MODUL AJAR Prakarya Pengolahan — Kelas 10 (Fase E) Topik: Identifikasi dan Penanganan Bahan Kimia di Laboratorium Pengujian INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Prakarya Pengolahan |
|---|
| Fase / Kelas | Fase E / Kelas 10 |
|---|
| Topik | Identifikasi dan Penanganan Bahan Kimia di Laboratorium Pengujian |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x45 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Mengidentifikasi klasifikasi dan grade bahan kimia (pro analis, farmasi, food grade) serta membaca Lembar Data Keselamatan Bahan (LDKB/MSDS) yang digunakan di laboratorium pengujian.
- Menangani dan menyimpan bahan kimia di laboratorium pengujian sesuai prosedur keselamatan dan standar yang berlaku.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kalian membaca label pada kemasan bahan kimia? Informasi apa saja yang kalian temukan?
- Apa akibatnya jika kita salah menyimpan bahan kimia di laboratorium?
- Bagaimana cara memastikan bahan kimia yang kita gunakan aman dan sesuai standar?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka dengan salam, doa, dan mengecek kehadiran serta kesiapan belajar murid.
- Guru memberikan asesmen awal berupa tanya jawab singkat tentang pengalaman murid dengan bahan kimia dan laboratorium (misal: 'Apa yang kalian ketahui tentang bahan kimia berbahaya?').
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengaitkan dengan manfaat praktis dalam kehidupan dan pekerjaan di laboratorium pengolahan.
- Guru memaparkan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu dan diskusi awal.
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menjelaskan klasifikasi bahan kimia berdasarkan grade (pro analis, farmasi, food grade) menggunakan slide dan contoh kemasan asli.
- Murid mengamati Lembar Data Keselamatan Bahan (LDKB/MSDS) yang disediakan (contoh: HCl, NaOH) dan mengidentifikasi informasi penting: sifat fisik, bahaya, penanganan, penyimpanan.
- Murid berdiskusi dalam kelompok kecil (2-3 orang) untuk mencocokkan bahan dengan grade yang tepat berdasarkan ciri label dan kemasan.
- Guru memandu diskusi kelas untuk menyamakan pemahaman dan menekankan pentingnya membaca MSDS sebagai wujud tanggung jawab (keimanan/ketakwaan).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Setiap kelompok menerima kartu kasus: skenario bahan kimia tertentu dengan informasi terbatas. Mereka harus menentukan cara penanganan dan penyimpanan yang benar berdasarkan MSDS yang tersedia.
- Murid mempraktikkan langsung pengambilan, pemindahan, dan penempatan bahan kimia (simulasi dengan air berwarna dan wadah berlabel) sesuai prosedur: menggunakan APD, teknik menuang yang benar, penanganan tumpahan.
- Murid mengisi lembar kerja yang berisi tabel: nama bahan, grade, bahaya utama, cara penanganan, dan lokasi penyimpanan yang aman.
- Guru berkeliling memberikan umpan balik (asesmen proses) dan mengingatkan murid untuk bekerja secara mandiri namun tetap saling mengingatkan.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Setiap kelompok mempresentasikan hasil penanganan dan penyimpanan yang mereka pilih, disertai alasan berdasarkan MSDS.
- Kelompok lain memberikan tanggapan atau pertanyaan kritis (penalaran kritis).
- Guru memfasilitasi refleksi: murid menuliskan di jurnal singkat tentang hal baru yang dipelajari, kesalahan yang mungkin terjadi, dan komitmen untuk selalu mengutamakan keselamatan.
- Guru menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan sesuai ajaran agama sebagai bentuk syukur atas tubuh yang sehat (keimanan/ketakwaan).
Penutup:- Guru memberikan asesmen akhir berupa kuis singkat secara lisan/tulis tentang klasifikasi, MSDS, dan prosedur penanganan.
- Murid menyimpulkan materi bersama guru.
- Guru memberikan apresiasi dan motivasi, serta menyampaikan materi pertemuan berikutnya.
- Doa penutup.
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid cepat belajar: diberikan tambahan studi kasus MSDS bahan kimia yang lebih kompleks (misal: campuran). Untuk murid lambat: fokus pada bahan tunggal yang umum (HCl, NaOH) dengan bimbingan lebih intensif.
