Modul AjarPertemuan 7Bab 6Fase ESemester 2

Modul Ajar Prakarya Pengolahan Kelas 10: Pereaksi Kimia, Larutan Standar, dan Standarisasi Larutan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Prakarya Pengolahan kelas 10 dengan topik "Pereaksi Kimia, Larutan Standar, dan Standarisasi Larutan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Prakarya Pengolahan Kelas 10: Pereaksi Kimia, Larutan Standar, dan Standarisasi Larutan

Prakarya Pengolahan - Kelas 10

Bab 6 - Pertemuan 7

MODUL AJAR

Prakarya Pengolahan — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Pereaksi Kimia, Larutan Standar, dan Standarisasi Larutan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPrakarya Pengolahan
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikPereaksi Kimia, Larutan Standar, dan Standarisasi Larutan
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menjelaskan pengertian pereaksi kimia, larutan standar, dan prinsip standarisasi larutan dalam konteks pengujian laboratorium.
  2. Murid mampu merancang langkah-langkah pembuatan dan standarisasi larutan pereaksi untuk keperluan pengujian produk olahan pangan secara sistematis.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa dalam pengujian di laboratorium kita memerlukan larutan yang konsentrasinya sudah diketahui dengan pasti?
  2. Bagaimana cara memastikan bahwa larutan yang kita buat sendiri benar-benar memiliki konsentrasi yang akurat?
  3. Apa kaitannya antara ketepatan pereaksi kimia dengan keamanan hasil uji produk pangan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka dengan salam, doa, dan mengecek kehadiran murid.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: menanyakan "Apakah kalian pernah menggunakan bahan kimia di laboratorium? Apa yang kalian ketahui tentang larutan standar?"
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk memancing rasa ingin tahu.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan skenario kegiatan hari ini.

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid membaca bahan ajar (buku siswa hlm. 133-163, LKPD, atau video) tentang pengertian pereaksi kimia, larutan standar, dan prinsip standarisasi (titrasi asam-basa).
  • Murid berdiskusi dalam kelompok kecil untuk mengidentifikasi perbedaan larutan standar primer dan sekunder serta contoh pereaksi di laboratorium pengujian pangan.
  • Guru memberikan penjelasan singkat jika diperlukan, menekankan aspek K3 (frase R dan S) dan pentingnya ketelitian.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Secara berkelompok, murid ditugaskan merancang langkah-langkah pembuatan dan standarisasi larutan pereaksi (misal: NaOH 0,1 N yang akan distandarisasi dengan asam oksalat standar primer).
  • Murid menggunakan lembar kerja yang menyediakan informasi alat, bahan, dan data keselamatan (frase R/S) untuk menyusun prosedur lengkap mulai dari perhitungan massa, pelarutan, titrasi, hingga perhitungan konsentrasi akhir.
  • Setiap kelompok mempresentasikan rancangannya secara singkat, kelompok lain memberikan tanggapan.
  • Guru memantau, memberikan umpan balik formatif, dan memastikan ranah K3 terintegrasi.

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mengevaluasi rancangan yang telah dibuat: kelebihan, kekurangan, potensi bahaya, dan cara mengatasinya.
  • Murid mengisi lembar refleksi pribadi: "Apa yang sudah saya pahami dengan baik? Apa yang masih membingungkan? Mengapa prosedur standarisasi penting untuk pengujian pangan?"
  • Guru menekankan keterkaitan materi dengan kehidupan nyata (jaminan mutu hasil uji laboratorium) dan memberikan penguatan karakter kemandirian serta tanggung jawab.

Penutup:

  • Guru dan murid menyimpulkan konsep kunci: pereaksi kimia, larutan standar, dan tahapan standarisasi.
  • Asesmen akhir: murid mengerjakan kuis singkat (3-4 soal) tentang definisi dan langkah standarisasi, serta mengumpulkan rancangan kelompok yang telah diperbaiki.
  • Guru memberikan apresiasi dan menyampaikan rencana pertemuan selanjutnya (praktik langsung jika memungkinkan).
  • Doa penutup dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid dengan kesulitan belajar diberikan handout ringkas berisi poin-poin kunci; murid cepat diberikan artikel tambahan tentang standarisasi larutan baku sekunder untuk uji proksimat.
  • Proses: Kelompok dibentuk heterogen; murid yang memerlukan bimbingan lebih didampingi langsung oleh guru dalam menyusun rancangan.
  • Produk: Murid dapat memilih menyampaikan rancangan dalam bentuk bagan alir, poster prosedur, atau laporan tertulis sederhana sesuai minat.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menanyakan pengetahuan awal tentang bahan kimia di laboratorium dan pemahaman tentang larutan standar secara lisan, murid menjawab dengan cepat (misal: jempol ke atas/samping/bawah).

