informasi yang relevan.3
29Murid dapat menjelaskan fungsi masing-masing jenis zat aditif (pemanis, pewarna, penyedap, pengawet, antioksidan, pengental, dan pengemulsi) beserta contoh alami dan sintetisnya dalam produk pangan sehari-hari.3
30Murid dapat mengomunikasikan hasil penelusuran informasi tentang jenis dan fungsi zat aditif melalui poster atau infografik secara sistematis dan didukung argumen yang sesuai.3
31Murid dapat menganalisis dampak penggunaan zat aditif sintetis secara berlebihan terhadap kesehatan tubuh berdasarkan data dari artikel ilmiah atau sumber terpercaya.3
32Murid dapat merefleksikan kebiasaan konsumsi pangan sehari-hari selama dua hari dan menentukan langkah perbaikan dalam memilih produk pangan dengan mempertimbangkan kandungan zat aditif yang lebih aman.3
33Murid dapat membuat modifikasi produk pangan lokal dengan menggunakan zat aditif alami, kemudian mengevaluasi ketepatan pemilihan zat aditif yang digunakan dalam produk tersebut dari segi kesehatan.3
34Murid dapat mengomunikasikan hasil pembuatan produk pangan lokal beserta alasan pemilihan zat aditif alami yang digunakan secara sistematis kepada teman dan guru.3
35Murid dapat mengklasifikasikan zat adiktif berdasarkan jenisnya (narkotika, psikotropika, dan bukan narkotika/psikotropika) serta cara kerjanya (stimulan, depresan, halusinogen) melalui penelusuran informasi dari berbagai sumber termasuk booklet BNN.3
36Murid dapat menyusun peta pikiran yang menghubungkan dan membandingkan berbagai jenis zat adiktif berdasarkan cara kerja serta efek yang ditimbulkannya terhadap sistem tubuh manusia.3
37Murid dapat menganalisis dampak penyalahgunaan zat adiktif terhadap kesehatan fisik dan mental dalam jangka pendek maupun jangka panjang, serta mengidentifikasi upaya yang dapat dilakukan untuk menghindari penyalahgunaannya.3
38Murid dapat menciptakan produk kampanye kreatif antinarkoba dalam bentuk media visual atau konten media sosial untuk mengajak orang lain menjauhi zat adiktif, berdasarkan pemahaman tentang dampak dan upaya pencegahannya.3
39Murid dapat menunjukkan pemahaman menyeluruh tentang klasifikasi, fungsi, dan dampak zat aditif serta zat adiktif melalui asesmen sumatif tertulis yang mencakup seluruh indikator pencapaian bab.3
40Murid dapat mengevaluasi dan mengambil keputusan yang tepat dalam situasi nyata terkait penggunaan zat aditif dan pencegahan penyalahgunaan zat adiktif berdasarkan bukti ilmiah yang telah dipelajari.3
41Murid dapat mengidentifikasi organ-organ utama sistem reproduksi laki-laki (testis, epididimis, vas deferens, uretra, penis, vesikula seminalis, kelenjar prostat) beserta fungsinya masing-masing melalui pengamatan diagram.3
42Murid dapat menjelaskan proses pembentukan sel sperma (spermatogenesis) di dalam testis secara runtut.3
43Murid dapat mengidentifikasi organ-organ utama sistem reproduksi perempuan (ovarium, oviduk, uterus, vagina, serviks) beserta fungsinya masing-masing melalui pengamatan diagram.3
44Murid dapat menjelaskan proses pembentukan sel telur (oogenesis) di ovarium dan peran hormon estrogen serta progesteron dalam sistem reproduksi perempuan.3
45Murid dapat menjelaskan tahapan siklus menstruasi (menstruasi, proliferasi, ovulasi, sekretori) dan menganalisis perubahan hormon (FSH, LH, estrogen, progesteron) yang memengaruhi setiap fase.3
46Murid dapat meluruskan miskonsepsi umum tentang menstruasi (misalnya konsep 'darah kotor') berdasarkan data dan fakta ilmiah yang diperoleh dari sumber terpercaya.3
47Murid dapat menjelaskan proses fertilisasi (pembuahan sel telur oleh sel sperma di oviduk) dan tahapan perkembangan zigot menjadi embrio hingga janin di dalam uterus secara berurutan.3
48Murid dapat menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan kehamilan serta menjelaskan fungsi plasenta dalam mendukung perkembangan janin.3
49Murid dapat membedakan konsep pertumbuhan (kuantitatif) dan perkembangan (kualitatif) pada manusia, serta mengurutkan tahapan perkembangan manusia dari bayi, balita, anak-anak, remaja, hingga dewasa disertai ciri-cirinya.3
50Murid dapat menganalisis perubahan fisik dan hormonal yang terjadi pada masa pubertas laki-laki dan perempuan sebagai tanda kematangan sistem reproduksi.3
51Murid dapat menjelaskan konsep keluarga berencana dan mengklasifikasikan berbagai metode kontrasepsi (barrier, hormonal, IUD, alami) berdasarkan mekanisme kerjanya.3
52Murid dapat menganalisis kaitan antara kehamilan tidak terencana pada remaja dengan rendahnya pengetahuan kesehatan reproduksi, dan mengevaluasi pentingnya akses informasi yang akurat tentang kontrasepsi.3
53Murid dapat menganalisis berbagai penyakit menular seksual (seperti sifilis, gonore, HIV/AIDS) meliputi penyebab, gejala, dan cara penularannya berdasarkan data ilmiah.3
54Murid dapat merancang dan mengomunikasikan upaya-upaya konkret untuk menjaga kesehatan sistem reproduksi dan mencegah penularan penyakit menular seksual dalam kehidupan sehari-hari.3
55Murid dapat melaksanakan survei sederhana tentang pemahaman kesehatan reproduksi di lingkungan sekitar, mengolah data hasil survei dalam bentuk tabel atau diagram, dan mengidentifikasi pola dari data yang dikumpulkan.3
56Murid dapat menyajikan hasil survei kesehatan reproduksi dalam bentuk poster atau laporan secara sistematis dengan argumen yang didukung bukti data dan bahasa yang sesuai konteks.3
57Murid dapat menunjukkan pemahaman menyeluruh tentang struktur dan fungsi organ reproduksi laki-laki dan perempuan, siklus menstruasi, fertilisasi, kehamilan, serta pertumbuhan dan perkembangan manusia melalui asesmen sumatif.3
58Murid dapat mengevaluasi upaya menjaga kesehatan sistem reproduksi, pencegahan penyakit menular seksual, dan peran kontrasepsi dalam keluarga berencana melalui soal analisis pada asesmen sumatif.3

