| 1 | — | Murid dapat menjelaskan pengertian sistem koordinasi dan homeostasis serta alasan tubuh manusia memerlukan kedua sistem tersebut untuk menjaga kestabilan kondisi internal. | 3 |
| 2 | — | Murid dapat mengamati dan mencatat respons tubuh terhadap rangsangan sederhana (seperti cubitan pada lengan) sebagai bukti awal kerja sistem koordinasi. | 3 |
| 3 | — | Murid dapat mendeskripsikan struktur neuron (dendrit, badan sel, akson) beserta fungsinya dalam menghantarkan impuls saraf. | 3 |
| 4 | — | Murid dapat membedakan jenis neuron (sensorik, motorik, interneuron) dan menjelaskan peranan masing-masing dalam jalur pengiriman impuls. | 3 |
| 5 | — | Murid dapat mensimulasikan jalur impuls saraf dari rangsangan hingga respons melalui aktivitas simulasi berkelompok. | 3 |
| 6 | — | Murid dapat menjelaskan struktur dan fungsi otak, sumsum tulang belakang, serta saraf tepi sebagai komponen utama sistem saraf manusia. | 3 |
| 7 | — | Murid dapat membedakan gerak sadar dan gerak refleks serta mengidentifikasi lengkung refleks melalui pengamatan percobaan sederhana. | 3 |
| 8 | — | Murid dapat mendeskripsikan struktur dan fungsi alat indra (mata, telinga, hidung, lidah, kulit) sebagai penerima rangsangan dari lingkungan. | 3 |
| 9 | — | Murid dapat menjelaskan mekanisme penerimaan dan penghantaran rangsangan dari alat indra menuju sistem saraf pusat. | 3 |
| 10 | — | Murid dapat merancang dan melakukan eksperimen pengukuran waktu reaksi untuk menyelidiki kecepatan respons sistem saraf terhadap rangsangan. | 3 |
| 11 | — | Murid dapat mengolah data hasil pengukuran waktu reaksi dalam bentuk tabel dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kecepatan respons saraf. | 3 |
| 12 | — | Murid dapat mengomunikasikan hasil eksperimen waktu reaksi secara sistematis dengan argumen yang didukung bukti data. | 3 |
| 13 | — | Murid dapat mendeskripsikan struktur kelenjar endokrin utama (hipofisis, tiroid, adrenal, pankreas, gonad) beserta hormon yang dihasilkan dan fungsinya bagi tubuh. | 3 |
| 14 | — | Murid dapat membedakan mekanisme kerja sistem saraf dan sistem hormon dalam mengkoordinasikan fungsi tubuh manusia. | 3 |
| 15 | — | Murid dapat menganalisis mekanisme homeostasis dalam mengatur suhu tubuh melalui proses berkeringat dan menggigil sebagai respons terhadap perubahan lingkungan. | 3 |
| 16 | — | Murid dapat menjelaskan mekanisme pengaturan kadar cairan tubuh melalui peran ginjal dan hormon ADH dalam menjaga keseimbangan osmotik. | 3 |
| 17 | — | Murid dapat melakukan pengamatan dan pencatatan efek perubahan suhu terhadap produksi keringat sebagai bukti mekanisme pengaturan suhu tubuh. | 3 |
| 18 | — | Murid dapat mendokumentasikan dan menganalisis warna urine sebagai indikator keseimbangan cairan tubuh serta menghubungkannya dengan konsep homeostasis. | 3 |
| 19 | — | Murid dapat menganalisis mekanisme umpan balik (feedback) dalam pengaturan kadar gula darah oleh hormon insulin dan glukagon yang dihasilkan pankreas. | 3 |
| 20 | — | Murid dapat mengidentifikasi pertanyaan ilmiah tentang gangguan pengaturan gula darah dan membuat prediksi dampaknya terhadap kondisi tubuh. | 3 |
| 21 | — | Murid dapat mengidentifikasi gangguan atau kelainan yang terjadi akibat ketidakseimbangan sistem koordinasi dan homeostasis (seperti diabetes melitus, stroke, hipertiroid, dan dehidrasi). | 3 |
| 22 | — | Murid dapat mengevaluasi penyebab gangguan sistem koordinasi dan homeostasis serta merancang upaya pencegahannya dalam kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 23 | — | Murid dapat merancang dan melakukan survei atau wawancara sederhana untuk mengenali penyakit terkait sistem koordinasi dan homeostasis di lingkungan sekitar. | 3 |
