Modul AjarPertemuan 5Bab 2Fase ESemester 1

Modul Ajar Prakarya Pengolahan Kelas 10: Rantai Pasok, Logistik Pangan, dan Kelembagaan Sistem Produksi Agriteknologi

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Prakarya Pengolahan kelas 10 dengan topik "Rantai Pasok, Logistik Pangan, dan Kelembagaan Sistem Produksi Agriteknologi". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Prakarya Pengolahan Kelas 10: Rantai Pasok, Logistik Pangan, dan Kelembagaan Sistem Produksi Agriteknologi

Prakarya Pengolahan - Kelas 10

Bab 2 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Prakarya Pengolahan — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Rantai Pasok, Logistik Pangan, dan Kelembagaan Sistem Produksi Agriteknologi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPrakarya Pengolahan
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikRantai Pasok, Logistik Pangan, dan Kelembagaan Sistem Produksi Agriteknologi
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis sistem rantai pasok dan logistik pangan dalam industri agriteknologi pengolahan hasil pertanian serta peran kelembagaan dalam mendukung sistem produksi dan pasar produk agriteknologi.
  2. Mengevaluasi peran teknologi informasi dan komunikasi (berdasarkan data IP-TIK BPS) dalam meningkatkan efisiensi rantai pasok dan akses pasar produk olahan hasil pertanian.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian membayangkan perjalanan sebutir buah dari kebun hingga ke meja makan kita?
  2. Mengapa harga bahan pangan bisa sangat berbeda antara petani dan supermarket?
  3. Apa jadinya jika tiba-tiba teknologi internet lenyap—bisakah produk hasil tani sampai ke seluruh Indonesia?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka dengan salam, mengecek kehadiran, dan menyampaikan konteks pertemuan sesuai topik rantai pasok dan logistik pangan.
  • Guru memberikan asesmen awal berupa kuis singkat (Google Form/LK) yang memetakan pemahaman awal murid tentang rantai pasok, contoh kelembagaan, dan peran TIK.
  • Guru memantik diskusi kelas dengan pertanyaan pemantik dan mencatat respons awal murid sebagai data diagnostik.

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid membaca artikel digital/Buku Siswa hlm. 36–38 tentang rantai pasok, logistik, jenis-jenis pasar (tradisional, modern, lelang, platform digital, distributor), serta peran kelembagaan.
  • Murid menyimak video pendek tentang perjalanan komoditas pertanian dari panen hingga ekspor.
  • Dalam kelompok kecil (4 orang), murid berdiskusi menggunakan LK 1 untuk memetakan komponen rantai pasok suatu komoditas pilihan (misal buah mangga, sayuran segar) dan peran lembaga pada tiap simpulnya.
  • Murid menuliskan temuan awal pada bagan rantai pasok sederhana yang disediakan.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Setiap kelompok menerima LK 2 berisi data IP-TIK BPS (indeks pembangunan TIK) terkini dan potongan berita tentang petani yang menggunakan marketplace hasil panen.
  • Kelompok berkolaborasi membuat simulasi perbaikan rantai pasok: memilih minimal dua simpul dan mengusulkan cara pemanfaatan TIK (misal aplikasi logistik, GPS, media sosial pemasaran, platform e-catalog pasar) untuk meningkatkan efisiensi.
  • Hasil analisis dan rekomendasi dikemas dalam bentuk infografis digital/poster singkat (Canva, PowerPoint, atau kertas) yang menampilkan alur supply chain yang sudah dilengkapi peran TIK.
  • Guru berkeliling memberikan scaffolding: untuk kelompok yang lebih lambat, memberikan template infografis dan data yang sudah diolah sebagian; untuk yang lebih cepat, menantang mereka menyertakan analisis risiko dan solusi alternatif.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Tiap kelompok memajang karyanya (gallery walk) dan secara singkat mempresentasikan hasil kepada kelompok lain, saling menanggapi dan memperkaya umpan balik.
  • Murid mengisi jurnal refleksi individu (LK 3) yang memuat: (a) apa yang paling berkesan tentang keterkaitan TIK dan rantai pasok, (b) tantangan nyata yang mungkin dihadapi petani/pengusaha, (c) komitmen pribadi untuk mendukung sistem pangan berkelanjutan.
  • Guru memandu diskusi kelas untuk menghubungkan temuan dengan konsep kelembagaan pasar dan agriteknologi berkelanjutan, serta mengapresiasi karya terbaik sebagai bentuk penguatan.

Penutup:

  • Guru memberikan asesmen sumatif singkat berupa pertanyaan lisan/tulis yang menuntut murid mengevaluasi peran TIK dalam satu skenario rantai pasok baru.
  • Guru merangkum poin kunci pertemuan dan mengaitkan dengan rencana pembelajaran berikutnya (pertanian berkelanjutan).
  • Murid bersama guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid dengan kesiapan rendah, disediakan ringkasan materi bergambar dan video tutorial rantai pasok. Murid cepat diberi artikel jurnal tentang blockchain rantai pasok pangan sebagai pengayaan.
  • Proses: Kelompok dibentuk heterogen. Bimbingan intensif untuk kelompok yang memerlukan bantuan membaca data. Kelompok cepat boleh langsung mengerjakan infografik tanpa template.
  • Produk: Pilihan produk: poster digital, rekaman presentasi lisan, atau paper analisis sederhana—sesuai minat murid.