Proses:

  • Guru mengamati keaktifan dan kemampuan menjelaskan konsep saat diskusi, serta menilai kerjasama dan ketepatan langkah kerja dalam merancang prosedur standarisasi. Instrumen: catatan anekdotal dan daftar periksa keterampilan proses.

Akhir:

  • Murid menyelesaikan kuis tertulis berisi 4 pertanyaan singkat: (1) definisi pereaksi kimia, (2) perbedaan larutan standar primer dan sekunder, (3) tujuan standarisasi, (4) tuliskan langkah kunci standarisasi larutan NaOH 0,1 N. Selain itu, setiap kelompok mengumpulkan lembar rancangan lengkap yang telah direvisi berdasarkan umpan balik.

Formatif:

  • Observasi diskusi dan presentasi kelompok
  • Tanya jawab selama proses pembelajaran
  • Penilaian diri dan teman sejawat (lembar ceklis pemahaman)

Sumatif:

  • Kuis singkat di akhir pertemuan
  • Penilaian rancangan prosedur standarisasi (laporan kelompok)

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman Konsep Pereaksi Kimia dan Larutan StandarBelum mampu menyebutkan pengertian pereaksi atau larutan standar.Mampu menyebutkan definisi tetapi belum dapat membedakan jenis larutan standar.Mampu menjelaskan definisi dan membedakan larutan standar primer dan sekunder dengan contoh sederhana.Mampu menjelaskan dengan tepat, mengaitkan fungsi larutan standar dalam pengujian pangan, serta memberi contoh aplikasi nyata.
Kemampuan Merancang Prosedur Standarisasi LarutanRancangan tidak runtut, banyak langkah hilang, dan tidak memperhatikan aspek K3.Rancangan cukup runtut tetapi belum lengkap, perhitungan kurang tepat, minim perhatian pada K3.Rancangan runtut, lengkap dengan perhitungan dan bahan, mencantumkan langkah K3 dasar, meskipun masih ada sedikit kesalahan minor.Rancangan sistematis, perhitungan akurat, semua langkah lengkap, mengintegrasikan K3 secara rinci (frase R dan S), serta dilengkapi diagram alir yang jelas.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid mampu mencapai tujuan pembelajaran? Bagian mana yang perlu pengulangan?
  • Seberapa efektifkah kegiatan diskusi dan perancangan dalam memahamkan konsep standarisasi?
  • Apakah diferensiasi yang disediakan sudah membantu semua murid belajar dengan optimal?
  • Apa yang bisa diperbaiki pada pertemuan berikutnya agar pembelajaran lebih bermakna dan menggembirakan?

Refleksi Murid:

  • Bagian mana dari materi hari ini yang paling menarik bagimu? Mengapa?
  • Apakah kamu sudah paham mengapa larutan standar harus distandarisasi? Jelaskan dengan kata-katamu sendiri.
  • Apa kesulitan yang kamu alami saat merancang prosedur standarisasi? Bagaimana cara kamu mengatasinya?
  • Keterampilan baru apa yang kamu dapatkan hari ini yang bisa berguna di masa depan?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian SMK/MAK Kelas X Semester 2, Bab 5 (Penggunaan Bahan dan Pereaksi Kimia).
  2. Buku Panduan Guru Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian SMK/MAK Kelas X.
  3. Lembar Kerja Murid (LKPD) Pereaksi Kimia, Larutan Standar, dan Standarisasi Larutan.
  4. Video edukasi singkat tentang teknik titrasi dan standarisasi larutan.
  5. Data Material Safety Data Sheet (MSDS) NaOH dan asam oksalat.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.