Dokumenchevron_rightProtachevron_rightIPSchevron_rightKelas 7

Prota IPS Kelas 7

ProtaSMPKelas 7D

Dokumen Prota ini membantu guru IPS kelas 7 menyiapkan pembelajaran secara sistematis dan selaras dengan Capaian Pembelajaran resmi.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN Prota

Prota IPS Kelas 7

IPS · Kelas 7

PROGRAM TAHUNAN (PROTA)

IPS

Tahun Ajaran 2025/2026

1. IDENTITAS

Mata PelajaranIPS
Fase / KelasFase D / Kelas 7
Tahun Ajaran2025/2026
Total JP Ganjil54 JP
Total JP Genap54 JP
Total JP108 JP

2. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Murid mampu menjelaskan keberagaman kondisi geografis Indonesia, konektivitas antarruang, pemanfaatan dan pelestarian SDA, faktor aktivitas manusia terhadap perubahan iklim dan potensi bencana, serta adaptasi dan mitigasi bencana dalam konteks SDGs; mengidentifikasi upaya masyarakat memenuhi kebutuhan melalui kegiatan ekonomi, harga, pasar, lembaga keuangan, dan perdagangan internasional; menelaah peran masyarakat dan negara dalam pertumbuhan ekonomi di era digital; mengelaborasi interaksi sosial, lembaga sosial, dinamika dan perubahan sosial budaya dalam masyarakat majemuk untuk mewujudkan integrasi bangsa dengan prinsip kebhinekaan; serta menerapkan keterampilan proses IPS secara ilmiah dan kolaboratif.

3. DISTRIBUSI MATERI

Semester Ganjil

NoTopik / BabSub MateriJPPertemuanBulan
1Bab 1: Kehidupan Sosial dan Kondisi Lingkungan Sekitar — Bagian 1: Kondisi Geografis dan Konektivitas Antarruang1. Kondisi lingkungan sekitar berdasarkan pengamatan langsung (pancaindra)
2. Karakteristik fisik dan sosial lokasi tempat tinggal sebagai bagian kondisi geografis Indonesia
3. Konsep konektivitas antarruang dan kaitannya dengan kehidupan sosial masyarakat
4. Penggalian informasi tentang pengaruh konektivitas antarruang terhadap aktivitas sehari-hari

Ket: Pertemuan 1–3 Bab 1; mencakup TP 7.1.1.1, 7.1.1.2, 7.1.2.1, 7.1.2.2
63Juli
2Bab 1: Kehidupan Sosial dan Kondisi Lingkungan Sekitar — Bagian 2: SDA, Perubahan Iklim, dan Bencana Alam1. Potensi sumber daya alam di lingkungan sekitar: pemanfaatan dan pelestarian berkelanjutan
2. Faktor aktivitas manusia terhadap perubahan iklim dan dampaknya (studi kasus lokal)
3. Potensi bencana alam Indonesia dan dampak sosial terhadap masyarakat sekitar
4. Adaptasi masyarakat terhadap perubahan iklim dan upaya mitigasi bencana (SDGs)

Ket: Pertemuan 4–7 Bab 1; mencakup TP 7.1.3.1, 7.1.3.2, 7.1.4.1, 7.1.4.2, 7.1.5.1, 7.1.5.2, 7.1.6.1, 7.1.6.2
84Juli–Agustus
3Bab 1: Kehidupan Sosial dan Kondisi Lingkungan Sekitar — Bagian 3: Kegiatan Ekonomi, Interaksi Sosial, dan Lembaga Sosial1. Kegiatan ekonomi masyarakat di lingkungan sekitar dalam memenuhi kebutuhan hidup
2. Proses interaksi sosial: faktor pendorong, penghambat, persamaan, dan perbedaan
3. Lembaga sosial di lingkungan sekitar dan perannya menjaga keteraturan sosial
4. Dokumentasi kegiatan ekonomi dan fungsi lembaga sosial secara kolaboratif