ASESMEN

Awal:

  • Kuis diagnostik singkat (5 pertanyaan pilihan ganda/benar-salah) tentang: (1) definisi rantai pasok, (2) contoh lembaga pemasaran hasil tani, (3) fungsi logistik, (4) istilah e-commerce untuk pangan, (5) pengaruh internet bagi penjualan produk pertanian. Hasil digunakan untuk menyesuaikan pendampingan.

Proses:

  • Pengamatan langsung saat diskusi kelompok: mencatat kemampuan murid dalam mengidentifikasi simpul rantai pasok dan peran lembaga (ceklis capaian TP 10.2.5.1).
  • Penilaian LK 2 berdasarkan rubrik: ketepatan mengaitkan data IP-TIK dengan efisiensi, orisinalitas usulan, dan kelogisan argumen (capaian TP 10.2.5.2).
  • Umpan balik lisan saat gallery walk untuk memperbaiki miskonsepsi.

Akhir:

  • Pertanyaan tertulis: 'Jika seorang pengolah keripik singkong di desa X ingin menjual produknya ke kota besar, evaluasilah paling sedikit dua peran TIK yang dapat meningkatkan efisiensi rantai pasoknya. Berikan alasan berdasarkan data IP-TIK yang telah kalian pelajari.' Jawaban dinilai dengan rubrik evaluasi.
  • Jurnal refleksi individu diperiksa sebagai bukti ketercapaian dimensi kesadaran dan kemandirian.

Formatif:

  • Lembar Kerja 1 pemetaan rantai pasok (dinilai dengan rubrik analisis sistem)
  • Lembar Kerja 2 simulasi perbaikan TIK (dinilai dengan rubrik kreativitas dan penalaran)
  • Observasi partisipasi diskusi dan kolaborasi kelompok

Sumatif:

  • Tes lisan/tulis singkat di akhir sesi tentang evaluasi peran TIK pada skenario baru rantai pasok
  • Presentasi infografis (dinilai dengan rubrik komunikasi dan konten)

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Analisis Rantai Pasok dan Kelembagaan (TP 10.2.5.1)Belum dapat menyebutkan komponen rantai pasok; tidak mengidentifikasi lembaga yang terlibat.Menyebutkan sebagian komponen rantai pasok namun belum runtut; dapat menyebutkan satu-dua lembaga tanpa menjelaskan perannya.Memetakan alur rantai pasok secara logis dan menyebutkan peran lembaga pada tiap simpul, meski ada sedikit kekeliruan istilah.Menyusun bagan lengkap dan akurat, menjelaskan peran tiap lembaga secara rinci serta mengaitkan keterkaitan antar-lembaga dengan benar.
Evaluasi Peran TIK dalam Rantai Pasok (TP 10.2.5.2)Tidak mengaitkan TIK dengan efisiensi; tidak menggunakan data IP-TIK.Menyebutkan contoh TIK tetapi belum mengukur dampaknya; menggunakan data secara terbatas.Menjelaskan dua atau lebih peran TIK dengan argumentasi logis, menyertakan data IP-TIK sebagai dasar, dan memberikan contoh nyata.Mengevaluasi kekuatan dan kelemahan penerapan TIK, membandingkan alternatif, serta menyimpulkan rekomendasi berbasis data yang kuat dan konteks agriteknologi pengolahan hasil pertanian.
Komunikasi dan KolaborasiTidak terlibat dalam kerja kelompok; infografis tidak selesai.Berkontribusi minimal; infografis kurang jelas dan kurang kolaborasi.Aktif dalam diskusi, mendengarkan pendapat teman, menghasilkan infografis yang komunikatif dan menarik.Memimpin pengorganisasian tugas, mendorong partisipasi semua anggota, menghasilkan infografis yang sangat informatif dan estetis, serta lancar mempresentasikan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah aktivitas memetakan rantai pasok dengan infografis membantu murid mencapai TP 10.2.5.1? Bagaimana keterlibatan murid yang biasanya pasif?
  • Sejauh mana data IP-TIK yang disajikan dapat dimengerti murid? Perlukah disederhanakan lagi?
  • Apakah pengaturan kelompok dan diferensiasi berjalan efektif? Siapa yang perlu bimbingan lebih pada pertemuan selanjutnya?
  • Bagaimana suasana kelas: apakah murid tampak antusias dan menggembirakan? Apa yang bisa dipertahankan?

Refleksi Murid:

  • Apa hal baru yang kamu pelajari tentang perjalanan produk pertanian sampai ke tangan konsumen?
  • Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling menantang? Bagaimana kamu mengatasinya?
  • Jika kamu menjadi pengusaha pangan, teknologi apa yang akan kamu gunakan untuk memperlancar bisnis? Mengapa?
  • Apa yang akan kamu lakukan agar pada pertemuan berikutnya kamu lebih memahami materi?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Guru Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian SMK/MAK Kelas X, Kemendikbudristek 2022.
  2. Buku Siswa Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian SMK/MAK Kelas X Semester 2, hlm. 36–38, 70.
  3. Data IP-TIK BPS (Indeks Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi) tahun terbaru (dapat diunduh dari bps.go.id).
  4. Video pendek ‘Food Supply Chain in Action’ (YouTube) atau dokumenter perjalanan ekspor buah tropis Indonesia.
  5. Laptop/tablet dan akses internet (jika tersedia), kertas karton besar, spidol warna, alat tulis, template infografis digital/ cetak.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.