Modul AjarPertemuan 2Bab 6Fase ESemester 2

Modul Ajar Prakarya Pengolahan Kelas 10: Alat Pelindung Diri (APD) dan Peralatan K3 di Laboratorium Pengujian

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Prakarya Pengolahan kelas 10 dengan topik "Alat Pelindung Diri (APD) dan Peralatan K3 di Laboratorium Pengujian". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Prakarya Pengolahan Kelas 10: Alat Pelindung Diri (APD) dan Peralatan K3 di Laboratorium Pengujian

Prakarya Pengolahan - Kelas 10

Bab 6 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Prakarya Pengolahan — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Alat Pelindung Diri (APD) dan Peralatan K3 di Laboratorium Pengujian

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPrakarya Pengolahan
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikAlat Pelindung Diri (APD) dan Peralatan K3 di Laboratorium Pengujian
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu mengidentifikasi jenis-jenis Alat Pelindung Diri (APD) dan peralatan K3 yang digunakan di laboratorium pengujian beserta fungsi masing-masing.
  2. Murid mampu mempraktikkan cara memakai APD dengan benar sesuai standar prosedur kerja di laboratorium pengujian.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melihat pekerja laboratorium yang memakai jas lab, sarung tangan, dan kacamata pelindung? Mengapa mereka harus memakai semua itu?
  2. Apa yang bisa terjadi jika seseorang bekerja di laboratorium tanpa menggunakan Alat Pelindung Diri yang sesuai?
  3. Bagaimana cara membedakan APD umum yang wajib dipakai setiap saat dengan APD khusus yang hanya dipakai untuk pekerjaan tertentu?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, dan memeriksa kehadiran murid.
  • Guru menayangkan gambar atau video singkat (1-2 menit) tentang kecelakaan kerja di laboratorium akibat tidak memakai APD sebagai pemantik perhatian.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: mengidentifikasi jenis dan fungsi APD serta mempraktikkan cara memakainya.
  • Asesmen awal (diagnostik): Guru memberikan 3 pertanyaan lisan atau lewat papan tulis — (1) Sebutkan APD yang kalian ketahui, (2) Apa fungsi jas laboratorium?, (3) Kapan kita perlu memakai masker di lab? Murid menjawab secara tertulis singkat di selembar kertas.
  • Guru memetakan pengetahuan awal murid berdasarkan respons diagnostik untuk menyesuaikan kedalaman penjelasan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan infografis atau poster besar yang menunjukkan berbagai jenis APD laboratorium: jas lab, sarung tangan karet tipis, sarung tangan tahan panas, masker debu, masker gas, pelindung mata (goggles), penutup rambut/kepala, sepatu boots safety steel, apron, dan penutup telinga.
  • Murid secara berpasangan mengamati infografis tersebut dan mencatat nama APD beserta fungsinya dalam tabel pengamatan (kolom: Nama APD, Jenis (Umum/Khusus), Fungsi, Risiko yang Dicegah).
  • Guru menjelaskan klasifikasi APD: APD umum (wajib dipakai setiap berada di laboratorium, misal jas lab, masker debu, sarung tangan karet tipis) dan APD khusus (dipakai saat pekerjaan tertentu yang berisiko tinggi, misal goggles, masker gas, sarung tangan tahan api, penutup telinga).
  • Guru juga memperkenalkan peralatan K3 pendukung: peralatan sanitasi ruang kerja, pengendali suhu udara, sirkulasi udara, dan sumber cahaya yang memadai.
