MODUL AJAR Prakarya Pengolahan — Kelas 10 (Fase E) Topik: Presentasi dan Diskusi Rancangan Agripreneur Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Prakarya Pengolahan |
|---|
| Fase / Kelas | Fase E / Kelas 10 |
|---|
| Topik | Presentasi dan Diskusi Rancangan Agripreneur Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x45 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat mempresentasikan dokumen rancangan diri sebagai agripreneur atau profesional di bidang agriteknologi pengolahan hasil pertanian di hadapan kelompok lain secara komunikatif dan percaya diri.
- Murid dapat mengevaluasi dan memberikan umpan balik terhadap rancangan agripreneur milik kelompok lain berdasarkan kriteria kelayakan usaha, kesesuaian karakter agripreneur, dan potensi peluang di industri agriteknologi pengolahan hasil pertanian.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Apa yang membuat sebuah rancangan usaha atau karir (agripreneur) terdengar meyakinkan saat dipresentasikan di depan orang lain?
- Mengapa kita perlu mendengarkan dan mengevaluasi masukan atau umpan balik dari orang lain terhadap rencana masa depan kita?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka kegiatan dengan salam, doa bersama, dan memeriksa kehadiran murid.
- Guru menanyakan kabar dan kesiapan emosional murid sebelum memulai presentasi.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang berfokus pada presentasi rancangan agripreneur dan pemberian umpan balik antar kelompok.
- Guru memberikan asesmen awal secara lisan untuk mengecek kesiapan dokumen presentasi dan pemahaman kriteria evaluasi.
- Guru mengaitkan materi dengan pentingnya memiliki karakter komunikatif dan percaya diri di dunia kerja agriteknologi.
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid dalam kelompok meninjau kembali dokumen rancangan agripreneur atau profesional yang telah mereka buat (misal: pebisnis makanan ringan lokal, olahan ikan, analis lab, dll).
- Guru memaparkan kembali kriteria evaluasi yang akan digunakan oleh audiens: kelayakan usaha, kesesuaian karakter agripreneur, dan potensi peluang industri.
- Murid memahami tata cara presentasi yang baik, termasuk menjaga kontak mata, berbicara dengan simpatik, dan merespons pertanyaan dengan sopan.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Setiap kelompok secara bergiliran mempresentasikan dokumen rancangan diri mereka di depan kelas dengan menggunakan media yang telah disiapkan.
- Kelompok lain (audiens) menyimak dengan saksama dan mencatat poin-poin penting berdasarkan kriteria evaluasi.
- Setelah presentasi, kelompok audiens memberikan umpan balik yang konstruktif dan mengevaluasi rancangan kelompok penyaji terkait kelayakan, karakter, dan peluang.
- Kelompok penyaji menanggapi umpan balik dengan argumen yang logis tanpa membantah sebelum memberikan alasan yang jelas.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencatat semua umpan balik yang diterima dari kelompok lain dan guru.
- Kelompok mendiskusikan bagaimana umpan balik tersebut dapat digunakan untuk merevisi dan menyempurnakan rancangan agripreneur mereka.
- Murid mengisi lembar refleksi (menggunakan emoji untuk suasana hati dan angket singkat untuk pemahaman konten) mengenai pengalaman presentasi dan diskusi hari ini.
Penutup:- Guru mengajak murid menyimpulkan hasil diskusi dan presentasi secara keseluruhan.
- Guru memberikan apresiasi atas keberanian, rasa percaya diri, dan kualitas umpan balik yang diberikan oleh seluruh murid.
- Guru mengumpulkan rubrik asesmen antar kelompok (peer assessment) sebagai bagian dari penilaian formatif/sumatif.
- Guru menyampaikan rencana tindak lanjut untuk perbaikan dokumen rancangan.
- Kegiatan ditutup dengan doa dan salam.
Diferensiasi:- Konten: Murid diperbolehkan mempresentasikan berbagai tema rancangan sesuai minat (misal: pebisnis makanan ringan, operator profesional, pegiat lingkungan industri, atau analis laboratorium).
