Modul AjarPertemuan 4Bab 3Fase ESemester 1

Modul Ajar Prakarya Pengolahan Kelas 10: Penyusunan Desain Produk dan Strategi Agripreneur di Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Prakarya Pengolahan kelas 10 dengan topik "Penyusunan Desain Produk dan Strategi Agripreneur di Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Prakarya Pengolahan Kelas 10: Penyusunan Desain Produk dan Strategi Agripreneur di Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian

Prakarya Pengolahan - Kelas 10

Bab 3 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Prakarya Pengolahan — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Penyusunan Desain Produk dan Strategi Agripreneur di Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPrakarya Pengolahan
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikPenyusunan Desain Produk dan Strategi Agripreneur di Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat merancang desain pengembangan produk olahan hasil pertanian yang akan dijadikan dasar usaha agripreneur, memuat informasi narasi, spesifikasi teknis (numerik), dan sketsa/gambaran produk serta kemasan secara sistematis.
  2. Murid dapat merancang strategi pemasaran dan pengelolaan produksi (kualitas, kuantitas, dan kontinuitas) yang sesuai dengan prinsip agripreneur pada skala usaha yang dipilih.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Jika kalian ingin memulai usaha olahan hasil pertanian, informasi apa saja yang harus ada pada desain produk dan kemasannya agar menarik pembeli?
  2. Bagaimana cara seorang agripreneur memastikan produknya selalu berkualitas baik dan tersedia terus-menerus di pasaran?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, doa, dan memeriksa kehadiran murid.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang berfokus pada perancangan desain produk dan strategi agripreneur.
  • Guru memberikan asesmen awal secara lisan untuk mengetahui pemahaman murid tentang karakteristik agripreneur dan komponen desain produk.
  • Guru mengaitkan materi dengan kehidupan nyata (contoh produk olahan pertanian yang sukses di pasaran) untuk memotivasi murid.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati contoh dokumen desain produk olahan pertanian yang memuat narasi (nama, fungsi, deskripsi), spesifikasi teknis numerik (dimensi, waktu proses, ukuran), dan sketsa grafis kemasan.
  • Guru memandu diskusi interaktif mengenai pentingnya prinsip kualitas, kuantitas, dan kontinuitas dalam pengelolaan produksi bagi seorang agripreneur.
  • Murid secara mandiri mengidentifikasi komponen-komponen penting yang harus ada dalam rancangan usaha agriteknologi.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid memilih satu jenis produk olahan hasil pertanian yang akan dikembangkan sebagai dasar usaha.
  • Murid merancang dokumen desain produk yang berisi narasi lengkap, spesifikasi teknis (angka/hitungan), dan menggambar sketsa produk serta kemasannya secara kreatif.
  • Murid menyusun strategi pemasaran dan pengelolaan produksi, merumuskan cara menjaga kualitas, memenuhi target kuantitas, dan memastikan kontinuitas bahan baku serta produksi.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid melakukan pameran kecil (gallery walk) atau presentasi singkat untuk menampilkan rancangan desain dan strategi usahanya.
  • Murid saling memberikan umpan balik (penilaian sejawat) terhadap kelogisan spesifikasi teknis dan kelayakan strategi produksi temannya.
  • Murid mengevaluasi rancangannya sendiri berdasarkan umpan balik yang diterima dan mencatat perbaikan yang diperlukan untuk pengembangan usaha ke depan.

Penutup:

  • Guru dan murid bersama-sama menyimpulkan komponen utama dalam desain produk dan strategi agripreneur.
  • Guru mengumpulkan dokumen rancangan murid sebagai asesmen sumatif.
  • Guru memandu refleksi pembelajaran hari ini dengan menanyakan perasaan dan kendala yang dialami murid.
  • Guru menyampaikan rencana tindak lanjut untuk pertemuan berikutnya dan menutup dengan doa serta salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid dapat memilih jenis produk olahan hasil pertanian (nabati, hewani, atau ikan) sesuai minat mereka.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan template desain produk yang lebih terstruktur, sedangkan yang mahir dibebaskan membuat format dokumen desain sendiri.
  • Produk: Rancangan desain dapat disajikan dalam bentuk gambar manual (sketsa tangan), dokumen digital, atau infografis.

