Modul AjarPertemuan 5Bab 6Fase ESemester 2

Modul Ajar Prakarya Pengolahan Kelas 10: Kalibrasi Internal Peralatan Ukur Volume di Laboratorium

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Prakarya Pengolahan kelas 10 dengan topik "Kalibrasi Internal Peralatan Ukur Volume di Laboratorium". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Prakarya Pengolahan Kelas 10: Kalibrasi Internal Peralatan Ukur Volume di Laboratorium

Prakarya Pengolahan - Kelas 10

Bab 6 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Prakarya Pengolahan — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Kalibrasi Internal Peralatan Ukur Volume di Laboratorium

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPrakarya Pengolahan
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikKalibrasi Internal Peralatan Ukur Volume di Laboratorium
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menjelaskan konsep dan tujuan kalibrasi internal peralatan ukur volume menggunakan neraca analitik di laboratorium pengujian.
  2. Murid mampu melaksanakan prosedur kalibrasi internal peralatan gelas ukur volume menggunakan neraca analitik sesuai instruksi kerja yang berlaku.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Tahukah kalian mengapa alat ukur di laboratorium harus dikalibrasi secara rutin?
  2. Apa yang terjadi jika alat ukur volume yang kita gunakan tidak akurat saat menguji produk pangan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam dan doa bersama.
  • Guru memeriksa kehadiran murid dan memastikan kesiapan ruang belajar, termasuk ventilasi dan pencahayaan laboratorium.
  • Guru melakukan asesmen awal (diagnostik) dengan bertanya tentang pengalaman murid menggunakan gelas ukur dan neraca analitik.
  • Guru menyampaikan apersepsi melalui pertanyaan pemantik mengenai pentingnya akurasi alat ukur dalam pengujian produk pangan.
  • Guru menjelaskan Tujuan Pembelajaran (TP) dan alur kegiatan yang akan dilakukan, serta mengingatkan pentingnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) seperti jas laboratorium.

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan guru mengenai konsep dan tujuan kalibrasi internal peralatan ukur volume.
  • Murid membaca dan menelaah Instruksi Kerja (IK) pencucian dan kalibrasi peralatan gelas laboratorium.
  • Murid berdiskusi dalam kelompok kecil untuk mengidentifikasi alat, bahan (akuades), dan rumus perhitungan nilai kalibrasi (Massa/Volume x 100%).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengenakan APD (jas laboratorium, sarung tangan) sesuai standar K3 laboratorium.
  • Murid secara berkelompok melakukan kalibrasi internal gelas ukur menggunakan neraca analitik dan akuades sesuai Instruksi Kerja (IK).
  • Murid menimbang massa akuades pada berbagai volume (misal: 10 ml, 25 ml) dan mencatat data hasil pengukuran pada lembar kerja.
  • Murid menghitung nilai kalibrasi berdasarkan data massa dan volume yang diperoleh dari praktik.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengevaluasi hasil perhitungan kalibrasi mereka dan membandingkannya dengan standar toleransi alat.
  • Murid mengidentifikasi potensi kesalahan (human error atau kondisi alat) selama proses penimbangan dan pengukuran volume.
  • Murid membersihkan dan mengembalikan peralatan ke tempat semula, serta memastikan area kerja kembali bersih dan aman.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan hasil praktik kalibrasi internal hari ini.
  • Guru mengumpulkan lembar kerja murid sebagai asesmen akhir (sumatif).
  • Guru memandu sesi refleksi singkat mengenai perasaan dan kendala murid selama praktik.
  • Guru menyampaikan rencana tindak lanjut dan materi untuk pertemuan berikutnya.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bantuan visual diberikan diagram alir bergambar tentang prosedur kalibrasi, sedangkan murid yang mandiri menggunakan teks Instruksi Kerja (IK) standar.
  • Proses: Murid yang kesulitan menggunakan neraca analitik didampingi secara intensif oleh guru atau tutor sebaya, sedangkan kelompok yang sudah mahir dapat langsung mempraktikkan kalibrasi pada lebih dari satu jenis alat ukur volume.
  • Produk: Murid dapat menyajikan data hasil kalibrasi dalam bentuk tabel tulis tangan di lembar kerja atau menggunakan spreadsheet digital (jika fasilitas memadai).