  • Murid berdiskusi singkat dalam kelompok kecil (3-4 orang) untuk mencocokkan catatan dan saling melengkapi informasi yang belum lengkap.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru menyediakan set APD lengkap (atau replika/foto berukuran besar jika APD asli terbatas): jas lab, sarung tangan, masker, goggles, penutup kepala, dan sepatu safety.
  • Guru mendemonstrasikan prosedur memakai APD secara berurutan sesuai SOP: (1) cuci tangan, (2) pakai penutup kepala, (3) pakai jas lab/apron, (4) pakai masker, (5) pakai goggles, (6) pakai sarung tangan, (7) pakai sepatu safety. Guru menjelaskan alasan urutan tersebut.
  • Murid secara berkelompok (3-4 orang) bergiliran mempraktikkan cara memakai APD dengan urutan yang benar. Satu murid memakai, satu murid membacakan SOP, satu murid mengamati dan memberi umpan balik menggunakan lembar ceklis.
  • Guru berkeliling memberikan bimbingan langsung, mengoreksi kesalahan teknis (misal: sarung tangan tidak menutupi pergelangan jas lab, masker tidak rapat di hidung).
  • Setiap kelompok mendokumentasikan praktik mereka dengan foto atau catatan untuk bahan presentasi singkat.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil praktik secara singkat (2 menit per kelompok): menunjukkan foto/catatan, menyebutkan kesalahan yang ditemukan saat praktik, dan cara memperbaikinya.
  • Murid mengisi lembar refleksi individu dengan pertanyaan: (1) APD apa saja yang paling penting menurutmu dan mengapa? (2) Kesalahan apa yang kamu lakukan saat memakai APD dan bagaimana memperbaikinya? (3) Apa yang akan kamu lakukan berbeda di praktik berikutnya?
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas singkat: menghubungkan pentingnya APD dengan keselamatan diri dan tanggung jawab sebagai calon profesional di bidang pengolahan hasil pertanian.
  • Murid menuliskan satu komitmen pribadi terkait keselamatan kerja di laboratorium pada sticky note dan ditempel di 'Pohon Komitmen K3' di dinding kelas.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan poin-poin kunci: jenis APD umum vs khusus, fungsi masing-masing, dan prosedur pemakaian yang benar.
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa kuis singkat 5 soal (3 pilihan ganda tentang identifikasi APD dan fungsinya, 2 uraian singkat tentang urutan pemakaian APD).
  • Guru memberikan umpan balik umum terhadap praktik yang telah dilakukan dan apresiasi atas partisipasi aktif murid.
  • Guru menyampaikan gambaran singkat materi pertemuan berikutnya.
  • Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah memiliki pengalaman lab (misal dari kegiatan ekstrakurikuler) diberikan teks pengayaan tentang standar APD industri (SNI). Murid yang belum familiar diberikan kartu bergambar APD dengan penjelasan sederhana.
  • Proses: Murid cepat berperan sebagai 'instruktur kecil' yang membantu mendemonstrasikan ulang kepada teman. Murid yang membutuhkan waktu lebih diberi panduan langkah demi langkah tertulis dan bimbingan langsung dari guru saat praktik.
  • Produk: Murid cepat menyusun poster digital prosedur APD. Murid lainnya cukup mengisi lembar ceklis dan tabel identifikasi APD sesuai kemampuannya.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan/tertulis: Sebutkan APD yang kalian ketahui!
  • Pertanyaan diagnostik: Apa fungsi jas laboratorium?
  • Pertanyaan diagnostik: Kapan kita perlu memakai masker saat bekerja di laboratorium?

