Modul AjarPertemuan 3Bab 3Fase ESemester 1

Modul Ajar Prakarya Pengolahan Kelas 10: Perencanaan Diri sebagai Calon Agripreneur atau Profesional Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Prakarya Pengolahan kelas 10 dengan topik "Perencanaan Diri sebagai Calon Agripreneur atau Profesional Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Prakarya Pengolahan Kelas 10: Perencanaan Diri sebagai Calon Agripreneur atau Profesional Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian

Prakarya Pengolahan - Kelas 10

Bab 3 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Prakarya Pengolahan — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Perencanaan Diri sebagai Calon Agripreneur atau Profesional Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPrakarya Pengolahan
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikPerencanaan Diri sebagai Calon Agripreneur atau Profesional Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat merancang proyeksi diri secara sistematis sebagai calon agripreneur atau tenaga profesional di bidang agriteknologi pengolahan hasil pertanian, mencakup identifikasi karakter yang dimiliki, karakter yang perlu dikembangkan, dan langkah tindak lanjutnya.
  2. Murid dapat merancang dokumen tertulis rencana usaha sederhana atau rencana karier di bidang agriteknologi pengolahan hasil pertanian secara kreatif, memuat jenis usaha atau profesi yang dipilih beserta alasan dan target capaiannya.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Karakter apa saja yang menurutmu harus dimiliki seorang agripreneur sukses, dan mana yang sudah kamu miliki?
  2. Jika kamu memiliki modal dan kesempatan sekarang, usaha pengolahan hasil pertanian apa yang ingin kamu jalankan dan mengapa?
  3. Apa perbedaan antara menjadi pengusaha dan menjadi profesional di bidang agriteknologi pengolahan hasil pertanian, dan mana yang lebih cocok untukmu?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam dan mengecek kehadiran murid.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: merancang proyeksi diri dan menyusun dokumen rencana usaha/karier.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid menuliskan 3 karakter agripreneur yang mereka ketahui dan menilai apakah karakter tersebut sudah mereka miliki (skala 1-5).
  • Guru menampilkan pertanyaan pemantik dan mempersilakan 2-3 murid menyampaikan pendapatnya secara singkat.
  • Guru menjelaskan alur kegiatan: memahami karakter agripreneur → merancang proyeksi diri dan dokumen rencana → refleksi.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menyajikan infografis atau tabel berisi karakteristik agripreneur (percaya diri, berani mengambil risiko, inovatif, kreatif, memiliki jiwa pemimpin) dan daftar profesi profesional di agriteknologi pengolahan hasil pertanian.
  • Murid membaca dan mencermati daftar pilihan jenis usaha (pengepul sayuran, pengolah asinan, pengolah manisan, pengolah saus/bumbu, pengolah tepung/tablet bumbu, pengolah susu, pengolah ikan asin, pengolah abon/bakso/nuget ikan laut, ikan tawar, daging ayam) dan daftar profesi (teknisi gudang, quality control, operator mesin, dll.).
  • Murid secara individu mengisi lembar kerja 'Peta Karakter Diri' yang memuat kolom: karakter agripreneur, sudah dimiliki (ya/belum), bukti/contoh perilaku, dan langkah pengembangan jika belum dimiliki.
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas singkat (5 menit) untuk mengklarifikasi pemahaman murid tentang masing-masing karakter dan relevansinya dengan dunia usaha pengolahan hasil pertanian.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru menjelaskan format dokumen rencana usaha sederhana atau rencana karier yang harus dibuat murid, mencakup: (1) Jenis usaha/profesi yang dipilih, (2) Alasan pemilihan, (3) Karakter yang mendukung, (4) Karakter yang perlu dikembangkan beserta langkah pengembangannya, (5) Target capaian jangka pendek dan jangka panjang.
  • Murid memilih salah satu jalur: menjadi agripreneur (memilih dari 10 pilihan usaha) ATAU menjadi profesional (memilih dari daftar profesi).
  • Murid menyusun dokumen tertulis rencana usaha sederhana atau rencana karier secara individu selama 25 menit, menggunakan template yang disediakan guru.
  • Guru berkeliling memantau proses kerja murid, memberikan umpan balik formatif secara langsung kepada murid yang memerlukan bantuan.
  • Dua hingga tiga murid mempresentasikan hasil dokumennya secara singkat (masing-masing 2 menit) di depan kelas untuk mendapat masukan dari teman dan guru.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menulis refleksi singkat (3-5 kalimat) menjawab: Apa yang saya pelajari tentang diri saya hari ini? Karakter apa yang paling ingin saya kembangkan dan bagaimana caranya?
  • Murid melakukan penilaian diri (self-assessment) menggunakan checklist: apakah dokumen sudah memuat semua komponen yang diminta.
  • Guru memfasilitasi sharing refleksi dari 2-3 murid secara sukarela untuk menginspirasi teman lain.
  • Guru memberikan penguatan bahwa perencanaan diri adalah proses berkelanjutan dan mendorong murid untuk terus mengembangkan karakter agripreneur dalam kehidupan sehari-hari.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: pentingnya mengenali karakter diri dan merancang langkah konkret menuju cita-cita di bidang agriteknologi pengolahan hasil pertanian.
  • Guru menyampaikan bahwa dokumen rencana usaha/karier akan dinilai sebagai asesmen sumatif pertemuan ini.
  • Guru memberikan apresiasi terhadap partisipasi murid dan menutup pelajaran dengan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memerlukan dukungan lebih diberikan contoh dokumen rencana usaha/karier yang sudah jadi sebagai acuan, serta daftar karakter agripreneur dengan penjelasan sederhana dan contoh konkret. Murid cepat diberikan tantangan tambahan berupa analisis SWOT singkat terhadap pilihan usaha/profesinya.
  • Proses: Murid yang memerlukan waktu lebih mendapat pendampingan langsung dari guru dan boleh menyelesaikan dengan poin-poin singkat terlebih dahulu. Murid cepat boleh langsung menulis dalam bentuk narasi lengkap dan menambahkan visualisasi target capaian.
  • Produk: Murid yang memerlukan dukungan menghasilkan dokumen dalam format poin-poin terstruktur. Murid cepat menghasilkan dokumen naratif lengkap dilengkapi timeline target capaian dan strategi pengembangan karakter.

