Modul AjarPertemuan 2Bab 5Fase ESemester 2

Modul Ajar Prakarya Pengolahan Kelas 10: Karakteristik Komoditas Nabati dan Hewani serta Prinsip Penanganannya

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Prakarya Pengolahan kelas 10 dengan topik "Karakteristik Komoditas Nabati dan Hewani serta Prinsip Penanganannya". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Prakarya Pengolahan Kelas 10: Karakteristik Komoditas Nabati dan Hewani serta Prinsip Penanganannya

Prakarya Pengolahan - Kelas 10

Bab 5 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Prakarya Pengolahan — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Karakteristik Komoditas Nabati dan Hewani serta Prinsip Penanganannya

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPrakarya Pengolahan
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikKarakteristik Komoditas Nabati dan Hewani serta Prinsip Penanganannya
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menginformasikan karakteristik komoditas nabati (serealia, kacang-kacangan, umbi, buah-buahan, sayuran, rempah) dan hewani (daging ruminansia, unggas, susu, telur, ikan, hasil laut) berdasarkan data organoleptik, fisik, dan kimia.
  2. Murid dapat menjelaskan konsep dan prinsip penanganan hasil pertanian nabati maupun hewani sesuai prosedur K3LH secara sistematis.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa daging sapi yang dibiarkan di suhu ruang lebih cepat rusak dibandingkan beras? Apa faktor pembedanya?
  2. Bagaimana cara kalian membedakan sayuran segar dan sayuran yang sudah menurun kualitasnya hanya dengan menggunakan panca indera?
  3. Apa yang akan terjadi jika prosedur K3LH diabaikan saat menangani komoditas hewani seperti susu atau ikan segar?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, doa, dan pengecekan kehadiran.
  • Guru menampilkan gambar berbagai jenis komoditas pertanian (nabati dan hewani) serta mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangun rasa ingin tahu.
  • Guru melakukan asesmen awal (diagnostik) dengan meminta murid menuliskan 3 contoh komoditas nabati dan 3 contoh komoditas hewani beserta satu ciri masing-masing pada sticky note atau kertas kecil.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan garis besar kegiatan hari ini.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menyajikan materi tentang karakteristik umum hasil pertanian (mudah rusak, kamba, musiman, heterogen) melalui presentasi singkat dengan contoh nyata.
  • Murid membaca teks/handout tentang karakteristik komoditas nabati (serealia, kacang-kacangan, umbi, buah-buahan, sayuran, rempah) dan hewani (daging ruminansia, unggas, susu, telur, ikan, hasil laut) dari aspek organoleptik, fisik, dan kimia.
  • Murid secara berpasangan mengidentifikasi minimal 3 perbedaan karakteristik antara komoditas nabati dan hewani, lalu mencatatnya dalam tabel perbandingan.
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas untuk mengklarifikasi konsep dan memperdalam pemahaman tentang sifat organoleptik (warna, aroma, tekstur, rasa), sifat fisik (kadar air, kerapatan), dan sifat kimia (kandungan protein, lemak, karbohidrat).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi dalam kelompok kecil (4-5 orang). Setiap kelompok mendapat studi kasus tentang satu komoditas nabati dan satu komoditas hewani beserta kondisi penanganan tertentu.
  • Setiap kelompok menganalisis karakteristik komoditas dalam studi kasus dan menentukan prinsip penanganan yang tepat sesuai prosedur K3LH (misalnya: pendinginan untuk daging, pengeringan untuk serealia).
  • Kelompok menyusun diagram alur sederhana yang menunjukkan langkah penanganan komoditas tersebut secara sistematis dengan memperhatikan aspek keselamatan dan kesehatan kerja.
  • Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil kerja secara singkat, kelompok lain memberikan tanggapan atau pertanyaan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid secara individu menuliskan 3 hal penting yang dipelajari hari ini dan 1 hal yang masih ingin diperdalam (teknik 3-2-1 reflection).
  • Murid mengevaluasi kinerja kelompoknya: apa yang sudah berjalan baik dan apa yang perlu diperbaiki dalam kerja kolaboratif.
  • Guru mengajak murid merefleksikan relevansi materi dengan kehidupan sehari-hari, misalnya cara menyimpan bahan makanan di rumah agar tidak cepat rusak.
  • Murid menuliskan satu komitmen tindakan nyata terkait penanganan bahan pangan di rumah sesuai prinsip K3LH.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan materi pembelajaran tentang karakteristik komoditas dan prinsip penanganannya.
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa kuis singkat (5 soal) untuk mengecek pemahaman murid.
  • Guru memberikan umpan balik terhadap hasil kerja kelompok dan menyampaikan rencana pembelajaran pertemuan berikutnya.
  • Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memerlukan dukungan tambahan mendapat handout bergambar dengan penjelasan sederhana dan contoh konkret. Murid yang sudah mahir mendapat teks pengayaan tentang penanganan komoditas dalam skala industri.
  • Proses: Murid yang memerlukan waktu lebih diberikan panduan langkah kerja terstruktur (scaffolding) dalam mengisi tabel dan diagram alur. Murid cepat diminta menambahkan analisis faktor risiko K3LH pada diagram alur mereka.
  • Produk: Murid yang memerlukan dukungan cukup menyusun tabel perbandingan sederhana. Murid mahir diminta membuat infografis atau peta konsep yang menghubungkan karakteristik komoditas dengan prinsip penanganan yang sesuai.