Ket: Pertemuan 8–10 Bab 1; mencakup TP 7.1.7.1, 7.1.7.2, 7.1.8.1, 7.1.8.2, 7.1.9.1, 7.1.9.2
63Agustus
4Bab 1: Kehidupan Sosial dan Kondisi Lingkungan Sekitar — Bagian 4: Konsep Dasar Sejarah, Dinamika Sosial, dan Asesmen1. Konsep dasar ilmu sejarah: manusia, ruang, waktu, dan kronologi dalam konteks lokal
2. Keterhubungan kondisi lingkungan masa lampau dan masa kini melalui sumber sejarah lokal
3. Dinamika sosial dan perubahan sosial budaya di lingkungan sekitar
4. Evaluasi, refleksi, rencana tindak lanjut, dan asesmen sumatif Bab 1

Ket: Pertemuan 11–13 Bab 1; mencakup TP 7.1.10.1, 7.1.10.2, 7.1.11.1, 7.1.11.2, 7.1.12.1, 7.1.12.2, 7.1.13.1
63Agustus–September
5Bab 2: Keberagaman Lingkungan Sekitar — Bagian 1: Fenomena Geografis dan Konektivitas SDA1. Fenomena geografis (bentang alam, iklim, vegetasi) sebagai bukti keberagaman kondisi geografis Indonesia
2. Persamaan dan perbedaan kondisi alam dan komposisi penduduk antarlokasi (dataran tinggi, rendah, pesisir)
3. Konektivitas antarruang terhadap pemanfaatan dan pelestarian SDA lokal
4. Pengumpulan informasi kolaboratif tentang jenis SDA lokal dan cara pemanfaatannya

Ket: Pertemuan 1–4 Bab 2; mencakup TP 7.2.1.1, 7.2.1.2, 7.2.2.1, 7.2.2.2, 7.2.3.1, 7.2.3.2
84September
6Bab 2: Keberagaman Lingkungan Sekitar — Bagian 2: Dinamika Sosial, Ekonomi, dan Sejarah Praaksara1. Dinamika sosial dan perubahan sosial budaya sebagai bagian keberagaman masyarakat majemuk
2. Perbandingan kegiatan ekonomi masyarakat di berbagai kondisi lingkungan geografis
3. Kehidupan masyarakat masa Praaksara (aspek sosial-ekonomi) sebagai akar keberagaman budaya
4. Keterhubungan kondisi lingkungan Praaksara dengan pola kehidupan sosial-ekonomi

Ket: Pertemuan 5–7 Bab 2; mencakup TP 7.2.4.1, 7.2.4.2, 7.2.5.1, 7.2.5.2, 7.2.6.1, 7.2.6.2
63Oktober
7Bab 2: Keberagaman Lingkungan Sekitar — Bagian 3: Perubahan Iklim, SDGs, dan Pembangunan Berkelanjutan1. Pengaruh aktivitas manusia terhadap perubahan kondisi lingkungan: iklim dan potensi bencana
2. Prediksi dampak perubahan iklim terhadap kehidupan ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat
3. Konsep SDGs dan keterkaitannya dengan pelestarian keberagaman lingkungan sekitar
4. Gagasan pembangunan berkelanjutan: rencana tindak lanjut dan penyajian kolaboratif

Ket: Pertemuan 8–10 Bab 2; mencakup TP 7.2.7.1, 7.2.7.2, 7.2.8.1, 7.2.8.2, 7.2.9.1, 7.2.9.2
63Oktober–November
8Bab 2: Keberagaman Lingkungan Sekitar — Bagian 4: Adaptasi, Kearifan Lokal, dan Asesmen1. Pola adaptasi masyarakat terhadap keberagaman kondisi lingkungan sebagai wujud kearifan lokal
2. Kebhinekaan sebagai kekuatan bangsa dalam menghadapi keberagaman lingkungan
3. Penyajian hasil penyelidikan keberagaman lingkungan menggunakan media informasi
4. Evaluasi, refleksi capaian belajar, dan asesmen sumatif Bab 2

Ket: Pertemuan 11–13 (termasuk 1 pertemuan cadangan/asesmen) Bab 2; mencakup TP 7.2.10.1, 7.2.10.2, 7.2.11.1, 7.2.11.2; total JP Ganjil = 54
84November–Desember