| 24 | — | Murid dapat menyusun dan mengomunikasikan laporan hasil survei secara sistematis yang mencakup temuan, analisis penyebab, dan usulan pencegahan gangguan sistem koordinasi dan homeostasis. | 3 |
| 25 | — | Murid dapat menunjukkan pemahaman menyeluruh tentang struktur dan fungsi sistem saraf, alat indra, sistem hormon, serta mekanisme homeostasis melalui asesmen sumatif tertulis. | 3 |
| 26 | — | Murid dapat menerapkan keterampilan proses IPA dalam menjawab soal berbasis data dan situasi nyata terkait gangguan sistem koordinasi dan homeostasis. | 3 |
| 27 | — | Murid dapat mengidentifikasi pengertian zat aditif dan mengklasifikasikan zat aditif berdasarkan asalnya (alami dan sintetis) melalui pengamatan label kemasan produk pangan. | 3 |
| 28 | — | Murid dapat membandingkan karakteristik zat aditif alami dan sintetis berdasarkan data yang diperoleh dari hasil pengamatan label kemasan dan sumber informasi yang relevan. | 3 |
| 29 | — | Murid dapat menjelaskan fungsi masing-masing jenis zat aditif (pemanis, pewarna, penyedap, pengawet, antioksidan, pengental, dan pengemulsi) beserta contoh alami dan sintetisnya dalam produk pangan sehari-hari. | 3 |
| 30 | — | Murid dapat mengomunikasikan hasil penelusuran informasi tentang jenis dan fungsi zat aditif melalui poster atau infografik secara sistematis dan didukung argumen yang sesuai. | 3 |
| 31 | — | Murid dapat menganalisis dampak penggunaan zat aditif sintetis secara berlebihan terhadap kesehatan tubuh berdasarkan data dari artikel ilmiah atau sumber terpercaya. | 3 |
| 32 | — | Murid dapat merefleksikan kebiasaan konsumsi pangan sehari-hari selama dua hari dan menentukan langkah perbaikan dalam memilih produk pangan dengan mempertimbangkan kandungan zat aditif yang lebih aman. | 3 |
| 33 | — | Murid dapat membuat modifikasi produk pangan lokal dengan menggunakan zat aditif alami, kemudian mengevaluasi ketepatan pemilihan zat aditif yang digunakan dalam produk tersebut dari segi kesehatan. | 3 |
| 34 | — | Murid dapat mengomunikasikan hasil pembuatan produk pangan lokal beserta alasan pemilihan zat aditif alami yang digunakan secara sistematis kepada teman dan guru. | 3 |
| 35 | — | Murid dapat mengklasifikasikan zat adiktif berdasarkan jenisnya (narkotika, psikotropika, dan bukan narkotika/psikotropika) serta cara kerjanya (stimulan, depresan, halusinogen) melalui penelusuran informasi dari berbagai sumber termasuk booklet BNN. | 3 |
| 36 | — | Murid dapat menyusun peta pikiran yang menghubungkan dan membandingkan berbagai jenis zat adiktif berdasarkan cara kerja serta efek yang ditimbulkannya terhadap sistem tubuh manusia. | 3 |
| 37 | — | Murid dapat menganalisis dampak penyalahgunaan zat adiktif terhadap kesehatan fisik dan mental dalam jangka pendek maupun jangka panjang, serta mengidentifikasi upaya yang dapat dilakukan untuk menghindari penyalahgunaannya. | 3 |
| 38 | — | Murid dapat menciptakan produk kampanye kreatif antinarkoba dalam bentuk media visual atau konten media sosial untuk mengajak orang lain menjauhi zat adiktif, berdasarkan pemahaman tentang dampak dan upaya pencegahannya. | 3 |
| 39 | — | Murid dapat menunjukkan pemahaman menyeluruh tentang klasifikasi, fungsi, dan dampak zat aditif serta zat adiktif melalui asesmen sumatif tertulis yang mencakup seluruh indikator pencapaian bab. | 3 |
| 40 | — | Murid dapat mengevaluasi dan mengambil keputusan yang tepat dalam situasi nyata terkait penggunaan zat aditif dan pencegahan penyalahgunaan zat adiktif berdasarkan bukti ilmiah yang telah dipelajari. | 3 |