ASESMEN

Awal:

  • Murid menuliskan 3 karakter agripreneur yang diketahui dan menilai diri sendiri apakah sudah memiliki karakter tersebut (skala 1-5) pada selembar kertas kecil yang dikumpulkan ke guru.

Proses:

  • Guru mengobservasi keaktifan dan kedalaman analisis murid saat mengisi lembar kerja Peta Karakter Diri.
  • Guru memberikan umpan balik tertulis singkat (sticky note atau catatan di lembar kerja) saat memantau penyusunan dokumen rencana usaha/karier.
  • Murid melakukan self-assessment menggunakan checklist: (1) Jenis usaha/profesi tercantum, (2) Alasan pemilihan jelas, (3) Karakter yang dimiliki teridentifikasi, (4) Karakter yang perlu dikembangkan teridentifikasi, (5) Langkah tindak lanjut ditulis, (6) Target capaian dicantumkan.

Akhir:

  • Dokumen tertulis rencana usaha sederhana atau rencana karier dinilai menggunakan rubrik dengan 4 aspek: kelengkapan komponen, kedalaman analisis karakter diri, kreativitas dan orisinalitas rencana, serta kejelasan target capaian.

Formatif:

  • Observasi keterlibatan murid saat mengisi lembar kerja Peta Karakter Diri.
  • Umpan balik lisan guru saat berkeliling memantau penyusunan dokumen rencana.
  • Penilaian diri (self-assessment) menggunakan checklist komponen dokumen.