Semester Genap

NoTopik / BabSub MateriJPPertemuanBulan
9Bab 3: Potensi Ekonomi Lingkungan — Bagian 1: Keragaman SDA dan Pelestarian1. Keragaman potensi SDA Indonesia berdasarkan kondisi geografis (dataran tinggi, rendah, pesisir)
2. Klasifikasi jenis SDA (hayati, nonhayati, dapat diperbarui, tidak dapat diperbarui) dan pemanfaatannya
3. Pentingnya pelestarian SDA dalam prinsip pembangunan berkelanjutan (SDGs) skala lokal dan nasional
4. Evaluasi upaya pelestarian SDA oleh masyarakat dan pemerintah serta dampaknya terhadap ekonomi

Ket: Pertemuan 1–4 Bab 3; mencakup TP 7.3.1.1, 7.3.1.2, 7.3.2.1, 7.3.2.2, 7.3.3.1, 7.3.3.2
84Januari
10Bab 3: Potensi Ekonomi Lingkungan — Bagian 2: Eksploitasi SDA, Perdagangan Internasional, dan Kegiatan Ekonomi1. Faktor penyebab perubahan potensi SDA: pertumbuhan populasi dan eksploitasi berlebihan
2. Perbedaan potensi SDA antarnegara sebagai pendorong perdagangan internasional dan komoditas ekspor Indonesia
3. Konsep kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi) berbasis SDA lokal
4. Simulasi penentuan harga melalui kegiatan jual beli produk SDA lokal

Ket: Pertemuan 5–8 Bab 3; mencakup TP 7.3.4.1, 7.3.4.2, 7.3.5.1, 7.3.5.2, 7.3.6.1, 7.3.6.2
84Februari
11Bab 3: Potensi Ekonomi Lingkungan — Bagian 3: Pasar, Bonus Demografi, Toponimi, dan Interaksi Sosial Ekonomi1. Fungsi dan jenis pasar (tradisional dan modern) dalam distribusi hasil SDA; observasi komoditas pasar sekitar sekolah
2. Konsep bonus demografi dan potensi Indonesia menjadi negara maju di era digital
3. Toponimi wilayah: asal-usul nama tempat dan kaitannya dengan kondisi geografis serta potensi alam
4. Interaksi sosial dalam kegiatan ekonomi berbasis SDA lokal (kerja sama, persaingan, akomodasi)

Ket: Pertemuan 9–11 Bab 3; mencakup TP 7.3.7.1, 7.3.7.2, 7.3.8.1, 7.3.8.2, 7.3.9.1, 7.3.9.2, 7.3.10.1, 7.3.10.2
63Maret
12Bab 3: Potensi Ekonomi Lingkungan — Bagian 4: Rencana Tindak Lanjut dan Asesmen1. Penyusunan laporan atau poster potensi ekonomi lingkungan daerah secara kolaboratif
2. Presentasi hasil penyelidikan potensi ekonomi menggunakan media informasi yang tepat
3. Refleksi proses belajar dan identifikasi hal yang perlu ditingkatkan
4. Asesmen sumatif Bab 3 (tertulis)

Ket: Pertemuan 12–13 Bab 3; mencakup TP 7.3.11.1, 7.3.11.2, 7.3.12.1, 7.3.12.2; total JP Bab 3 = 26 (disesuaikan distribusi)
42Maret–April
13Bab 4: Pemberdayaan Masyarakat — Bagian 1: Pengertian, Keragaman Sosial Budaya, dan Masalah Sosial1. Pengertian pemberdayaan masyarakat dan kaitannya dengan keragaman sosial budaya Indonesia
2. Bentuk-bentuk keragaman sosial budaya sebagai latar belakang perlunya pemberdayaan
3. Penyebab keragaman sosial budaya yang menimbulkan masalah sosial
4. Identifikasi dan diskusi masalah sosial akibat keragaman sosial budaya (studi kasus lokal)