- Proses: Murid cepat dapat bekerja mandiri dalam mengerjakan kartu kasus; murid lambat diberikan bantuan visual dan pendampingan satu-satu oleh guru.
- Produk: Murid cepat diminta membuat poster digital/sketsa panduan singkat penyimpanan bahan kimia; murid lambat cukup melengkapi lembar kerja cetak dengan bantuan.
ASESMENAwal:- Guru memberikan pertanyaan lisan: 'Sebutkan contoh bahan kimia yang kamu tahu dan bahayanya.' dan 'Apa yang kamu lakukan jika menemukan tumpahan cairan asing di lab?' untuk menggali pengetahuan awal.
Proses:- Observasi keterampilan membaca MSDS dan praktik penanganan menggunakan rubrik. Penilaian lembar kerja (kelengkapan identifikasi, ketepatan grade, alasan penanganan).
Akhir:- Kuis tertulis singkat (3 soal uraian) dan pengumpulan jurnal refleksi untuk menilai pemahaman konsep dan sikap.
Formatif:- Observasi partisipasi dan pemahaman selama diskusi dan praktik (menggunakan checklist).
- Penilaian lembar kerja identifikasi bahan dan rencana penyimpanan.
- Tanya jawab lisan saat pembimbingan kelompok.
Sumatif:- Kuis tertulis singkat (5 soal pilihan ganda/uraian) tentang klasifikasi, MSDS, dan prosedur penanganan.
- Jurnal refleksi individu tentang pemahaman dan komitmen keselamatan.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi Klasifikasi & Grade Bahan Kimia serta Membaca MSDS | Tidak dapat menyebutkan klasifikasi/grade bahan kimia dan tidak mampu membaca informasi dasar MSDS. | Dapat menyebutkan satu jenis grade tetapi masih keliru, serta hanya membaca satu bagian MSDS tanpa memahami maknanya. | Dapat menjelaskan perbedaan pro analis, farmasi, food grade, dan mampu mengidentifikasi informasi bahaya dan penyimpanan dari MSDS dengan benar. | Mampu mengklasifikasikan berbagai bahan dengan tepat, membaca MSDS secara menyeluruh, dan menjelaskan implikasi setiap informasi terhadap keselamatan kerja. | | Penanganan & Penyimpanan Bahan Kimia Sesuai Prosedur | Tidak mengetahui langkah penanganan yang aman dan asal memilih tempat penyimpanan. | Mengetahui beberapa langkah penanganan dasar namun tidak konsisten dan masih butuh banyak bimbingan. | Mempraktikkan penanganan dan penyimpanan sesuai MSDS dengan benar, menggunakan APD, dan menjelaskan alasannya. | Menangani dan menyimpan bahan dengan sangat hati-hati, efisien, serta mampu memberikan solusi jika terjadi penyimpangan (tumpahan) dan mengkomunikasikan prosedur kepada orang lain. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah seluruh murid aktif dalam diskusi dan praktik? Bagaimana saya memfasilitasi murid yang lambat?
- Apakah penggunaan MSDS asli membantu pemahaman murid? Apa yang perlu diperbaiki untuk pertemuan berikutnya?
- Bagaimana saya menghubungkan materi dengan nilai keimanan dan keselamatan diri?
Refleksi Murid:- Apa hal baru yang kamu pelajari tentang bahan kimia dan MSDS?
- Bagaimana perasaanmu saat mempraktikkan penanganan bahan kimia? Apakah ada kesulitan?
- Apa yang akan kamu lakukan agar selalu bekerja aman di laboratorium? Tuliskan satu komitmen.
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru dan Buku Siswa Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian Kelas X (Kemendikbudristek 2022).
- Contoh fisik LDKB/MSDS bahan kimia (HCl, NaOH, asam sitrat, dll).
- Kemasan asli atau contoh label bahan kimia (pro analis, farmasi, food grade).
- Slide presentasi tentang klasifikasi bahan kimia dan MSDS.
- Alat peraga: gelas kimia, botol reagen, label, APD (sarung tangan, kacamata pelindung, jas lab).
|