- Proses: Guru memberikan pendampingan lebih intensif (scaffolding) pada kelompok yang masih kesulitan menyusun argumen, sementara kelompok yang sudah mahir didorong untuk memimpin sesi tanya jawab secara mandiri.
- Produk: Bentuk media presentasi dibebaskan sesuai kenyamanan kelompok (slide presentasi digital, poster infografis, atau catatan naratif verbal).
ASESMENAwal:- Pertanyaan lisan: 'Apakah kelompok kalian sudah siap dengan dokumen rancangan? Apa poin paling unggul dari rancangan yang akan kalian presentasikan hari ini?'
- Ceklis kesiapan media presentasi dan pembagian peran dalam kelompok.
Proses:- Lembar observasi presentasi: menilai kontak mata, intonasi, dan kesopanan saat menanggapi pertanyaan.
- Rubrik evaluasi diskusi: menilai ketajaman analisis audiens terhadap kelayakan usaha dan kesesuaian karakter penyaji.
Akhir:- Penilaian dokumen hasil revisi rancangan agripreneur yang mencakup integrasi umpan balik dari kelompok lain.
- Jurnal refleksi individu mengenai proses presentasi dan penerimaan kritik.
Formatif:- Observasi guru terhadap kelancaran, kepercayaan diri, dan cara komunikasi saat presentasi.
- Penilaian antar teman (peer assessment) terhadap kualitas umpan balik yang diberikan selama sesi diskusi.
Sumatif:- Penilaian akhir terhadap dokumen rancangan agripreneur yang telah direvisi berdasarkan umpan balik hasil diskusi.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keterampilan Presentasi (Komunikatif dan Percaya Diri) | Membaca teks sepenuhnya, suara tidak terdengar jelas, tidak ada kontak mata, dan pasif saat ditanya. | Sesekali melihat audiens, suara cukup terdengar, namun masih terlihat ragu-ragu saat menjawab pertanyaan. | Menyampaikan materi dengan jelas, bahasa tubuh baik, kontak mata terjaga, dan mampu menjawab pertanyaan dengan cukup percaya diri. | Sangat komunikatif, antusias, mampu menarik perhatian audiens, dan menjawab pertanyaan dengan argumen yang sangat meyakinkan serta sopan. | | Kualitas Evaluasi dan Umpan Balik | Tidak memberikan umpan balik atau umpan balik tidak relevan dengan topik rancangan. | Memberikan umpan balik yang bersifat umum, belum menyentuh kriteria kelayakan usaha atau peluang industri. | Memberikan umpan balik yang spesifik mencakup minimal dua kriteria (kelayakan usaha, karakter, atau peluang) dengan bahasa yang baik. | Memberikan evaluasi yang sangat kritis, analitis, dan konstruktif mencakup seluruh kriteria secara komprehensif dan memberikan solusi perbaikan. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah alokasi waktu untuk presentasi dan diskusi setiap kelompok sudah proporsional?
- Sejauh mana murid mampu memberikan umpan balik yang kritis dan tidak sekadar bertanya hal-hal superfisial?
- Apakah suasana diskusi berjalan dengan aman, saling menghargai, dan menggembirakan?
Refleksi Murid:- Bagaimana perasaanmu saat mempresentasikan rancanganmu di depan teman-teman? (Pilih emoji yang sesuai)
- Apa masukan paling berharga yang kamu dapatkan dari kelompok lain hari ini?
- Bagian mana dari rancanganmu yang menurutmu perlu segera diperbaiki setelah mendengar evaluasi tadi?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian SMK/MAK Kelas X
- Buku Siswa Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian SMK/MAK Kelas X
- Dokumen SKKNI yang relevan (misal: SKKNI No. 28 Tahun 2019, SKKNI No. 234 Tahun 2020 tentang soft skill)
- Perangkat presentasi (Proyektor, Laptop, Papan Tulis)
- Lembar Kerja/Rubrik Penilaian Antar Kelompok
|