Ket: Pertemuan 1–3 Bab 4; mencakup TP 7.4.1.1, 7.4.1.2, 7.4.2.1, 7.4.2.2
63April
14Bab 4: Pemberdayaan Masyarakat — Bagian 2: Solusi Sosial, Aktivitas Pemberdayaan, dan Peran Komunitas1. Solusi mengatasi masalah keragaman sosial budaya dan simulasi hidup bersama dalam kebhinekaan
2. Konsep dan bentuk aktivitas pemberdayaan masyarakat (individu, kelompok, lembaga sosial)
3. Peran komunitas lokal dalam mendorong pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan sosial-ekonomi
4. Penghubungan peran komunitas dengan SDGs dan prinsip pemanfaatan SDA berkelanjutan

Ket: Pertemuan 4–6 Bab 4; mencakup TP 7.4.3.1, 7.4.3.2, 7.4.4.1, 7.4.4.2, 7.4.5.1, 7.4.5.2, 7.4.6.1, 7.4.6.2
63April–Mei
15Bab 4: Pemberdayaan Masyarakat — Bagian 3: Literasi Keuangan dan Peran Negara di Era Digital1. Konsep literasi keuangan dan keterkaitannya dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat
2. Praktik pengelolaan keuangan sederhana sebagai wujud literasi keuangan (simulasi)
3. Peran masyarakat dan negara dalam pemberdayaan ekonomi di era digital
4. Komunikasi hasil analisis program pemberdayaan berbasis teknologi digital

Ket: Pertemuan 7–9 Bab 4; mencakup TP 7.4.7.1, 7.4.7.2, 7.4.8.1, 7.4.8.2
63Mei
16Bab 4: Pemberdayaan Masyarakat — Bagian 4: Refleksi, Integrasi Bangsa, dan Asesmen1. Refleksi pembelajaran pemberdayaan masyarakat dan rumusan rencana aksi nyata di lingkungan sekitar
2. Evaluasi keterkaitan integrasi bangsa, kebhinekaan, dan pemberdayaan masyarakat sebagai kesadaran sosial
3. Penyajian bukti keterampilan proses melalui studi kasus pemberdayaan masyarakat secara mandiri
4. Asesmen sumatif Bab 4 (tertulis)

Ket: Pertemuan 10–11 (termasuk cadangan) Bab 4; mencakup TP 7.4.9.1, 7.4.9.2, 7.4.10.1, 7.4.10.2; total JP Genap = 54
42Mei–Juni

4. CATATAN

1) Total JP intrakurikuler: 108 JP (Ganjil 54 JP + Genap 54 JP), sesuai Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 dengan 3 JP/minggu × 36 minggu efektif. 2) Alokasi kokurikuler sebesar 36 JP per tahun dikelola terpisah dari prota ini. 3) JP per bab: Bab 1 = 26 JP (13 pertemuan), Bab 2 = 28 JP (14 pertemuan, termasuk 2 JP cadangan untuk asesmen/remedial), Bab 3 = 26 JP (13 pertemuan, termasuk 2 JP cadangan), Bab 4 = 22 JP (11 pertemuan, termasuk 2 JP cadangan) — total tetap 108 JP dalam distribusi aktual. Catatan: alokasi ATP Bab 1 (26 JP) + Bab 2 (22 JP) + Bab 3 (24 JP) + Bab 4 (20 JP) = 92 JP; sisa 16 JP dialokasikan sebagai JP asesmen formatif, remedial, pengayaan, dan cadangan yang tersebar proporsional di setiap bab. 4) Urutan bab mengikuti ATP induk secara konsisten. 5) Setiap pertemuan diasumsikan 2 JP (80 menit), kecuali jika terdapat penyesuaian jadwal sekolah.

Buat soal dari materi ini

Gunakan Generator Soal AI dengan mapel dan kelas yang sudah terisi.

Buat Penilaian dengan AI

Dokumen terkait

Perangkat pendamping untuk mapel dan kelas yang sama.

Apa isi dokumen ini?

Dokumen ini merangkum komponen utama Prota yang dapat digunakan sebagai acuan perencanaan, pelaksanaan, dan administrasi pembelajaran.

Cara pakai dokumen ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan identitas sekolah, nama guru, dan kebutuhan kelas. Tinjau kembali isi dokumen agar selaras dengan kalender dan kondisi belajar setempat.

verified_user

Sesuai regulasi terbaru

Dokumen ini telah diverifikasi berdasarkan Capaian Pembelajaran (CP) sesuai Keputusan Kepala BSKAP terbaru.