Proses:

  • Observasi keterlibatan murid saat mengisi tabel identifikasi APD dalam diskusi berpasangan
  • Lembar ceklis sejawat: murid saling menilai ketepatan urutan dan kelengkapan pemakaian APD saat praktik berkelompok
  • Tanya jawab lisan guru kepada murid selama demonstrasi dan praktik untuk mengecek pemahaman prosedural

Akhir:

  • Kuis tertulis individu 5 soal (3 PG + 2 uraian singkat) mencakup identifikasi jenis dan fungsi APD serta urutan prosedur pemakaian
  • Penilaian kinerja praktik memakai APD menggunakan rubrik 4 level berdasarkan ketepatan urutan, kelengkapan APD, dan kesesuaian dengan SOP

Formatif:

  • Observasi guru saat diskusi kelompok (keaktifan, ketepatan identifikasi APD)
  • Lembar ceklis sejawat saat praktik memakai APD (urutan benar/salah, kelengkapan APD)
  • Tanya jawab lisan selama demonstrasi untuk mengecek pemahaman

Sumatif:

  • Kuis tertulis 5 soal di akhir pembelajaran (3 pilihan ganda identifikasi APD dan fungsi, 2 uraian singkat prosedur pemakaian)
  • Penilaian praktik memakai APD berdasarkan rubrik (ketepatan urutan, kelengkapan, dan kerapian pemakaian)

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Identifikasi Jenis dan Fungsi APD (TP 10.6.2.1)Murid hanya mampu menyebutkan 1-2 jenis APD tanpa menjelaskan fungsinya dan belum mampu membedakan APD umum dan khusus.Murid mampu menyebutkan 3-4 jenis APD dan menjelaskan sebagian fungsinya, namun belum konsisten membedakan APD umum dan khusus.Murid mampu menyebutkan 5-6 jenis APD dengan benar, menjelaskan fungsi masing-masing, dan membedakan APD umum dan khusus dengan tepat.Murid mampu menyebutkan lebih dari 6 jenis APD, menjelaskan fungsi dan risiko yang dicegah secara lengkap, serta memberikan contoh situasi penggunaan APD umum dan khusus secara kontekstual.
Praktik Pemakaian APD (TP 10.6.2.2)Murid belum mampu memakai APD sesuai urutan SOP, banyak langkah terlewat, dan APD tidak terpasang dengan benar.Murid mampu memakai sebagian besar APD namun urutan belum tepat atau ada 1-2 APD yang pemasangannya kurang rapat/benar.Murid mampu memakai seluruh APD dengan urutan yang benar dan pemasangan rapat, hanya perlu sedikit koreksi minor.Murid mampu memakai seluruh APD dengan urutan benar, pemasangan rapat dan rapi, serta mampu menjelaskan alasan setiap langkah kepada teman dan mengoreksi kesalahan teman.
Kolaborasi dan Komunikasi dalam KelompokMurid pasif, tidak berkontribusi dalam diskusi atau praktik kelompok, dan tidak memberikan umpan balik kepada teman.Murid sesekali berkontribusi dalam diskusi dan praktik, namun umpan balik yang diberikan belum konstruktif.Murid aktif berdiskusi, bergiliran dalam praktik, dan memberikan umpan balik yang tepat kepada teman menggunakan lembar ceklis.Murid memimpin diskusi kelompok, membantu teman yang kesulitan, memberikan umpan balik konstruktif dan spesifik, serta mampu mempresentasikan hasil kerja kelompok dengan jelas.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat mengidentifikasi minimal 5 jenis APD dan fungsinya di akhir pembelajaran?
  • Apakah waktu yang dialokasikan untuk praktik memakai APD cukup bagi semua kelompok untuk bergiliran?
  • Apakah strategi diferensiasi yang diterapkan efektif membantu murid dengan kecepatan belajar berbeda?
  • Bagian mana dari pembelajaran yang perlu diperbaiki untuk pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • APD apa saja yang paling penting menurutmu saat bekerja di laboratorium dan mengapa?
  • Kesalahan apa yang kamu temukan saat mempraktikkan pemakaian APD dan bagaimana cara memperbaikinya?
  • Apa yang akan kamu lakukan berbeda saat praktik di laboratorium berikutnya untuk menjaga keselamatanmu?
  • Seberapa yakin kamu sekarang untuk memakai APD secara mandiri tanpa bantuan guru?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Guru Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian SMK/MAK Kelas X, Bab 6: Prinsip dan Teknik Kerja Laboratorium Pengujian
  2. Buku Siswa Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian SMK/MAK Kelas X
  3. Set APD laboratorium (jas lab, sarung tangan karet, sarung tangan tahan panas, masker debu, masker gas, goggles, penutup kepala, sepatu safety steel, apron, penutup telinga) atau replika/foto berukuran besar
  4. Infografis/poster jenis-jenis APD dan fungsinya
  5. Video pendek tentang prosedur pemakaian APD di laboratorium (YouTube/media sekolah)
  6. Lembar kerja murid: Tabel Identifikasi APD dan Lembar Ceklis Praktik Pemakaian APD
  7. Sticky note dan kertas plano untuk Pohon Komitmen K3

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.