Sumatif:

  • Penilaian dokumen tertulis rencana usaha sederhana atau rencana karier berdasarkan rubrik 4 level.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan Komponen DokumenDokumen memuat kurang dari 3 komponen (jenis usaha/profesi, alasan, karakter dimiliki, karakter dikembangkan, langkah tindak lanjut, target capaian).Dokumen memuat 3-4 komponen namun beberapa belum dijabarkan dengan jelas.Dokumen memuat 5-6 komponen dan sebagian besar dijabarkan dengan jelas.Dokumen memuat seluruh 6 komponen secara lengkap dan dijabarkan dengan jelas serta sistematis.
Kedalaman Analisis Karakter DiriTidak dapat mengidentifikasi karakter yang dimiliki maupun yang perlu dikembangkan, atau hanya menyebutkan tanpa penjelasan.Menyebutkan karakter yang dimiliki dan perlu dikembangkan namun tanpa bukti perilaku atau langkah pengembangan yang konkret.Mengidentifikasi karakter yang dimiliki dengan bukti perilaku dan menyebutkan karakter yang perlu dikembangkan beserta langkah pengembangan yang cukup jelas.Mengidentifikasi karakter secara rinci dengan bukti perilaku nyata, menjelaskan karakter yang perlu dikembangkan beserta langkah pengembangan yang konkret, terukur, dan realistis.
Kreativitas dan Orisinalitas RencanaRencana usaha/karier tidak menunjukkan pemikiran orisinal, hanya menyalin contoh tanpa modifikasi.Rencana usaha/karier menunjukkan sedikit ide orisinal namun sebagian besar masih bersifat umum.Rencana usaha/karier menunjukkan ide orisinal dengan alasan pemilihan yang logis dan personal.Rencana usaha/karier sangat orisinal, menunjukkan pemikiran kreatif dalam pemilihan jenis usaha/profesi, alasan yang kuat dan personal, serta strategi yang inovatif.
Kejelasan Target CapaianTidak mencantumkan target capaian atau target sangat tidak jelas.Mencantumkan target capaian namun masih sangat umum dan tidak terukur.Mencantumkan target capaian jangka pendek dan/atau jangka panjang yang cukup spesifik.Mencantumkan target capaian jangka pendek dan jangka panjang yang spesifik, terukur, realistis, dan disertai indikator keberhasilan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid mampu mengidentifikasi karakter diri mereka dan mengaitkannya dengan dunia agripreneur/profesional agriteknologi?
  • Apakah alokasi waktu 25 menit cukup bagi murid untuk menyusun dokumen rencana? Perlu penyesuaian apa untuk pertemuan berikutnya?
  • Strategi diferensiasi mana yang paling efektif membantu murid yang memerlukan dukungan lebih?
  • Apakah pertanyaan pemantik berhasil memicu keterlibatan aktif murid di awal pembelajaran?

Refleksi Murid:

  • Apa hal baru yang saya pelajari tentang diri saya hari ini terkait karakter agripreneur?
  • Karakter apa yang paling ingin saya kembangkan dan langkah nyata apa yang akan saya lakukan minggu ini?
  • Apakah rencana usaha atau karier yang saya tulis benar-benar mencerminkan minat dan potensi saya?
  • Kesulitan apa yang saya alami saat menyusun dokumen rencana dan bagaimana saya mengatasinya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian SMK/MAK Kelas X, Kemendikbudristek.
  2. Buku Guru Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian SMK/MAK Kelas X, Kemendikbudristek.
  3. Lembar Kerja Murid (LKPD) Peta Karakter Diri (disiapkan guru).
  4. Template Dokumen Rencana Usaha Sederhana/Rencana Karier (disiapkan guru).
  5. Infografis karakteristik agripreneur (disiapkan guru, bisa cetak atau digital).
  6. Checklist self-assessment komponen dokumen rencana (disiapkan guru).

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.