ASESMEN

Awal:

  • Murid menuliskan 3 contoh komoditas nabati dan 3 contoh komoditas hewani beserta satu ciri khas masing-masing pada kertas kecil (diagnostik pengetahuan awal).
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan: Apa yang kalian ketahui tentang cara menjaga kesegaran bahan makanan di rumah?

Proses:

  • Guru mengamati dan mencatat keaktifan murid dalam diskusi berpasangan saat mengidentifikasi perbedaan karakteristik komoditas.
  • Guru memeriksa ketepatan isi tabel perbandingan yang disusun murid (aspek organoleptik, fisik, kimia).
  • Guru menilai kualitas diagram alur penanganan komoditas yang dibuat kelompok: kelengkapan langkah, ketepatan prinsip K3LH, dan sistematika penyajian.
  • Guru memberikan umpan balik lisan selama presentasi kelompok.

Akhir:

  • Kuis tertulis individu berisi 5 soal: 3 soal pilihan ganda tentang karakteristik komoditas (organoleptik, fisik, kimia) dan 2 soal uraian singkat tentang prinsip penanganan hasil pertanian sesuai prosedur K3LH.
  • Penilaian produk kelompok (diagram alur) menggunakan rubrik.

Formatif:

  • Observasi keterlibatan murid dalam diskusi berpasangan dan kerja kelompok.
  • Penilaian tabel perbandingan karakteristik komoditas nabati dan hewani.
  • Penilaian diagram alur penanganan komoditas sesuai prosedur K3LH.

Sumatif:

  • Kuis tertulis 5 soal (3 soal pilihan ganda dan 2 soal uraian singkat) tentang karakteristik komoditas dan prinsip penanganannya.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Identifikasi Karakteristik Komoditas (TP 10.5.2.1)Murid belum mampu menyebutkan karakteristik komoditas nabati maupun hewani, atau informasi yang diberikan tidak relevan.Murid mampu menyebutkan sebagian karakteristik komoditas nabati atau hewani dari satu aspek saja (organoleptik/fisik/kimia) dengan bantuan guru.Murid mampu menginformasikan karakteristik komoditas nabati dan hewani dari dua aspek (organoleptik, fisik, atau kimia) secara mandiri dengan beberapa detail yang tepat.Murid mampu menginformasikan karakteristik komoditas nabati dan hewani secara lengkap dari aspek organoleptik, fisik, dan kimia dengan contoh spesifik dan penjelasan yang akurat.
Penjelasan Prinsip Penanganan sesuai K3LH (TP 10.5.2.2)Murid belum mampu menjelaskan konsep dan prinsip penanganan hasil pertanian, atau penjelasan tidak berhubungan dengan prosedur K3LH.Murid mampu menyebutkan beberapa langkah penanganan hasil pertanian tetapi belum sistematis dan belum mengaitkan dengan prosedur K3LH.Murid mampu menjelaskan konsep dan prinsip penanganan hasil pertanian nabati atau hewani secara sistematis dengan menyebutkan aspek K3LH yang relevan.Murid mampu menjelaskan konsep dan prinsip penanganan hasil pertanian nabati maupun hewani secara sistematis, rinci, dan mengintegrasikan prosedur K3LH dengan tepat serta memberikan contoh penerapan nyata.
Kolaborasi dan Komunikasi dalam Kerja KelompokMurid tidak berpartisipasi dalam kerja kelompok dan tidak menyampaikan ide atau pendapat.Murid berpartisipasi minimal dalam kerja kelompok, menyampaikan ide secara terbatas, dan kurang mendengarkan pendapat anggota lain.Murid berpartisipasi aktif dalam kerja kelompok, menyampaikan ide dengan jelas, dan menghargai pendapat anggota lain.Murid berperan sebagai penggerak diskusi, menyampaikan ide secara jelas dan terstruktur, membantu anggota lain memahami materi, dan menghasilkan produk kelompok berkualitas tinggi.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid berhasil mencapai tujuan pembelajaran tentang karakteristik komoditas dan prinsip penanganannya?
  • Langkah pembelajaran mana yang paling efektif membantu murid memahami perbedaan komoditas nabati dan hewani?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah cukup mengakomodasi kebutuhan murid yang beragam?
  • Apa yang perlu diperbaiki untuk pertemuan selanjutnya tentang prosedur standar penanganan hasil pertanian?

Refleksi Murid:

  • Apa 3 hal terpenting yang saya pelajari hari ini tentang karakteristik komoditas pertanian?
  • Bagian mana dari materi hari ini yang masih membingungkan dan perlu saya pelajari lebih lanjut?
  • Bagaimana saya bisa menerapkan pengetahuan tentang prinsip penanganan bahan pangan dalam kehidupan sehari-hari di rumah?
  • Apa yang sudah saya lakukan dengan baik dalam kerja kelompok dan apa yang perlu saya tingkatkan?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa: Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian SMK/MAK Kelas X Semester 2 (Wagiyono dan Mohamad Fadholi, Kemendikbudristek 2022)
  2. Buku Guru: Prakarya Pengolahan Bab 5 – Menangani Komoditas Pertanian Sesuai Prosedur K3LH
  3. Handout tabel karakteristik komoditas nabati dan hewani (disiapkan guru)
  4. Gambar/foto berbagai jenis komoditas pertanian dan peternakan
  5. Lembar kerja kelompok: studi kasus dan template diagram alur penanganan komoditas
  6. Alat peraga (jika tersedia): contoh komoditas nabati dan hewani untuk pengamatan langsung

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.