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan: 'Siapa yang masih ingat cara membaca meniskus pada gelas ukur?' dan 'Bagaimana cara men-tare (meng-nol-kan) neraca analitik?'

Proses:

  • Guru berkeliling memantau proses penimbangan dan pengukuran volume, memberikan umpan balik langsung jika ada murid yang salah membaca skala atau tidak menggunakan jas laboratorium.

Akhir:

  • Pengumpulan laporan singkat/lembar kerja yang berisi tabel data volume akuades, massa akuades, dan hasil perhitungan persentase nilai kalibrasi.

Formatif:

  • Observasi kepatuhan penggunaan APD dan penerapan K3 di laboratorium.
  • Ceklis observasi kesesuaian langkah kerja murid dengan Instruksi Kerja (IK) saat praktik kalibrasi.

Sumatif:

  • Penilaian lembar kerja praktik (data penimbangan dan akurasi perhitungan nilai kalibrasi).

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman Konsep dan Instruksi KerjaBelum mampu menjelaskan tujuan kalibrasi dan tidak memahami langkah-langkah dalam Instruksi Kerja.Mampu menjelaskan tujuan kalibrasi secara singkat namun masih perlu bimbingan dalam memahami Instruksi Kerja.Mampu menjelaskan konsep kalibrasi dan memahami Instruksi Kerja dengan baik secara mandiri.Mampu menjelaskan konsep kalibrasi secara komprehensif dan dapat memandu teman sebaya dalam memahami Instruksi Kerja.
Pelaksanaan Prosedur Praktik (Menggunakan Neraca Analitik dan Gelas Ukur)Tidak mampu menggunakan neraca analitik dan gelas ukur sesuai prosedur, serta mengabaikan K3.Mampu menggunakan alat ukur dengan bimbingan penuh, mulai menerapkan K3 (memakai jas lab).Mampu melaksanakan prosedur kalibrasi dan menggunakan alat dengan tepat sesuai IK, serta mematuhi K3 secara mandiri.Sangat teliti dan cekatan dalam menggunakan alat ukur, mematuhi K3 dengan ketat, dan mampu meminimalisir kesalahan pengukuran secara mandiri.
Pengolahan Data dan Perhitungan Nilai KalibrasiBelum mampu mencatat data dengan benar dan tidak dapat menghitung nilai kalibrasi.Mampu mencatat data namun masih terdapat kesalahan dalam perhitungan nilai kalibrasi.Mampu mencatat data dengan rapi dan menghitung nilai kalibrasi (Massa/Volume x 100%) dengan tepat.Mampu mencatat data dengan sangat presisi, menghitung nilai kalibrasi dengan tepat, dan mampu menyimpulkan kelayakan alat ukur tersebut berdasarkan hasil.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh kelompok mendapatkan waktu yang cukup untuk melakukan praktik kalibrasi dengan neraca analitik?
  • Bagian mana dari Instruksi Kerja yang paling sulit dipahami oleh murid dan bagaimana cara memperbaikinya di masa depan?
  • Apakah asesmen proses sudah cukup efektif dalam mengidentifikasi murid yang kesulitan saat praktik?

Refleksi Murid:

  • Apa hal baru yang kamu pelajari dari kegiatan kalibrasi hari ini?
  • Bagian mana dari proses praktik yang terasa paling sulit (misalnya saat menimbang atau membaca skala)?
  • Bagaimana perasaanmu setelah berhasil menghitung nilai kalibrasi alat ukurmu sendiri?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian SMK/MAK Kelas X
  2. Buku Siswa Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian SMK/MAK Kelas X Semester 2
  3. Dokumen Instruksi Kerja (IK/LDPK-001-0) Pencucian dan Kalibrasi Peralatan Gelas
  4. Peralatan Laboratorium: Neraca Analitik, Gelas Ukur
  5. Bahan Praktik: Akuades
  6. Alat Pelindung Diri (APD): Jas laboratorium, sarung tangan

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.