Modul AjarPertemuan 3Bab 6Fase ESemester 2

Modul Ajar Prakarya Pengolahan Kelas 10: Pengenalan dan Penggunaan Peralatan Gelas Laboratorium

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Prakarya Pengolahan kelas 10 dengan topik "Pengenalan dan Penggunaan Peralatan Gelas Laboratorium". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Prakarya Pengolahan Kelas 10: Pengenalan dan Penggunaan Peralatan Gelas Laboratorium

Prakarya Pengolahan - Kelas 10

Bab 6 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Prakarya Pengolahan — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Pengenalan dan Penggunaan Peralatan Gelas Laboratorium

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPrakarya Pengolahan
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikPengenalan dan Penggunaan Peralatan Gelas Laboratorium
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu mengidentifikasi jenis-jenis peralatan gelas laboratorium (gelas piala, labu ukur, buret, pipet, erlenmeyer, dan lainnya) beserta spesifikasi teknis dan fungsinya.
  2. Murid mampu menggunakan peralatan gelas laboratorium secara tepat dan teliti sesuai instruksi kerja, termasuk pembacaan meniskus pada alat ukur volume.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa hasil pengukuran volume larutan bisa berbeda meskipun menggunakan alat gelas yang sama?
  2. Apa yang terjadi jika kita salah membaca meniskus saat mengukur volume larutan dalam buret atau pipet?
  3. Bagaimana cara membedakan fungsi gelas piala dengan labu ukur padahal keduanya sama-sama terbuat dari kaca?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan doa bersama.
  • Guru melakukan presensi dan memastikan murid telah mengenakan APD laboratorium (jas lab, sepatu tertutup, rambut terikat).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan menuliskannya di papan tulis.
  • Guru melaksanakan asesmen awal: memberikan 5 pertanyaan singkat (kuis lisan) untuk menggali pengetahuan murid tentang nama-nama alat gelas yang pernah mereka lihat atau gunakan.
  • Guru menampilkan pertanyaan pemantik dan mengajak murid berdiskusi singkat selama 3 menit.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan gambar/foto dan sampel nyata peralatan gelas laboratorium: gelas piala, labu ukur, buret, pipet volume, pipet ukur, erlenmeyer, gelas ukur, dan corong gelas.
  • Murid mengamati setiap alat secara langsung, memperhatikan bentuk, skala, dan tulisan spesifikasi pada alat.
  • Guru menjelaskan klasifikasi alat gelas berdasarkan fungsi: alat ukur volume (buret, pipet, labu ukur, gelas ukur) dan alat penampung/reaksi (gelas piala, erlenmeyer).
  • Guru menjelaskan konsep meniskus (cekung dan cembung), cara pembacaan yang benar dengan posisi mata sejajar skala, serta penggunaan karton putih dan gelap sebagai latar belakang pembacaan.
  • Murid mencatat nama alat, spesifikasi teknis (volume nominal, kelas akurasi, toleransi), dan fungsi utama ke dalam lembar kerja identifikasi yang disediakan guru.
  • Guru memberikan kesempatan tanya jawab untuk memastikan pemahaman murid sebelum praktik.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang) dan setiap kelompok mendapat satu set alat gelas lengkap serta larutan CuSO4 0,1 M berwarna biru dan akuades.
  • Guru membagikan Instruksi Kerja (IK) tertulis penggunaan alat gelas sebagai alat ukur volume.
  • Setiap murid dalam kelompok secara bergantian melakukan: (a) mengukur 25 mL akuades menggunakan gelas ukur, (b) mengukur 25 mL akuades menggunakan pipet volume dan pipette filler, (c) mengukur 25 mL larutan CuSO4 menggunakan buret.
  • Murid membaca meniskus pada masing-masing alat dengan bantuan karton putih/gelap sebagai latar, mencatat hasil pembacaan dalam tabel data.
  • Murid membandingkan ketelitian hasil pengukuran dari gelas ukur, pipet volume, dan buret serta mendiskusikan mengapa hasilnya bisa berbeda.
  • Guru berkeliling memantau teknik penggunaan alat, memberikan umpan balik langsung (feedback korektif) pada murid yang belum tepat dalam membaca meniskus atau memegang pipet.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil pengukuran dan temuan mereka (2 menit per kelompok).
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas: Alat mana yang paling teliti? Mengapa? Kesalahan apa yang sering terjadi saat pembacaan meniskus?
  • Murid mengisi lembar refleksi individu berisi: (1) Apa yang sudah saya kuasai? (2) Apa yang masih sulit? (3) Apa yang akan saya lakukan untuk memperbaikinya?
  • Guru memberikan penguatan konsep: hubungan antara ketelitian alat dengan kualitas hasil analisis di laboratorium pengolahan pangan.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan poin-poin penting pembelajaran hari ini.
  • Murid membersihkan, mengeringkan, dan menyimpan kembali peralatan gelas sesuai prosedur K3LH.
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa 5 soal tertulis singkat tentang identifikasi dan penggunaan alat gelas.
  • Guru menyampaikan preview materi pertemuan berikutnya.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah familiar dengan alat gelas diberikan tambahan materi tentang kalibrasi alat gelas dan kelas akurasi (Kelas A vs Kelas B). Murid yang belum pernah ke laboratorium diberikan kartu bergambar alat beserta petunjuk visual langkah demi langkah.
  • Proses: Murid cepat berperan sebagai peer tutor yang membantu teman sekelompok dalam praktik pembacaan meniskus. Murid yang memerlukan bantuan mendapat pendampingan langsung dari guru dan panduan IK bergambar.
  • Produk: Murid cepat menyusun tabel perbandingan ketelitian alat dilengkapi analisis singkat. Murid yang masih berkembang cukup mengisi tabel data hasil pengukuran dengan bimbingan.