| 41 | — | Murid dapat mengidentifikasi organ-organ utama sistem reproduksi laki-laki (testis, epididimis, vas deferens, uretra, penis, vesikula seminalis, kelenjar prostat) beserta fungsinya masing-masing melalui pengamatan diagram. | 3 |
| 42 | — | Murid dapat menjelaskan proses pembentukan sel sperma (spermatogenesis) di dalam testis secara runtut. | 3 |
| 43 | — | Murid dapat mengidentifikasi organ-organ utama sistem reproduksi perempuan (ovarium, oviduk, uterus, vagina, serviks) beserta fungsinya masing-masing melalui pengamatan diagram. | 3 |
| 44 | — | Murid dapat menjelaskan proses pembentukan sel telur (oogenesis) di ovarium dan peran hormon estrogen serta progesteron dalam sistem reproduksi perempuan. | 3 |
| 45 | — | Murid dapat menjelaskan tahapan siklus menstruasi (menstruasi, proliferasi, ovulasi, sekretori) dan menganalisis perubahan hormon (FSH, LH, estrogen, progesteron) yang memengaruhi setiap fase. | 3 |
| 46 | — | Murid dapat meluruskan miskonsepsi umum tentang menstruasi (misalnya konsep 'darah kotor') berdasarkan data dan fakta ilmiah yang diperoleh dari sumber terpercaya. | 3 |
| 47 | — | Murid dapat menjelaskan proses fertilisasi (pembuahan sel telur oleh sel sperma di oviduk) dan tahapan perkembangan zigot menjadi embrio hingga janin di dalam uterus secara berurutan. | 3 |
| 48 | — | Murid dapat menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan kehamilan serta menjelaskan fungsi plasenta dalam mendukung perkembangan janin. | 3 |
| 49 | — | Murid dapat membedakan konsep pertumbuhan (kuantitatif) dan perkembangan (kualitatif) pada manusia, serta mengurutkan tahapan perkembangan manusia dari bayi, balita, anak-anak, remaja, hingga dewasa disertai ciri-cirinya. | 3 |
| 50 | — | Murid dapat menganalisis perubahan fisik dan hormonal yang terjadi pada masa pubertas laki-laki dan perempuan sebagai tanda kematangan sistem reproduksi. | 3 |
| 51 | — | Murid dapat menjelaskan konsep keluarga berencana dan mengklasifikasikan berbagai metode kontrasepsi (barrier, hormonal, IUD, alami) berdasarkan mekanisme kerjanya. | 3 |
| 52 | — | Murid dapat menganalisis kaitan antara kehamilan tidak terencana pada remaja dengan rendahnya pengetahuan kesehatan reproduksi, dan mengevaluasi pentingnya akses informasi yang akurat tentang kontrasepsi. | 3 |
| 53 | — | Murid dapat menganalisis berbagai penyakit menular seksual (seperti sifilis, gonore, HIV/AIDS) meliputi penyebab, gejala, dan cara penularannya berdasarkan data ilmiah. | 3 |
| 54 | — | Murid dapat merancang dan mengomunikasikan upaya-upaya konkret untuk menjaga kesehatan sistem reproduksi dan mencegah penularan penyakit menular seksual dalam kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 55 | — | Murid dapat melaksanakan survei sederhana tentang pemahaman kesehatan reproduksi di lingkungan sekitar, mengolah data hasil survei dalam bentuk tabel atau diagram, dan mengidentifikasi pola dari data yang dikumpulkan. | 3 |
| 56 | — | Murid dapat menyajikan hasil survei kesehatan reproduksi dalam bentuk poster atau laporan secara sistematis dengan argumen yang didukung bukti data dan bahasa yang sesuai konteks. | 3 |
| 57 | — | Murid dapat menunjukkan pemahaman menyeluruh tentang struktur dan fungsi organ reproduksi laki-laki dan perempuan, siklus menstruasi, fertilisasi, kehamilan, serta pertumbuhan dan perkembangan manusia melalui asesmen sumatif. | 3 |
| 58 | — | Murid dapat mengevaluasi upaya menjaga kesehatan sistem reproduksi, pencegahan penyakit menular seksual, dan peran kontrasepsi dalam keluarga berencana melalui soal analisis pada asesmen sumatif. | 3 |