MODUL AJAR Prakarya Pengolahan — Kelas 10 (Fase E) Topik: Penyusunan Desain Produk dan Strategi Agripreneur di Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Prakarya Pengolahan |
|---|
| Fase / Kelas | Fase E / Kelas 10 |
|---|
| Topik | Penyusunan Desain Produk dan Strategi Agripreneur di Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x45 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat merancang desain pengembangan produk olahan hasil pertanian yang akan dijadikan dasar usaha agripreneur, memuat informasi narasi, spesifikasi teknis (numerik), dan sketsa/gambaran produk serta kemasan secara sistematis.
- Murid dapat merancang strategi pemasaran dan pengelolaan produksi (kualitas, kuantitas, dan kontinuitas) yang sesuai dengan prinsip agripreneur pada skala usaha yang dipilih.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Jika kalian ingin memulai usaha olahan hasil pertanian, informasi apa saja yang harus ada pada desain produk dan kemasannya agar menarik pembeli?
- Bagaimana cara seorang agripreneur memastikan produknya selalu berkualitas baik dan tersedia terus-menerus di pasaran?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, doa, dan memeriksa kehadiran murid.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang berfokus pada perancangan desain produk dan strategi agripreneur.
- Guru memberikan asesmen awal secara lisan untuk mengetahui pemahaman murid tentang karakteristik agripreneur dan komponen desain produk.
- Guru mengaitkan materi dengan kehidupan nyata (contoh produk olahan pertanian yang sukses di pasaran) untuk memotivasi murid.
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati contoh dokumen desain produk olahan pertanian yang memuat narasi (nama, fungsi, deskripsi), spesifikasi teknis numerik (dimensi, waktu proses, ukuran), dan sketsa grafis kemasan.
- Guru memandu diskusi interaktif mengenai pentingnya prinsip kualitas, kuantitas, dan kontinuitas dalam pengelolaan produksi bagi seorang agripreneur.
- Murid secara mandiri mengidentifikasi komponen-komponen penting yang harus ada dalam rancangan usaha agriteknologi.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid memilih satu jenis produk olahan hasil pertanian yang akan dikembangkan sebagai dasar usaha.
- Murid merancang dokumen desain produk yang berisi narasi lengkap, spesifikasi teknis (angka/hitungan), dan menggambar sketsa produk serta kemasannya secara kreatif.
- Murid menyusun strategi pemasaran dan pengelolaan produksi, merumuskan cara menjaga kualitas, memenuhi target kuantitas, dan memastikan kontinuitas bahan baku serta produksi.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid melakukan pameran kecil (gallery walk) atau presentasi singkat untuk menampilkan rancangan desain dan strategi usahanya.
- Murid saling memberikan umpan balik (penilaian sejawat) terhadap kelogisan spesifikasi teknis dan kelayakan strategi produksi temannya.
- Murid mengevaluasi rancangannya sendiri berdasarkan umpan balik yang diterima dan mencatat perbaikan yang diperlukan untuk pengembangan usaha ke depan.
Penutup:- Guru dan murid bersama-sama menyimpulkan komponen utama dalam desain produk dan strategi agripreneur.
- Guru mengumpulkan dokumen rancangan murid sebagai asesmen sumatif.
- Guru memandu refleksi pembelajaran hari ini dengan menanyakan perasaan dan kendala yang dialami murid.
- Guru menyampaikan rencana tindak lanjut untuk pertemuan berikutnya dan menutup dengan doa serta salam.
Diferensiasi:- Konten: Murid dapat memilih jenis produk olahan hasil pertanian (nabati, hewani, atau ikan) sesuai minat mereka.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan template desain produk yang lebih terstruktur, sedangkan yang mahir dibebaskan membuat format dokumen desain sendiri.
- Produk: Rancangan desain dapat disajikan dalam bentuk gambar manual (sketsa tangan), dokumen digital, atau infografis.
ASESMENAwal:- Sebutkan apa saja yang menurutmu membedakan kemasan produk yang dirancang secara profesional dengan yang asal-asalan?
- Menurut kalian, apa risiko jika seorang pengusaha tidak bisa menjaga kontinuitas produknya di pasaran?
Proses:- Guru berkeliling mengobservasi kelengkapan komponen desain (narasi, numerik, sketsa) yang sedang dikerjakan murid.
- Guru memberikan pertanyaan pemantik lanjutan secara individual: 'Bagaimana caramu memastikan ukuran kemasan ini sesuai dengan volume produk?'
Akhir:- Penilaian terhadap hasil karya berupa Dokumen Desain Produk (memuat narasi, spesifikasi teknis, sketsa) dan Dokumen Strategi Pengelolaan Produksi & Pemasaran.
Formatif:- Tanya jawab lisan (asesmen awal)
- Observasi aktivitas saat merancang desain
- Penilaian sejawat (peer assessment) saat gallery walk
Sumatif:- Penilaian dokumen rancangan desain produk dan strategi agripreneur menggunakan rubrik
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Desain Produk (Narasi dan Sketsa) | Belum mampu membuat narasi deskripsi produk dan sketsa kemasan belum jelas. | Mampu membuat narasi sederhana, namun sketsa kemasan kurang detail dan kurang sesuai dengan produk. | Mampu membuat narasi yang jelas (nama, fungsi, deskripsi) dan sketsa kemasan yang representatif secara sistematis. | Mampu membuat narasi yang sangat komprehensif, menarik, dan sketsa kemasan sangat detail, kreatif, serta inovatif. | | Spesifikasi Teknis (Numerik) | Tidak mencantumkan informasi berupa angka atau hitungan spesifikasi teknis. | Mencantumkan sedikit informasi numerik (misal hanya berat), namun belum mencakup dimensi atau waktu proses. | Mencantumkan informasi numerik yang cukup lengkap meliputi dimensi/ukuran, kondisi proses, dan waktu proses. | Mencantumkan informasi numerik yang sangat detail, akurat, logis, dan memperhitungkan efisiensi produksi. | | Strategi Pemasaran dan Produksi (Kualitas, Kuantitas, Kontinuitas) | Belum mampu merumuskan strategi pemasaran dan pengelolaan produksi. | Merumuskan strategi pemasaran atau produksi, namun belum mencakup prinsip kualitas, kuantitas, dan kontinuitas. | Mampu merancang strategi pemasaran dan produksi yang mencakup upaya menjaga kualitas, target kuantitas, dan kontinuitas usaha. | Mampu merancang strategi yang sangat realistis, terukur, inovatif, dan sangat relevan dengan prinsip agripreneur skala usaha yang dipilih. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah alokasi waktu cukup bagi murid untuk menyelesaikan rancangan desain dan strategi mereka?
- Apakah murid benar-benar memahami perbedaan antara narasi deskriptif dan spesifikasi teknis (numerik)?
- Bagaimana efektivitas kegiatan gallery walk dalam memunculkan umpan balik sejawat yang bermakna?
Refleksi Murid:- Bagian mana dari proses merancang desain produk ini yang paling menantang bagi saya?
- Apakah saya sudah merasa yakin dengan strategi menjaga kualitas dan kontinuitas produk yang saya buat? Mengapa?
- Apa ide baru yang saya dapatkan setelah melihat rancangan milik teman saya?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian untuk SMK/MAK Kelas X (Kemdikbudristek, 2022)
- Buku Siswa Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian SMK/MAK Kelas X Semester 1 & 2
- Contoh kemasan produk olahan hasil pertanian nyata di pasaran
- Alat tulis, kertas gambar, dan pewarna untuk pembuatan sketsa
|