ASESMEN

Awal:

  • Sebutkan apa saja yang menurutmu membedakan kemasan produk yang dirancang secara profesional dengan yang asal-asalan?
  • Menurut kalian, apa risiko jika seorang pengusaha tidak bisa menjaga kontinuitas produknya di pasaran?

Proses:

  • Guru berkeliling mengobservasi kelengkapan komponen desain (narasi, numerik, sketsa) yang sedang dikerjakan murid.
  • Guru memberikan pertanyaan pemantik lanjutan secara individual: 'Bagaimana caramu memastikan ukuran kemasan ini sesuai dengan volume produk?'

Akhir:

  • Penilaian terhadap hasil karya berupa Dokumen Desain Produk (memuat narasi, spesifikasi teknis, sketsa) dan Dokumen Strategi Pengelolaan Produksi & Pemasaran.

Formatif:

  • Tanya jawab lisan (asesmen awal)
  • Observasi aktivitas saat merancang desain
  • Penilaian sejawat (peer assessment) saat gallery walk

Sumatif:

  • Penilaian dokumen rancangan desain produk dan strategi agripreneur menggunakan rubrik

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Desain Produk (Narasi dan Sketsa)Belum mampu membuat narasi deskripsi produk dan sketsa kemasan belum jelas.Mampu membuat narasi sederhana, namun sketsa kemasan kurang detail dan kurang sesuai dengan produk.Mampu membuat narasi yang jelas (nama, fungsi, deskripsi) dan sketsa kemasan yang representatif secara sistematis.Mampu membuat narasi yang sangat komprehensif, menarik, dan sketsa kemasan sangat detail, kreatif, serta inovatif.
Spesifikasi Teknis (Numerik)Tidak mencantumkan informasi berupa angka atau hitungan spesifikasi teknis.Mencantumkan sedikit informasi numerik (misal hanya berat), namun belum mencakup dimensi atau waktu proses.Mencantumkan informasi numerik yang cukup lengkap meliputi dimensi/ukuran, kondisi proses, dan waktu proses.Mencantumkan informasi numerik yang sangat detail, akurat, logis, dan memperhitungkan efisiensi produksi.
Strategi Pemasaran dan Produksi (Kualitas, Kuantitas, Kontinuitas)Belum mampu merumuskan strategi pemasaran dan pengelolaan produksi.Merumuskan strategi pemasaran atau produksi, namun belum mencakup prinsip kualitas, kuantitas, dan kontinuitas.Mampu merancang strategi pemasaran dan produksi yang mencakup upaya menjaga kualitas, target kuantitas, dan kontinuitas usaha.Mampu merancang strategi yang sangat realistis, terukur, inovatif, dan sangat relevan dengan prinsip agripreneur skala usaha yang dipilih.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah alokasi waktu cukup bagi murid untuk menyelesaikan rancangan desain dan strategi mereka?
  • Apakah murid benar-benar memahami perbedaan antara narasi deskriptif dan spesifikasi teknis (numerik)?
  • Bagaimana efektivitas kegiatan gallery walk dalam memunculkan umpan balik sejawat yang bermakna?

Refleksi Murid:

  • Bagian mana dari proses merancang desain produk ini yang paling menantang bagi saya?
  • Apakah saya sudah merasa yakin dengan strategi menjaga kualitas dan kontinuitas produk yang saya buat? Mengapa?
  • Apa ide baru yang saya dapatkan setelah melihat rancangan milik teman saya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian untuk SMK/MAK Kelas X (Kemdikbudristek, 2022)
  2. Buku Siswa Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian SMK/MAK Kelas X Semester 1 & 2
  3. Contoh kemasan produk olahan hasil pertanian nyata di pasaran
  4. Alat tulis, kertas gambar, dan pewarna untuk pembuatan sketsa

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.