5. CATATAN

KKTP ini disusun mengacu pada CP IPA Fase D dan ATP Bab 1 kelas 9. Guru dapat menggunakan rubrik ini untuk asesmen formatif maupun sumatif. Level 'Berkembang' merupakan batas ketercapaian minimum yang diharapkan tercapai oleh seluruh murid. Bagi murid yang berada pada level 'Belum Berkembang' atau 'Mulai', guru disarankan memberikan intervensi atau pendampingan tambahan. Interval nilai bersifat rekomendasi dan dapat disesuaikan dengan konteks sekolah.

Buat soal dari materi ini

Gunakan Generator Soal AI dengan mapel dan kelas yang sudah terisi.

Buat Penilaian dengan AI

Dokumen terkait

Perangkat pendamping untuk mapel dan kelas yang sama.

Apa isi dokumen ini?

Dokumen ini merangkum komponen utama KKTP yang dapat digunakan sebagai acuan perencanaan, pelaksanaan, dan administrasi pembelajaran.

Cara pakai dokumen ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan identitas sekolah, nama guru, dan kebutuhan kelas. Tinjau kembali isi dokumen agar selaras dengan kalender dan kondisi belajar setempat.

verified_user

Sesuai regulasi terbaru

Dokumen ini telah diverifikasi berdasarkan Capaian Pembelajaran (CP) sesuai Keputusan Kepala BSKAP terbaru.