ASESMEN

Awal:

  • Kuis lisan 5 pertanyaan: (1) Sebutkan 3 alat gelas yang kamu ketahui, (2) Apa fungsi gelas piala?, (3) Pernahkah kamu menggunakan pipet?, (4) Apa yang dimaksud dengan meniskus?, (5) Mengapa alat gelas perlu dibersihkan sebelum digunakan?

Proses:

  • Checklist observasi: guru mengamati apakah murid memegang pipet dengan benar, membaca meniskus pada posisi mata sejajar, dan mencatat data secara teliti.
  • Pertanyaan probing selama praktik: Mengapa kamu memilih garis skala itu sebagai hasil pembacaan? Apa bedanya jika matamu di atas atau di bawah meniskus?
  • Penilaian sejawat: teman satu kelompok memberikan tanda centang pada checklist ketepatan prosedur rekan.

Akhir:

  • Tes tertulis singkat (5 soal): 2 soal identifikasi alat dari gambar beserta fungsinya, 2 soal pembacaan meniskus dari ilustrasi skala, 1 soal analisis mengapa pipet volume lebih teliti daripada gelas ukur.
  • Penilaian produk: lembar kerja identifikasi alat dan tabel data pengukuran dinilai berdasarkan kelengkapan, kebenaran, dan kerapian.

Formatif:

  • Observasi langsung teknik penggunaan alat gelas selama praktik menggunakan checklist.
  • Tanya jawab lisan selama tahap Memahami untuk mengecek pemahaman konsep.
  • Umpan balik sejawat (peer assessment) saat presentasi kelompok.

Sumatif:

  • Tes tertulis singkat 5 soal di akhir pembelajaran (identifikasi alat dan fungsi, pembacaan meniskus).
  • Penilaian lembar kerja identifikasi alat dan tabel data pengukuran.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Identifikasi Alat Gelas (TP 10.6.3.1)Murid hanya mampu menyebutkan 1-2 nama alat tanpa menjelaskan fungsi atau spesifikasi teknisnya.Murid mampu menyebutkan 3-4 nama alat gelas dan menjelaskan fungsi secara umum namun belum tepat dalam mendeskripsikan spesifikasi teknis.Murid mampu mengidentifikasi 5-6 alat gelas beserta fungsi dan spesifikasi teknis dengan benar namun sesekali masih keliru pada detail toleransi.Murid mampu mengidentifikasi seluruh alat gelas yang dipelajari secara lengkap, menjelaskan fungsi spesifik, spesifikasi teknis (volume, kelas, toleransi), dan mengklasifikasikannya dengan tepat.
Penggunaan Alat dan Pembacaan Meniskus (TP 10.6.3.2)Murid belum mampu menggunakan alat gelas sesuai IK; pembacaan meniskus salah (posisi mata tidak sejajar, salah baca skala).Murid mampu menggunakan alat gelas dengan bantuan guru; pembacaan meniskus kadang tepat kadang tidak, perlu dikoreksi berulang.Murid mampu menggunakan alat gelas secara mandiri sesuai IK; pembacaan meniskus tepat pada sebagian besar percobaan dengan sedikit koreksi.Murid mampu menggunakan seluruh alat gelas secara mandiri, tepat, dan teliti sesuai IK; pembacaan meniskus selalu akurat; mampu menjelaskan alasan teknis di balik prosedur yang dilakukan.
Kerja Sama dan Kemandirian dalam PraktikMurid pasif, tidak berkontribusi dalam kelompok, dan selalu bergantung pada teman atau guru.Murid mulai berpartisipasi namun masih sering meminta arahan; kontribusi dalam kelompok belum konsisten.Murid aktif berpartisipasi, mampu bekerja mandiri pada sebagian besar tahapan, dan berkontribusi positif dalam kelompok.Murid sangat aktif, mandiri, mampu membantu teman (peer tutor), dan menunjukkan inisiatif dalam menyelesaikan tugas praktik.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid mendapat kesempatan yang cukup untuk hands-on menggunakan setiap alat gelas?
  • Apakah penjelasan konsep meniskus dan teknik pembacaan sudah dipahami murid? Bagaimana saya mengetahuinya?
  • Apakah diferensiasi yang saya berikan efektif untuk membantu murid yang lambat tanpa menghambat murid yang cepat?
  • Bagian mana dari pembelajaran ini yang perlu saya perbaiki untuk pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Alat gelas mana yang paling sulit saya gunakan? Mengapa?
  • Apakah saya sudah memahami cara membaca meniskus dengan benar? Jika belum, bagian mana yang masih membingungkan?
  • Apa yang bisa saya lakukan agar lebih teliti dalam mengukur volume larutan di praktik berikutnya?
  • Bagaimana saya bisa membantu teman yang masih kesulitan?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa: Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian SMK/MAK Kelas X Semester 2, Bab 6 — Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI (2022)
  2. Buku Panduan Guru: Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian untuk SMK/MAK Kelas X, penulis Wagiyono dan Mohamad Fadholi, ISBN 978-602-427-931-8
  3. Instruksi Kerja (IK) Menggunakan Alat Gelas sebagai Alat Ukur Volume (dokumen laboratorium sekolah)
  4. Peralatan gelas laboratorium nyata: gelas piala, labu ukur, buret, pipet volume, pipet ukur, erlenmeyer, gelas ukur, corong gelas
  5. Bahan praktik: akuades, larutan CuSO4 0,1 M, karton putih dan gelap (5x10 cm), pipette filler, botol pencuci
  6. Video pembelajaran: Teknik Pembacaan Meniskus yang Benar (sumber: channel edukasi laboratorium terpercaya)
  7. Lembar Kerja Murid (LKPD) identifikasi alat gelas dan tabel data pengukuran

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.